LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 77


__ADS_3

Setelah kemenangan yang ia raih dengan mengalahkan semua musuh yang ada di dalam sana. Ia menghampiri party nya yang terluka dan menyembuhkan mereka semua dengan sihir healing. Setelah semua nya sembuh, pintu depan dari kastil tua ini terbuka lebar menandakan semuanya telah di selesaikan.


Semua orang sangat senang karena mereka semua dapat keluar hidup - hidup dari tempat yang sangat berbahaya itu. Walau banyak dari mereka yang selamat, banyak pula dari mereka yang terbunuh di dalam sana karena monster - monster yang sangat kuat. Terutama IGRIS dan GIDEON dengan mudahnya memporak porandakan mereka semua.


Di luar siang hari dengan matahari yang bersinar terang dengan langit biru yang indah di ikuti awan yang bergerak mengikuti mata angin. Semua orang berhasil keluar dari kastil tua itu, dan dapat merasakan udara segar kembali. Banyak dari mereka yang menangis bahagia karena berhasil keluar hidup - hidup. Karena mereka pikir, waktu itu adalah hari terakhir mereka hidup di dunia ini.


" Aku selamat! Terimakasih Dewa! "


" Waa! Aku pikir aku akan mati. Gak lucu dong kalau aku mati belum nikah! "


" Emak! aku masih hidup! "


Semua orang menangis kencang sambil menggenggam rumput hijau di bawah mereka.


" Kak Xi... Apa kau yang mengalahkan semua monster itu saat kami pingsan? " Tanya Yu kepada. Di saat semua orang pingsan karena raungan keras yang memekikkan telinga. Hanya Xi seorang yang masih berdiri dan menghadapi semua monster itu sendirian.


Walau mereka tidak melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Namun, sudah cukup bagi mereka kalau Xi lah yang mengalahkan semua monster itu karena ia lah yang membangunkan mereka semua yang ada di sana.


Beberapa petualang berjalan melangkah kakinya. Mendekat dan menghampiri Xi yang ada di sana. Seorang wanita yang cantik dengan wajah yang sedikit merona berdiri di hadapannya.


" A anu... Terimakasih telah menyelamatkan kami... " Ucapnya sambil membungkuk dengan wajah yang merona. Di ikuti dengan rekan - rekannya, yang juga menyaksikan kehebatan dari Xi dalam bertarung sebelum akhirnya mereka pingsan.


" Tidak masalah. " Balasnya dengan singkat kemudian ia berbalik dan berjalan pergi tampak ingin pergo ke suatu tempat.

__ADS_1


" Hei, kau mau kemana? " Tanya Tota kepada Xi yang sudah pergi duluan itu.


Xi yang pergi di ikuti oleh Airis yang menyusulnya sambil berjalan dengan santai melewati Tota. " Tentu saja melanjutkan ketempat berikutnya... Kan masih ada banyak waktu yang tersisa, bagaimana mungkin kami menyia - nyiakan waktu ini. " Ucap Airis sambil berjalan menyusul Xi.


" Tunggu! Kita ini kan satu party! " Ucap Yu sambil berlari dengan langkah kecilnya bersama dengan Aiko. " Hei tunggu! " Ucap Aiko. Mereka berlari menghampiri Xi dan Airis yang telah pergi tsrlebih dahulu bersama dengan Annya.


Sementara itu, Tota dan Katashi masih berdiam diri di tempatnya dan tidak bergerak sedikit pun.


" A maaf... Kami harus pergi. Tolong jangan tersinggung dengan sikapnya, karena ia memang begitu. " Ucap Tota meminta Sere untuk tidak salah paham dengan sifat Xi.


" A tidak masalah... Aku rasa dia sangat keren dengan sifatnya yang seperti itu. " Ucap Sere tanpa sadar wajahnya memerah.


Sere yang mengatakan itu membuat rekan - rekannya terkejut karena tidak pernah melihat Sere memuji seorang pria sebelumnya.


Di dalam hutan yang penuh dengan pepohonan hijau serta tumbuhan yang amat indah. Cahaya matahari sore menyinari seluruh hutan, menandakan siang hari telah berlalu. Di hari yang sore itu, mereka sedang bertarung dengan beberapa monster ayam ungu raksasa yang sangat ganas.


[ Ayam Ungu Besar ] Rank : C. Level : 60. Exp : 6.000.


Pertarungan mereka cukup sengit saat berhadapan dengan monster ayam itu. Yumlah monster yang banyak membuat mereka sedikit kesulitan dalam menghadapi monster - monster itu.


" Apa - apaan ini... Beberapa jam lalu kita baik - baik saja, dan tiba - tiba aja ayam - ayam ini menyerang kita! " Ujar Tota dengan keras karena kesal. Walau ayam itu besar, namun sulit untuk pukulannya mengenai ayam -ayam itu.


Ayam - ayam besar itu yang terus menghindari setiap serangan Tota, mereka tampak tersenyum sembil mengejek Tota. Dalam benak mereka, apa bila mereka bisa berbicara, mereka akan mengatakan kepada Tota. ' Apanya yang harimau biru? Tempatnya adalah kucing biru! ' Itulah yang akan mereka katakan kalai mereka bisa berbicara.

__ADS_1


Tota yang melihat itu sangat kesal dan marah - marah sembari mengacungkan tangannya pada ayam - ayam tersebut. " Kalian Berengsek! Berani sekali mengejekku! " Ujar Tota dengan keras sambil mengacungkan tangannya.


Ayam - ayam itu terkejut saat Tota berteriak keras. Dalam hati mereka ' Gawat Kucing birunya marah! ' tampak dari kejauhan mereka semua melihat Tota yang sedang di ejek oleh ayam - ayam besar itu. Mereka hanya bisa diam menonton saja.


Sedang asiknya mereka mengejek Tota saat itu. Tiba - tiba tanah mulai berguncang oleh sesuatu. Sebuah langkah kaki yang amat kuat menggetarkan tanah. Kaki besar yang di tutupi dengan rambut coklat yang lebat tampak bergerak ke arah keramaian.


Sesuatu muncul dari balik pepohonan yang tinggi itu dan langsung membunuh ayam - ayam besar dalam satu kali pukulan. Pohon - pohon yang ada di sekitarnya pun tumbang karena patah di dorong oleh makhluk tersebut.


ROAAR! Seekor beruang yang amat besar dengan ukuran mencapai delapan meter muncul dan meraung keras ke arah mereka semua. Saking keras dan kuatnya ruangan beruang tersebut, sampai membuat hembusan angin yang sangat kencang. Tampak beruang besar tersebut mengenakan armor yang menutupi habunya yang besar, dengan tatapan nya yang mengerikan, ia berencana untuk menyerang Tota dan yang lainnya.


" Gawat! Evil Bear Armor! Ini monster Rank B kelas atas yang setara dengan Rank A. " Ucap Tota dengan keringat di wajahnya saat melihat beruang besar tersebut.


[ Evil Bear Armor ] Rank : B. Level : 80. Exp : 10000.


Beruang itu menggerakkan tangannya dan menyerang mereka. Semua orang pun bersiap untuk menghindari serangan dari beruang tersebut.


Namun, sebelum cakar beruang itu sampai pada mereka, tiba - tiba kepala beruang itu terpotong oleh sesuatu yang cepat dan tajam. Menyebabkan beruang besar itu langsung terbunuh.


" Evil Bear Armor dalam sekali serang! Kak Xi benar - benar kuat. " Ucap Annya dengan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia tahu Xi itu kuat. Namun, untuk mengalahkan Evil Bear Armor dalam satu serangan, menurutnya itu sangatlah mustahil. Bahkan untuk petualang veteran yang berada di Rank A harus berhati - hati dalam menghadapi monster ini.


Tampak di hadapan mereka berdiri seorang pemuda dengan memegang sebuah katana yang amat tajam di lumuri oleh darah. Ia mengayunkan katana nya dengan kuat guna membersihkan darah tersebut. Lalu ia pun menyarungkan katana nya kembali.


Rambut putih yang di sinari oleh cahaya matahari yang sore, dengan hembusan angin yang sepoi - sepoi membuatnya pria tersebut terlihat sangat tampan di bawah indahnya sinar matahari.

__ADS_1


" Kak Xi, kau hebat sekali! " Ucap Aiko dengan senang sambil berlari menghampiri Xi.


__ADS_2