
Yumiko dengan tatapan tajamnya, ia berkata kepada Ratu Jessi. " Tidak perlu repot - repot meminta bantuan sama orang luar... Itu tidak akan berguna, karena aku sudah mengurung kalian di dalam penghalang ku. " Ucap Yumiko dengan tatapan tajamnya. " Tentu saja, kau masih ingatkan apa yang kau katakan kepada ku sebelumnya kan? Menurutmu, siapa yang memberikanmh izin untuk memasang penghalang di wilayah ku? Apa kau menganggap aku ini tidak ada dan kau bisa berbuat sesuka mu di tempat orang lain? " Lanjut Yumiko dengan tajam.
" Tung Tunggu Yumiko - Sama... Kau kau tidak bisa melakukan ini kepadaku! " Ucap Ratu Jessi. Ia mendapatkan tekanan yang amat kuat oleh Yumiko.
Saat itu, seluruh ruangan bergetar serta di penuhi dengan angin yang dingin. Energi sihir yang padat tersebar ke seluruh ruangan, dan membuat ruangan tersebut membeku.
" Tidak bisa? Memangnya kenapa? " Tanya Yumiko dengan penasaran.
Mendengar pertanyaan itu, Segerah Ratu Jessi menjawabnya. " Aku aku adalah ratu dari sebuah kerajaan... Apa bila kau membunuhku di sini, kau tidak hanya mendapatkan kerugian besar tapi bahkan negara ini juga akan mendapatkan kerugian. Coba kau pikirkan... Seorang ratu tiba - tiba menghilang di kerajaan Asgar. Apa itu tidak akan membuat orang lain curiga? Jika seperti itu, negara ini akan di cap buruk oleh semua orang. " Jawab Jessi dengan ancaman bahwa negara Asgar akan di cap buruk oleh mata dunia. Dan itu, akan mempengaruhi perkembangan Asgar dalam bidang ekonomi nya.
Mendengar itu Yumiko terseyum dingin sembari menciptakan sebuah pedang es yang dingin di tangannya. " Kalau aku membunuh kalian di sini, siapa yang tahu kalau kalian mati disini. " Balas Yumiko sambil terseyum dingin.
Hutan kematian adalah tempat yang berbahaya dengan adanya banyak monster kelas atas. Untuk sampai ke area hutan kematian pun tidaklah mudah, karena harus melewati tempat yang berbahaya juga, yang sering kali di huni para bandit di sana. Serta banyaknya monster yang masih berkeliaran di dekat area hutan kematian.
Jika Ratu Jessi, Putri Emil dan rombongan nya menghilang, itu akan menimbulkan kecurigaan penuh karena yang menghilang adalah seorang ratu yang memimpin negara, dan Putri dari pemimpin negara.
Mereka semua, bisa saja menyalahkan negara Asgar yang akan di kunjungi oleh Ratu dan putri.
__ADS_1
" A apa kau tidak takut kalau negara ini akan di pandang buruk oleh banyak negara? " Ucap Ratu Jessi kepada Yumiko.
Yumiko dengan cepat menanggapi hal tersebut sambil berkata. " Oh apa kau mengancamku? " Balasnya sambil bertanya dengan tatapan dingin.
" Dapatkan kau percaya bahwa sebuah negara kecil seperti Asgar berani untuk membunuh Keluarga kerajaan dari kerajaan besar? " Tanya Yumiko kepada Ratu Jessi.
Setelah mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Yumiko. Wajahnya berkeringat, dengab keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ia tidak dapat menjawab pertanyaan itu, karena ia bingung dan tidak yakin kalau sebuah negara kecil berani untuk melakukan hal itu. Namun, jika itu negara Asgar, yang merupakan suatu negara super itu sangatlah mungkin.
" Bahkan jika kamu tidak mempercayainya, maka negara - negara lainnya pasti juga tidak percaya. Mereka pasti akan mengirah kalau kalian itu terbunuh oleh monster yang kuat, mengingat area hutan kematian bukanlah area biasa. " Ucap Yumiko. " Jadi, apa kah kau masih punya sebuah pembelaan? " Tanya Yumiko kepada Ratu Jessi.
Ratu Jessi hanya diam saja dan tidak menjawab. Ia sudah tidak dapat berkata apa - apa lagi. Walau pun ia terbunuh, negara Asgar masih dapat mempertahankan keberadaan mereka karena mereka belum menyebarkan kebangkitan negara mereka kepada seluruh dunia. Dan juga informasi dari negara Asgar sangatlah minim dan tergolong hampir tidak ada.
Ratu Jessi yang melihat tangannya telah terpotong, ia berteriak histeris dengan rasa sakit yang ia dapatkan.
" Yumiko - Sama... Tolong hentikan... " Ucap Ratu Jessi sambil memohon kepada Yumiko saat itu. Air mata membasahi wajahnya, ia tidak sanggup untuk menahan rasa sakit yang ia terima ini.
Yumiko terseyum dingin, dan menarik kembali aura nya. Bersamaan dengan itu, ia berkata kepada Ratu Jessi. " Karena kau berani untuk menipu kami dan mencoba untuk memanfaatkan kami, kali ini aku akan melepaskanmu. Namun dengan syarat, Negara mu harus membayar 20.000 Koin Platinum sebagai kompesensi, dan membuat penyataan kalau kalian bersedia untuk menjadi negara bawahan dari negara Asgar tanpa syarat. Atau kau ingin menyatakan perang dengan negara ku. " Ucap Yumiko. Ia memberikan dua buah pilihan kepada Ratu Jessi.
__ADS_1
Mendengar itu, ia mengehelakan nafasnya karena ia masih mendapatkan kesempatan untuk hidup. Namun, untuk dua pilihan itu sangatlah berat untuknya mau pun negaranya.
" Tolong berikan aku waktu untuk mendiskusikan nya dengan semua petinggi negaraku Yumiko - Sama. " Pintanya sambil memohon.
" Baiklah, Lima hari. Aku memberimu lima hari. " Ucap Yumiko sambil berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah pintu keluar. Kedua pelayan yang menunggu di dekat pintu membuka kan pintu untuk Yumiko dan Mizuki. Sebelum ia keluar, Yumiko berkata " Hargai lima hari terakhir mu. " Ucapnya sambil terseyum manis.
Ratu Jessi menjadi pucat kembali setelah kata - kata itu jatuh. Ia pikir ia telah lolos dari kematian, namun nyatanya, ia masih di kekang oleh kematian itu sendiri. Dan waktunya untuk bertahan hidup hanyalah tersisa lima hari lagi. Ia menggigit bibirnya dengab kuat hingga berdarah, ia malukan itu karena marah dan juga stress memikirkan semua itu.
Segerah setelah selesai, mereka keluar dari ruangan, dan berjalab keluar istana untuk kembali ke negara mereka.
Sementara, Yumiko yang telah selesai diskusi nya dengan ratu Jessi. Ia pergi bersama Mizuki menuju halaman belakang. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Xi baru saja kembali.
" Ayah! Ayah tadi pergi kemana? " Ucap Mizuki, sambil berlari ke arah Xi. Ia bertanya kemana Xi pergi sebelumnya.
" Aku juga penasaran kemana kau pergi, karena tiba - tiba saja Mizuki menemuiku di ruangan saat menyambut tamu. " Ucap Yumiko yang juga penasaran.
Xi menghelahkan nafasnya, dengan ekspresi wajah yang tenang ia menjawab semua rasa penasaran itu. " Hanya bertukar salam saja dengab dewa kehancuran. " Jawabnya dengan santai. sambil menjawab itu, ia sambil mengingat pertemuan nya dengan dewa kehancuran di suatu tempat.
__ADS_1
Sejak ia kembali ke dalam istana nya, ia selalu merenungkan perkataan yang di katakan oleh Dewa kehancuran tentang para dewa yang berada di tanah suci. Serta perkataannya tentang Dewa Naga kehancuran, yang akan menyerang mereka semua dari belakang. Dalam pertemuan mereka, Dewa kehancuran mengajak Xi untuk bekerjasama dengannya untuk mengalahkan Dewa Naga Kehancuran bersama dengan Makhluk yang di ciptakan oleh para dewa tanah suci Leogosaid.