LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 282


__ADS_3

Daratan di penuhi dengan magma yang sangat panas akibat Dewa Raksasa yang menggunakan kemampuan tertinggi miliknya. Hanya dalam sekali pukulannya, membuat daratan yang amat luas berubah menjadi lautan magma, yang tidak mungkin untuk dapat di tunggali oleh makhluk hidup lainnya.


Hawa panas yang menggerahkan memangga mereka semua. Hingga udara di sana terasa sangat panas, dan tidak enak untuk di hirup. Dewa Cahaya dan Ytoggod terbang tinggi ke langit, menjauh dari lautan magma panas itu.


Di saat terbang tinggi ke langit, Dewa Cahaya pun bergumam " Dewa Kematian Hitam terkena serangan itu dengan telak tadi... Apakah dia masih hidup? Aku khawatir, tidak ada satu pun orang yang bisa bertahan dari kekuatan serangan penuh Dewa Raksasa... Untung saja yang di targetkannya buka aku, melihat dampak dari serangan itu saja sudah membuatku merinding. " Gumam Dewa Cahaya, ia merasa tubuhnya terasa dingin dan juga gemetar saat melihat amukan Dewa Raksasa yang tidak bisa di anggap main - main.


Kekuatan ledakan itu sudah setara dengan tiga bom nuklir yang di ledakan bersama - sama, dan menyapu bersih apa pun yang ada di sekitarnya tanpa ampun. Mau itu benda hidup mau pun benda mati, dan tidak peduli seberapa keras itu akan di hancurkan dalam sekejap mata.


Dewa Raksasa tertawa keras. Ia sangat yakin dengan kekuatan serangan tadi, tidak mungkin Dewa Kematian Hitam akan selama karena tadi Dewa Kematian Hitam terkena serangannya dengan sangat telak tanpa bisa menghindari nya. Mendungakan kepalanya ke atas melihat langit yang di penuhi oleh awan hitam, ia tertawa keras dengan sangat puas. Membanggakan dirinya pada semua orang yang ada di sana kalau ia telah berhasil membunuh Dewa Kematian Hitam yang sangat merepotkan jika di biarkan untuk hidup.


Karena hal itu, membuat Dewa Cahaya mau pun Ytoggod menjadi sedikit ragu untuk berhadapan dengan Dewa Raksasa yang ada dalam bentuk sempurnanya. Jelas kekuatannya sangat berbeda jauh saat ia berada di bentuk sempurnanya, bentuk manusianya tidak bisa di bandingkan dengan aslinya.


Dalam kepuasannya itu, tiba - tiba awan gelap berkumpul dan berputar membentuk sebuah puasaran. Pusaran dari awan hitam itu terlihat seperti lubang cacing yang sangat besar. Dewa Raksasa yang melihat itu sedikit terkejut sekaligus bingung kenapa awan - awan gelap itu tiba - tiba berputar dan membentuk sebuah pusaran.


" Apa yang terjadi? " Kata Dewa Raksasa dengan bingung.


Tanpa ia sadari, tiba - tiba muncul banyak rantai hitam dari bawah kakinya mau pun dari dalam magma panas yang ia ciptakan. Saat kemunculan rantai - rantai hitam dari bawah kakinya itu membuatnya terkejut. Dan dengan cepatnya rantai hitam itu mengikat tubuh Dewa Raksasa dengan sangat kencang, sehingga membuat Dewa Raksasa pun sulit untuk bergerak.


" Apa ini? Siapa yang melakukan hal ini?! " Kata Dewa Raksasa sambil berusaha untuk melepaskan dirinya dari rantai - rantai hitam yang mengikatnya dengan sangat kuat itu. Rantai - rantai itu semakin lama semakin mengencangkan ikatannya setiap kali Dewa Raksasa menggerakkan tubuhnya karena berusaha untuk melepaskan rantai tersebut. Hal itu membuat Dewa Raksasa pun sedikit kesakitan dan sangat marah pada orang yang membuat jebakan seperti ini kepada dirinya.


Saat itu pun ia berkata dalam hatinya " Akan aku bunuh bila aku melihat orang yang melakukan hal seperti ini kepadaku! " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya. Ia sangat marah sampai - sampai berniat ingin membunuh orang yang mengikatnya dengan rantai yang sangat kuat itu, bahkan sampai membuatnya kesulitan untuk melepaskan diri.


Di saat yang sama terjadi guncangan kuat di tempat tersebut yang menyebabkan magma - magma yang ada di sekitar pun bergerak seperti ombak air. Dari dalam magma yang panas muncul sebuah sinar cahaya merah yang menjulang tinggi ke langit seperti sebuah pilar yang menopang langit.


Pada saat itu Dewa Raksasa terkejut dengan kemunculan pilar cahaya merah yang menjulang tinggi. Dari balik pilar cahaya merah yang menyilaukan itu, tampak sebuah bayangan seseorang pun mulai muncul, perlahan sosok itu menunjukkan dirinya.


tampak seorang pria muda berambut hitam dengan tatapan mata dingin di sertai aura membunuh yang menyelimuti tubuhnya, keluar dari balik pilar cahaya merah yang menyilaukan. Dewa Raksasa yang melihat sosok tersebut, sangat terkejut hingga membuat matanya terbuka sangat lebar dengan tercengan.


Ia tidak dapat percaya kalau orang yang tadi ia serangan dengan kekuatan penuh, tidak menerima luka sedikit pun pada tubuhnya, walau itu hanya helelai benang di pakaian nya.

__ADS_1


" Mus mustahil... Dia masih bisa selamat dari serangan telakku bahkan tidak menerima luka sedikit pun... Itu mustahil! " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya yang tidak dapat percaya dengan apa yang apa ia lihat saat ini. Dalam pikirannya, ia pun di buat bingung dengan ketidak normalan yang di miliki oleh Dewa Kematian Hitam Xi Arcadia, yang masih dapat berdiri tegap walau di terkena serangan yang sangat kuat dan tidak terluka.


Xi menatap Dewa Raksasa dengan tatapan dingin. Sambil tersenyum tipis ia mengangkat satu tangannya, dan melepaskan kekuatannya. Seketika saat Xi melakukan hal tersebut, sebuah tekanan yang sangat kuat menimpa Dewa Raksasa. Saking kuatnya tekanan tersebut, sampai - sampai membuat satu lutut dewa Raksasa pun menyentuh tanah. Tekanan yang ia rasakan di tubuhnya, seperti ada jutaan gunung sedang menimpa dirinya.


Dewa Raksasa tampak kewalahan dalam menangani hal tersebut. Di satu sisi ia sangat kerepotan dengan rantai hitam yang mengikatnya. Rantai itu sangat kuat dan sulit untuk di hancurkan terlebih lagi, akan semakin kuat ikatannya bila ia bergerak. Di sisi lainnya, ia juga haru menahan tekanan yang sangat kuat yang di berikan oleh Dewa Kematian, sehingga ia pun di buat kerepotan dengan semua itu.


" Dasar b*jingan merepotkan! Apa semua ini sudah termasuk ke dalam rencana liciknya? " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya, ia benar - benar di buat kewalahan. Di sisi lain pula, rantai - rantai hitam itu perlahan menyerap energi sihir dari dalam tubuhnya, dan membuat pertahanan dari Dewa Raksasa pun terus melemah.


Xi mengaktifkan skill Eternal Evil Boundary of Death. Yang dimana saat skill tersebut di aktifkan, Xi akan masuk ke dalam bentuk sempurna Dewa Kematian Hitam nya, tanpa adanya kekuatan yang di batasi. Walau begitu, itu sesuatu hal yang berbeda karena kekuatan naga yang ada di dalam dirinya, tidak dapat bersatu dengan kekuatan kematian jahat yang sangat sombong.


Sehingga, Xi hanya bisa menggunakan kedua kekuatannya secara bergantian, karena keduanya kekuatan yang ada di dalam dirinya sangat sombong dan tidak mau bersatu satu sama lain. Akan tetapi, walau begitu, dengan kekuatan kematiannya saja, ia sudah menjadi sosok yang sangat kuat bahkan paling berbahaya di antara Dewa lainnya.


Walau begitu, dengan tekanan yang ia lepaskan dari Eternal Evil Boundary of Death cukup untuk membatasi pergerakan Dewa Raksasa yang telah berada di dalam bentuk sempurnanya bahkan telah menggunakan teknik pelindung.


Dewa Raksasa masih mencoba untuk melawan tekanan dari Dewa Kematian dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki. Akan tetapi, Xi yang melihat itu tidak membiarkannya begitu saja. Ia menambahkan kekuatan tekanannya semakin kuat, hingga membuat Dewa Raksasa sedikit terdorong.


Dewa Raksasa dengan kekuatan sejatinya, berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari ikatan rantai - rantai hitam itu. Ledakan energi sihir yang berasal dari Dewa Raksasa sangat kuat hingga membuat lautan magma pun bergerak seperti ombak. Dewa Raksasa yang mengerahkan segalanya, membuat rantai - rantai hitam pelahan begetar karena sudah tidak sanggup menahan nya lagi. Perlahan, satu demi satu rantai pun mulai putus dan ikatan pada Dewa Raksasa semakin melemah.


Xi yang melihat itu, segerah mengumpulkan energi sihir di kedua telapak tangannya untuk memberikan sebuah serangan kepada Dewa Raksasa. Pada prosesnya, Xi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengaktifkan serangannya dan memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan skill tersebut.


Energi sihir pun terus berkumpul dan juga semakin cepat. Dewa Raksasa yang melihat Dewa Kematian Hitam sedang mempersiapkan mempersiapkan sebuah serangan untuk menyerangnya, ia pun mengaktifkan segala skill yang ia miliki untuk melepaskan diri dari ikatan rantai - rantai hitam itu.


" HUAAAA! " Tariak Dewa Raksasa dengan sangat keras. Dewa Raksasa dengan kekuatan penuhnya berhasil melepaskan dirinya dari rantai - rantai yang mengikatnya. Di samping itu, Dewa Raksasa yang merasakan tekanan yang begitu dari skill yang sedang di siapkan oleh Dewa Kematian Hitam berniat mematahkannya sebelum persiapannya selesai.


Dewa Raksasa melompat ke arah Dewa Kematian Hitam dengan sangat cepat. Lompatannya sangat tinggi, bahkan hampir sampai menggapai awan - awan gelap yang ada di atas sana. Sambil melompat ia pun berkata " Harus di hentikan sebelum ia selesai merapalkannya! " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya. Ia menunjamkan dirinya dengan sangat cepat ke arah Xi yang sedang mempersiapkan skillnya dan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya. " Mati kau B*JINGAN!! " Teriak Dewa Raksasa dengan sangat keras.


Sementara Dewa Cahaya dan Ytoggod yang jauh di atas udara. Mereka yang memerhatikan Dewa Kematian Hitam yang sedang mempersiapkan skillnya, serta Dewa Raksasa yang bergegas menggagalkan skill tersebut, muncul sebuah pemikirkan di dalam kepala mereka.


" Dewa Kematian Hitam itu sangat licik, apa pun tindakan yang ia lakukan tidak dapat di percayai mau pun di mengerti dengan akal sehat. Tapi, melihat Dewa Kematian Hitam yang hanya diam di tempatnya dan tidak bergerak sedikit pun, ada dua kemungkinan mengapa persiapan skill dari Dewa Kematian Hitam cukup lama. Kemungkinan pertama adalah skill ini benar - benar kuat sehingga dapat membuat Dewa Raksasa sampai terbunuh sehingga perlu mengumpulkan banyak kekuatan sihir, atau... " Kata Dewa Cahaya dan Ytoggod dengan serempak di dalam hati mereka. Melihat semua itu mereka berdua mengerutkan kening mereka, memerhatikan dengan serius dengan apa yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


Sementara itu Dewa Raksasa menyerang dengan memberikan tendangan besar super kuatnya kepada Dewa Kematian dengan daya hancur yang amat luar biasa. Tendangan kuat yang di berikan oleh Dewa Raksasa membuat daratan di sekitar nya hancur, dan membuat lautan magma terdorong dengan sangat keras sehingha menyebabkan sunami magma.


Akan tetapi, sebelum tendangan super kuat Dewa Raksasa menghantam dirinya, Xi tersenyum tipis sambil membatalkan persiapan skill yang akan dia lemparkan pada Dewa Raksasa tadi. Dan dengan sigap langsung menghindari tendangan kuat Dewa Raksasa sebelum mengenai dirinya.


Setelah berhasil menghindari tendangan kuat Dewa Raksasa yang menyebabkan kehancuran sekitar itu, Xi mengumpul sejumlah energi kematian di salah satu telapak tangannya. Sementara, Dewa Raksasa melepaskan niat membunuh yang sangat besar dan pekat. Menatap Dewa Kematian Hitam dengan sinis dan tajam.


Keduanya pun saling bertukar tatapan tajam mereka satu sama lain. Dewa Raksasa yang sudah geram dengan Xi yang terus menipunya, dengan perasaan marah ia melesat dengan sangat cepat kepada Xi sambil mengaktifkan skill Clahs of Destruction miliknya. Bersamaan dengan itu, dengan perasaan geramnya ia pun berkata dengan lantang " Bersiaplah untuk mati! " Kata Dewa Raksasa. Ia melesat dan melompat ke arah Xi dengan kekuatan penuhnya.


Sementara, Xi langsung menyerang Dewa Raksasa dengan sebuah tangan kegelapan yang telah ia siapkan. Sebuah tangan kegelapan yang besar itu pun melayang ke arah Dewa Raksasa dengan sangat cepat. Akan tetapi, Dewa Raksasa dengan mudah memblokir hal tersebut dengan sangat mudah sambil berkata " Skill yang sangat membosankan! Apa kau tidak punya skill lain yang lebih kuat?! " Kata Dewa Raksasa dengan mengerutkan keninngnya. Ia masih sangat geram dengan Dewa Kematian Hitam yang tidak menganggap pertarungan mereka berdua dengan serius.


Sambil tersenyum tipis, Xi pun berkata kepada Dewa Raksasa. " Dari pada memikirkan jurus orang lain, lebih baik memikirkan dirimu sendiri. " Kata Xi.


Ia menjentikkan jarinya dengan santai. Dan banyak rantai hitam bermunculan dari bawah tanah yang langsung mengikat Dewa Raksasa dengan sangat kencang sekali lagi. Dewa Raksasa yang terkena jeratan rantai hitam sekali lagi, membuatnya terkejut. Dan dalam waktu yang sama, pergerakan dirinya pun tertahan oleh rantai - rantai itu yang mengikatnya saat masih di udara.


Setelah mengikat Dewa Raksasa dengan rantai - rantai hitam itu sekali lagi, Xi pun mencuri waktu tersebut untuk menyerang Dewa Raksasa selagi Dewa Raksasa tidak dapat bergerak. Ia memukul Dewa Raksasa dengan pukulan tangan kematian sebanyak dua kali. Terjadi ledakan energi kematian yang amat kuat di udara sampai membuat gelombang kejut yang cukup kuat.


Dua pukulan kuat yang Xi berikan kepada Dewa Raksasa, membuat Dewa Raksasa terlempar sangat jauh beberapa ratus meter daru tempat awalnya. Ia melayang dengan kecepatan yang sangat tinggi, dengan mulut yang di penuhi dengan darah. Sebelum Dewa Raksasa mendarat, Xi mengejarnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan dalam waktu singkat ia sudah berada di hadapan Dewa Raksasa, serta telah bersiap untuk menyerang Dewa Raksasa dengan dua tangan kegelapan yang sangat besar.


Xi pun mendaratkan kedua pukulan kerasnya pada Dewa Raksasa, sehingga membuat Dewa Raksasa pun terjatuh ke dalam lautan magma yang amat panas dengan sangat keras. Air yang berupa magma itu beterbangan ke langit dengan jumlah yang sangat banyak seketika setelah Dewa Raksasa masuk ke dalam lautan magma itu.


Dewa Raksasa bangun kembali setelah menerima serangan kuat dari Xi. Saat ia bangun, lautan magma pun berubah menjadi gelombang magma yang sangat mengerikan. Di saat itu, ia sangat marah kepada Dewa Kematian Hitam karena telah menjatuhkannya. Dia sangat tidak terima dengan perilakuan yang ia dapatkan dari Dewa Kematian Hitam.


" DEWA KEMATIAN HITAM!!! " Teriak Dewa Raksasa dengan sangat keras dan sangat marah.


Namun, pada saat yang sama, tampak sebuah sinar cahaya jatuh pada keempat tangannya. Di saat itu, ia bingung cahaya merah apa yang bersinar terang itu, ia pun mendungak ke atas untuk melihatnya. Setelah melihatnya, ia sangat terkejut hingga membuat matanya terbuka sangat lebar.


Pada saat itu, ia melihat sebuah pedang berwarna merah berlapis petir yang amat besar menopang langit. Dapat di rasakan olehnya pedang merah yang besar itu terbuat dari kumpulan energi sihir kematian yang amat banyak. Dan tepat di bawahnya, terdapat Xi yang tampak sedang memegangi gagang pedang tersebut sambil menatap dirinya dengan sangat dingin.


Sontak hal itu membuatnya sangat terkejut dan berkeringat karena ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2