
Setelah peristiwa yang sangat menghebohkan dunia. Kini semuanya kembali seperti semua tanpa ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini.
Mereka, yang telah menyaksikan kekejaman sebenarnya bersyukur karena dapat melaluinya.
Meski sedih, karena harus kehilangan, teman, saudara, keluarga, atau anak-anak yang di tinggalkan oleh orang tuanya paska bencana ini. Tetapi, tidak ada yang dapat mereka lakukan lagi, semuanya sudah berlalu.
Misalkan mereka ingin menyalahkan seseorang. Siapa yang akan mereka salahkan? Apakah para dewa penjaja itu? Atau Xi dan yang lainnya? Dari semua itu ada satu hal yang tidak dapat terabaikan. Apakah mereka berani menyalahkan orang-orang itu?
Aku rasa tidak.
Ini adalah sebuah takdir yang harus mereka Terima. Meski kejam, namun masih lebih baik dari pada semuanya mati.
Sistem dunia ini tidak dapat di bantah lagi. Yang menjadi satu-satunya aturan mutlak di dunia ini adalah, Siapa yang terkuat dia lah yang berkuasa. Dan untuk mereka, siapa yang kuat dapat bertahan dari bencana ini.
Ibaratkan menyaring pasir dengan saringan kecil. Ketika di guncang kan, Butiran pasir yang jatuh mereka adalah yang gugur, sementara butiran pasir yang masih berada di dalam saringan, mereka adalah yang bertahan.
Sudah sejak lama, takdir mereka semua telah di tentukan hingga hari ini.
Untuk menghormati mereka yang telah gugur, dan demi melindungi negara. Semua pemimpin negara mengadakan sebuah upacara pemakaman besar untuk memberikan rasa hormat bagi mereka yang rela berkorban. Mereka yang rela mati ini, adalah pahlawan yang nyata. Di iringi dengan sebuah pesta besar pula, untuk merayakan kemenangan mereka.
Semua orang terlihat riang gembira kala perayaan kemenangan. Tetapi, di tempat lainnya...
Memandang langit yang indah. Awan mendung telah berubah di sinari oleh cahaya matahari yang cerah.
Dari langit, seseorang turun dengan gagahnya. Terlihat seperti memandang rendah semua yang ada di bawahnya, namun itu tidaklah benar. Itu hanya sebuah tatapan tenang dari seseorang yang baru saja pulang.
Mendaratkan kaki ke permukaan tanah dengan tenang bahkan tanpa adanya debu yang muncul.
Di saat itu, Yumiko berlari dengan langkah kecil. Melompat dan memeluknya dengan erat.
Xi menangkapnya, membelas pelukannya dengan lembut sambil tersenyum bahagia.
"Xi, akhirnya kau kembali."
"Ya, aku pulang." Melihat ayahnya. Xi melepas pelukan istrinya. Berjalan mendekat dan berhadap-hadapan.
Keduanya memandang dengan kepercayaan diri. Jatuh dalam kediaman sesaat, hingga salah satu dari mereka mulai bersuara.
"Sekarang, kau benar-benar telah berubah nak."
__ADS_1
"Seperti yang di harapkan bukan?"
Krey tersenyum mendengar tanggapan Xi. Menarik nafas dalam. "Fuuu, kau benar. Ini sesuai dengan harapan kami setelah 1000 kali kegagalan. Aku senang, aku bisa melihatmu dalam kondisi normal, dan bukan melihatmu seperti bintang buas yang kelaparan."
"Aku senang jika ini memang sesuai dengan harapanmu ayah." Keduanya saling berpelukan, melepaskan rindu yang telah lama tidak mereka rasakan.
Sebagai seorang ayah, tidak ada yang lebih baik melihat anaknya sehat. Itulah yang Krey rasakan saat ini, sensasi yang telah lama tidak dia rasakan, kini dia dapat merasakannya kembali.
Akhirnya, dia mampu mengembalikan kehidupan normal yang selalu di damba-dambakannya selama ini. Hidup selayaknya keluarga.
Setelah puas melepas rindu. Krey melihat ke arah hutan. Disana adalah hutan kematian tempat dimana sebelumnya negara Asgar berdiri. Negara yang Xi dirikan dengan jari tangannya.
Meski Krey tidak tahu alasan negara tersebut berdiri karena hadiah untuk cucunya. Tetapi, Krey tetap menyangkan negara yang di bangun dengan susah payah oleh anaknya, sekarang telah rata dengan tanah.
"Na... Sekarang, apa yang akan kau lakukan Xi?" Krey bertanya kepada Xi.
Xi menatap yang lainnya. Dan saat itu Melia maju memegang pundak nya dengan lembut.
"Ibu akan mendukung semua pilihanmu. Kami akan selalu bersamamu."
Mendengarnya, Xi tersenyum legah.
Itu benar... Ini saat ini bukanlah masa lalu. Dulu aku sangat kesepian, tetapi sekarang semuanya ada di sini.
"Tentu saja, aku akan membangunnya lagi. Ada kalian bersamaku sekarang, jadi aku tidak akan kesepian." Xi tersenyum mengatakannya.
Yumiko pun menambahkan." Itu benar, jika kau tidak membangunnya lagi. Mizuki akan sedih loh."
"Itulah kenapa aku akan membangunnya lagi. Aku tidak ingin dia menangis. Dan kali ini, kita akan membuatnya lebih baik lagi."
"Ya!!" Saut semuanya dengan sorakan meriah. Tampak semuanya sangat bersemangat untuk membangun tempat tinggal mereka lagi.
Saat semuanya bersorak meriah, Zyx memisahkan diri dari kerumunan orang-orang, dan berlari menuju ke suatu tempat. Di ikuti oleh beberapa orang lainnya, yang terlihat ingin membantu Zyx.
"Hei, jangan melakukannya sendirian."
"Aku tahu kau melakukan ini karena ingin memonopoli pujian dari tuan kan? Aku tidak akan membiarkannya!"
"Ternyata kalian bisa membaca pikiranku ya? Menarik." Meski suaranya berat, tetapi itu memanglah ciri khasnya. Tidak ada tanda-tanda permusuhan di antara ketiganya, mereka tampak saling berlomba - lomba.
__ADS_1
Dari semua bawahan yang Xi miliki, hanya ketiga orang ini, Fai, Noir, dan Zyx lah yang saling berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak pujian dari Xi. Meski yang lainnya juga sama, tetapi mereka telah kalah dalam persaingan jika di hadapan ketiga orang tersebut.
Sesampainya di tempat, Zyx mulai membuka pintu. Selayaknya bangker bawah tanah, labirin 100 lantai ini di gunakan sebagai tempat perlindungan semua orang yang tinggal di negara Asgar.
Ketika di buka, terlihat terdapat banyak sekali orang-orang disana. Terlihat semuanya sangat khawatir dan panik. Tetapi, setelah melihat siapa yang membuka pintunya, wajah semua orang berubah menjadi senang, ini petanda bahwa mereka menang.
Sorakan meriah. Suara mereka bergema di dalam labirin hingga di bagian terdalam labirin.
"Tuan Zyx... Apakah kita sudah boleh keluar sekarang?"
Seseorang bertanya kepada Zyx. Dia adalah seorang Demi-Human berwujud banteng hitam.
Awalnya Zyx ragu. Tetapi, melihat Fai dan Noir yang mengangguk, Zyx pun mengiyakannya.
"Tentu, tetapi..."
"???" Melihat Zyx yang bingung harus berbicara apa. Semuanya jelas menjadi penasaran. Tetapi, mereka tidak ingin merepotkan ketiganya, karena di antara mereka semua, mereka yang berada di luar lah yang paling banyak berusaha keras.
"Kami mengerti, Tidak masalah jika semua bangunan itu hancur, yang terpenting anda sekalian selamat. Tanpa bantuan kalian, tidak mungkin kami masih ada hari ini."
"Benar, Tuan Zyx tidak perlu ragu, mari kita bangun lagi semuanya!"
"Ya, ayo kita bangun Negara ini bersama Yang Mulia menjadi Negara yang lebih besar dan lebih baik lagi."
Melihat semangat mereka. Tentu Zyx tidak dapat menghalangi. Zyx mempersilahkan semuanya untuk keluar, tetapi sebelum mereka keluar, Zyx memberitahu kepada mereka untuk tidak terkejut.
Mereka setuju, dan setelah itu mereka berjalan pergi keluar.
Alangkah terkejutnya mereka. Sebelumnya tempat yang di penuhi oleh bangunan, dan pohon-pohon yang rindang kini hanya menyisakan daratan yang luas tanpa adanya kehidupan.
Mereka pun mengerti, kenapa Zyx tampak ragu ketika ingin menjelaskannya.
"Jadi... Seperti ini ya? Aku tidak mengiranya..."
"Nona Fai, dan tuan Noir juga ada disini? Apakah yang Mulia baik-baik saja?" Meski terkejut dengan pemandangan ini, tetapi yang mereka khawatir bukanlah bangunan yang indah, atau pun hutan yang lebat. Malainkan, Xi sebagai Raja mereka.
"Yang Mulai baik-baik saja, tidak hanya itu, tetapi juga telah mengalahkan semua Dewa Penjajah."
"Yos, semunya, kalian dengar itu?! Sekarang waktunya giliran kita, mari kita bangun kembali negara ini sebagai hadiah kemenangan!"
__ADS_1
Mengangkat tinggi tangan mereka ke langit, dan bersorak keras menunjukkan berapa semangat nya mereka.
"Yaaa!!!"