
Pertarungan di luar semakin ganas. Kerusakan yang terjadi akibat pertarungan yang panjang semakin parah. Monster besar yang mengamuk benar - benar sulit untuk di kalahkan, bahkan melukainya sangat tidak mungkin.
Para penyihir sudah kehabisan energi sihir mereka, para archer telah kehabisan anak panah mereka. Serta para penyerang dan Tank ker sudah tidak dapat berguna untuk melawan monster tersebut.
Sementara itu, Duke Nagi yang menghadapi monster tersebut sendirian selama satu jam penuh, ia mulai kelelahan. Energi miliknya sudah hampir habis untuk menyerang dan menghindari semua serangan dari monster tersebut.
" BUAAAAA! " Baka berteriak sangat keras. Teriakannya membuat daratan bergetar. Saking kerasnya teriakan Baka sampai memekakan telinga.
" Buahahaha... Kalian semua sangat lemah. " Ucap Baka. Ia benar - benar terlalu kuat untuk mereka semua. Bahkan benteng pertahanan yang harusnya mampu menahan serangan monster, di hancurkan olehnya dalam sekali serangan dengan menggunakan peluru angin yang ia tembakan dari mulutnya. Ia sangat pantas untuk menyandang gelar sang kerusakan.
Karena hasil dari setiap serangannya, menghasilkan kerusakan yang begitu parah.
" Hahaha, apakah tidak ada di antar kalian yang lebih kuat.... Kuararara... " Ucap Baka sambil tertawa. Perkataan tersebut sangat jelas ia sedang merendahkan setiap orang yang ikut serta dalam menghentikannya. Namun semua itu sia - sia. Tidak satu pun dari serangan mereka memenbus kulit tebal milik Baka.
" Baiklah... Waktunya menghancurkan kalian semua!! " Ucap Baka dan mulai mengambil udara lagi. Banyak udara yang masuk ke dalam mulutnya dan tersimpan di dalam perutnya.
Saat ia sudah hampir selesai mengisi, sebuah serangan yang cepat dan kuat langsung menghantam kepalanya dengan sangat kuat. Ledakan kuat terjadi saat serangan itu menghantam wajahnya.
Berkat hal itu membuat Baka menghentikan serangannya. Walau serangan itu kuat dan mengejutkan semua orang yang ada di sana. Namun terlihat setelah Asap menghilang, Baka masih baik - baik saja tanpa ada luka sedikit pun di tubuhnya.
" Hemm... Siapa yang berusaja melakukan itu? " Ucap Baka dengan bingung karena ia tidak dapat merasakan lagi mendekteksi keberadaan orang yang menyerang dirinya. Hal itu membuatnya menjadi bingung.
Ia terus mencari orang yang menyerangnya dengan kemampuan deteksi miliknya, namun tidak menemukannya.
Karena kesal tidak dapat menemukan orang yang menyerangnya, Baka mengumpulkan udara lagi dari mulutnya. Saat ia ingin menbakkan peluru angin yang dapat menghancurkan apa pun. Seseorang muncul tepat di depannya dengan api di kedua tangannya.
" Inkarnasi dari sang Api, Fire Ball! " Ujar pria tersebut. Pria itu menggabungkan empat sihir Fire Ball dalam satu serangan. Dan menciptakan sebuah Fire Ball dengan kepadatan energi.
__ADS_1
Bola api yang padat dengan energi, masuk ke dalam mulut Monster tersebut dan meledak di dalamnya. Monster itu kesakitan saat mulutnya di penuhi dengan api.
" HUAAAAA!! " Teriak monster tersebut karena kesakitan. Api bukan hanya ada di mulutnya, namun juga ada di kerongkongan.
" Sialan! Akan ku bunuh kau! " Ujarnya dengan kesal.
Dengan santai dan matanya yang merah menyalah dengan niat membunuh melapisinya. Ia membalas. " Memangnya bisa? " Ucapnya dalam bahasa monster.
Mendengar itu membuatnya semakin kesal, ia membuka mulutnya lebar - lebar dan berkata. " Kau memehkan ku!! " Teriaknya dengan keras. Hingga membuat hembusan angin yang kuat sampai menusuk tubuh.
Saat monster tersebut membuka mulutnya. Pria berambut putih itu, dengan cepat langsung masuk ke dalam mulut monster tersebut.
Semua orang yang melihat tindakan dari pria berambut putih tersebut sangat terkejut. Mereka berpikir kalau pria itu sudah gila karena masuk ke dalam mulut monster raksasa.
" Kenapa dia malah masuk ke mulut monster itu? "
" Pria itu apa - apaan. Dia sudah gila! "
Mereka bingung serta bertanya - tanya kenapa pria tersebut mengambil tindakan yang bodoh dan naif.
" Kuahaha! Sungguh manusia yang bodoh hahaha! " Ujar Baka sambil tertawa karena kebodohan yang di lakukan oleh pria berambut putih tersebut. Padahal ia cukup tertarik dengan kemampuan dari pria berambut putih tersebut.
Sementara di dalam mulut monster besar tersebut. Pria berambut putih masih hidup dan tidak terluka sedikit pun. " Jadi... Ini rasanya berada di dalam mulut monster? " Ujar pria tersebut. Karena ini pertama kalinya ia masuk ke dalam tubuh monster dan melihat isi dalamnya.
Terlihat di dalam sana, monster tersebut punya daging yang sangat terbal. Pembuluh darah yang besar, serta lambung yang besar pula. Paru - paru dan jantungnya juga sangat besar. Mengingat monster ini berukuran sangat besar, ia memerlukan suplai oksigen yang sangat banyak untuk menggerakan tubuh besarnya itu.
' Orang di luar sana mungkin menganggap tindakan ku ini bodoh... Masuk ke dalam mulut monster sama saja dengan bunuh diri. ' Ujar nya dalam hati. Meng ekspresi kan pikiran semua orang yang melihatnya. ' Monster ini punya kulit yang tebal serta pertahanan yang kuat... Mereka sudah pasti tahu karena mereka sudah berhadapan dengan monster ini cukup lama. ' Lanjutnya dalam hati.
__ADS_1
Ia membuka inventorynya dan mengambil sesuatu dari sana. Itu adalah sebuah botol yang bersis sebuah carian di dalamnya. Setiap botol punya cairan yang warna berbeda - beda.
" Karena kalian udah membuat monster ini lelah, akan mudah untuk ku membunuhnya. " Ucap Pria tersebut. Dan memecahkan beberapa botol yang berisi cairan itu.
' Seharus nya racun ini akan lebih cepat membunuh monster... Apa lagi monster ini sudah kelelahan. ' Ucapnya dalam hati mengambil botol racub lainnya. Ia juga memegang dagger di tangan kirinya untuk menebas semua organ dalam milik monster tersebut.
Saat sedang berjalan di dalam sana, ia merasakan ada sebuah detakan di bawah kakinya. Ia pun megang dua dagger di tangannya dan menghancurkan lapisan yang melindungi orang tersebut.
" Ini... Sempurna! " Ucapnya dengan senang karena menemukannya.
Sebuah Organ dalam yang memompa darah keseluruh tubuh secara terus - menerus dan juga secara tidak sadar. Ya itu adalah jantung monster tersebut. Jantungnya sangat besar dan berdetak sangat kuat, memompa darah dengan sekala besar ke seluruh tubuh monster itu.
" Akan ku buat kau tersiksa... Inkarnasi dari sang api... Fire Ball! " Ucap pria tersebut dan melepaskan serangan bila api pada jantung monster tersebut. Dan menggunakan serangan sihir lainnya untuk membuat jantungnya terluka.
Dan akhirnya jantung dari monster tersebut berlubang dengan darah mulai keluar dari jantung tersebut. Pria itu mengambil kembali botol yang berisi berbagai racun daru dalam inventory dan memasukkannya ke dalam jantung monster tersebut.
' Racun ini aku dapat dari racun Black Spider, Ular Ungu Mata tiga, Ular Derik, dan racun yang aku racik sendiri... Dengan adanya banyak racun di dalam tubuh... Ini akan membuatnya berakhir dengan cepat. Terlebih lagi, aku sudah menyebarkan racun di tempat lainnya. ' Ucapnya dalam hati. Sambil membayangkan monster - monster yang racunya ia gunakan pada monster besar ini. Dan membayangkan seluruh tubuh bagian dalam monster besar yang telah di racuni olehnya.
Sementara itu di luar. Semua orang di kejutkan serta tercengang dengan rahang mereka yang jatuh ke bawah. Melihat monster besar yang tidak dapat mereka lukai sedikit pun menangis dengan darah keluar dari kedua mata monster tersebut.
Mereka sangat bingung kenapa monster tersebut bisa sampai menangis.
Sementara itu. " UHG! HENTIKAN! TOLONG HENTIKAN! SESEORANG TOLONG HENTIKAN DIA!! " Ucapnya dengan penuh rasa sakit.
Ia sudah tidak mampu untuk bertahan dari rasa sakit yang ia derita. Dan lagi berbagai jenis racun menyebar ke seluruh tubuhnya.
Monster besar itu perlahan mulai menundukkan kepalanya, dan akhirnya tergeletak jatuh menyebabkan sebuah guncangan.
__ADS_1
Monster yang tidak dapat mereka kalahkan, dan tidak dapat mereka lukai. Mati di hadapan mereka semua dengan cara yang mengerikan.