
Melihat monster yang muncul dari bola merah itu, membuat semuanya terkejut, kecuali Airis. Monster tanaman mulut besar yang biasanya galak, saat keluar dari bola merah itu, monster tersebut bersikap baik, dan tidak menyerang mereka sedikit pun.
Sementara itu, Tota, Aiko, Yu, Katashi, Dan Annya merasa takjub dengan item tersebut karena dapat menjinakkan monster liar.
Storage ball, selain dapat di gunakan untuk menangkap makhluk, benda ini juga berguna untuk menjinakkan makhluk yang di tangkap secara otomatis. Mahkluk jenis apa pun, saat berada di dalam storage ball, mereka akan menjadi jinak dengan pemilik dari storage ball. Walau kapasitas nya besar dapat menampung 500 makhluk dalam satu storage ball, namun ada batasan rank makhluk. Storage ball tidak dapat menyimpan makhluk yang memiliki kekuatan di atas Rank A.
" Wow! Kak Sakaki, dimana kau mendapatkan item ini? Aku juga mau membelinya! " Tanya Aiko dengan semangat ingin memiliki item tersebut.
Saat kata - kata itu jatuh, Airis membalas perkataan dari Aiko. " Heh, item itu adalah buatan tangan dari tuan ku. Mana mungkin akan di berikan ke bocah kayak kamu. " Balas Airis sambil terseyum sombong.
Aiko pun membalas saat itu juga dengan kesal nya. " Kau wanita rubah sialan! Aku tidak berbicara dengan mu! " Balas Aiko sambil berteriak layaknya hewan buas.
Namun Airis tidak mendengar kan nya, dan malah mengabaikan Aiko saat itu. Hal itu, membuat Aiko marah, dan akhirnya mereka berdua bertengkar seperti seekor kucing yang mempeributkan makanannya.
" Omong - omong, Kak Sakaki, apa yang akan kau lakukan dengan monster ini? Bukan kah monster ini hanya monster E rank, ini tidak terlalu berguna untuk bertarung. " Ucap Annya.
Saat itu Xi menjawab dengan tenang, sambil mengeluarkan semua monster yang ada di dalam storage ball. Sekitar ada dua puluh monster saat itu. Dan hal itu membuat mereka sangat terkejut.
" I ini... Sebanyak ini... Bahkan orang yang spesial dalam hal menjinakan monster, tidak dapat menjinakkan sebanyak ini... " Ucap Katashi yang terkejut melihat banyaknya monster yang melihat banyak monster itu.
__ADS_1
" Aku akan menggunakan monster - monster ini untuk menunjukkan arah. " Balas Xi atas pertanyaan yang di ajukan oleh Annya tadi. Ia menggunakan monster - monster tersebut untuk menunjukkan arah, serta dapat memanfaatkan mereka untuk menunjukkan tempat yang memiliki barang - barang berharga.
Karena monster - monster ini tinggal di dalam dimensi alas perpindahan, sudah pasti mereka sangat hafal dengan tempat ini. Di tambah lagi, mereka bukanlah mangsa yang enak untuk predator - predator lainnya.
Saat mereka mendengar itu, membuat mereka terdiam. Tidak di sangka, Xi memikirkan hal yang bahkan tidak pernah di pikirkan oleh siapa pun.
Mengikuti arahan Xi, mereka semua bergerak sesuai dengan instruksi yang di berikan oleh Xi. Mereka dengan mudah menemukan banyak herbal berkualitas tinggi, serta memalui jalur yang sedikit monster, hal itu, membuat mereka jadi menghembat banyak energi dari biasanya.
Dua hari, berlalu dengan sangat dan Xi memutuskan untuk berpencar dengan party nya untuk sesaat. Ia pergi dari arah barat, menuju ke selatan. Saat dalam perjalanan nya, ia berhenti di sebuah kolam yang kecil. Di sana, terdapat monster - monster kecil berada di sana. Ada monster ubur - ubur yang transparan, katak air biru, dan Lightning Rat.
Xi menangkap mereka semua, walau mereka hanya monster Rank E. Saat ia selesai, tiba - tiba sebuah panah dengan kecepatan tinggi melayang kepada dirinya, namun, ia dapat menghindari serangan panah tersebut.
" Wah wah wah, tidak aku sangka kau dapat menghindari nya. Seseorang yang mendapatkan semua buah Akkatra memang orang yang berada. " Ucap seorang pria muncul dari balik pohon, bersama dengan orang - orang lainnya. " Tapi, hari ini kau sepertinya sedang sial, karena bertemu dengan kami. " Lanjutnya sambil mengepung Xi saat itu.
" Sebaiknya kau patuh saja, dan serahkan buah Akkatra kepada kami. Jika kau menyerahkannya dengan patuh, akan aku jamin kau akan baik - baik saja. " Ucapnya sambil tersenyum. Di balik senyum nya itu, terdapat sebuah niat jahat. Ia memegang sebuah pedang pendek di belakang nya untuk menyerang pria yang ada di hadapannya, apa bila pria tersebut memberikan buah Akkarta.
" Bukan aku yant sial, namun kalian lah yang sial hari ini. " Balas Xi saat itu juga, dan menebas salah satu dari mereka hingga membuatnya terbunuh dengan kepala yang terpotong.
Melihat rekan mereka di bunuh, membuat mereka menjadi kesal. Dengan kesalnya pun mereka berkata kepada Xi. " Kau berani membunuh rekan kami! Apa kau tidak takut akan di hukum oleh panitia?! " Ucap salah satu dari mereka sambil mengancam dan akan melaporkan kejadian ini kepada para panitia.
__ADS_1
Namun, Xi memberikan seyum dinginnya, lalu membalas perkataan tersebut. " Panitia? Bukahkan peraturannya sudaj jelas, kalau mereka tidak akan ikut campur, serta tidak bertanggung jawab atas kematian para petualang. " Balasnya dengan seyum dingin serta mata merah nya menyalah terang. " Karena sudah datang, jangan pikir kalian bisa pulanh hidup - hidup. " Lanjutnya sambil memegang erat dagger miliknya.
" Berengsek! Serahkan nyawa mu! " Ucap mereka dengan keras, dan melesat ke arah Xi dengan cepat. Saat itu, dengan mudahnya, Xi memenggal kepala mereka dengan dagger yang ia pegang.
Dengan cepat pertarungan tersebut selesai. Setelah membunuh mereka, Xi pergi meninggalkan tempatnya, dan pergi mencari sesuatu yang bagus di dalam hutan. Saat dalam perjalanannya, tidak di sangka, ia menemukan sesuatu yang sangat bagus.
" Ulat Salju... Terlebih ada tiga ekor. Kalau tidak salah ular salju ini dapat menghentikan racun sekuat apa pun itu, dalam waktu 3 jam. Ini sangat berguna. " Ucapnya sambil mengambil ulat salju tersebut.
Namun, setelah ia mengambil nya, sesuatu yang cukup besar melayang ke arah dirinya, dan menabrak pohon. Ia yang berhasil menghindari itu, melihat apa yang melayang itu. Dan yang melayang itu ada seorang petualang yang telah pingsan karena menghantam pohon dengan keras.
' Apa apaan... HUH! ' Gumamnya dalam hati, dan tiba - tiba muncul seseorang di belakang nya. Hal itu membuatnya terkejut, karena pria yang memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, menyerang dirinya dengan kedua kepalan tangannya.
Kedua kepalan tangan tersebu, menghantam tanah dengan kuat, hingga membuat tanah menjadi hancur. " He, kau bisa menghindari nya? Lumayan juga! " Ucap pria besar tersebut sambil terseyum.
Xi menatap pria besar itu dengan tatapan yang tajam, serta niat membunuh di matanya. Yang tidak di ketahui oleh siapa pun, bahkan pria besar yang ada di depannya itu.
Sambil terseyum, pria besar itu melebarkan tangannya dan berkata kepada Xi. " Jadi kau pemimpin mereka ya? " Ucapnya sambil bertanya kepada pria yang ada di hadapannya.
Sementara itu, Xi melirik petualang yang di buat pingsan itu, dengan tatapan yang datar. Tidak menyangka dirinya malah mendapatkan masalah karena pertarungan antar party lainnya.
__ADS_1
Melihat pria berambut putih itu hanyq diam sana, membuatnya semakin yakin kalau pria berambut putih itu adalah pemimpin mereka.
" Jadi kau benar pemimpin mereka?! Serudukan banteng raksasa! " Ucap pria tersebut sambil melesat ke arah Xi layaknya seekor banteng saat itu.