
Dua jam berlalu mereka masih bertarung, monster itu menderita banyak luka akibat serangan yang dia terima dari Xi, sementara itu tidak ada luka sedikit pun pada tubuh Xi, bahkan goresan sedikit pun.
Ia memandang Xi dengan penuh kebencian karena sudah meremehkannya, wajahnya berpaling dan menatap para Chimera yang ada di belakangnya. Ia melesat ke arah kerumunan Chimera itu, dan memakan salah satu Chimera.
Seketika luka yang ia derita sembuh, dia dapat memyembuhkan dirinya dengan memakan Chimera. Namun walau dia sudah sembuh, baginya itu belum cukup. Untuk mengalahkan orang yang di hadapannya itu dia memerlukan kekuatan yang lebih.
Dia pun dengan ganasnya memakan para Chimera satu demi satu. Energi sihir yang kuat terpancar dari tubuhnya, menyelimuti dirinya dan tubuhnya menjadi sedikit lebih besar. Ia pun makan para Chimera lagi dan lagi, kekuatan yang hebat meluap - luap di dalam tubuhnya.
Tubuhnya membengkak dan semakin besar, energi sihir yang kuat berkumpul dan menciptakan angin kencang di dalam sana. Seyum yang menyeramkan dia tunjukkan dari balik angin yang kencang itu.
Namun, walau Xi tahu jika monster itu akan bertambah kuat apa bila dia terus memakan Chimera. Ia hanya membiarkannya saja dan melihat akan seberapa kuat monster tersebut.
Angin kencang di dalam ruangan mulai berkurang, energi sihir yang keluar mulai terserap kembali ke dalam tubuhnya. Monster tersebut telah berevolusi dan naik ke tingkat yang lebih tinggi, Pastur tubuhnya yang menggelikan, dengan adanya banyak tangan di tubuhnya. Membuat penampilan nya sangat mengerikan, mata berwarna hijau menyalah terang menatap Xi dengan sinis.
Ia membuka mulutnya dan muncul bola cahaya hijau. Itu adalah plasma yang kuat yang tercipta dari kumpulan sihir yang padat, sebuah plasma yang kuat dia lepaskan ke arah Xi, wajahnya tampak senang saat dia melepaskan plasma tersebut.
Terbayang di pikirannya, akan terjadi ledakan yang kuat dari plasma tersebut, dan membuat orang tersebut sekarat. Dengan itu dia dapat menyiksanya hingga puas.
Namun apa yang dia harapkan tidak sesuai kenyataan, plasma yang ia lancarkan menghilang. Kegelapan yang pekat menelas plasma tersebut, dari balik kegelapan ada Xi yang berdiri dan menatapnya dengan dingin.
Dia terkejut karena serangannya tidak berpengaruh apa pun pada orang itu, bahkan serangan yang ia lakukan seperti tindakan yang sia - sia. Di saat dia sedang bingung, Xi muncul di depannya dan memukulnya dengan kuat.
Pukulan itu mendarat tepat di wajahnya, ia terpental dan menabrak dinding hingga keluar kastil. Ia mendarat dengan sangat keras, membuat tanah menjadi hancur. Namun Xi tidak memberikannya kesempatan, setelah ia mendarat. Xi muncul di atasnya dan memberikan tijakan yang sangat kuat hingga membuat tanah berterbangan.
__ADS_1
Monster itu berteriak dengan keras karena rasa sakit yang dia rasakan. Namun dia menahan itu menatap Xi dengan sinis. Ia menggerakan tangan - tangannya dan menyerang Xi.
Dia yakin dengan serangan ini dapat membuat orang itu terbunuh, tidak mungkin bagi orang sepertinya bisa menghindar dari semua serangan yang ia lancarkan.
Namun itu tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Setiap tangannya di koyak - koyak dengan mudah olehnya, itu di lakukan tanpa adanya usaha lebih. Ia hanya sekedar menarik lalu melemparnya ke segala arah.
Monster itu sangat kesakitan, dia ingin berteriak namun mulutnya di sempal dengan tangannya sendiri. Hal itu membuatnya tidak dapat melakukan apa pun.
" Sampai di sini saja... " Ucap Xi dan memunculkan api hitam di tangannya, menyentuh tubuh monster tersebut dan membakarnya dengan cepat. " ... Selamat tinggal. " Lanjutnya dengan dingin.
Monster tersebut terbakar oleh api hitam yang sangat panas hingga membuatnya berubah menjadi abu. Item drop pun terjatuh, dan itu adalah sebuah buku berwarna merah yang bertuliskan " Chimera Book... Buku ini lagi... " Itu adalah buku Chimera Book yang sama seperti sebelumnya. Semua isi yang ada di dalam buku tersebut sangat sama persis dengan yang sebelumnya.
" Ternyata isinya sama. Baiklah mari lihat apakah ada sesuatu di lantai atas. " Ucap Xi dan menyimpan buku tersebut ke dalam inventory dan berjalan memasuki kastil lagi, dan menuju lantai atas.
Di lantai ke tiga pun sama, namun kali ini dia juga mendapatkan banyak koin Platinum, emas, perak, dan perunggu. Setiap ruangan yang dia periksa di lantai tiga tidak ada hal yang penting untuknya.
" Sudah semua ruangan aku periksa, sepertinya tidak ada lagi yang tersisa. " Ucap Xi dan melihat sekitarnya, ia melihat ke langit - langit kastil dan secara mengejutkan dia menemukan sebuah jalan menuju loteng.
Ia pun membuka dan menurunkan tangga menuju loteng, di dalam sana tidak ada yang spesial, hanya ada peralatan sederhana dan beberapa mainan anak - anak. Namun di balik mainan itu terdapat sebuah peti kecil, ia mengambil peti tersebut. " Peti apa ini? " Tanyanya kepada diri sendiri. Peti itu memancarkan sinar berwarna ungu, ia pun membuka peti tersebut dan melihat isinya.
Di dalam peti itu terdapat setumpuk kertas berwarna ungu yang di gulung. Kertas - kertas itu memancarkan sinar cahaya berwarna ungu yang indah.
[ Selamat anda telah mendapatkan Tamer of Paper ]
__ADS_1
[ Tamer of Paper ]
[ Sebuah kertas yang di buat untuk menjinakan monster sesuai dengan tingkatnya. Semakin tinggi tingkat pengguna semakin tinggi pula monster yang dapat di jinakkan ]
[ Peringatan : Tidak semua monster dapat di jinakan. Hanya monster bertipe Beast yang dapat di jinakan oleh Tamer of Paper, selian Beast tidak dapat di jinakan. Apa bila di gunakan kepada monster selain Beast maka kontrak tidak dapat di buat dan akan terbuang sia - sia ]
" Item yang bagus, item ini sangat berguna untuk seorang summoner. Mereka para summoner yang menjinakan monster dengan sihir dan membuat kontraknya dengan darah mereka, setidaknya hanya bisa menjinakkan 1 - 2 monster saja. " Ucap Xi.
" Namun dengan adanya item ini, para summoner pasti sangat tergila - gila. Dengan item ini mereka dapat menjinakkan monster lebih dari batasan mereka. " Lanjutnya dengan tanang. " Tapi... Aku rasa Tamer of Paper ini masih terlalu sangat lemah untuk menjinakkan seekor naga, bahkan untuk mereka yang baru lahir. "
[ Benar tuan ]
[ Tamer of Paper tidak dapat di gunakan pada seekor naga, bahkan bila naga itu baru saja lahir. Sekuat apa pun tamer of paper itu tidak akan pernah bisa membuat seekor naga tunduk, naga hanya mengakui pemimpin mereka, bahkan naga liar pun tidak akan tunduk dengan hal seperti itu ]
[ Naga liar lebih cenderung sangat agresif, mereka adalah makhluk yang memiliki kebebasan ]
" Lalu... Di dunia ini apakah ada yang bisa menjinakkan seekor naga? " Tanya Xi kepada system.
[ Seekor naga bisa di jinakan apa bila seseorang memiliki Class yang lebih tinggi dari Summoner atau Tamer beast ]
[ Setidaknya untuk menjinakan seekor naga harus mencapai class Dragon Tamer. Dan itu juga memiliki batasan dalam menjinakkan naga ]
" Setidaknya Dragon Tamer ya hmmm... Berarti masih ada Class yang lebih tinggi. Walau begitu, gak mudah untuk mengendalikan naga. Apa lagi konsumsi energi sihir yang di butuhkan sangat banyak. " Ucapnya sambil menyimpan 5 tamer of paper ke dalam inventory.
__ADS_1
Setelah ia menyimpan tamer of paper, lingkaran sihir terbentuk di bawah kakinya. Ia akan di pindahkan ke lantai selanjutnya, yaitu lantai tiga. " Sepertinya boss lantai dua sudah di kalahkan... Saatnya pergi. "