
Sebuah ledakan yang kuat terjadi di atas langit. Akibatnya membuat langit di tutupi dengan asap dari hasil ledakan tersebut. Akan tetapi, Guardian Celestial yang percaya diri dengan kuatnya serangan dari Dragon Awaken tersebut, ia yakin kalau musuhnya akam terluka parah. Namun, saat asap tersebut menghilang, ia tercengang karena musuhnya yang merupakan naga perak baik - baik saja dan tidak menerima luka sedikit pun.
" Ba bagaimana... Mungkin... Di dia... Tidak terluka... " Ucap Guardian Celestial tersebut sambil terbanta dan terkejut, serta wajahnya berkeringat.
Sementara itu, Asako yang menerima serangan tersebut ia bergumam. " Kalau bukan karena Artefak ini... Mungkin aku sudah terluka... " Gumam Asako dalam hatinya sambil menelan ludahnya saat itu. Sambil melirik Empat batu yang mengelilingi dirinya.
" Terimakasih telah membantuku Yumiko. " Ucap Asako dengan lembut kepada wanita cantik yang ada di sampingnya saat itu.
Wanita cantik dengan rambut putih yang panjng itu terseyum manis sambil berkata. " Bukan masalah, kita ini kan keluarga. Toh kalau bukan karena empat batu laut ini mungkin serangan tersebut bisa melukai dirimu. " Ucap Yumiko sambil menarik kembali empat batu yang mengelilingi naga perak yang indah itu. Keempat batu tersebut mengelilingi sebelah tangannya dan terus berputar perlahan sambil memancarkan sinar yang berbeda - beda.
Keempat batu laut itu adalah inti kekuatan dari empat lautan bintang laut. Mulai dari Pulau lautan suci yang di perintah oleh Aqua. Lautan kematian yang di perintah oleh ICHTHYOSAURUS. Pulau lautan apung langit kekacauan yang di perintah oleh Evil Wyvern. Dan yang terakhir, lautan sembilan bintang, yang menjadi tempat yang paling jarang di kunjungi karena banyaknya Beast laut yang berbahaya di sana, namun tidak memiliki penguasa di lautan tersebut.
Dan saat keempat batu tersebut terkumpul, mereka akan menjadi sebuah artefak pertahanan terkuat yang dapat di gunakan sesuka hati tanpa perlu menggunakan energi sedikit pun.
" Benar... Tapu bagaimana urusanmu dengan Guardian Celestial yang sedang berhadapan dengan mu? " Tanya Asako dalam bentuk Naga peraknya sambil menatap Yumiko yang ada di sebelahnya saat itu.
" Ohw, walau dia punya kemampuan the seven heavenly virtues Patience King Azrael yang kegunaan fokus pada kekuatan dan mental, namun dia tidak cukup bagus menggunakannya. Jadi aku mudah membunuhnya. " Ucap Yumiko dengan pelan dan ringan.
__ADS_1
Mendengari itu, jelas membuat Asako terkejut. Dia bisa dengan santainya mengatakan kalau ia telah membunuh Guardian Celestial di depan Guardian Celestial lainnya yang saat ini, sedang mengendalikan tiga naga.
Asako memberikan tatapan yang sedikit canggung saat itu. Namun, ia kembali Fokus untuk mengadapi musuhnya bersama dengan Yumiko. Saat itu dua Dragon Awaken melepaskan serangan kuat mereka kepada Yumiko dan Asako.
Asako yang berada dalam bentuk naganya. Ia membalas serangan tersebut dengan kemampuan Nafas Pemusnahnya dengan skala besar. Serangan kuat saling bertabrakan menciptakan gelombang kejut yang kuat, perlahan, serangan kuat dari Dua Dragon Awaken saat itu di dorong mundur oleh Asako hingga serangan Asako menghantam kedua Dragon Awaken tersebut dengan sangat kuat hingga menyebabkan luka yang parah di masing - masing sayap mereka.
Keduanya jatuh menghantam daratan, dan tanpa di berikan waktu untuk bernafas, Asako melancarkan serangan lanjutan, dengan Nafas bola api perak kehancuran. Bola api dengan skala besar menghantam keduanya hingga membuat keduanya tidak sadarkan diri dan tergeletak lemas di tanah.
Guardian Celestial yang melihat itu hanya bisa terdiam. Makhluk Superior yang sangat kuat langsung tumbang seketika. " Sialan... Dua Dragon Awaken sekaligus tumbang... Dasar sampah! " Ucap Guardian Celestial tersebut sambil mencibir.
Mendengar kalau Dragon Awaken di sebut sampah oleh Guardian Celestial tersebut, membuat Asako menjadi marah. Ia melepaskan nafas api yang sangat kuat kepada Guardian tersebut, dan menghantamkannya dengan sangat telak.
Mendengar itu ia terkejut karena Artefak yang ia pegang tenyata menurunkan kemampuan asli dari Dragon Awaken yang ia kendalikan. Ia yang memegang Artefak tersebut saja tidak mengetahui efek dari senjatanya sendiri, yang mengonsumsi energi setiap makhluk yang di kendalikannya. Namun malah orang lainnya yang mengetahui efek dari Artefak miliknya sendiri.
" Melamun Apa kau!! " Teriak Asako dengan keras sambil membuka mulutnya lebar - lebar tepat di hadapan Guardian Celestial tersebut.
Guardian Celestial tersebut menghindari serangan dari Asako. Akibatnya, membuat Yurika yang di kendalikan tergigit oleh Asako saat itu. Asako yang mendapatkan kesempatan tersebut melirik Yumiko saat itu sambil berkata " Aku serahkan kepada mu yang lainnya sebentar. " Ucap Asako dan kedua matanya bersinar berwarna ungu dengab terang. Sebuah Barier yang bulat menutupi mereka dan menjebak Yurika di dalam Domain tersebut.
__ADS_1
Yumiko mengerti akan hal tersebut. Namun, sebelum ia menghadapi Guardian Celestial tersebut, ada beberapa orang yang menyerang Guardian Celestial tersebut.
" Eh... Mereka kan... Para Guardian yang di cuci otak oleh Xi... Baguslah aku tidak perlu repot - repot turun tangan. " Ucap Yumiko saat itu sambil memperhatikan petarungan tersebut dari atas langit.
Guardian Celestial yang di serang oleh empat Guardian Lord yang telah sampai Rank SSS biasa, ia sangat kerepotan karena kekompakan mereka. Ia berkeringat sambil menghindari setiap serangan yang Guardian Lors lancarkan saat itu.
" Sialan... Mereka kan Guardian Lord! Sejak kapak mereka sampai sekuat ini? Bukankah Rank mereka cuma SS? Rank para makhluk rendah! " Gumamnya dalam hati sambil menghindari setiap serangan dari Guardian Lord. " Bagaimana bisa mereka berkembang begitu cepat dalam waktu singkat? Kenapa mereka membantu para monster untuk menyerang rekan mereka? Apa mereka berkhianat? " Gumamnya sambil bertanya - tanya kepada dirinya sendiri karena bingung.
" Mereka menjadi lebih kuat setelah mereka bergabung bersama dengan Lord of Death... Tunggu apa Lord of Death memberikan mereka sebuah kekuatan yang luar biasa? " Gumamnya dalam hati dengan wajah yang berkeringat sambil menghindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya.
Sebuah Kapak besar menghantam lantai dengan kuatnya hingga membuat dirinya terhempas karena angin yang tercipta dari hantaman tersebut.
" Sepertinya kau benar Heilen... Mereka gak mudah di hadapi. " Ucap wanita berambut merah dengan ekspresi yang santai sambil menarik kapaknya kembali.
" Ya, mau bagaimana pun mereka Guardian Celestial... Tapi kita harus selesaikan ini dengan cepat Rans. " Ucap Heilen yang awalnya santai dan lembut, menjadi serius dan tampak mengerikan.
" Benar juga... Setelah ini selesai kita juga ada tugas untuk membangun sebuah nagara oleh Xi - Sama. " Ucap Rans dengan serius sambil memegang erat kapak besarnya. " Venessa, siapakan sihir mu... Kita akan musnah dia sekarang! " Lanjut Rans kepada wanita cantik yang ada di belakangnya.
__ADS_1
" Tanpa kau suruh pun aku sudah tahu. " Ucap Venessa dan lima lingkaran sihir berwarna emas muncul mengelilingi dirinya, bersiap untuk menyerang Guardian Celestial tersebut.