LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 143


__ADS_3

Xi dan yang lainnya telah menjelajahi hutan Green Forest seharian penuh, menghadapi banyak jenis monster yang tinggal di Green Forest bersama - sama dalam waktu yang lama. Malam pun tiba, walau tidak ada dari mereka yang terluka, akan tetapi, semua orang sangat kelelahan karena pertarungan melawan monster seharian penuh. Sangat sedikit waktu istirahat mereka pada siang hari, karena para monster di hutan besar Green Forest yang aktif pada siang hari melakukan pemburuan skala besar pada makhluk lainnya.


Beberapa bebatuan Xi kumpulkan dan mulai menyusun bebatuan itu melingkar. Setelah selesai, Xi meletakkan banyak ranting kayu dan dedaunan di tengah lingkaran batu itu dan mulai menyalahkan apinya dengan sihir api.


Nyala api unggu menerangi area sekitar mereka yang gelap, dan memberikan kehangatan pada tubuh mereka dibawah cuaca malam yang dingin. Saat api unggun menyalah, semua orang mendekat dan bekumpul melingkari api unggun, pada saat itu mereka semua dapat bernafas legah dan beristirahat dengan tenang. .


" Aku tidak menyangka kita akan bertemu dengan banyak monster siang tadi. Aku benar - benar kelelahan menghadapi mereka semua. " Ucap Yumiko sedikit mengeluh karena para monster terus berdatangan dan tidak memberikan nya waktu untuk menarik nafas.


Bahkan setelah mengalahkan satu kelompok monster, muncul kelompok monster lainnya yang menyerang mereka. Itu benar - benar sangat menyebalkan.


" Apa yang Putri katakan benar, terlalu banyak kelompok monster yang berburu siang tadi, itu tidak seperti biasanya. Ya, walau kita mendapatkan banyak manfaat... Tapi, gerakan para monster kali ini benar - benar aneh. " Ucap Nue. Banyaknya kelompok monster yang mereka kalahkan bersama, memberikan banyak ke untungan besar untuk mereka. Material - material yang mereka dapatkan dari para monster yang merrka kalahkan sangatlah berkualitas. Jika di jual, itu kan sangat menguntungkan. Dalam sehari, mereka mungkin bisa mendapatkan banyak koin emas dengan material - material ini.


Di samping itu, Nue juga merasa aneh dan heran dengan pergerakan para monster yang dia rasa itu seperti sedang menunggu giliran.


Saat dalam pertarungan, ketika semua kelompok monster beruang iblis di kalahkan, muncul kelompok beruang iblis lainnya dengan jumlah yang sedikit lebih banyak dari gelombang pertamanya. Dan setelah itu, setelah gelombang kedua selesai di atasi, muncul kelompok monster lainnya yang kelompoknya bercampur dengan beruang iblis. Hal itu adalah sesuatu yang aneh, setahu Nue, Beruang iblis adalah monster jenis binatang buas yang agresif dan tidak suka bekerjasama dengan jenis monster binatang buas lainnya selain kelompoknya sendiri.


Merasa itu adalah sesuatu yang aneh, Nue pun mengungkapkannya kepada yang lainnya. " Bukankah ini aneh? Setelah kita mengalahkan beberapa gelombang monster yang menyerang, mereka yang terisisa tiba - tiba mundur bersama - sama seperti ada seseorang yang memerintahkan mereka. Tidak seharusnya monster - monster yang berbeda jenis saling bekerjasama untuk memburu mangsa mereka. " Ujar Nue kepada yang lainnya. Nue merasa kalau asumsinya ini perlu di beritahukannya kepada yang lainnya.


Setelah mengemukakan pendapatnya, Nue melirik rekan - rekannya. Dia melihat semua orang seperti sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh Nue. Nue pun menganggap, jika yang lainnya juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya mengenai monster - monster itu.


" Tapi... Apakah memang seperti itu? Aku tidak pernah mendengarnya? " Tanya Astia kepada Nue. Astia sedikit ragu dengan pendapat Nue yang mengatakan kalau monster - monster yang saling berkejasama itu berada di bawah perintah monster yang lebih kuat. " Jika apa yang di katakan olehmu benar, tapu ku rasa itu tidak mungkin. Sudah sewajarnya bagi para monster mengeroyok kita yang masuk ke teritorial mereka. " Lanjut Astia


Mendengar nya, Nue tidak dapat membantah itu. Karena apa yang Astia katakan juga benar. Hutan besar Green Forest adalah tempat tinggalnya para monster. Jadi bukan sesuatu yang aneh untuk mereka menyerang pendatang yang tidak di kenal karena telah memasuki teritorial mereka. Karena hal itu, Nue pun memikirkan pendapatnya kembali mengenai asumsinya tadi.


Akan tetapi, Airis yang biasanya diam dan tidak memikirkan hal - hal merepotkan semacam ini. Membuka suaranya dan membanta pendapat Astia dengan berkata " Tidak, aku rasa apa yang Nue katakan itu ada benarnya. " Ucap Airis. Mengejutkan semua orang yang mendengarnya.


Astia cukup terkejut saat Airis membuka suaranya dalam percakapan ini. Ia yang sering berdampingan bersama Airis dalam waktu yang lama, tidak pernah melihat Airis sepertinya ini. Melihat raut wajah Airis yang tampak serius, Astia menjadi sedikit penasaran dengan apa yang Airis pikirkan. Kenapa dia bisa memikirkan pendapat Nue itu benar?


" Ke kenapa begitu? " Tanya Astia kepada Airis. Saat menanyakan pertanyaan tersebut kepada Airis, Astia tidak mengharapkan jawaban yang pasti benar dari Airis, karena pada dasarnya anak yang satu ini suka bercanda. Walau terlihat serius, Astia tidak mempercayainya begitu saja.


Akan tetapi, Astia dibuat terkejut kembali oleh Airis, karena jawaban yang Airis katakan.


" Astia, memang benar kita sudah lama berpetualan bersama tapi... Di antara kita semua akulah yang paling lama bersama tuan, dan monster sejenis beruang iblis ini juga sudah pernah kami jumpai sebelumnya. " Jawab Airis. Rautnya yang serius, benar - benar membuat semua orang terkejut. " Aku pernah di beritahukan oleh tuan sebelumnya dalam perjalanan kami, pada dasarnya beruang iblis bukanlah monster yang berakal, tetapi mereka juga bukan monster yang lemah. Ditambah dengan kutukan yang mereka bawa secara alami ketika mereka lahir, seharusnya populasi beruang iblis tidaklah banyak. Semakin kuat suatu monster akan semakin sulit untuknya berkembang biak. " Lanjut Airis.


Mendengar penjelasan Airis, mereka sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya ingin Airis katakan.


Melihat yanh lainnya seperti tidak memahami apa yang ingin Airis jelaskan, Xi pun berkata " Beruang iblis itu monster peringkat B ketika sudah dewasa. Pada titik maksimalnya, beruang iblis hanya dapat menghasilkan satu atau dua keturunan dalam tiga setengah tahun dan itu bukanlah jumlah yang banyak untuk seukuran monster seperti mereka. Terlebih lagi, hutan besar Green Forest ini yang paling sering di jelajahi oleh semua orang. Beruang iblis memang kuat, tapi tidak sulit untuk di kalahkan. 3 atau 4 petualang Rank B sudah lebih dari cukup untuk membunuh beruang iblis dewasa. "


" Pada tahun lalu pemburuan beruang iblis sangatlah tinggi, dan itu pasti akan mengurangi jumlah mereka dalam jumlah besar di hutan ini. Karena sudah berlalu selama satu tahun, seharusnya jumlah mereka tidak sebanyak apa yang kita hadapi tadi siang. Dan mengenai mereka monster - monster itu yang saling bekerjasama rasanya sangat mustahil jika tidak ada yang memimpin mereka. "


" daerah yang kita tempati saat ini adalah daerah kekuasaan beruang iblis, seingatku mereka bukanlah monster yang cerdas. Tapi melihat cara bertarung mereka tadi, aku merasa mereka bukan dari wilayah ini. Sepertinya beruang iblis ini berasal dari pedalaman hutan besar Green Forest yang belum di jangkau. " Ucap Xi.


Mendengar penjelasan Xi yang mendukung pendapat Airis, semua orang terdiam sejenak memikirkannya.


Yumiko yang penasaran, dia pun bertanya kepada Xi " Jadi... Maksudmu mereka berasal dari pedalam hutan yang belum di petakan? Dan... Dan ada monster kuat yang mengendalikan mereka untuk memperluas wilayah kekuasaannya? " Tanya Yumiko.


Xi mengangguk membenarkan pertanyaan Yumiko. " Ya, seperti itulah menurutku. Tapi tidak memutup kemungkinan jika apa yang aku katakan salah. Tapi jika itu memang benar, maka ada monster yang lebih kuat dari monster - monster ini yang masih tertidur di luar sana. " Ucapnya.


Keadaan seketika menjadi hening saat Xi mengatakan itu. Angin malam yang dingin seketika itu terasa menghilang entah kemana. Melihat semua orang tampak cemas dan memikirkan apa yang baru saja dia kataka, Xi nenghelakan nafasnya, mencoba menghibur semua oranh dan berkata " Tidak perlu secemas itu memikirkannya, toh itu jika memang itu benar, aku masih cukup percaya diri dengan kemampuanku, dan juga ada kalian di sini, ku yakin kita semua kan bisa mengatasinya. " Ucap Xi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Xi, semua orang terdiam memandanginya dengan ekspresi terkejut. Hal itu membuat Xi bingung dan merasa aneh, berpikir apakah ada sesuatu yang salah? Pikirnya saat itu.


Semua orang tertawa kecil setelah mendengarnya, mendengar ungkapan tersebut dari seorang petualang terkuat dalam kelompok mereka terdengar sangat lucu. Tidak habis pikir mereka akan mendengar perkataan seperti itu keluar dari mulut Xi.


Ini pun membuat mereka menyadari sesuatu tentang Xi. Walau dia kuat, tapi dia tidak menyombongkan kehebatannya, dan malah lebih memilih jalur lain yang menurutnya lebih baik. Yaitu saling bekerjasama sebagai rekan satu tim. Tidak seperti kebanyakan orang kuat lainnya yang begitu sombong dan angkuh, suka membangakan kekuatan mereka, dan pada kenyataannya mereka bukanlah apa - apa selain makhluk yang sombong.


Melihat mereka semua tertawa membuat Xi terkejut dan merasa aneh, dia pun bingung kenapa semua orang malah menertawakan dirinya. " Ha? Apa yang lucu? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? " Tanya Xi kepada yang lainnya.


Walau sudah bertanya, akan tetapi semua orang masih menertawakan dirinya, dan itu cukup membuatnya menjadi kesal dan berasa ingin memukul mereka semua. Akan tetapi, Xi cukup hebat dalam hal menahan diri sehingga sesuatu seperti itu tidak terjadi.


Tak satu pun dari mereka kudu menjawab pertanyaan, Yumiko pun menjadi orang pertama yang menjawabnya dengan berkata " Tidak... Kau tidak mengatakan sesuatu yang salah kok. " Jawab Yumiko. Sambil mengusap air matanya yang keluar karena terus tertawa.


" Ha? Lalu kenapa kalian semua tertawa? " Tanya Xi lagi.


Yumiko membalas dengan berkata " itu, karena kami terkejut mendengarnya darimu. Orang sekuat dirimu yang mampu menumpas habis semua monster di dungeon Rank S masih memerlukan bantuan dari orang lain. Aku sungguh tidak menyangka kau akan mengatakan itu, tidak seperti banyak orang lainnya, biasanya mereka akan mengatakan " Tenang saja, semua pasti akan aman terkendali selama aku masih ada. Itu karena aku kuat! " aku pikir kau akan mengatakan itu, ternyata aku salah. " Jawab Yumiko. Dirinya salah menduga tentang Xi, dia pikir Xi akan membanggakan dirinya dan dapat mengatasi masalah yang akan datang sendirian, tanpa memerlukan bantuan mereka.


Mendengar itu membuatnya menjadi malu, pasalnya dia mengucapkan kata - kata tersebut karena teringat kepada seseorang dulu. " Oh Will, tidak aku sangka akan ada waktu dimana orang lain menertawakan perkataanku, aku pikir hanya dirimu saja yang berani melakukannya. Tapi... Suasana ini cukup menyenangkan, dan juga terasa lebih hidup. " Ucap Xi dalam hatinya tersenyum kecil menikmati suasana senang yang tercipta.


" Walau ada banyak orang yang mengatakan diriku ini kuat, tapi aku tidak bisa meremehkan segala hal. Semuanya harus di perhatikan dan di perhitungkan. " Ucap Xi dengan pelan.


Melihat dan mendengar itu, semua orang sangat kagum karena Xi tidak termakan omongan - omongan itu yang akhirnya akan membuatnya sombong dan arogan. Entah ada berapa banyak orang kuat yang haus akan pujian dan ketenaran, akan tetapi itu berbeda dengan Xi yang terlihat selalu tenang dan selalu memikirkan setiap langkah yang di ambilnya.


Yumiko, melihat ketenangan Xi dengan nyala api yang rendah, sangat terpesona. Tanpa sadar wajahnya merona ketika menatapi Xi. Segerah dia tersadar dan dengan cepat menyembunyikan wajahnya yang merona dari Xi.


Di sisi lainnya, Airis yang melihat Xi seperti itu, jelas sangat terkejut. Ia pun mengungkapkan sesuatu dalam hatinya tentang Xi " Entah kenapa... Aku selalu merasa ada yang berbeda dari tuan. Tidak seperti kala itu yang membanggakan kekuatannya, dan melangkah maju seperti hewan buas yang kelaparan. Tapi, apa yang ku lihat sekarang... Itu benar - benar berbeda. Aku merasakan perubahan ini, sepertinya setelah ia bertemu dengan nona Yumiko... Walau saat tidak berubah sepenuhnya, tapi aku merasa yang saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku tidak akan terlalu berharap mengenai tuan yang akan berubah total, tapi aku harap ketenangan ini akan selalu ada pada dirinya. Karena ini... Membuat kami merasa nyaman dan aman. " Gumam Airis dalam hatinya, Airis berharap rasa nyaman dan aman yang Xi berikan kepadanya akan terus ada selamanya.


Malam hari di hutan besar Green Forest, berdirinya banyak tenda di sebuah tempat yang datar dan di jaga ketat oleh banyak orang bersenjatakan lengkap. Orang - orang itu berjaga di luar tenda sembari mengamati daerah sekitar berjaga -jaga bila ada serangan dadakan dari para monster.


" Jadi... Bagaimana dengan malam ini? Apakah aman? " Tanya pria paru baya itu kepada seseorang yang duduk di kursi. Pria paru baya ini bernama Rizel Continath, seorang pedagang besar mengelilingi berbagai mecam negara. Di tangannya, dia hampir memiliki seluruh peta dunia dari masing - masing setiap wilayah yang ada.


Kali ini, dia datang ke negara Kerajaan Bersalju tuk mengikuti acara yang di adakan setahun sekali oleh negara untuk mencari ke untungan. Tentu saja, dengan berburu monster dengan kelompok yang sudah d latihnya, dan menjual berang - barang atau material berharga kepada para petualang.


Seorang pria berbadan kekar, dengan seluruh tubuhnya memiliki banyak bekas luka, menandakan dia seorang warrior yang hebat dan pemberani. Pria itu, menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Rizel dengan sopan.


" Tuan Rizel, untuk sekarang situasinya aman. Jadi anda dapat beristirahat dengan tenang. Saya dan yang lainnya akan memastikan ke amanan anda saat sedang beristirahat. " Jawab pria itu dengan sopan, menjelaskan situasi saat ini. Dari informasi yang dia dapatkan dari para bawahannya yang berjaga, tidak ada satu pun monster yang tinggal di area sekitar mereka, jadi dia dapat menyimpulkan bahwa untuk beberapa saat ini keadaan akan aman. Namun, dia dan rekan - rekannya akan tetap berjaga dan terus waspada, mengingat mereka juga berada di dalam hutan dan tidak mungkin untuk mereka dapat meminta bantuan jika terjadi sesuatu.


Pria dengan banyak bekas luka di tubuhnya bernama Bernard, seorang warrior yang luar biasa dan terkenal akan kemampuan berpedangnya yang brutal dan ganas. Memiliki kemampuan khusus yang dapat meningkatkan kekuatan serta stamina nya dalam pertarungan. Sehingga menjadikan orang ini adalah musuh paling buruk yang dapat di temui. Ia juga merupakan tangan kanan Rizel Continant yang paling terpercaya, dan yang paling dapat di andalkan.


Mendengar laporan Bernard, Rizel sangat bersyukur karena situasinya aman. Rizel menghelakan nafas legahnya, dan berkata " Syukurlah, sangat melelahkan mencari tempat yang sempurna untuk mendirikan tenda - tenda ini. " Ucapnya.


Rizel berbalik, dan berjalan mendekati kursi yang kosong. Dia pun duduk di kursi yang nyaman itu, dan membicarakan sesuatu dengan Bernard mengenai beberapa hal.


" Bagaimana keadaan Monster Badak Batunya? Apakah semuanya baik - baik saja? " Tanya Rizel kepada Bernard mengenai monster - monster yang menjadi pengangkut barangnya.


Bernard menjawab dengan membacakan laporan yang di serahkan oleh bawahannya. Dia pun membacakannya untuk tuannya Rizel.


" Kondisi Badak Batu baik - baik saja, hanya saja ada satu Badak Batu yang cidera pada bagian kakinya karena tadi sempat terjatuh saat mendaki. " Jawab Bernard.


" Lalu bagaimana kondisinya sekarang? Apakah monster itu baik - baik saja? " Tanya Rizel lagi kepada Bernard.

__ADS_1


" Menurut laporan ini, seharusnya kondisi monster itu baik - baik saja. Dia sudah mendapatkan perawatan luka, dan seharusnya dua atau tiga hari cideranya akan sembuh. " Jawab Bernard.


" Baguslah jika seperti itu, memang sulit untuk mencapai tempat ini walau pun ada bantuan dari beberapa monster. Ya, itu tidak jadi masalah sih, karena para petualang sudah hafal dengan tempat ini, dan seharusnya besok mereka akan datang dan menukarkan hasil buruan mereka kepada kita. " Ujar Rizel bersandar di kursinya. " Bernard, aku akan beristirahat di sini, lanjutkan perkerjaanmu aku mengandalkanmu. " Lanjut Rizel berkata kepada Bernard kalau dirinya akan beristirahat, dan meminta Bernard untuk ikut bergabung dengan yang lainnya tuk berjaga malam ini.


" Ha, baik! " Balas Bernard dengan hormat dan berdiri dari kursinya.


Bernard keluar ruangan setelah ia mendapatkan tugasnya. Bersamaan dengan itu, Rizel menuangkan segelas anggur pada gelasnya dan kemudian meminumnya dengan damai.


" Besok pagi... Kita semua harus bekerja keras. " Ujar Rizel sambil meminum anggurnya.


Di pedalaman hutan yang belum terjelajahi, sekumpulan monster buas bergerak menuju ke suatu tempat. Jumlah mereka yang sangat banyak, membuat banyak hewan liar lainnya merasa ketakutan hingga mereka pergi melarikan diri meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri.


" ROAAAAAAR! " Raungan para monster bergema di hutan membuat ketakutan untuk makhluk lainnya. Para monster terus bergerak tanpa henti.


Esokan harinya, para petualang seperti biasa berburu monster - monster yang ada di hutan besar Green Forest tuk mendapatkan material - material yang langkah dan di jual ke saudagar Rizel.


Sudah banyak monster yang telah mereka kalahkan, dan mereka berpikir ini sudah saatnya untuk mereka menjual hasil buruan mereka kepada saudagar Rizel.


" Sepertinya ini sudah cukup, ayo pergi kesana dan kita jual semua ini kepada saudagar Rizel. Kuyakin kita akan menghasilkan ratukan koin emas kali ini. " Ucap seseorang petualang yang menjadi ketua di party petualang tersebut. Ia memimpin rekan - rekannya dalam pertarungan melawan Armored Grizzly dan berhasil menumbangkannya. Karena hasil tangkapan mereka yang besar, Ketua party mengajak rekan - rekannya ke tempat saudagar Rizel berada. Yaitu di bukit padang rumput.


" Ya, ayo kita kesana! Aku sudah tidak sabar melihat emas - emas itu menanti kita! " Ujar seorang anggota dengan penuh semangat.


" Beberapa persediaan kita juga sudah habis, pergi ke sana sepertinya itu pilihan yang baik. " ujar seorang anggotanya lagi.


Semua anggotanya setuju untuk pergi ke bukit padang rumput yang tersembunyi di antara pepohonan - pepohonan di hutan besar Green Forest.


" Oke, sudah di putuskan, kita pergi kesana sekarang! " Ujar Ketua party mengajak yang lainnya pergi mencari saudagar Rizel di bukit padang rumput yang tersembunyi. Dengan peta yang di milikinya, ia memimpin rekan - rekannya mencari saudagar Rizel dengan rute jalur yang aman.


Disisi lain, Xi dan yang lainnya menjelajahi hutan besar Green Forest. Namun, tidak ada satu pun monster kuat yang mereka temui, hanya ada beberapa monster kecil dan lemah yang lari ketakutan dan bersembunyi dari mereka.


Xi mengabaikan monster - monster itu, karena mereka tidaklah berbahaya atau pun membahayakan dirinya. Beberapa jam mereka menjelajah lebih jauh, tak menemukan monster lainnya. Itu membuat Xi dan yang lainnya bingung karena tidak dapat menemukan mereka.


" Apa yang terjadi? Kenapa hanya ada monster - monster rank rendah di hutan ini? Apakah semua monster sudah kita habisi kemarin? " Tanya Airis bingung dengan situasi hutan besar Green Forest.


" Hmmm, aku rasa bukan seperti itu. Di hutan yang luas dan besar ini tidak mungkin kehidupan di dalamnya sangat sedikit. Ku rasa, mungkin mereka sedang bersembunyi di suatu tempat yang tidak dapat di temukan oleh kita. " Ujar Yanzams.


" Jika seperti itu, berarti untuk saat ini kita tidak akan menemukan monster apa pun selain yang berank rendah? " Ucap Glaamy sambil bertanya.


Yanzams mengangguk dan berkata " Mungkin saja seperti itu... Tapi aku juga tidak terlalu yakin. " Balas Yanzams.


Mereka semua kebingungan harus melakukan apa hari ini, karena di dalam hutan besar Green Forest tidak terdapat banyak hal yang menarik selain monster. Mungkin ada beberapa tambang berharga dihutan ini, akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka ada yang mengetahui lokasinya.


Melihat semua orang bingung, Yumiko pun memberikan usulan kepada semua orang. " Bagaimana kalau kita ke bukit padang rumput dan menjual hasil buruan kita disana? Aku memperkirakan sekarang saudagar Rizel pasti sudah mulai bisnisnya. " Ucap Yumiko.


Usulan Yumiko membuat semua orang tertarik, khususnya juga Xi tertarik dengan seseorang yang di sebutkan oleh Yumiko yaitu saudagar Rizel. " Ohw, jadi ada seorang pedagang yang ikut dalam raid ini? Jika Yumiko mengenal orang ini, sudah pasti orang itu bukan orang biasa. Mungkin dia memiliki beberapa informasi atau peta hutan ini... Aku harus menemuinya! " Gumam Xi dalam hatinya. Ia memikirkan usulan Yumiko, dan menganggap usulan tersebut sangatlah bagus.


Tidak ada yang bisa mereka lalukan saat ini, dan menemui saudagar Rizel adalah ide yang paling bagus karena mereka dapat menjual dan membeli beberapa barang disana. Xi pun berpikir kalau saudagar Rizel ini bukan orang biasa, itu di karenakan Yumiko mengenalnya dan bahkan menyarankannya untuk mengunjunginya.


" Usulan yang bagus, karena kita punya banyak waktu senggang sekarang. Sepertinya mengunjungi saudagar Rizel ini bukan ide yang buruk. Mari lihat apa yang akan kita dapatkan disana, Yumiko kau yang pimpin jalannya. " Ucap Xi menyetujui usulan Yumiko dan meminta Yumiko untuk menunjukkan jalan yang benar kepada mereka menuju ke tempat Saudagar Rizel.

__ADS_1


Yumiko mengangguk dan menyanggupi permintaan Xi yang memintanya untuk memimpin jalan. Ia pun mulai melangkahkan kakinya dan menunjukkan jalannya kepada mereka semua.


" Lewat sini. " Ucap Yumiko sambil berjalan menunjukkan jalannya kepada mereka melalui rute tercepat untuk sampai ke bukit padang rumput tempat dimana saudagar Rizel berada.


__ADS_2