LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 33 Kekalahan Fright


__ADS_3

Duke Ester. Salah satu dari lima naga kekaisaran sedang kesulitan dalam menghadapi pasukan dari salah satu Comandam Iblis Fright Sang ketakutan. Jumlah monster yang terus bertambah membuat Duke Ester sangat kesulitan.


" Aku Comandan Iblis dari pelayan setia raja iblis. Frigth sang ketakutan. Ingatlah itu dalam benak mu sebelum menemui kematiannya mu kekekeke! " Ujar Fright. Ia sangat yakin dengan kemampuan yang ia miliki dapat membunuh salah satu dari naga kekaisaran.


Duke Ester manatap monster yang dapat berbicara itu, lalu ia berkata. " Jadi kau lah dalang dari semua kejadian itu? " Tanya Duke Ester kepada Fright Sang ketakutan.


" Itu benar, aku lah pelakunya. " Jawab Fright mengakui kalau ia lah dalang dari semua hilangnya warga desa serta para petualang. " Aku Menggunakan Ramua yang di berikan oleh Feras untuk mengendalikan mereka semua. " Lanjut Fright.


" Ramuan itu berupa sebuah virus yang dapat menginveksi dengan cepat dan dapat berkembang di dalam tubuh... ! " Ucap Fright sambil menjelaskan tentang ramuan yang di berikan oleh Feras salah satu rekannya yang telah mati. " Yang telah terinfeksi tidak dapat membantah perintah ku. Dengan kata lain, mereka ini adalah orang biasa yang berada di bawah kendali ku... Serta beberapa petualang yang cukup berkemampuan. " Lanjutnya.


" Kau bilang dirimu mau membunuh ku dengan tangan mu sendiri. Mana mungkin bisa kau membunuh ku tanpa membunuh mereka terlebih dahulu Kekeke. " Lanjutnya sambil mengingat perkataan dari Duke Ester sebelumnya yang mengatakan akan membunuh Fright seperti Duke Nagi yang mengalahkan Baka.


" Bisakah kamu membunuh mereka semua sampai ketempat ku berada?! " Tanya Fright sambil meremehkan Duke Ester. " Aku akan menunggu mi di sini. " Lanjutnya dengan santai.


Duke Ester melihat sekelilingnya dan mengamati sutuasinya. ' Di sana ada jalan keluar... Aku akan memanjat ke sana dan membunuhnya. Yah, itu pasti berhasil. ' Pikir Duke Ester. Ia berencana untuk memanjat sebuah gendung dan mencari Frigth dan langsung membunuhnya untuk menghentikan semua monster tersebut.


Ia mulai melangkahkan kakinya, dan berlari dengan cepat menuju gedung. Ia melompat tinggi - tinggi sampai ke atap gedung. Namun sebelum ia sempat untuk mengijakan kakinya di atas gedung. Sebuah peluruh cahaya berwarna hijau mengantam dirinya dan membuatnya terjatuh.


' Sialan... Dia mengetahui rencana ku. ' Ujar Duke Ester dalam hatinya.


" Kekeke... Berani - beraninya kau mau memanjat gedung lalu membunuh ku. Apa kau pikir aku tidak tahu rencana mu? " Ujar Fright yang telah memprediksi pikiran dari Duke Ester kalau ia akan memanjat gedung lalu mencari tempat di mana ia bersembunyi.


Para monster yang ada di sana. Setelah melihat Duke Ester tersungkur, mereka langsung menyerang mengambil kesempatan tersebut untuk mengalahkan satu dari lima naga kekaisaran.


Para monster berlarian menuju Duke Ester. Saat mereka hampir sampai, sesuatu yang cepat melewati mereka semua dan membuat mereka terpotong menjadi dua bagian.


Melihat hal tersebut membuat Duke Ester terkejut karena para monster yang menyerangnya malah terbunuh. Namun dari potongan itu muncul kehidupan baru dan menjadi monster kembali.


" Sepertinya tidak mudah menghadapi mereka. " Ujar seseorang dengan santai tepat di sebelah Duke Ester.

__ADS_1


Hal itu membuatnya terkejut karena ada seseorang di sebelahnya. Ia melihat seorang wanita berdiri di sampingnya dengan sebuah pedang di tangan kanannya.


" Hei apa kau sudah selesai melamunnya? " Ujar wanita tersebut menyadarkan Duke Ester.


Duke Ester terkejut " Ah... Maaf aku akan membantu mu. " Ujar Duke Ester dan bersiap untuk menghadapi monster - monster tersebut.


" Monster - Monster itu semakin kita menghancurkan mereka, jumlahnya akan semakin banyak. Jadi berhati - hatilah. " Ujar Duke Ester meminta wanita tersebut untuk berhati - hati dalam menghadapi gerombolan monster yang ada di hadapan mereka sekarang.


Sementara itu, di sebuah atap gedung. Seseorang sedang mengawasi Duke Ester dan juga wanita yang baru saja datang membantu. Ia tertawa saat melihat ada orang bodoh yang membantu Duke Ester. Baginya tidak masalah siapa yang membantu, karena ia percaya dapat mengalahkan nya.


" Kekeke sungguh menyedihkan... Menyedihkan sekali. " Ujar Sosok pria yang mengenakan sebuah jubah. Sosok tersebut di penuhi dengan akar tumbuhan di sekujur tubuhnya. Tidak, tepatnya tubuhnya sendiri adalah akar. Melihat ada mangsa lain yang masuk ke sarangnya, ia tampak senang.


Saking senangnya, sampai - sampai ia tidak sadar ada orang di belakang dirinya yang sedang menatapinya. Seketika saat ia sadar, ia menjaga jarak dari pria tersebut dan memanggil pasukannya yang ada di sekitar dirinya. Mereka adalah para petualang yang sudah ada di bawah kendalinya.


' Sialan... Pria berambut putih itu... Sejak kapan ada di belakang ku? ' Ujar Fright dengan wajah yang berkeringat. Jika saja pria tersebut menyeranh dirinya dari belakang. Ia sudah dapat di pastikan akan mati dengan cara yang konyol. ' Pria ini... Aku tidak dapat merasakan nya saat ia datang. ' Lanjutnya.


Namun, karena ia telah sadar akan keberadaan pria tersebut. Serta ia sudah menjaga jarak darinya, ia terseyum kembali menutupi rasa paniknya tersebut. " Kuahaha... Kau beruntung sekali karena dapat menemukan ku... Yah walau begitu mustahil bagi mu untuk membunuh sesama petualang! " Ujar Fright sambil tersenyum. Ia sangat yakin jika semua manusia itu sama. Apa bila rekan mereka telah di sandera, mereka tidak akan berani untuk menyerang dan lebih memilih untuk menyerah atau pun mundur dari pertempuran.


" Ka kau... Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau membunuh rekanmu sendiri?! " Tanya Fright dengan bingung serta terkejut.


Namun pria tersebut tidak menjawabnya dan langsung membunuh dengan sadisnya. Memotong semua petualang mau pun warga desa yang di kendalikan oleh Fright. Tanpa ada belas kasi, tanpa ada ampun, dan tanpa ada keraguan ia membunuh semuanya.


" Bsrhenti! Dasar B*jingan! " Teriak Fright dengan mata yang terbuka lebar serta wajaj yang penuh keringat.


" Bukankah kau seorang petualang?! Bagaimana kamu bisa membantai rekan mu sendiri dan juga warga biasa?! " Lanjutnya sambil bertanya tentang tindakan kejam yang di lakukan oleh pria yang membunuh tanpa pandang bulu.


" Apa - apaan itu? Kau sungguh munafik. " Balas pria tersebut sambil mencincang tubuh para petualang yang menyerang nya. " Kau yang mengendalikan mereka... Kamu lah yang memulainya. " Lanjut pria tersebut dengan tatapan yang sinis. " Dan... Siapa bilang kalau mereka itu adalah rekan ku? "


Mendengar itu membuat Fright menjadi kesal. Ia mensummon beberapa monster tanaman yang mirip seperti kantong semar, namun mereka dapat menyerang. Serta gigi mereka sangat tajam.

__ADS_1


Seketika di atas sana tumbuh banyak akar tanaman dan juga monster - monster yang terbentuk dari akar tanaman. Mereka semua bergerak atas perintah dari Fright.


" Keputusan bagus. Kau memanggil pasukan mu untuk menghadang diriku. Dan tentunya... Kau akan mati dengan bersama mereka. " Ujar Pria berambut putih tersebut dengan tenang. Namun matanya di penuhi dengan niat membunuh yang sangat jelas.


Sebuah serangan api mengarah kepada monster - monster tanaman tersebut. Membakar habis mereka dan serangan itu melewati Fright tepat di sebelahnya. Fright gemetaran saat melihat pasukannya dalam sekejap langsung sirna. Dan hanya menyiskan beberapa monster yang berbentuk seperti kantong semar yang pada dasarnya mereka kebal terhadap api.


" B*jingan Menjengkelkan! Kalau begitu matilah... " Teriak Fright sambil memancarkan energi sihirnya. Seketika muncul banyak tanaman yang sangat mengerikan di sekeliling pria tersebut dan menyerangnya.


Pria tersebut tampak masih tenang walau dirinya telah di sergap dari segala arah. Ia membua telapak tangannya, dan dari telapak tangan itu, muncul api besar dan panas membakar segala yang ada di sana.


Namun tampak semua monster - monster itu masih baik - baik saja, dan tidak menerima keruskan sedikit pun.


" Keuehehehe! Percuma saja! Tanaman itu tidak dapat di bakar! Apakah kamu buta! " Ujar Fright dengan senang. Ia yakin pria tersebut akan mati di makan oleh pasukannya yang ia panggil.


Mendengar kalau tanaman itu tidak bisa di bakar. Pria tersebut menyipitkan matanya lalu berkata kepada Fright. " Tanaman ini tidak bisa di bakar ... Cukup di cabut saja dan semuanya akan beres! " Ujar pria berambut putih tersebut.


Ia menggunakan kedua tangannya dan dengan cepat dari kedua tangannya muncul sebuah kobaran api yang panas dan kuat. Semakin panas api tersebut semakin panas dan menciptakan sebuah pusaran yang sangat hebat.


Sebuah badai api yang besar membuat seluruh tanam yang muncul di sana terseret masuk kedalam dan mereka terlepas dari pijakan mereka. Karena subu api yang panas dan juga pusarannya yang kuat. Membuat tanaman - tanaman tersebut hangus terbakar hingga habis.


Melihat kejadian itu, Fright hanya bisa diam membeku saja. Ia tidak menyangka kalau pasukannya akan dengan mudah di musnahkan oleh satu orang saja.


" Ba bagaimana mungkin... Pasukan ku... " Ujar Fright yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat. " UGHHH! " Sebuah tangan menembus tubuhnya dan menghancurkan intinya.


" Ja jadi... Kau lah yang membunuh rekan rekan ku... " Ucap Fright sebelum ia mati. Dan saat yang sama, semua monster tanaman yang ia summon layu seketika dan mati.


[ Anda telah mengalahkan Comandan Iblis Fright sang ketakutan ]


[ Persyaratan telah di terpenuhi ]

__ADS_1


[ Memulai Evolusi Class ]


[ Necromancer - Shadow King ]


__ADS_2