
Kedua bela pihak bertempur sangat sengit, mereka saling menghancurkan satu sama lain. Di depan markas Guardian terjadi pertempuran yang berlangsung sangat lama, bahkan suara dari pertempuran itu terdengar sampai ke dalam kastil guardian.
Seseorang berjalan dengan banyaknya pasukan di belakangnya, mereka membawa perisai besar serta pedang pada tangan mereka. Berjalan dengan berbaris yang rapi, membuka pintu kastil dengan pelan dan melihat apa yang terjadi di luar kastil.
" Sungguh pertempuran yang sangat mengerikan... " Ucap seorang pria, ia memegang sebuah perisai besar dan pedang besar di tangannya. " Semua... Angkat pedang dan perisai kalian! Kalahkan semua musuh! " Ucap pria itu. Ia salah satu dari Guardian Lord, Kansas.
Para prajurit berteriak dengan keras, mengepakkan sayap mereka terbang ke arah musuh, mereka menyerang pasukan Shadow yang abadi.
Kansas dengan perisai besarnya, ia menghempaskan banyak pasukan Shadow. Menyerang pasukan Shadow sambik bertahan dari serangan musuh, kombinasi antara perisai dan pedangnya sangat sempurna, hingga sangat sulit untuk menyerangnya.
Para prajurit yang ia bawa dapat mengatasi beberapa pasukan Shadow, namun pasukan milik musuh adalah pasukan abadi, setelah mereka di serang mereka akan kembali utuh kembali. Walau pasukannya dapat mengatasi hal tersebut, tapi mereka bukan apa - apa di hadapan empat orang itu.
Jack O Lantern dengan kejamnya membunuh mereka, dengan sabit besar dan tajamnya, memotong musuh dengan mudahnya, dan membelah perisai yang mereka gunakan seperti memotong kertas.
Celia mengubah para guardian di dekatnya menjadi batu, ia juga bertarung dengan tangan kosong, dalam satu pukulannya mampu membuat pasukan kansas terpukul mundur.
IGRIS dengan kemampuan berpedangnya yang hebat, serta ayunan pedangnya yang indah, membuat para guardian terdiam saat melihat ayunan pedangnya yang indah. Namun itu juga kematian untuk mereka yang melihat itu.
Gideon dengan brutalnya mengayunkan pedang besarnya, menghantamkan pedangnya ke lantai dengan kuat hingga membuat ledakan berkali - kali. Dengan brutal ia menuju kepada Kansas, memukul Kansas dengan pedang besarnya.
" Kau kesatria yang hebat, dengan kekuatan seperti ini... Aku ragu tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkanmu. " Ucap Kansas memuji kekuatan Gideon, sambil menahan serangan dari pedang besar Gideon dengan perisainya.
Sementara di dalam kastil, Rans yang ingin ikut dalam pertempuran itu, ia berlari dengan cepat menuju pintu keluar sambil membawa kapak besarnya. Saat ia sedang berlari menuju pintu keluar, ia merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam markas.
__ADS_1
Ia melihat sekelilingnya dengan telitih, namun tidak ada siapa pun disana. Walau ia tidak bisa melihat keberadaan seseorang di dalam sana, tapi ia bisa merasakannya.
" Hei, siapa di sana?! " Ucap Rans dengan keras.
Namun tidak ada jawaban sedikit pun, walau tidak ada jawaban dari suara mulut. Ada seseorang yang muncul di depan Rans menjawab pertanyaan dari Rans.
" Oh... Kau bisa merasakannya. " Ucap seorang wanita dengan kaki laba - laba yang indah di punggungnya.
" Siapa kalian? " Tanya Rans. Ia dapat merasakan bahwa ada lebih dari satu orang di sekitarnya.
Di belakang Rans muncul dua orang pria, menatapi Rans dengan niat membunuh.
" Dari pada bertarung di luar sana... Kenapa tidak bertarung dengan kami di dalam sini. " Ucap Wanita itu dengan ringan. " Kau pasti salah satu dari Guardian Lord... Perkenalkan namaku Siiro, Kami di tugaskan oleh Xi - Sama untuk menghentikanmu. " Lanjutnya sambil memperkenalkan dirinya kepada Rans, ia juga mengungkapkan tujuan mereka datang menemui Rans.
Kedua pria yang ada di belakangnya juga ikut menyerang Rans yanh sedang menuju ke arah Siiro.
Saat pertarungan sedang memanas, suara sebuah terompet giok putih menggema ke seluruh tanah Guardian Lord. Dari langit muncul seorang wanita cantik membawa banyaknya pasukan bersama dengannya.
Ia membawa banyak pasukan dengan empat sayap di belakangnya, ada seribu guardian yang memiliki empat sayap muncul, serta banyaknya pasukan elit guardian yang ikut turun besamanya.
Ia pemimpin dari semua guardian yang ada di tanah Guardian Lord, Venessa dengan seluruh pasukannya muncul.
" Para makhluk hina seperti kalian harus di musnakan. " Ucap Venessa sambil mengarahkan tangannya ke arah para kerumunan.
__ADS_1
Di saat yang sama, ada 4 Gate dengan warna yang berbeda muncul menarik semua perhatian yang ada di sana. Keempat Gatr itu terbuka, lalu dari dalam sana muncul banyak monster yang keluar dari Gate, Jumlah mereka sangat banyak hingga memenuhi markas Guardian Lord.
Dan di antara para monster itu, ada empat monster yang memiliki energi paling berbeda di antara monster lainnya. Mereka adalah para demon lord. Mereka yang telah selesai berperang dengan Guardian sebelumnya, muncul dalam pertempuran ini.
Demon Lord The Beast King Kai, dengan puluhan ribu pasukan Beastnya, Demon Lord Of Destroyer Melvies dengan pasukan Phantomnya, Demon Lord Hell Flame Karaks dengan pasukan Flame bersama dengannya, dan yang terakhir Demon Lord Teror Of Flip Chimera, San. Dengan pasukan Chimeranya, mereka telah siap untuk berperang melawan Guardian Lord.
Sementara itu di waktu yang berbeda, Pertempuran dimana Heilen, Yuuji, Gred dan sosok berjubah hitam saling bertarung, serta para monster semut yang muncul. Mereka beratrung sangat sengit, walau begitu, sosok berjubah hitam itu tampak sedang bermain - main dengan Heilen.
" Bajingan ini... " Ucap Heilen dengan jengkel. ' Sejak orang ini datang... Pertarungan ini sudah tidak seimbang lagi, ribuan monster semut yang muncul mati membeku olehnya, bahkan ratu semut sekali pun tidak berkutik. ' Ujar Heilen dalam hatinya.
' Dan lagi, kedua orang itu sudah mati di tanganku dan pasukanku, walau begitu banyak kerugian yang aku dapat. ' Lanjut Heilen. ' Dan sekarang tidak ada satu pun pasukanku yang tersisa, sekarang hanya ada aku dan orang itu. ' Ucapnya.
Sosok berjubah hitam itu tampak sangat santai dalam menghadapi Heilen, ia sangat tidak kesulitan sedikit pun.
Heilen mengumpulkan energi sihirnya pada tombak besarnya, memusatkannya menjadi lebih tajam untuk menyerang sosok berjubah hitam itu.
" Matilah! spear of deadly light! " Tanah hancur saat ia melesat dengan cepat ke arah sosok berjubah hitam itu, tombaknya yang besar dan tajam ia pegang dengan erat.
Sosok berjubah hitam itu tampak santai dalam menghadapi serangan tersebut. Ia mengangkat tangannya perlahan.
Dan saat tombak itu mengenai sosok berjubah hitam, ledakan kuat yang luruh yang hancurkan apa pun yang ada di belakangnya. Sebuah jubah hitam melayang karena hembusan angin yang kuat.
" HEH akhirnya ini sele... HUH!! " Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, ia sangat terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1