LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 50 Menolong desa kecil


__ADS_3

Di lembah api membara, banyak kelompok petualang yang datang ke sana untuk mendapatkan bungan jambul phoenix. Bunga itu sangat berguna untuk sihir dan semacamnya, dan bahkan jika mereka menjual bunga tersebut, mereka bisa menghasilkan jutaan koin emas dalam satu saringan.


Demi mendapatkan bunga itu, mereka akan melakukan apa saja. Bahkan jika itu menantang kematian mereka sendiri.


Saat ini, para petualang itu menuruni lereng dan mulai masuk ke dalam erea dari lembah api membara. Mereka mulai masuk sebuah lembah yang panas untuk sampai ke tempat gunung berapi itu berada.


Ramua penurun suhu panas pun mereka minum agar mereka dapat bertahan dari panasnya suhu di sana. Satu botol kecil ramuan, dapat bertahan hingga 5 jam. Dan jika itu botol besar ramuan, efeknya dapat bertahan sampai 12 jam.


Lembah yang di penuhi dengan tumpukan batu, serta obsidian itu sangat sunyi dan tidak terdengar suara monster sedikit pun. Mereka terus masuk ke dalam dan lebih dalam lagi.


" Ini aneh... Kenapa belum ada satu monster pun yang muncul? " Tanya salah satu petualang yang ada di sana. Ia merasa situasi saat ini sangat aneh karena tidak ada monster yang menghadang mereka.


" Haa! Kau mau ada monster yang muncul lalu mengeroyok kita gitu? " Balas salah satu petualang dengan kesal.


" A bukan begitu... "


" Haha mungkin dia sangat ingin bertarung dengan para monster ini. "


" Hei, aku tidak ada mengatakan hal seperti itu!


Mendengar suara rekan mereka yang bising itu, membuat yang lainnya jadi kesal. Karena kesal, mereka memukul kepala rekannya yang berisik itu hingga mereka diam.


" Kalian berencana mau manggil monster kemari ya? "


" Aku masih mau hidup... Jadi jangan berisik kalian! "


Ucap yang lainnya dengan kesal kepada mereka yang telah di pukuli oleh mereka hingga babak belur.


Mereka pun terus melanjutkan perjalanan mereka, hingga sampai saatnya tibalah mereka di tengah - tengah lembah. Suara bati kecul jatuh dari atas terdengar oleh mereka.


Pemimpin para kelompok petualang itu, yang mendengar adanya suara langkah kaki dan bebatuan kecil yang bejatuhan, ia merasakan firasat yang buruk. Sesuatu dengab jumlah banyak akan menghampiri mereka.


" Kalian bersiap! Akan ada gelombang monster yang datang! " Ucap pemimpin kelompok petualang itu dengan keras kepada petualang, serta kelompok lainnya.


Mendengar itu, mereka langsunh bersiap. Para tank melakukan tugas mereka dengan mengelilingi para penyihir, healer, support, dan archer mereka untuk melindungi mereka dari serangan para monster. Para Warrior, petarung, membantu para tank untuk melindungi tim pendukung mereka.


Suara langkah kaki yang sangat banyak terdengar. Dengan kabut debu yang tebal muncul dari arah depan mereka. Gerombolan monster berkaki empat dengan warna bulu hitam kemerahan bergerak ke arah mereka semua. Bentuk mereka mirip layaknya serigala, dan bergerak layaknya serigala pula.

__ADS_1


Para petualang yang melihat banyaknya jumlah dari serigala api itu mereka berkeringat, namun tidak ada niatan untuk mereka untuk mundur. Para archer bersiap di posisi mereka, yang berada di atas tebing di sekitarnya. Mereka mencoba melihat monster jenis apa yang datang menyerbu mereka.


Salah satu Archer menggunakan kemampuan penglihatan jarak jauhnya. Dan memberitahukan jenis monster yang datang ke arah mereka kepada petualang lainnya. Sekitar ada 100 lebih dari petualang yang ada di sana.


" Mereka... Mereka serigala api! " Ucap Archer tersebut dengan keras memberikannya kepada mereka semua. " Ada banyak dari mereka! Dan lebih banyak dari mereka yang keluar! " Lanjut Archer tersebut.


" Archer dan penyihir, siapkan serangan pembuka! Healer dan support kalian bantu para penyihir untuk mengisi energi sihir mereka lagi dengan potion! Kami akan melindungi kalian dari serangan para monster! " Ucap salah satu dari mereka, dan memberikan tugas kepada yang lainnya.


Serigala api, makhluk buas dengan atribut api. Mereka memiliki resistensi yang cukup tinggi terhadap serangan api, walau begitu mereka tidak dapat menyerang menggunakan api. Namun bulu mereka yang lebat dapat menimbulkan api yang panas saat di sentuh. Mereka terlahir dengan bulu yang dapat menimbulkan api apa bila di sentuh.


" Ada banyak dari mereka! Setidaknya ada 1000! " Ucap salah satu Archer.


Saat monster mulai menutupi jarak dengan mereka semua, segerah para archer dan juga mage membuka serangan mereka. Panah dan berbagai serangan sihir mengarah ke arah monster - monster itu. Para monster yang terkena serangan tersebut ada yang tumbang dan ada yang tidak tumbang.


Serangan pun terus si lepaskan untuk mengurangi jumlah monster yang mendekat ke arah mereka. Saat monster telah sampai di dekat mereka, para tank, Warrior dan juga petarung menghadang mereka agar tidak menyerang yang ada di belakang mereka.


Saat itu, mereka menggunakan strategi bertahan yang sangat hebat, dan saling menutupi kelemahan mereka masing - masing. Sehingga menyebabkan para monster kesulitan dalam menembus pertahanan mereka. Mereka yang berdiri di barisan depan, terus di support oleh para healer mau pun support. Serta mereka juga membawa potion dan semacamnya di saku mereka untuk jaga - jaga.


" Tetap pertahankan posisi kalian! Sebentar lagi, mereka semua kan kita tumbangkan! " Ucap salah satu petualang memberikan semangat kepada mereka semua. Hal itu membuat para petualang lainnya menjadi bersemangat karena mereka dapat menahan dan bertahan dari gerombolan monster yang menyerang.


" Semuanya, bertahan! " Teriak salah satu petualang dengan keras. Dan saat yang sama, dua sosok hitam yang sangat cepat melewati mereka semua melalui dinding tebing.


" Siapa mereka? "


" Sialan! Apa kita di dahului? "


Mereka bertanya - tanya siapakah kedua sosok tersebut. Namun mereka masih di sibukan dengan serigala api yang menyerang mereka.


Kedua sosok tersebut, terus berlari dan meninggalkan mereka semua. Sampai mereka menuju sebuah belokan, terdapat asap hitam muncul dari sana, dan membuat mereka berhenti. Karena, ada sosok monster yang muncul dari balik jalan tersebut.


Monster tersebut berukuran sangat besar, dengan seluruj kulit berwarna merah. Dengan kedua matanya yang merah, serta di kepala monster tersebut, terdapat sebuah tanduk yang di penuhi oleh kobaran api.


Monster itu meraung dengan keras, dan membuat semua orang terkejut dengan kedatangan dari monster tersebut.


Monster tersebut berdiri dengan dua kaki besar, dengan bentuk mereka yang sangat mirip dengan dinosaurus ( T - Rex ). Tingginya mencapai 12 meter dengan ukuran tubuh yang cukup besar.


Kedua sosok tersebut, berhenti bergerak karena kemunculan monster tersebut.

__ADS_1


" T - Rex Api... Monster ini monster tingkat B. " Ucap salah satu dari sosok tersebut.


Sebuah percikan api muncul dari mulut monster tersebut dan monster itu mengumpulka api di mulutnya. Lalu ia melepaskan serangan api kepada kedua sosok tersebut.


Sebuah bola api yang besar mengarah kepada mereka berdua. Segera mereka menghindari serangan dari monster tersebut karena serangannya cukup besar dan berbahaya. Akibat nya, bola api besar itu menabrak tebing dan menghasilkan ledakan yang kuat.


" Monster ini memiliki atribut api... Dan lagi dia bisa menyerang dengan eleman api. " Ucap salah satu sosok tersebut setelah menghindari serangan dari monster tersebut.


T - Rex Api, seekor monster yang berukuran besar. Hidup di sekitar gunung api. Memiliki pertahanan yang sangat hebat dan serangan api yang kuat. Seekor monster yang memiliki atribut api.


Setelah monster itu melepaskan serangan bola apinya dan meleset. Ia mengejar kedua sosok tersebut dengan cepat. Dan setiap ia melangkahkan kakinya, terjadi sebuah getaran yang cukuo kuat. Monster itu terus meraung dengan keras ke arah mereka berdua.


Mereka pun tidak membiarkan monster itu berhasil mengejar mereka. Mereka bsrlari dan menghindari kejaran monster tersebut dengan naik ke atas tebing yang tinggi itu.


Monster itu menembakkan bola api nya lagi kepada mereka berdua. Dan mereka berdua pun menghindarinya, serta terus berlari ke arah atas menghindari kejaran dari monster tersebut. Dan sesampainya mereka di atas tebing, mereka terkejut karena sudah ada monster yang menunggu mereka.


" Sialan... Ada kadal api... " Ucap salah satu dari mereka setelah mereka mengijakan kaki di atas sana.


" Sepertinya sudah selesai ya... " ucap Airis.


" Hahaha... Ini juga sudah larut malam... Nak Xi, Nak Airis... Kalian bisa bermalam di kediamanku jika kalian mau... "


" Terimakasih tawarannya. "


Mereka pun pergi menunggalkan tempat pesta dan menuju ke kediaman Paman Kyoda, tapi sebelum ke kediaman. Xi memasang Sebuah Formasi sihir penghalang.


" WHOOSSS!!! "


Energi sihir yang kuat berkumpul di tempat Xi membuat Formasi sihir, dan setelah itu semua energi sihir yang terkumpul menjulang ke atas seperti cahaya, dan menutupi seluruh desa dengan Formasi Penghalang.


" WHOOHSSS... BOOM!! "


" Nak Xi apa yang kamu lakukan? "


" Oh... Aku hanya memasang Formasi Penghalang ke seluru desa, dengan begini tidak akan ada monster yang masuk ke desa, begitu juga dengan orang jahat. "


" Sepertinya desa kali ini benar - benar aman." ucap Paman Kyoda sambil memandangi sihir penghalang dengan seyum bahagianya.

__ADS_1


Setelag itu mereka pergi menuju ke kediaman Paman Kyoda, dan bermalam di sana.


__ADS_2