LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 243


__ADS_3

Domain dewa laut dengan mudahnya di hancurkan dalam satu tebasan. Itu membuat dewa laut tercengang, bukan hanya domain nya yang terpengaruh dari tebasan tersebut namun dunia luar juga terpengaruh. Saat itu, ia berpikir bahwa serangan tersebut belum pernah di lakukan oleh siapa pun, bahkan dewa kematian masa lalu sekali pun.


Kini domain nya telah hancur, dan ia harus berhadapan dengan Xi saat itu. Kedua nya menatap dengan tajam. Namun seketika dewa laut angkat bicara.


" Lord of Death and Darkness, kita tidak memiliki permusuhan. Jadi, bagaimana kalau kita menghentikan pertarungan yang tidak berarti ini? " Ucap Dewa laut.


Ia sudah tidak ingin bertarung lagi melawan Xi saat itu, karena ia merasa kalau dirinya sudah tidak punya kesempatan untuk menang.


" Seperti yang kau tahu, aku ini salah satu dari 7 dewa utama. Jika pertarungan ini terus berlanjut, aku khawatir kau akan terbunuh oleh dewa lainnya. Aku memberikan mu wajah, tolong dengarkan dan kita hentikan pertarungan ini. " Lanjut Dewa laut masih bersih keras untuk menghentikan pertarungan melawan Xi.


Xi hanya memberikan tatapan yang dingin serta tajam, ia tahu apa yang di pikirkan oleh dewa laut. Ia mencoba kabur dari pertarungan karena, ia tidak bisa menang. Dan mencoba untuk menghubungi dewa lainnya agar datang membantunya menghadapi nya.


Di saat yang sama dewa laut bergumam. " Sudah tidak mungkin untuk menghentikan pertarungan ini... Dan orang ini tidak boleh di biarkan untuk hidup. Kalau ia sampai di naik ke dunia dewa, semua nya bisa kacau oleh makhluk ini. " Gumam dewa laut sambil membayangkan kekacauan yang pernah terjadi sebelumnya saat mereka berhadapan dengan dewa kematian masa lalu. " Tidak boleh membiarkan bocah ini tumbuh lebih kuat lagi. Aku harus segerah menghubungi yang lainnya. Jangan sampai ia menjadi lebih kuat lagi, dan bergabung dengan para dewa jahat lainnya. " Lanjut nya sambil membayangkan lima dewa jahat yang muncul 20000 tahun yang lalu setelah kematian dewa kamatian.


Saat itu ada lima dewa jahat yang muncul, dan membuat kekacauan di dunia Cardinal, dan dunia dewa, dunia iblis, dan dunia Roh. Mereka sangat kerepotan dalam menghadapi dewa dewa tersebut. Sang Naga kekacauan dewa jahat Rartaloss, Dewa kehancuran Lucid, Anakondray sang dewa racun Dokushin, Sang Naga Kehancuran Ifaraige, Dewa Permulaan dari Klan Raksasa Sizard.


Kelima dewa itu, dulunya mengacau di seluruh dunia, karena tidak terima kalau dunia mereka di ambil alih oleh dewa - dewa yang sisi cahaya.

__ADS_1


Dewa laut, yang mencoba menghubungi dewa - dewa lainnya, ia terkejut karena ia tidak dapat menghubungi dewa lainnya di tempat ia berada. Dalam hatinya ia bergumam " A aku... Aku tidak bisa menghubungi mereka? Kenapa? " Gumamnya dalam hati sambil bertanya - tanya kenapa dirinya tidak bisa menghubungi dewa lainnya. Wajahnya pun berubah mejadi pucat saat ia tidak dapat menghubungi dewa lainnya.


Saat itu, sebuah suara jatuh dan menjawab pertanyaan dari dewa laut yang bingung itu. " Apa kau tidak bisa menghubungi dewa lainnya? Ya, itu sudah pasti, karena aku telah memblokir nya. " Ucap dengan dingin dengan tatapan yang sinis. Saat itu Xi mengetahui jika dewa laut mencoba untuk menghubungi dewa lainnya.


Sontak dewa laut terkejut serta pucat saat kata - kata itu jatuh. Ia tidak bisa percaya kalau rencananya untuk menghubungi dewa lainnya malah gagal. " Aku tidak melakukah hal memalukan seperti itu. Saat pertarungan satu lawan satu aku tidak mungkin membawa kawan untuk betarung. " Ucap dewa laut sambil ngeles. Serta saat itu ia berbicara dengan begitu percaya diri, untuk menutupi kebohongan nya.


Setelah kata - kata itu jatuh, Xi menatap dewa laut dengan dingin. Ia tahu dewa laut itu berbohong, dan mencoba untuk mengikuti alur yang di buat oleh dewa laut. " Baiklah, bukan kah sekarang giliran ku untuk menyerang mu? Kau sudah puaskan menyerang ku habis - habisan di dalam domain mu tadi? " Ucapnya dengan mata yang melotot dan di penuhi biat membunuh.


Sontak itu membuat dewa laut pucat, keringat dingin, muncul membasahi dahi nya. " Tunggu... Bukan kah kita sudah setuju untuk menghentikan pertarungan ini? " Teriak dewa laut dengan keras.


Namun saat itu, Xi menarik pedangnya yang mirip katana dari sarungnya. Saat pedang tersebut di tarik keluar dari sarungnya, cahaya merah terang muncul, dan pedang tersebut mengeluarkan sebuah aura kematian yang mengerikan berwarna hitam kemerahan. Dengan mata yang di selimut niat membunuh serta aura kematian hitam kemerahan yang menyelimuti matanya. Xi menjawab. " Kapan aku menyetujui nya? " Balasnya sambil menebaskan sebuah serangan pedang yang kuat berskala besar.


Namun saat serangan tersebut mengenai pelindung Air nya. Dengan mudah serangan dari Xi memotongnya seperti sebuah kertas. Dewa laut menghindar serangan tersebut karena sudah tidak dapat menahannya lagi. Akibat nya, serangan tersebut, menghantam tanah, hingga daratan terbelah menjadi dua bagian dan tercipta sebuah jurang yang sangat dalam.


Dewa laut yang sadar kalau dirinya tidak sepenuhnya menghindari serangan tersebut, dan berakibat ia kehilangan satu tangannya saat itu. Ia memegangi tangan yang telah terpotong itu, dan dengan cepat tangan tersebut pulih kembali. Untuk makhluk sekelas dewa, kehilangan tubuhnya bukan lah masalah besar untuk mereka, karena mereka dapat menulihkannya kembali.


Xi menatap dewa laut yang berhasil menghindari serangannya. Dan mulai angkat bicara " Bagus... Mari akhiri. " Ucap Xi saat itu.

__ADS_1


Mendengar itu, membuat dewa laut terseyum senang. Tidak menyangka kalau Xi akan mengakhirinya di sini. Ia masih memiliki peluang untuk hidup dan kembali untuk membertahukan ini kepada dewa lainnya.


Namun, saat sebuah suara jatuh, itu membuatnya terkejut dan terdiam. Ia kembali lagi menjadi pucat saat mendengar suara tersebut.


" Akan aku akhiri kau dalam satu serangan terakhir. " Ucap Xi, dan itu membuat dewa laut terkejut mendiam.


Saat suara itu jatuh, enam pasang sayap naga yang mengerikan muncul di punggungnya. Aura membunuh yang sangat - sangat besar terpancar darinya, hingga menyelimuti seluruh langit. Pusaran energi kematian berwarna hitan kemerahan, menyentuh dua sisi daratan serta langit. Pusaran tersebut sangat besar, dari dalam pusara tampak cahaya hitam kemerahan mulai muncul.


Saat itu, dewa laut melihat dengan mata kepalanya sendiri. Seluruh langit yang biru, berubah menjadi hitam kemerahan, udara di penuhi dengan aura kematian dan niat membunuh. Di dalam pusaran tersebut, mulai tampak sosok dengan enam pasang sayap besar di punggungnya.


Dewa laut yang telah di penuhi keringat saat itu bergumam dalam hatinya. " Ini... Ini kekuatan dewa... Ini kekuatan level dewa... Bagaimana mungkin? " Gumamnya dalam hatinya sambil melihat kengerian yang di timbulkan oleh Xi saat itu. " Ini kekuatan Dewa kematian yang legendaris dengan kekuatan tempurnya nomor satu di seluruh dunia dewa. Kekuatan tempur yang bahkan lebih kuat dari shura dulunya. " Lanjutnya dalam hati.


" Tunggu!! " Teriak dalam hati dengan terkejut saat merasakan ada energi aneh muncul di sekitarnya. " Ini... Itu pedang Shura?!! Bagaimana dia bisa punya senjata dewa shura yang dulunya berada di pihak kami?!!! Lelubur dari raja pembunuh Ashura! " Ucapnya dalam hati dengan sangat keras karena keterkejutan nya.


Dua energi saling menyatu satu sama lain. Energi kematian dan energi Shura, saat itu, Aura hitam kemerahan yang menyelimuti mulai sedikit memudar. Dan tampak mata yang terbuka perlahan dari balik nya. Mata merah menyelah dengan aura hitam menyelimuti mata tersebut.


Enam pasang sayap muncul di langit yang hitam kemerahan itu, dengan sosok tersebut telah muncul sepenuhnya dengan tekanan kematian yang sangat besar hingga menciptakan badai, bahkan semua beast dan Mythical Beast yang ada di sana tertekan ketakutan dan tidak berani untuk mengangkat kepala mereka.

__ADS_1


Xi membuka kedua matanya, mata merah menyalah dengan seluruh aura hitam kemerahan menyelimuti tubuhnya. Semua pakaian nya telah berubah menjadi hitam pekat, dengan simbol Naga hitam di punggungnya. Menatap dewa laut dengan tatapan membunuh, serat memegang dua pedang di tangannya.


__ADS_2