
Setelah serangan kuat yang Heilen lancarkan mengenai sosok berjubah hitam, ia merasa kalau pertempuran ini telah berakhir. Di bernafas dengan legahnya akan hal itu, tapi saat debu mulai memudar, ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.
" Ka Kau!! Bukan kah kau orang yang waktu itu?!! " Ucap Heilen dengan ekspresi yang terkejut saat melihat sosok sebenarnya dari sosok berjubah hitam.
Di balik debu yang di hasilkan oleh serangan Heilen, seseorang yang mengenahkan jubah hitam kini ia melihat siapa sebenarnya orang itu, ia dapat melihatnya dengan jelas bahwa orang itu menahan serangan terkuatnya hanya dengan sebelah tangan saja.
Di saat yang sama, Heilen mengingat kembali saat ia mengalahkan orang tersebut, saat ia berhadapan dengan monster laut dan seseorang yang dapat mengendakikan kegelapan, sangat jelas ia melihat kalau orang - orang itu terluka parah dan serangan kuat di akhir pertempuran menghabisi mereka.
" Ba bagaimana mungkin... Kau... " Ucap Heilen namun orang itu menyelanya.
" Masih hidup? " Ucap seorang pria dengan santai namun dengan suara yang dingin. " Itukan yang ingin kau tanyakan. " Lanjut pria itu.
" Setelah aku jatuh dan yang lainnya jatuh ke dalam Abyss, aku Xi mengingat semua wajah kalian. Dan hari ini adalah hari dimana aku membalaskan semuanya. " Ucap pria tersebut dengan dingin.
Heilen berkeringat saat Xi mengatakan itu, ia ingin marik kembali tombak besar miliknya dari genggaman Xi. Namun ia tidak dapat menariknya bahkan dengan seluruh tenaganya.
" Takut? Yah... Kau harus merasakan ketakutan itu... " Ucap Xi, ia mengepalkan tangannya lalu memukul perut Heilen dengan sangat kuat hingga membuat Heilen terpental sangat jauh dan terseret - seret.
Heilen muntah darah saat terkena pukulan dari Xi, rasa sakit yang ia dapatkan dari pukulan Xi bahkan lebih sakit dari apa yang ia bayangkan.
' Orang ini sangat berbahaya... Ia menyamarkan dirinya menjadi orang lain untuk mengelabuhi diriku dan yang lainnya. ' Ujar Heilen dalam hatinya, ia berusaha untuk berdiri, namun sebuah daya tarikan yang sangat kuat menarik dirinya dengan cepat menuju ke Xi.
' Psikokinesis yang sangat kuat! ' Ujar Heilen yang tertarik oleh Xi.
Xi mencekik Heilen dengan kuat, dan menatapinya dengan dingin.
" Aku kalah dari kalian kala itu bukan hanya karena aku lemah dan tidak bisa menggunakan skillku dengan baik, tapi... Aku juga belum membangkitkan kekuatan dari kekuatan nagaku, bahkan sampai sekarang ini. " Ucap Xi.
__ADS_1
" Namun... Sekarang sedikit berbeda, walau kekuatan nagaku belum bangkit, tapi aku bisa menggunakan skill ku lebih baik dari sebelumnya. " Lanjutnya sambil mengepalkan tangannya.
Ia memukul Heilen lagi dengan sangat kuat hingga membaut Heilen muntah darah, darah dari Heilen itu mengenai wajahnya. Ia pun membanting Heilen dengan sangat kuat ke tanah hingga tahan menjadi hancur.
Heilen memegangi tangan Xi berharap ia dapat melepaskan dirinya dari cengkraman Xi, namun itu sia - sia karena cengkramannya sangat kuat.
Merasa dirinya tidak akan selamat, ia berkata sesuatu kepada Xi. " Heh... Cepat bunuh aku, dan ini akan selesai. " Ucap Heilen dengan kasar.
' Lebih baik aku mati dari pada aku harus membuka mulutku untuk memberikanmu sebuh informasi. ' Ujar Heilen dalam hatinya, ia telah memikirkan langkah - langkah yang ia ambil, bahkan menuju kematian sedikit pun.
Xi melototi Heilen dengan dingin, lalu ia terseyum dingin. " Kau pikir aku tidak mengetahui apa yang sedang kau pikirkan... " Ujar Xi dengan seyum dingin. " Berpikir kau akan mati lalu aku tidak dapat informasi, he menarik juga, tapi... Walau kau mati kau tetap akan memberikan informasi itu. " Lanjutnya.
" Dasar pembohong... Kau hanya menggertak saja! " Ucap Heilen yang tidak percaya, dan menganggap semua perkataan Xi hanyalah sebuah gertakan. " Kalau memang benar kenapa kau tidak membunuhku saja. " Lanjutnya.
" Tidak, tidak, tidak... Sangat di sayangkan apa bila kau mati sekarang, tapi... " Balas Xi, memegang rambut Heilen dengan kasar sambil menyeretnya dengan paksa ke hadapan mayat Yuuji dan Gred.
" Kau bilang sendiri kalau aku cuma menggertak... Bangkitlah. " Lanjut Xi.
Kedua mayat tersebut mengeluarkan aura yang mematikan, aura yang sangat ganas dan seberapa hebat mereka selama masih hidup. Aura yang mereka dapatkan dari mengalahkan musuh - musuh mereka.
Keduanya bangkit menjadi Shadow di hadapan Heilen dan Xi. Mereka berdua langsung berlutut di hadapan Xi, memberikan hormat mereka kepada raja mereka.
Heilen yang melihat kejadian itu, ia sangat terkejut, ia hanya bisa terdiam saat melihat kedua musuhnya itu bangkit kembali.
" Ba bagaimana bisa... Ke kekuatan semacam ini... Benar pasti punya batasankan. " Ucap Heilen sambil menatap Xi.
Xi membuka mulutnya, lalu berkata. " Itu dulu saat aku baru mendapatkan kekuatan ini, tapi berbeda dengan sekarang... Coba kau lihat baik - baik apa yang ada di sekitarmu. " Balas Xi.
__ADS_1
Mendengar itu, Heilen melihat sekitarnya, saat ia melihat ia sadar hanya dengan satu kalimat dapat membangunkan mereka semua yang sudah mati. Tepat di depan matanya, ka dapat melihat ribuan semut yang mati bangkit kembali bersama dengan ratu semut, dan pasukan yang ia bawa juga ada di sana, berlutut untuk raja mereka yang baru.
" Sampai jumpa lagi. " Ucap Xi memukul pingsan Heilen lalu memikulnya. Menarik mereka yang telah bengkit kedalam bayangannya.
" A sepertinya di sana sudah kacau, tapi... Aku rasa beberapa telah di atasi. " Ucap Xi
" Walau begitu... Aku sangat khawatir dengan Yumiko yang sudah lebih dulu berada disana. " Lanjutnya. Lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Di tempat terjadinya pertempuran besar di markas Guardian, di sana benar - benar menjadi kacau, pertempuran yang sangat hebat membawa banyak kehancuran bersama dangannya.
" He, kemunculan kalian dalam pertempuran ini sudah di prediksi oleh Xi - Sama. " Ucap seorang pria berambut oren sambil berhadapan dengan salah satu dari Demon Lord Kai.
" Ha? Apa maksudmu? " Balas Kai dengan kesal sambil menyerangnya.
Kai berhadapan dengan salah satu dari Iblis Promordial, dan ia tampak kesulitan untuk mengenainya.
Karma adalah Iblis Primordial Oren salah satu dari 9 primordial di sitadel. Ia terkenal karena kehebatannya saat bertarung, bukan hanya karena memiliki kekuatan yang hebat, tapi punya kecepatan yang luar biasa. Walau begitu hari - harinya ia habiskan untuk menantang Noir sang Iblis promordial hitam saat di sitadel, ia belum pernah menang sekali pun saat berhadapan dengan Noir.
Karma dengan santainya ia memukul mundur Kai hanya dengan satu pukulan, membuat Kai merasakan rasa sakit pada tangannya saat menahan pukulan dari Karma.
' Dari mana bajingan ini berasal? Aku belum pernah melihatnya, dan lagi katanya kalau kedatangan kami sudah di prediksi... Apa mungkin mereka telah memperhitungkan segalanya. ' Ujar Kai dalam hatinya.
Dalam pertarungan itu, mereka mendengar suara raungan yang sangat keras. Tempat dimana kastil Guardian Lord berada, muncul empat ekor naga yang kuat dan berada pada tingkat Dragon King.
Mereka semua melihat hal tersebut dengan sangat jelas, dan juga bingung kenapa ada naga di markas Guardian Lord.
" Bukankah naga tidak dapat di kendalikan? Apa mungkin ada sebuah artefak untuk mengendalikan naga? " Ujar Karaks dengan bingung melihat situasi tersebut.
__ADS_1
Dari tempay yang jauh, ada seekor naga putih berukuran sangat besar bergerak dengan cepat ke markas Guardian Lord. Ia meraung dengan keras dan membuat semua yang mendengar raungan itu ketakutan.