
Shena yang khawatir dengan Mizuki saat itu, ia berlari secepat cepatnya menuju lokasi Mizuki berada. Saat ia sampai di sana, ia terkejut, matanya terbuka lebar melihat itu. Tepat di hadapannya, Mizuki mengalami luka yang cukup parah dalam kondisi mode tempurnya saat itu.
" No nona... Muda... " Ucap Shena dengan tatapan yang kosong saat melihat Mizuki yang terluka. Ia merapatkan giginya lalu menarik pedangnya. " B*jingan berengsek! Ku bunuh kalian!! " Teriak Shena dengan keras dan melesat dengan cepat ke arah para Guardian yang ada di dekat Mizuki saat itu.
Mereka yang mendengar teriakan keras terkejut. Baru saja mereka menoleh, mereka telah di potong - potong dengan kejamnya saat itu. Guardian lainnya yang melihat rekan rekannya di bunuh, mereka kesal dan melepaskan serangan kuat mereka dari atas. Hujan tombak cahaya mangarah kepada Shena. Akan tetapi, Shena dengan mudahnya menghancurkan semua itu hanya dalam satu tebasan, dan membuat Guardian yang ada di atasnya terbunuh.
Angin berhembus kencang dengan suhu yang sangat dingin di bawanya. Pepohonan mulai membeku saat seorang wanita muncul dan melangkahkan kakinya. Dengan khawatir wanita tersebut berlari ke arah Mizuki saat itu.
" Mizuki!! " Ucap wanita tersebut dengan keras. Ia khawatir dengan kondisi Mizuki yanh terluka itu.
" Ibu... " Ucap Mizuki dengan lemah.
Yumiko sebagai seorang ibu, ia sangat khawatir dengan anaknya yaitu Mizuki. Segerah ia memeluk Mizuki yang terluka itu dengan lembut sambil berkata. " Mizuki... Jangan khawatir ibu ada di sini... " Ucap Yumiko sambil menyecup kening Mizuki saat itu. Luka yang di derita oleh Mizuki seketika sembuh. Aura yang mengerikan terpancar dari tubuhnya Yumiko dengan hawa dingin muncul bersamaan. Yumiko menatap para Guardian itu dengan mata merahnya yang menyalah terang, di sertai dengan niat membunuhnya " Kalian para Guardian berani sekali menyakiti anak ku, tidak dapat di ampuni! " Ucap Yumiko dengan keras, dan membekukan banyak Guardian dalam waktu singkat. Dalam jarak 100 meter daru tempatnya, juga ikut membeku karena kemarahan Yumiko saat itu.
" Mundur! Mundur! "
" Kita bukan lawannya! Mundur! "
" Cepat Masuk ke gerbang! "
Melihat Yumiko yang marah dengan kekuatan yang besar, para Guardian segerah mundur dengan paniknya karena mereka tidak dapat mengalahkan musuh sekuat itu. Mereka semua dengan cepat meninggalkan hutan kematian dan memasuki Gate, tempat mereka muncul sebelumnya.
__ADS_1
Namun, sesuatu yang amat besar muncul secara tiba - tiba mengejutkan mereka semua. Semakin besar dan semakin besar, makhkul yang sangat besar itu muncul di hadapan mereka dan membuka matanya yang mengerikan.
Mareka yang melihat itu, hanya bisa terdiam membeku, rasa takut mulai menghantui mereka. Tubuh gemetar dan tak sanggup untuk menggenggam senjata mereka lagi. Satu persatu senjata mereka jatuh ke tanah setelah kemunculan Makhluk tersebut.
Empat pasang sayap yang besar, dengan dua tanduk besar mejulang ke depan, tubuhnya sangat tinggi bahkan lebih tinggi 4 kali lipat dari gunung. Aura kematian terpancar dari Makhluk tersebut. Keberadaan yang mengerikan itu, mulai bersuara dan berbicara.
" Putri ku... Kalian melukainya... Tidak dapat di maafkan! " Ucap Makhluk tersebut dan mulai meraung dengan kerasnya. Raungannya sangat keras hingga terdengar ke seluruh belahan dunia. Semua makhluk yang mendengar itu mereka menundukkan kepalanya dengan gemetar. Raungan kemarahan dari sang raja dari segala raja naga, membuat mereka ketakutan. Bahkan untuk makhluk sekelas Dragon Awaken gemetaran saat mendengar raungan tersebut.
Para Guardian hanya bisa memberikan ekspresi wajah yang pucat dan ketakutan. Melihat kengerian dari naga tersebut meraung dengan kerasnya, membuat mereka ketakutan. Tidak bisa berbicara, tibak dapat bergerak, dan hanya memberikan tatapan kosong saat itu.
" Tidak dapat di maafkan! Mati kalian! " Ucap Naga tersebut dengan marah, dan nada suara yang terdengar mengerikan. Ia melepaskan sebuah semburan api berwarna hitam dengan temperatur suhu yang amat panas, dan lebih panas dari matahari. Dalam waktu seperdetik, mereka semua menghilang, dan semburan tersebut sampai menembus langit dan menghanguskan banyak komet raksasa dalam hitungan detik.
Ia melihat kebawah, dan menatap Yumiko, Mizuki, dan Shena yang ada di sana pada saat itu. Melihat Xi yang marah, Yumiko khawatir kalau Xi akan marah kepada Mizuki. Karena tidak mau Xi marah kepada Mizuki, Yumiko pun berbicara kepada Xi dengan lembut sembari menenangkan Xi.
" Xi... Jangan marah kepada Mizuki... di dia baik baik saja. Mizuki masih kecil, dan tidak tahu dunia luar, jadi jangan salahkan dia. Kau boleh marah kepada ku karena aku tidak menjaganya dengan baik. " Pinta Yumiko kepada Xi saat itu. Ia sangat khawatir jika saja Mizuki di marahi oleh Xi, akan menimbulkan trauma yang mendalam untuk anak kecil seperti Mizuki.
Mizuki yang melihat ibunya memohon kepasa ayahnya agar dia tidak di marahi, ia segerah turun dari gendongan Yumiko. Berdiri di depan Xi sambil menundukkan kepalanya, serta menggenggam bajunya dengan erat, mengatakan kepada Xi sambil menutup matanya. " Ayah... Mizuki... Mizuki salah... Mizuki salah karena tidak mendengarkan ayah... Mizuki minta maaf... Maaf ayah... Mizuki janji tidak nakal lagi... " Ucap Mizuki sambil menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
Di belakang sana ada Yumiko dan shena yang khawatir dengan Mizuki, dan di hadapan mereka ada Xi yang sedang marah.
Dengan tatapan yang mengerikan, Xi mendekatkan kepalanya kepada Mizuki dan berkata " Kau memang bocah nakal, tapi ayah suka dengan kenakalan mu itu. Tidak masalah kalau kau mau main di luar, dan ingin tahu seperti apa dunia luar itu. Tapi kau tidak boleh pergi sendiri karena di luar sangat berbahaya. " Ucap Xi saat itu. Ia mengerti kalau Mizuki hanyalah anak kecil yang penasaran dengan dunia luar. Ia tidak bisa menyalahkan hal tersebut, karena ia ingin tahu dunia luar.
__ADS_1
Namun, sebagai seorang ayah ia juga khawatir dengan putri nya yang masih kecil itu bermain di luar sendirian tanpa ada yang menjaganya di tempat yang berbahaya ini. Itu adalah ke khawatir nya sebagai seorang ayah. " Tidak perlu murung seperti itu... Salah ayah karena tidak menjaga mu dengan baik. " Ucap Xi mengangkat Mizuki dengan telekinesis nya dan meletakkan Mizuki di atas kepalanya saat itu. Yumiko ikut naik saat itu, karena khawatir kalau Mizuki akan jatuh.
Xi mengangkat kepalanya ke atas, dan Mizuki tampak ceria dan senang melihat dunia dari ketinggian itu. Namun dunia saat itu bukan lah tempat yang indah. Dunia saat itu sedang mengalami kekacauan karena banyaknya monster yang bermunculan dari segala penjuru.
" Ayah... Kenapa ada banyak monster di sana? " Tanya Mizuki dengan polosnya.
" Mereka monster - monster liar... Berbeda dengan yang ada di dalam labirin. Mereka itu berbahaya, itulah sebabnya ayah melarang mu untuk main di luar untuk saat ini. " Jawab Xi memberikan alasannya kenapa tidak membiarkan Mizuki main di luar labirin saat itu.
" Dunia saat ini sedang kacau... Ada banyak monster yang amat kuat menanti untuk menghancurkan dunia ini... Itulah kenapa ayahmu akhir - akhir ini sangat sibuk dan tidak bisa bermain dengan mu. " Ucap Yumiko. " Ayahmu sangat sibuk untuk menghentikan mereka semua, agar mereka tidak menyakitmu. " Lanjut Yumiko sambil menggendanong Mizuki saat itu.
Mendengar itu, Mizuki berkata. " Berarti ayah sangat kuat. Karena karena ayah mau menghentikan mereka semua. " Ucap Mizuki setelah ia mendengar perkataan Yumiko.
Yumiko hanya bisa mengangguk saja, ia tidak bisa membayangkan seberapa kuat nya Xi bila dalam mode seriusnya, apa lagi dalam bentuk naganya. Ia berpendapat kalau tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengalahkan Xi jika sudah serius mau pun dalam bentuk naganya, keculai Bahamut itu sendiri yang menjadi penguasa dari Univers ini.
" Hmmm mereka sudah mulai bergerak... " Ucap Xi dengan pelan sambil menatap pergerakan mahkluk - mahkluk lainnya.
" Mereka? Siapa mereka? " Tanya Yumiko dengan manis dan bingung dengan yang di maksud mereka.
Xi menjawabnya " Para monster Mythical Beast yang pernah aku jumpai dalam perjalanan ku sebelumnya. Aku rasa kita juga bernah berjumpa dengan salah satu dari mereka di lembah bersalju. " Jawab Xi. " Seperti raja es dan salju kalajengking berlian hijau, dan ulat sutra umbun salju. " Lanjut Xi.
Mendengar itu, Yumiko ingat saat itu ia pernah bertemu dengan kedua makhluk tersebut bersama dengan Xi saat Xi memberikan tatanan Quest petualang yang baru. Saat itu, Xi menemui mereka berdua sendirian, dan mereka tampak tidak berani melakukan apa pun setelah bertatap mata dengan Xi.
" Mereka... Kawan atau lawan... " Ucap Yumiko dalam hatinya, menanti kedatangan mereka. " Aku tidak perlu sekhawatir ini... Ada Xi yang selalu di sisi ku, begitu juga aku yang ada selalu di sisinya. Kami bisa menghentikan mereka bersama kalau mereka musuh. " Ucap Yumiko sambil menutup matanya dan menyentuh kepala Xi dengan lembut.
__ADS_1