LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 27 Keluarga Bangsawan Elnix


__ADS_3

Kansa melangkah kakinya dan menghampiri wanita cantik yang duduk di dekat jendela. Tampak dari dekat sepasang telinga dari ras hewan yang indah, serta ekornya yang berwarna kuning ke emasan sangat mengkilau.


" Ternyata masih ada orang yang menarik di sini. " Ucap Kansa sambil berdiri tepat di depan meja wanita tersebut. Di hadapan wanita itu, juga ada seorang pria muda berambut putih dengan wajah yang tampan.


Mereka yang sedang asik menikmati makanan mereka, di buat tidak nyaman dengan kehadiran dari Kansa yang seenak nya. Saat itu, wanita tersebut memberikan tatapan yang sinis kepada Kansa.


Namun Kansa belum menyadari tatapab sinis tersebut. Ia melihat ke arah yang berbeda, mulai dari wajah wanita tersebut hingga tubuhnya. Ia langsung menunjukkan wajahnya yang licik.


" Oh, apakah di Avalon ada seorang gadis secantik ini? " Ujar Kansa sambil memperhatikannya dari dekat. " Apa kau baru pertama kalinya datang ke sini? Kau berasal dari keluarga mana? " Tanya Kansa kepada wanita tersebut. Sambil mendekatkan wajahnya tepat di sebelah wajah wanita itu.


Wanita tersebut kesal karena ada orang yang mengganggu waktu santainya. Ia memalingkan wajahnya dari Kansa. Dan tidak merespon pertanyaan yang di ajukan oleh Kansa.


Melihat itu, salah satu Knight yang mengawal Kansa langsung angkay bicara. " Beliau adalah Putra kedua Elnix Maji, Elnix Kansa. " Ujar Knight tersebut sambil memperkenalkan nama tuannya. " Tolong kamu hargai beliau yang sedang berbicara. " Lanjutnya.


Saat itu Kansa juga memberikan sikap percaya diri kalau dia akan di perhatikan. Dengan nama keluarga bangsawan yang ia miliki. Nama mungkin ada orang yang akan mengabaikannya.


' Elnix Maji? ' Ujar Xi dalam hatinya. ' Berarti anak ini seorang putra dari keluarga bangsawan. Aku sangat malas berurusan dengan anak kecil yang cuma numpang nama doang. ' Lanjutnya dalam hati sambil melanjutkan makannya dengan santai tanpa memperdulikan Elnix Kansa yang tepat ada di sebelahnya itu.


Walau Knight itu telah mengenalkan nama tuannya, namun tidak sedikit pun wanita tersebut merespon. Malahan ia lanjut makan dengan santainya tanpa memperdulikan mereka.


Hal itu membuat Kansa kesal, orang yang tidak mau memperhatikan dirinya, ia anggap sebagai sebuah penghinaan tersebar dalam hidupnya. Karena marah ia berkata.


" Sialan! Aku tidak bisa membiarkan penghinaan ini. Aku harus menerima permintaan maaf darinya. " Ujarnya dengan kesal sambil menggenggam salah satu tangannya. Ia kesal karena wanita itu tidak memperdulikan putra dari keluarga bangsawan itu.

__ADS_1


Dalam pikiran pria muda berambut putih itu ' Bersikap tidak sopan saat orang lain sedang menikmati makanan mereka. Apa lagi, bagaimana dia bisa tidak bersikap sopan dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya? Sikap memaksa itu, apa apaan? ' Pikirnya saat itu.


Saat itu pria tersebut matanya menjadi merah menyalah dan di selimuti dengan niat membunuh. Namun tidak seorang pun yang bisa merasakannya.


BUKK! Suara pukulan kuat di meja " Sepertinya kau masih tidak tahu apa yang kau lakukan itu salah ya? " Teriaknya dengan keras. " Cepat tunjukkan rasa hormat mu! " Lanjutnya.


Wanita tersebut memandangi Kansa dengan sinis, lalu ia menatap pria berambut putih yang ada di depannya. Tampak pria itu masih tenang dan santai. Namun matanya sudah di penuhi niat membunuh.


Wanita itu berdiri dari tempat ia duduk.


Melihat itu, Kansa langsng terseyum karena ia akan mendapatkan permintaan maaf dari wanita tersebut.


Namun, tanpa ia sadari. Sebuah pukulan keras melayang di wajahnya. Pukulan itu menghantam wajahnya dengan kuat hingga membuat Kansa terjatuh.


Melihat tuannya yang di lukai, kedua Knight itu langsung mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk menyerang. Namun saat mereka baru mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya, terlebih dahulu pedang mereka patah menjadi dua bagian.


Kansa mencoba berdiri sambil menatap wanita itu.


Dengan kesal wanita itu berkata. " Hei bocah... Apa kau tidak punya sopan santun? Apa mata mu itu cuma hiasa doang? " Ujar Wanita itu dengan kesal dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kansa tadinya. Ia sangat tidak senang dengan sikap Kansa yang memaksa itu. " Tidak lihatkah kau kalau kami sedang menikmati makanan kami. " Lanjutnya sambil mengijak perut Kansa. Hingga membuat Kansa berteriak ke sakitan. " Kau cuma bocah bau kencur yang numpang nama keluargamu doang. Kalau yang bergerak tuan ku... Kepalamu dari tadi sudah ada di depan pintu masuk restoran ini. " Ucapnya sambil menatap Kansa dengan tatapan yang mengerikan.


Kansa menjadi pucat saat melihat tatapan tersebut. Ia sangat takut sampai tubuhnya gemetaran.


Dalam hal itu, wanita itu melihat sesuatu yang bagus ada di leher Kansa. Itu adalah sebuah kalung yang sangat indah. Dengan cepat wanita itu mengambil kaling tersebut lalu membuat pingsan Kansa.

__ADS_1


Wanita itu ingin melanjutkan pukulannya lagi kepada Kansa. Namun salah Knight Kansa yang masih sadar, ia berlutut dan memohon kepada wanita itu untuk tidak menyakitkan Kansa.


" Nona, Tolong berhenti. " Ucap Knight itu.


" Kami telah bersikap tidak sopan kepada anda. Saya mohon, dengan kebaikan anda tolong ampuni kami kali ini saja. " Lanjut Knight tersebut sambil menundukkan kepalanya.


Wanita itu menatap Knight yang sedang memohon kepadanya tersebut. Namun ia mengalihkan padangannya kepada pria berambut yang masih duduk santai melihati mereka. Tampak di kedua matanya masih terdapat niat membunuh. Wanita itu mengangguk mengerti.


Namun dalam pikiran Knight tersebut " Ini aneh sekali. Tapi ia hanya menebaskan pedangnya kepada kami, dan dalam seketika pedang kami langsung patah. " Pikirannya saat itu setelah melihay kejadiannya sebelumnya. " Kalau begitu caranya, dia pasti seorang Swordman B Rank, dan lagi di usianya yang muda itu... Dia pasti berasal dari keluarga ternama di suatu tempat, yang belum di ketahui oleh dunia luar. " Lanjutnya dengan wajah yang berkeringat.


" Jika berlanjut seperti ini terus. Maka Sir Kansa akan dalam bahaya. " Lanjutnya dalam hati dengan wajah yang berkeringat memikirkan apa yang akan terjadi apa bila keributan terus berlanjut.


Wanita itu menatap Kinght dengan sinis sambil berkata " Aku bukan orang yang baik hati sampai mengampuni musuh ku. " Ucapnya dengan sinis dan niat membunuh terpancar dari dirinya.


Knight itu terkejut serta berkeringat. Sampai bergumam dalam pikirannya " Apa dia benar - benar ingin melanjutkan itu sampai akhir? " Gumamnya dengan bingung .


Dengan cepat Knight itu menundukkan kepalanya dan menghantamkan kepalanya pada lantai papan restoran sambil berkata " Saya mohon! Hanya kali ini saja. Tolong Ampuni nyawa kami! " Ujar Knight itu sambil memohon.


" Jika anda menginginkan nya, saya akan memberikan kedua tangan saya kepada Anda. Seorang Knight yang tidak dapat melindungi nyawa tuannya hanyalah sebuah Aib yang sangat memalukan. " Lanjutnya. Ia rela memberikan apa saja untuk keselamatan tuannya dari mara bahaya. " Saya mohon! Atas nama Sir Kansa! Saya mohon ampunan. " Lanjutnya sambil memohon ampunan.


Melihat itu wanita itu berpikir dalam pikirannya ' Ia bersedia mengorbankan nyawanya... Hanya untuk melindungi tuannya yang sinting ini. ' pikirnya saat itu. Lalu ia mantap kembali pria berambut putih yang duduk santai.


Tampak pria itu berdiri dari tempat ia duduk, dan berjalan menuju ke luar restoran. Sebelum keluar ia berkata " Airis lepaskan saja bocah songong itu... Selanjutnya gantung kapala anak itu du depan umum. " Ucapnya sambil meninggalkan restoran.

__ADS_1


Wanita itu pun melepaskan genggamannya dan pergi meninggalkan Kansa.


.


__ADS_2