LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 217


__ADS_3

Sementara itu Karaks sebagai salah satu Demon Lord dari Fraksi enam Demon Lord, ia kembali lagi ke hutan kematian untuk mengamatinya. Ia mencari keberadaan Xi untuk balas dendam karena ia di kalahkan sebelumnya.


Ia telah menjadi lebih kuat setelah ia mendapatkan Power of Curse, ia jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Karaks telah mengamati hutan kematian cukup lama, namun ia tidak bisa menemukan keberadaannya. Ia pun bingung kenapa ia tidak bisa menemukan keberadaan Xi.


Di tengah kebingungannya, ada seseorang yang berbicara kepadanya dari belakang. " Apa yang sedang kau lakukan di sana? " Tanya pria berambut merah yang ada di belakangnya. Menanyakan perihal yang Karaks lakukan di hutan kematian.


Mendengar itu Karaks terkejut karena ia tidak menyadari keberadaan orang itu sebelumnya. ' Ada apa ini? Aku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, ta tapi aku tidak bisa merasakan kehadirannya sama sekali. ' Ujar Karaks dalam hatinya, ia cukup berhati - hati dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.


" Si siapa kau? " Tanya Karaks kepada pria berambut merah itu.


" Aku Zero, dan kau? " Balas pria itu.


' Zero? Siapa dia? Aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. ' Ujar Karaks dalam hatinya. " Aku Karaks, aku adalah... " Sebelum ia selesai berbicara, sebuah serangan yang sangat cepat menghantam dirinya dengan sangat kuat hingga menyebabkan ledakan.


Zero menyerang Karaks saat ia sedang memperkenalkan dirinya, serangan Zero sangat kuat hingga membuat ledakan. Walau serangan itu kuat, tapi Karaks dapat menghindarinya tepat waktu.


' Kalau aku terkena serangannya barusan... Aku mungkin sudah terhempas sangat jauh. ' Ujar Karaks dalam hati.


Karena ia tidak menemukan orang yang ia cari, dan malah bertemu orang kuat yang lainnya, Karaks memutuskan untuk meninggalkan tempat itu sebelum banyak orang datang.


" Aku tidak akan bertarung dengan mu saat ini, aku akan pergi. " Ujar kepada Zero, setelah berpamitan ia pergi dari hutan kematian memalui Gate yang ia buat.


Dari pada itu, dalam pikiran Zero saat itu. ' Bahkan Xi - Sama dapat memprediksi kalau ada orang kuat yang akan datang ke hutan kematian. ' Ujar Zero dalam hatinya. Seketika ia merinding saat prediksi yang Xi katakan adalah kebenaran.


Tidak lama pandangannya beralih pada yang lainnya, sekumpulan Prajurit dari suatu negara yang mengenakan zirah lengkap siap untuk menyerang hutan kematian. Di belakang para prajurit itu terdapat banyak mage yang siap untuk melepaskan sihirnya, dan ada juga para Healer serta supporter yang akan membantu mereka.


Di antaranya ada seseorang yang memiliki tubuh yang kekar, serta tubuhnya lebih besar dari semua orang yang ada di sana. Ia memimpin sejumlah pasukan atas perintah negaranya untuk menyerang hutan kematian.


" Xi - Sama juga sudah memprediksi ini... Aku rasa mereka dari negara yang berbeda lagi, seberapa jauh Xi - Sama bisa melihat masa depan ya? " Tanya Zero kepada dirinya sendiri dengan bingung.


Semua orang telah sampai di depan kawasan hutan kematian, aura yang mengerikan terpancar dari dalam hutan kematian, menunjukkan betapa berbahaya nya hutan kematian. Dengan aura yang sangat mengerikan dari dalam hutan kematian, entah ada berapa banyak monster kuat yang hidup di dalamnya.

__ADS_1


" Ja jadi... Ini hutan kematian, sungguh mengerikan. "


" Auranya saja sudah membuatku merinding "


" Monster macam apa yang tinggal di dalam sana? "


" Ketua, apakah perlu kita membatalkan misi ini? Saya rasa ini bukanlah sesuatu yang bagus. "


Sebelum mereka masuk ke dalam hutan kematian, mereka telah di bimbangkan kerena kengerian yang di pancarkan oleh hutan kematian. Beberapa dari mereka ada yang ingin lanjut karena penasaran, dan beberapa dari mereka ketakutan, dan juga ada yang meminta untuk pulang dan membatalkan misinya.


Mendengar keluhan dari para bawahannya ia menjadi kesal. Dengan kesal ia berteriak kepada mereka semua. " Dasar para An**ing sialan! Kita sudah jauh - jauh datang ke sini tapi malah mau balik lagi, apa yang kalian pikirkan dasar bodoh. " Ucapnya dengan nada yang kasar dan kuat. " Seberapa kuat pun monster yang ada di dalam sana, tidak mungkin monster itu bisa mengalahkan aku. " Ucapnya sambil menyombongkan dirinya sendiri.


" Kalian tahu kan kalau aku ini yang terkuat! Bahkan petualang Grand Master pun belum tentu bisa mengalahkan aku, aku adalah Tora Katsusu, orang terkuat di dunia ini, dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengalahkan diriku. " Ujarnya sambil meninggikan dirinya sendiri.


Pada saat dirinya menyombongkan diri, beberapa monster dari hutan kematian keluar dari tempatnya.


" Kapten, monster telah muncul. "


" Heh, ternyata hanya monster - monster keroco yang menghuni tempat ini, sungguh tidak pantas untuk di sebut sebagai hutan kematian. " Ujar Tora.


Monster yang telah muncul mulai menyerang para manusia, namun mereka dapat dengan mudah di hentikan oleh para penyihir yang di bawa oleh Tora. Mengalahkan semua monster yang muncul dengan mudah membuat kepercayaan diri mereka menjadi meningkat.


" Hahaha lihat, betapa lemahnya mereka, sungguh memalukan tempat ini di sebut sebagai hutan kematian. " Ujar Tore dengan sombongnya.


Merasa kalau hutan kematian bukan lagi ancaman untuk mereka, segerah mereka memasuki kawasan hutan kematian. Bersama - sama mereka memasuki hutan kematian yang gelap itu, semakin mereka masuk ke dalam, semakin ngeri pula kengerian yang di pancarkan oleh hutan kematian.


Di dalam sana ada beberapa monster yang menghalangi mereka, monster beast singa yang dapat berdiri seperti seorang manusia dengan membawa sebuah kapak sebagai senjatanya, serta seorang Lich yang tubuhnya telah berubah menjadi tengkorak seutuhnya. Ke datangan kedua makhluk itu membuat mereka terkejut.


" Aku rasa kedua monster itu sangat kuat. " Ujar salah satu prajuritnya.


Mereka dapat merasakan pancaran energi sihir yang kuat dari kedua monster tersebut, dapat di pastikan oleh mereka kalau kedua monster itu berbeda dari monster lainnya.

__ADS_1


Mereka mulai saling memandang satu sama lain karena melihat kedua monster tersebut, walau jumlah mereka lebih banyak dari kedua monster itu, tapi mereka cukup berhati - hati dengan keduanya.


" Apa yang kalian pikirkan? Kedua monster itu setidaknya hanya ada di Rank B, dengan banyaknya jumlah Rank B di sini dan ada beberapa Rank A apa yang perlu kalian khawatirkan? " Ucap Tora.


Mereka saling memandang lago setelah mendengar perkataan Tora kalau kedua monster itu berada pada tingkat B rank, mereka mulai percaya diri setelah mendengar itu.


" Benar juga, apa yang perlu kita khawatirkan. Lagi pula Tuan Tora ada di sini, tuan Tora adalah orang dengan peringkat S. " Ujar Salah satu prajuritnya.


" Siapkan mantar untuk memperkuat diri kami, kami akan mengalahkan kedua monster itu. " Ujar salah salah satunya lagi.


Para Heiler yang dapat memberikan Buff kepada temannya mulai merapalkan mantra, memberikan Buff kepada rekannya, begitu juga dengan para Support, mereka memberikan Buff kepada rekannya.


" Serang mereka! "


Setelah mendapat Buff dari para Heiler dan juga Support, mereka menyerang kedua monster tersebut bersama - sama.


Monster Lich memunculkan beberapa bola berwarna biru lalu melepaskannya kepada mereka semua. Beberapa orang yang terkena mereka terjatuh dan terluka, namun tidak parah.


" Serangan tidak seberapa... Hanya jumlahnya saja yang banyak. " Ujar para prajurit sambil mengangkat senjatanya dan maju ke depan.


Lich itu merapalkan sihirnya lagi dan mensummon beberapa Undead Sketeton untuk menghalangi para prajurit tersebut. Namun dengan mudahnya mereka menghancurkan para skeleton yang ia summon.


" Hanya monster tingkat E ingin menghadang kami, mimpi saja sana. " Ujar salah satu dari mereka.


Di sisi lain, mereka juga di sibukkan oleh monster singat yang hebat dalam bertarung, dengan kapak yang ia pegang, ia dapat mengalahkan banyak prajurit yang menyerangnya.


" Monster yang satu ini cukup tangguh... " Ucapnya dengan sedikit luka di tubuhnya.


Seketika lukanya sembuh karena Healer yang mereka bawa. Melihat Healer yang menyembuhkan para prajurit yang telah terluka, membuat monster itu mengubah arahnya dan menyerang Healer terlebih dahulu.


Namun tindakannya di hentikan oleh para penyihir yang menggunakan sihirnya untuk menahan monster tersebut. Beberapa serangan sihir mengenai monster itu dan menjatuhkannya, mereka bekerja sama untuk membuat rantai dari sihir untuk menangkap monster tersebut, karena di dalam pikiran mereka, monster ini akan berguna untuk militer mereka.

__ADS_1


__ADS_2