
Saat mereka sampai di tempat bunga jambul phoenix berada, mereka di hentikan oleh dua orang berjubah. Saat itu, Xi memberikan sebuah isyarat kepada Airis melalui lirikan mata nya. Airis yang paham, segerah ia menjalankan rencana tersebut.
Airis mengeluarkan sebuah tas. Yang dimana, isi dari tas tersebut adalah daging kesukaan dari kadal api yaitu daging domba, serta serigala api yaitu daging kuda. Dan di tangan Airis, juga ada beberapa tanaman serta buah - buahan yang merupakan makanan kesukaan dari katak api.
Mencium aroma dari daging dan makanan lainnya, membuat para monster langsung menujukan padangan mereka kepada Airis. Saat itu para monster mantap Airis dengan tatapan yang kelaparan, dan mulai melangkahkan kaki mereka dan mengejar Airis.
Airis yang telah manarik perhatian mereka, ia langsung berlari dan masuk ke dalam mulut gua kembali, ia lari secepat mungkin agar tidak di tangkap oleh monster - monster tersebut, hingga sampai di tempat yang telah di tentukan.
Melihat para monster yang mengejar wanita ruba tersebut, membuat kedua orang berjubah itu terkejut. Dan bingung dengan tindakan yang tidak masuk akal dari wanita tersebut. Namun itu merupakan keuntungan untuk mereka, karena mereka tidak harus berhadapan dengan para monster di sana.
Saat mereka sadark kalau mereka melupakan seusatu, akhirnya mereka ingat kalau ada satu orang lagi di bawah sana. Mereka melihat pria berambut putih dengan cepat menuju ke arah bunga jambul phoenix. Salah satu dari kedua orang berjubah itu, melompat dari ketinggian dan mengarah kepada pria berambut putih tersebut.
Saat melompat pria tersebut berteraik. " Jangan pikir kau akan mendapatkan nya!! " Teriak pria tersebut dengan keras. Dan saat menuju ke bawah, tunuhnya mulai sedikit membesar dengan banyak rambut muncul lengannya, serta kedua taring muncul di mulutnya.
Pria tersebut memberikan pukulan yang kuat pada tanah yang keras itu. Bersyukur saat itu, ia berhasil menghindarinya, kalau tidak ia sudah di remukan oleh pria tersebut.
" Jangan pikir kau akan mendapatkan dengan mudah! " Ucap pria tersebut dengan keras.
Xi menatapi pria tersebut dengan tajam, saat yang sama, beberapa anak panah mengarah padanya dengan cepat. Namun ia berhasil menghindarinya.
__ADS_1
" Jangan lupa... Kalau di sini kau dua lawan satu... Mengorbakan rekan mu untuk menjadi santapan para monster itu, kau benar - benar kejam! " Ucap seseorang dengan nada yang samar. Namun dapat di tebak dari suaranya oleh Xi kalau orang yang ada di atas sana adalah seorang wanita.
" Satu Archer dan satu petarung tipe hewan buas serigala. Sepertinya tidak akan mudah. " Ucap Xi sambil memegang dagger miliknya. Bersiap untuk menghadapi kedua nya sendirian.
Saat itu, beberapa anak panah mengarah kepadanya lagi dengan cepat. Anak panah itu di lapisi dengan sihir. Namun Xi dapat menghindari dengan mudah, dan secara mengejutkan muncul di belakang pria manusia serigala itu. Ia langsung menebaskan dagger nya kepada pria tersebut.
Pria itu dengan cepat menghandarinya, serta memberikan serangan balasan kepada Xi saat itu juga. Namun serangan balasan itu dapat Xi tahan dengan mudahnya dan melemparkan pria tersebut ke arah wanita Archer yang ada di atas hingga kedua nya terjatuh ke bawah.
Xi pun langsung melesat ke arah mereka berdua, dan membuat pertarungan mereka menjadi sangat sengit. Ketiganya saling melancarkan serangan yang kuat, tanpa ragu - ragu.
Di saat mereka bertarung, banyak petualang yang telah selesai menghadapi para monster di luar gunung api mulai masuk ke dalam. Di sana mereka melihat ketiga orang tersebut saling bertarung. Namun ada beberapa petualang yang mengabaikannya dan pergi mengambil bunga jambul phoenix.
Namun, Pria serigala itu meninggal pertarungan dan menghentikan para petualang tersebut. " Cakaran serigala tajam! " Ucap pria serigala itu sambil mengeluarkan skill miliknya. Dan membuat para petualang lainnya berhenti.
Namun sebelum pria itu menjawab, sebuah serangan mengarah kepadanya dari sisi lain. Pria tersebut pun menghindari serangan tersebut dan melihat siapa yang melakukannya.
Saat melihatnya, membuat mereka semua terkejut, karena di saat yang genting itu, ada sebuah gate muncul di dalam sana dan langsung terjadi dungeon break. Para monster yang berupa goblin muncul dari sana, namun mereka bukan goblin biasa, serta ada tiga goblin shaman bersama mereka.
Tampak goblin - goblin itu terseyum senang saat melepaskan serangan tersebut, namun hal itu membuat para petualang kesal. Para petualang pun mengangkat senjata mereka dan menyerang para goblin.
__ADS_1
" Semua nya kalahkan para goblin itu dan kita ambil bunga jambul phoenix nya. " Teriak salah satu petualang dengan keras sambil memerintahkan petualang lainnya untuk menyerang para goblin serta mengambil bunga jambul phoenix.
Pertarungan antara petualang dan para goblin pun terjadi. Para goblin menjadi kuat karena dukungan dari para goblin shaman yang ada di belakang mereka. Mengetahui hal tersebut, para penyihir mencoba untuk menyerang dengan sihir yang mereka miliki, namun serangan mereka di blokir oleh sebuah perisai yang cukup kuat. Para goblin shaman pun tertawa saat itu, karena para penyihir tidak dapat melukai mereka.
Hal itu membuat para penyihir menjadi kesal karena telah di remehkan. Para petarung, warrior serta tank, dengan jumlah mereka yang banyak, mereka membagi tugas. Beberapa dari mereka mengaja Penyihir, healer, support dan juga Archer. Dan yang lainnya menerobos para goblin menuju ke goblin shaman.
Para goblin yang mencoba menyerang para petualang yang ingin menyerang goblin shaman, di hentikan oleh wanita berjubah menggubakan crossbow miliknya. Serangannya dengan akuran mengenai titik fatal para goblin tersebut. Dan hal itu, membuat para petualang menjadi lebih mudah untuk menghadapi goblin shaman karena tidak memiliki penjaga lagi.
Setelah goblin shaman di kalahkan, Xi dengan sengaja melemparkan mayat serigala api kedalam kolam lava yang mengelilingi bunga jambul phoenix. Saat itu, muncul seekor ular berukuran besar, dengan dua tangan besar dari balik kolam tersebut.
Xi dapat mengetahui itu, karena ia merasakan nafas aneh dari kolam lava itu, dan akhirnya ia memutuskan untuk membangunkan makhluk yang sedang tidur itu, saat yang lainnya sibuk dengan para goblin.
" Apa... Apa itu? "
" Apa itu penjaga dari bunga jambul phoenix? "
" Monster itu setidaknya ada di rank A... Ini akan sulit. "
Para petualang berkeringat saat melihat monster tingkat A yang menjadi penjaga dari bunga jambul phoenix. Kedua orang yang mengenakan jubah itu juga berkeringat saat melihat ular tersebut. Namun tampak wajah tenang dan santai Xi tunjukkan. Ia membangunkan monster tersebut dengan sengaja, namun ekspresi wajah saat itu, ia menunjukkan wajah tak berdosa nya.
__ADS_1
Wanita dengan crossbow di tangannya menghampiri Xi dan berkata " Hei kawan, bagaimana kalau kita bekerja sama terlebih dahulu untuk mengalahkan monster itu... Tidak mudah untuk mengalahkan monster rank A. Apa lagi, monster ini lebih kuat dari pada T - Rex Api. " Ucap wanita tersebut kepada Xi menawarkan kerjasama untuk mengalahkan monster ular itu. " Soal hasil kita akan membagi rata. Jadi jangan khawatir aku akan menepati janji ku. " Ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepada Xi.
Xi yang melihat hal tersebut, ia berpikir sejanak. Tak lama untuknya berpikir ia langsung menjaba tangan wanita itu dan setuju untuk kerjasama. " Baiklah " Ucapnya dengan singkat dan cuek. Namun di balik matanya terdapat sebuah rencana yang telah ia susun kembali.