
Dua Dewa Terkuat saling berhadapan. Masing - masing di antara mereka memegang kekuatan besar mereka masing - masing. Prestasi keduanya juga tidaklah kecil, mereka dapat membunuh Dewa lainnya begitu saja layaknya membunuh serangga.
Kray seorang Dewa yang terlahir karena hasil eksperimen yang tidak terprediksi sifatnya. Menumbuhkan sebuah ego yang baru yang menentang penciptanya. Membunuh semua orang yang di anggapnya sebagai pengganggu.
Di tangannya, ia memegang sebuah kepala yang bertanduk. Kepala itu bukanlah kepala yang tidak di kenal oleh Xi. Melainkan itu adalah kepala dari Ytoggod yang menyebut dirinya sendiri sebagai Dewa Kehancuran yang baru. Sosok yang sangat kuat dan melebihi kekuatan dari Dewa Kehancuran sebelumnya.
Dari sudut pandang Xi. Pria yang berdiri di hadapannya terlihat tidak asing bagi dirinya. " Entah ini hanya sekedar tebakanku atau... Sepertinya aku pernah melihat orang ini di suatu tempat... Hmm dimana ya? " Gumam Xi.
Kray menunjuk ke arah Xi dengan jarinya. Raut wajahnya sombong dan penuh ke aroganan. Energi sihir dan niat membunuh dalam jumlah yang besar di lepaskan bersamaan. Memcoba untuk memberikan tekanan dan rasa intimidasi kepada lawannya.
" Sepertinya, kau berbeda dengan teman yang lainnya. Sangat menarik, aku sudah tidak sabar! " Ujar Kray sambil menjilat bibirnya yang kering. Sudah tidak sabar untuk bertarung melawan Xi yang terlihat sudah kelelahan di matanya.
Itu tidak bisa di pungkiri. Xi sudah sangat kelelahan dengan bertarung melawan banyaknya dewa sebelumnya. Terlebih lagi, energinya juga mulai menipis di karenakan setiap kali Xi merilis skillnya, itu memerlukan konsumsi energi dalam jumlah besar.
Pelahapan dari Beelzebub yang dapat mengubah apa pun yang di lahapnya menjadi energi tidak dapat menutupi banyaknya energi yang telah di keluarkan.
Kray mengangkat dadanya dengan sombong. Menunjukkan senyum seramnya dan berkata " Aku Kray, entitas yang akan membawakan kehancuran di alam semesta ini. Untuk mewujudkan itu, aku memerlukan kekuatan yang besar untuk menghancurkan setiap musuh yang menghalangi. " Ujar Kray. Energi primordial dalam jumlah besar berkumpul di satu tangannya, terlihat seperti sebuah cahaya merah yang menyelimuti tangannya.
Xi menanggapi perkataan Kray dengan berkata " Lalu... Apa hubungannya itu dengan aku? " Ucap Xi sambil mengangkat alisnya. Xi tidak peduli dengan Kray yang berambisi ingin menyebabkan kehancuran pada alam semestanya. Selain dunia yang di tinggalinya, Xi tidak memperdulikan nasib dari dunia lainnya.
Mau itu di hancur atau pun di hilangkan, selama tidak melibatkan dunianya Xi tidak akan menghalangi ambisi dari Kray itu.
Namun, Kray membanta hal tersebut.
" Tentu saja ada, kau Xi Arcadia. Sosok yang sangat kuat dan berbahaya. Seorang yang di sebut sebagai Dewa Kematian Hitam. Kau sadarkan kalau kau telah membunuh beberapa Dewa yang levelnya berada di tingkat berbeda dari dewa - dewa lainnya. Itu sudah sangat membuktikan untukku, bahwa kau akan menjadi ancaman di masa depan jika di biarkan tetap hidup. " Balas Kray. Dewa yang di maksud oleh Kray berada di level yang berbeda adalah Dewa Cahaya dan Dewa Raksasa.
Dua sosok Dewa yang telah mendapatkan kekuatan tertinggi dan berada di puncak kekuatan mereka. Dan tentu keduanya saat itu berada dalam kondisi terbaiknya. Namun, keduanya walau sudah bekerja sama. Masih belum dapat mengalahkan Xi yang hanya seorang diri menghadapi mereka.
Dalam benaknya Kray Xi menjadi salah satu eksistensi yang paling berbahaya dan mengancam untuknya.
" Saat ini dia tidak dalam kondisi terbaiknya. Ini adalah kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali di masa depan... Aku harus lekas membunuhnya sebelum dia memulihkan kekuatannya. Orang ini... Dia sangat berbahaya! " Gumam Kray dalam hatinya. Energi primordian telah memadat di tangannya.
__ADS_1
Kray menatap Xi dengan tajam, mengarahkan niat membunuh nya yang besar kepada Xi.
" Dewa Kematian Hitam, bukan? Secara pribadi aku tak punya dendam padamu... Namun... " Ucap Kray tiba - tiba menghentikan perkataannya. " Aku akan membunuhmu sebagai balasan karena telah membunuh orang yang telah menciptakan ku. " Lanjut Kray melepaskam aura nya yang mengerikan lalu menembakkan sebuah sinar laser dari energi primordial yang telah ia kumpulkan.
Sinar laser itu melelehkan apa pun yang di lewatinya. Tidak peduli seberapa keras dan kokoh yang di lintasinya, akan langsung melemah.
Xi menanggapi itu dengan serius. Melapisi tangannya dengan sisik naga hitam yang sangat kuat dan mengubahnya menjadi armor. Dengan sisa tenaga yang di milikinya, Xi menepis serangan Kray. Yang membuat arah serangan itu berubah ketika di tepisnya.
Sinar laser yang sangat panas terlempar ke langit dan menembus atmosfer dunia. Hingga sinar laser itu berhenti dan menabrak bulan yang ada di atasnya. Menyebabkan sebuah ledakan yang sangat besar di bulan, bahkan suara dari ledakan itu sampai terdengar ke seluruh dunia.
Xi terkejut dengan kekuatan besar itu yang dapat menyebabkan kerusakan pada bulan. Puing - puing bulan yang di sebabkan karena ledakan itu terombang ambing di angkasa dan perlahan arahnya berubah dan jatuh ke dunia Cardial.
" Daya ledaknya begitu kuat. Aku ragu kalau tidak ku tepis tadinya tubuhku mungkin sudah menghilang. " Ujar Xi. Menunjukkan raut wajahnya yang sedikit berkeringat menyaksikan kerusakan yang terjadi pada bulan.
Puing - puing bulan yang jatuh ke dunia Cardinal, menjadi meteor - meteor yang akan menghantam daratan dewa dengan skala kerusakan yang besar.
Melihat ada kesempatan saat Xi menurunkan sedikit kewaspadaannya. Kray berinisiatif untuk menyerang Xi. Sebuah Trisula di rilisnya. Melesat ke arah Xi dengan sangat cepat sembari melancarkan sebuah serangan tusukan trisula yang teramat kuat.
Xi terkejut melihat serangan kejutan yang sangat cepat itu. Serangan itu di penuhi dengan kekuatan yang sangat besar. Sebuah satu serangan tusukan tunggal dengan niat untuk membunuh lawannya.
Serangan yang kuat itu tak lekas membuat Xi panik. Dengan sigap Xi mengelak ke samping untuk menghindari tusukan yang sangat berbahaya itu. Ketika menghidari serangan Kray, tidak sengaja Xi masih tergoras oleh trisula Kray yang lebar.
Sedikit terkejut karena goresan dari trisula itu langsung bisa menembus barier yang membungkusnya. Xi menjadi waspada pada serangan - serangan berikutnya yang di lancarkan oleh Kray.
Kray menyerang Xi dengan tusukan keras lagi dan lagi tanpa henti. Sementara itu, Xi hanya bisa mengelak, menunduk dan menghindari setiap tusukan dari Kray.
Tusakan trisula Kray sangat kuat dan cepat. Tergoras sedikit saja pasti dapat membunuhnya. Walau tidak mati mungkin akan menderita luka yang parah. Dan sulit untuk di sembuhkan bahkan dengan Ultra Speed Regenerasi.
Kray muak dengan Xi yang terus menerus dapat menghindari serangannya. Karena serangan bertubi - tubi tidak dapat melukai Xi, Kray mengubah gaya serangannya. Ia menyalurkan energi primordial ke trisula nya. Kemudian ia melompat tinggi dan berniat untuk menyerang Xi dari atas.
Kray menguatkan pegangannya pada trisula miliknya. Otot - otot tangannya mengembang bahkan sampai uratnya terlihat jelas seperti ingin keluar dari tangannya.
__ADS_1
Dengan trisula yang telah terisi penuh dengan energi primordial. Kray menyerang Xi dengan kekuatan penuh. Menusukkan trisula nya kepada Xi dengan sangat cepat. Tusukan Trisula Kehancuran dengan cepat langsung mengerah kepada Xi.
Pada awalnya, Xi berniat untuk mengadu kekuatan trisula itu dengan sabit hitamnya. Karena sadar dengan kondisi energinya yang telah menipis, mustahil untuknya dapat bertahan dari serangan tersebut. Xi pun mengurungkan niatnya untuk menyerang dan memilih untuk menghindari tusukan trisula itu dengan melompat ke belakang dengan jarak yang jauh.
Trisula mendarat di tenah dengan sangat keras. Membuat kehancuran di sekitarnya yang membuat puing - puing tanah itu beterbangan.
Tanpa sadar ketika Xi menghidari serangan tersebut. Terdapat sebuah luka yang membentang di dadanya. Luka itu di sebabkan oleh angin setajam pisau yang di hasilkan dari efek serangan tersebut.
Walau terasa sakit, memegang erat sabit hitamnya. Kemudian ia melemparkan sabit hitam itu dengan kuat kepada Kray yang masih ngestak di tanah karena serangannya yang meleset malah berbalik kepada dirinya.
Sabit hitam melayang dengan sangat cepat menuju wajah Kray yang terlihat terkejut melihat sabit hitam itu. Dengan sigap Kray mengangkat trisulanya dan menahanya.
BOOM!
Kray terdorong mundur beberapa meter. Sedikit darah mengalir keluar dari mulutnya.
" Tidak habis pikir... Sabit itu ternyata sangat berat. Bahkan beratnya melampaui trisula miliku, setidaknya 2 atau 3 kali lipat lebih berat dari trisula ku. Tadi itu pukulan yang benar - benar keras, bahkan sampai tulang rusuk ku patah. " Gumam Kray. Memegangi dadanya dimana tempat tulang rusuknya yang patah akibat benturan yang terlalu kuat dari sabit hitam yang di lemparkan oleh Xi.
Sabit hitam yang beratnya mencapai 9453 Ton masih melayang di udara. Ketika itu arahnya berubah dan kembali menghampiri Kray yang sedang terluka. Sebelum Sabit itu menghantam Kray lagi. Kray dengan sigap menghindarinya.
Membuat dirinya selamat dari hantaman keras dari sabit hitam itu.
Sabit hitam itu pun kembali ke tangan pemiliknya. Yaitu Xi. Dengan mudahnya Xi menangkap sabit hitam yang berat dan terbang dengan kecepatan tinggi itu hanya dengan satu tangan. Mengangkatnya dengan mudah dan terlihat seperti tidak memiliki beban sedikit pun ketika meletakkan sabit hitam itu di pundaknya.
Bagi Xi, mengangkat sabit hitam yang beratnya mencapai 9000 ribu ton lebih itu tidak lebih seperti mengangkat sebuah kapas. Tidak ada beban yang menyulitkan dirinya untuk mengangkat sabit itu.
Melihat Kray yang terdiam ketika menerima luka dalam akibat terbentur oleh sabit hitam. Xi berdiri tegak di sana dam berkata kepada Kray " Kray Sang God of Destruction... Benarkan? " Ucap Xi.
" Biar ku beritahu kau sesuatu... Awalnya aku tidak ingin bertarung denganmu walau ku tahu kau di ciptakan oleh Dewa Cahaya dari eksperimen selama 20.000 tahun lebih ini. Itu karena aku tidak punya dendam padamu. "
" Setelah mengalahkan Dewa Cahaya yang menjadi dalang dari kematian ayahku, aku sudah tidak punya niatan lagi untuk bertarung tapi... Karena kau ingin bertarung denganku dengan mengatasnamakan Dewa Cahaya. " Xi mengangkat sabit hitamnya dan mengacungkannya ke arah Kray. " Maka aku juga tidak akan segan denganmu! " Lanjut Xi melepaskan aura kematian yang sangat besar yang menutupi seluruh tempat. Nadanya dingin dan wajahnya menghitam, menunjukkan sosoknya yang menyeramkan di balik ketenangan yang selalu di tunjukkannya.
__ADS_1
Setelah kata - kata itu jatuh. Kray merasa seperti sedang di rendahkan oleh seorang Dewa yang telah kelelahan dan lesuh itu. Merasa tertantang dengan ucapan Xi, Kray tersenyum lebar dan tertawa lepas menyaksikan wajah serius Xi yang sangat menyeramkan.
" GAHAHAHAHAHA! " Kray tertawa lepas dan sangat kegirangan mendengar kata - kata itu. Matanya terbuka lebar dan seakan ingin keluar. " Menarik, sangat menarik! Gelarmu sebagai Dewa Kematian Hitan sekaligus Raja dari dunia kematian sangatlah cocok untukmu. Dan lagi itu seperti bukan hanya sekedar omong kosong. Baiklah, akan dengan senang hati aku akan bertarung denganmu. Akan aku pastikan aku akan membunuh Dewa Terkuat yang lahir di dunia ini dengan tanganku sendiri! "