LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 64


__ADS_3

Di dalam hutan, seseorang melayang ke arahnya hingga pingsan karena menabrak sebuah pohon. Lalu tiba - tiba sebuah seranga melayang ke arahnya, ia berhasil menghindarinya serangan tersebut, dan bertarung cukup sengit melawan pria berbadan besar yang menyerang nya.


Walau pria besar itu menderita luka sayatan dari dagger milik Xi, namun pria tersebut tampak baik - baik saja bahkan setelah racun masuk ke dalam tubuhnya. Pria besar itu pun terus menyerang Xi tanpa henti, sampai akhirnya saat ia tiba - tiba salah satu kakinya bertekuk dan membuatnya tidak bisa berjalan. Kini racun dari dagger Xi mempengaruhi tubuhnya.


" Sial... Ada racun di daggernya? Racun ini melumpuhkan kaki ku! " Gumamnya dalam hati sambil menatap Xi yang memegang dagger tersebut.


" Berakhir. " Ucap Xi melesat dengan cepat dan muncul di depan pria besar tersebut, sambil mengangkat daggernya ke atas.


Tampak wajahnya menjadi pucat saat Xi mengayunkan dagger pada dirinya. Namun, tiba - tiba ia terseyum dan berkata kepada Xi saat itu. " Kau lah yang berakhir. " Ucapnya. Dan tiba - tiba, sebuah akar tanaman yang banyak menyerang dirinya.


Segerah ia menyadari hal tersebut, ia langsung menghindarinya dan menjaga jarak dari pria besar tersebut. Tampak pria besar itu sekarang, telah di kelilingi oleh akar tanaman yang banyak, dan perlahan pria besar itu berdiri kembali setelah menghilang kan racun kelumpuhan dari dagger milik Xi, menggunakan sebuah potion penangkal racun.


Dari balik akar - akar tanaman yang lebat itu, seorang wanita muncul, bersamaan dengan tiga orang lain di belakangnya. Wanita itu tersenyum kepada Xi sambil berkata. " Wah kau bisa menyadari serangannya... Tapi kali ini tidak akan meleset. " Ucap wanita tersebut sambil mengedipkan matanya.


" Kirara, kau terlambat... Habis dari mana saja kalian? " Ucap pria besar itu sambil bertanya kepada mereka semua.


Wanita itu pun menjawab dengan pose yang menggoda. " Tadi aku habis mengejar musuh yang kabur... Kau tahu itu cukup merepotkan karena ia punya gerakan yang lincah, kayak ular. " Ucapnya sambil mengedipkan matanya.


[ Kirara ] Class : Mage ( Tipe pengendali tanaman ). Rank : B. Level : 68 Exp : 10000.


" Aku pikir tidak ada musuh yang bisa merepotkan mu Kuga... Kekeke ternyata ada ya. " Ucap salah satu pria berambut pendek sambil tertawa, menertawakan rekannya yang kesulitan dalam menghadapi Xi seorang diri.


[ Mooria ] Class : Petarung ( Tipe Hewan Buas Kura - kura merah,Tipe Defensif ). Rank : B. Level : 67 Exp : 10000.


" Bacot! Coba kau lawan dia sendiri! " Ucap Kuga dengan ekspresi yang kesal kepada Mooria.


[ Kuga ] Class : Fighter. Rank : B. Level : 68 Exp : 10000.


" Tapi bocah ini lumayan juga karena bisa menghadapi Kuga sedirian... Ayo kita bunuh dia. Akan repot kalau menjadikan dia musuh di lain waktu. " Ucap pria yang mengenakam jubah hitam dengan ekspresi yang percaya diri. Melihat kemampuan dari orang yang ada di hadapannya saat ini, ia merasa kalau pria tersebut akan menjadi musuh yang merepotkan untuknya nanti. Jadi sebelum itu terjadi, ia harus lekas membunuhnya.


[ Kara ] Class : Support. Rank : B. Level : 68 Exp : 10000.

__ADS_1


Namun sebuah suara yang tampak cemas muncul dan berkata. " Mem, mem, membunuh orang itu... " Ucap gemuk dengan wajah yang penuhi keringat. Sebelum ia selesai berbicara, Kara memotong pembicaraan nya.


" Ya, ya aku tahu kau mau mengatakan kalau itu bukan tindakan yang baik bukan. Kau tenang saja, ini gak lebih dari lima dekit kok. Gak ada orang lain yang akan melihat. " Kara dengan santai saat itu.


" Ja, jangan membunuh orang... " Ucap pria gemuk tersebut dengan khawatir.


[ Bans ] Class : Petarung ( Tipe hewan buas Keong perak. Tipe defensif ). Rank : B. Level : 65 Exp : 10000.


" Bacot kalian! Ayo lekas lakukan! " Teriak Kuga dengan keras dan kesal karena ia tadi di kalahkan.


Bans dengan wajah khawatir nya ia berkata " Jika, jika kalian ingin membunuh orang, maka... " Ucap Bans tiba - tiba berhenti, dan bertranformasi dalam bentuk manusia binatang nya. " Jangan sisa kan satu orang pun menjadi saksi aksi kita! " Lanjutnya dengan ekspresi wajah yang serius. Sebuah cangkang Keong berwarna emas muncul di punggungnya, serta dua buah antena muncul di kepalanya.


" Aku mulai duluan! Jarum tanaman! " Ucap Kirara melepaskan serangannya kepada pria yang ada di hadapannya. Sebuah akar tanaman yang panjang dan tajam, mengarah kepada pria tersebut dengan cepat.


Pada saat yang sama, saat akar tersebut hampir mengenainya, Xi berhasil menghindar. Namun Kuga langsung berlari ke arahnya dengan ganas.


" Tabrakan banteng! " Ucap Kuga dengan keras dan ekspresi wajah yang marah. Tiba - tiba, sebuah cahaya muncul dan menyelimuti dirinya.


Xi yang melihat situasi tersebut, ia memunculkan sebuah bola api di tangannya, dan menembakkannya ke tanah. Hingga terjadi sebuah ledakan yang menyebabkan asap yang tebal.


Hal itu berhasil membuat Kuga meleset, dan kehilangan jejak Xi saat itu. Namun, tanpa mereka sadari, Xi telah berada di belakang Kara saat itu, sambil bersiap dengan dagger yang ia pegang di tangannya.


Xi mengayunkan daggernya dengan cepat kepada Kara saat itu. Namun, sebuah perisai yang kuat memblokir serangannya. Hal itu, membuat Kara terkejut karena tiba - tiba Xi berada di belakangnya tanpa ada seorang pun yang merasakannya.


" Kau pikir bisa melewati pertahanan ku?! " Ucap Mooria, dengan seluruh tubuhnya di tutupi cangkang kura - kura berwarna merah. Saat itu, ia melindungi Kara dengan cangkang kura - kura merah yang ia pegeng di tangannya.


" Ohw. " Ucap Xi melebarkan telapak tangannya, dan api yang panas muncul dari sana. Dan membakar Mooria. Namun, sebuah serangan yang berupa akar menyerang dirinya. Hal itu membuatnya harus menjaga jarak dari mereka.


" Orang ini sulit di hadapi! " Ucap Kirara dengan ekspresi wajah yang kesal karena tidak dapat menahan pergerakan dari Xi.


Dengan cepat Xi melepaskan tiga bola api yang besar kepada Kirara. Namun lagi - lagi serangannya di blokir. Dan kali ini, sebuah cangkang keong emas yang keras menahan serangan tersebut.

__ADS_1


" Kuehh, apinya cukup panas! " Ucap Bans yang melindungi Kirara dengan punggung nya.


" Bans, apa kau baik - baik saja? " Tanya Kirara dengan khawatir, melihat Bans yang menahan tiga bola api sekaligus.


" Jangan khawatir... Tempurung ku ini keras. " Ucap Bans dengan wajah yang sedikit berkeringat.


Saat itu, Kirara memfokuskan sihirnya di satu titik. Tanaman yang banyak menjadi satu, dan menyerang Xi dengan kecepatan tinggi. " Terima ini, Tombak pembunuh! " Teriak Kirara dengan keras.


" Tambahan kecepatan 5% di tambah pagoda biru, kecepatan di tambah 5%. " Ucap Kara memberikan Buff kecepatan kepada Kirara. Tombak hijau yang besar itu, kecepatan nya bertambah laju saat Kara memberikan Buff.


Xi melompat ke atas, namun setelah ia menghidari serangan tersebut. Sebuah serangan yang kuat mengarah kepada dirinya, hingga membuatnya terjatuh.


" Cih, ada lagi... " Ucap Xi setelah jatuh dari udara. Namun ia masih baik - baik saja tanpa menerima luka sedikit pun.


Muncul dua orang tepat di dekat mereka. Satu orang pria dan satu orang wanita. Tampak mereka telah berubah dalam bentuk bintang buas mereka, yang merupakan seekor kucing, dan Komodo api.


Melihat ke datangan kedua orang tersebut, Mooria bertanya kepada mereka. " Kalian habis dari mana Gana, Ero? " Tanya Mooria kepada mereka berdua.


Lalu Ero menjawab dengan santai nya. " Tadi ada sekelompok monster yang menghambat kami. " Jawab Ero.


[ Ero ] Class : Petarung ( Tipe hewan Komodo api. Tipe main Attacker ). Rank : B. Level : 65 Exp : 10000.


" Dari pada itu... Apakah dia musuh kita? " Balas Gana sambil bertanya kepada mereka semua.


[ Gana ] Class : Petarung ( Tipe hewan Kucing. Tipe kecepatan ). Rank : B. Level : 65 Exp : 10000.


" Benar, dia cukup merepotkan. " Ucap Kuga yang dari tadi tidak bisa mengenai Xi saat ia menyerang.


" Kuga, Gana, Ero, kalian maju saja, aku akan memberikan kalian Buff. Tanah dia sebentar aku akan mempersiapkan yang biasanya. " Ucap Kara dengan keras.


Setelah kata - kata itu jatuh, mereka mengerti dan saling mengangguk, tampak wajah semangat mereka tunjukkan saat itu. Gana dengan bentuk manuisa kucingnya, melesat dengan cepat ke arah Xi menggunakan skill Kecepatan Kucing. Gerakannya sangat cepat, dan di tambah buff dari kara saat itu Tambahan kecepatan 5% di tambah pagoda biru, kecepatan di tambah 5%. Kecepatan nya, bertambah lebih cepat lagi.

__ADS_1


Xi dan Gana pun betarung dengan sangat sengit saat itu, petarungan kecepatan yang luar biasa antara Xi dan Gana di saksikan oleh mereka. Bahkan Kara, Mooria, Kuga, Kirara, Ero, dan juga Bans, tidak dapat mengikuti pergerakan mereka dengan mata mereka sendiri.


__ADS_2