
Ke esokan harinya, kabar di temukannya sebuah labirin di reruntuhan telah sampai di telinga para petualang di kekaisaran. Mereka berbondong - bondong pergi ke labirin bersama party mereka, party pahlawan juga demikian ikut dalam labirin, dan menarik perhatian semua petualang yang ada di sana.
Xi dan yang lainnya telah sampai di tempat labirin berada, di sana mereka melihat orang berkerumunan. Mereka sedang mengerumuni party pahlawan yang ikut dalam penaklukkan labirin.
" Sepertinya kau akan bertemu dengan party lamamu di dalam sana nanti Zurugi. " Ucap Airis dengan ringan.
" Ya, aku rasa begitu... " Ucap Zurugi sambil melihat kedua tangannya. Ia merasa ragu untuk masuk ke dalam labirin, tapi tidak ada waktu untuknya ragu lagi, ia mengepalkan kedua tangannya dan percaya kepada kekuatannya, dan juga dengan teman - temannya.
Party petualang dan party dari petualang lainnya masuk terlebih dahulu ke dalam labirin. Sebelum party petualang masuk ke dalam labirin, mereka melihat Zurugi ada di sana, dan memandanginya dengan sinis, mereka menunjukkan perasaan tidak senang kepada Zurugi.
Namun Zurugi mengabaikan hal tersebut, karena sekarang mereka bukanlah satu party lagi. Bisa saja mereka akan menjadi musuh saat di dalam nanti.
" Ohw sepertinya mereka semua sudah masuk... Sekarang giliran kita. " Ucap Xi, ia berjalan menuju pintu masuk labirin. Sesampainya mereka di dalam labirin, mereka berhenti sebentar. " Baiklah, dari sini kita akan berpencar. " Ujar Xi.
Mereka pun membagi tim, Xi bersama Yumiko dan Yanzams, Airis bersama Zurugi, Astia bersama Glaamy. Mereka setujuh akan keputusan Xi, walau sebelumnya Airis sempat perotes karena satu tim dengan Zurugi.
Mereka mulai berpencar mengambil jalan mereka masing - masing. Untuk memperluas jangkauan penjelajahan di dalam dungeon.
Airis dan Zurugi dalam perjalanan mereka di dalam labirin, mereka bertemu monster dengan Rank E, Airis menatap Zurugi lalu ia berkata. " Di antara kita, kau lah yang paling lemah, jadi... Cobalah untuk mempercepat ke naikkan levelmu, kalahkan mereka. " Ucap Airis dan menyarankan Zurugi untuk meningkatkan kekuatannya lebih cepat, karena musuh mereka lebih buruk dai apa yang di bayangkan.
Zurugi menganggukkan kepalanya. " Baiklah, Flamy ( Kelinci tanduk ), Roog ( Silver Wolf ) keluar lah. " Ia memanggil monster beast miliknya, dan kedua monster yang ia panggil muncul.
[ Kelinci tanduk ]
[ Rank : D ]
[ Level : 12 ]
[ Dapat berevolusi ]
[ Silver Wolf ]
[ Rank : D ]
[ Level : 15 ]
[ Dapat berevolusi ]
" Kalahkan mereka semua! " Ujar Zurugi sambil memberikan perintah kepada kedua monster Beastnya.
Kedua monster Beast itu, dengan patuh menjalankan perintah dari Zurugi. Mereka menyerang beberapa monster yang ada di hadapan mereka.
[ Cacing tanah ]
[ Rank E ]
[ Level : 5 ]
__ADS_1
[ Black Spider ]
[ Rank : E ]
[ Level : 8 ]
Kedua monster Beast Zurugi dapat mengatasi beberapa monster yang ada di hadapannya, tanpa ada terkena serangan sedikit pun. Mereka dapat membereskan beberapa monster itu dengan mudah.
" Bagus, kelihatannya kau mendapatkan monster yang cukup pintar. " Ucap Airis sambil sedikit memuji.
Mendengar itu langsung dari Airis, Zurugi menunjukkan ekspresi yang aneh. " Tumben sekali kau memuji ku. " Ucap Zurugi.
Dengan kesal Airis memukul kepala Zurugi hingga benjol, lalu ia meninggalkan Zurugi sendirian.
" Hei tunggu aku! " Ucap Zurugi sambil berlari menyusul Airis yang pergi sendirian. Dalam perjalan mereka, Airis hanya diam dan memperhatikan Zurugi yang menghabisi para monster yang muncul.
Bagi Airis monster - monster yang muncul di labirin ini bukanlah suatu yang harus ia tangani. Ia lebih memilih Zurugi untuk membereskan moneter - monster itu, untuk meningkatkan levelnya dengan cepat.
Setelah dua jam di dalam labirin, Zurugi naik beberapa level, dari yang awalnya saat ia masuk labirin berada pada level 18 naik ke level 20. Dan untuk kedua beastnya naik dua level juga dari level awal mereka.
" Kami naik dua level selama dua Jam ini... Ini cukup melelahkan. " Ucap Zurugi yang lelah.
Airis nemepuk pundak Zurugi dengan kuat, hingga membuat Zurugi kesakitan. " Itu wajar, jika kau ikut kami dari awal, mungkin... Kau sudah ada pada rank A. " Ucap Airis dengan ringan.
" Rank A? Tidak mungkin! Semua orang memiliki batasan, aku rasa aku tidak akan bisa naik ke rank A. " Ucap Zurugi.
" Itu menurutmu, kau lihat Glaamy dan Yanzams. Dulu rank mereka tidak setinggi diriku, mau pun Xi - Sama, tapi sekarang mereka sudah menjadi lebih kuat dari sebelum saat pertama kali kami bertemu. Jangan merendahkan kemampuanmu. " Ucap Airis sambil memberikan Zurugi untuk semangat.
Sementara itu, Xi, Yumiko, Dan Yanzams. Mereka dengan santainya mengelilingi labirin tanpa adanya gangguan, tidak ada satu monster pun yang mendekati mereka bertiga. Sambil berjalan Xi bertanya sesuatu kepada Yanzams.
" Yanzams, berapa banyak Undead Skeleton yang bisa kau summon? " Tanya Xi dengan ringan.
Sambil berjalan di sebelah Xi, ia menjawab. " Itu sekitar 600 lebih Xi - Sama, walau tidak sebanyak yang Xi - Sama harapkan, tapi mereka lebih unggul dari pada Undead lainnya. " Ucap Yanzams.
" Aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak puas dengan usahamu, berapa banyak yang bisa kau panggi bagiku itu tidak masalah. Selama kau dapat berkembang dan membatu ku itu sudah cukup. " Ucap Xi dengan ringan.
" Maaf atas kelancangan saya Xi - Sama. Tapi Xi - Sama tidak perlu khawatir, saya pasti akan terus melayani Xi - Sama. " Ucap Yanzams dengan sopan.
Xi hanya menganggukkan saja mendengar Yanzams memberikan ke setiannya kepada dirinya.
Sambil berjalan Yumiko menatapi Xi yang ada di sebelahnya, Lalu ia berkata. " Ternyata kau tidak selalu menjadi orang yang dingin ya. " Ucap Yumiko dengan ringan.
" Itu khusus untuk orang yang dekat maupun rekanku saja. " Ucap Xi dengan ringan.
" Tapi kenapa kau bisa sangat dingin kepada orang lain? " Tanya Yumiko dengan manis.
" Itu karena aku tidak mengenal mereka. " Jawab Xi dengan ringan.
__ADS_1
Pada saat yang sama, ada beberapa Orc di hadapan mereka menghadang jalan.
" Izinkan saja untuk membereskan mereka Xi - Sama. " Ucap Yanzams dengan sopan.
" Ok "
Yanzams melafalkan sihirnya dengan cepat, energi sihir membentuk beberapa lingkaran di sekitarnya, lalu melepaskan sihir itu kepada para para Orc yang ada di depannya. " Magic Missile. "
Magic Missile adalah sihir tingkat rendah, bahkan mage bitang satu dapat menggunakannya. Hanya saja, semakin banyak menggunakan sihir untuk membentuk Magic Missile, maka akan semakin kuat daya serangnya.
Para Orc yang terkena Magic Missile mati di tempat, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di sebuah ruangan.
Ruangan tersebut cukup luas, dan di depan mereka terdapat sebuah kotak harta karun. Namun di balik kegelapan yang menutupi tempat tersebut, ada sesuatu yang bergerak di balik kegelapan itu.
" Sepertinya kita ada penjaganya di sini. " Ucap Yumiko sambil memperhatikan sekitarnya.
" Iya, apa pun itu, pergerakannya sangat cepat. " Ucap Yanzams yang juga memperhatikan sekitarnya.
Pergerakan dari makhluk itu yang bergerak di balik kegelapan sungguh cepat, hingga sulit untuk merasakan pergerakannya. Mereka memperhatikan sekeliling mereka untuk berjaga - jaga akan serangan makhluk tersebut.
Saat makhluk itu mengentikan langkahnya, tempat itu menjadi senyap, namun Xi tahu jika Makhluk tersebut akan menyerang.
" Yanzams menghindar " Ucap Xi dengan ringan sambil memperingati Yanzams.
Mendengar perkataan Xi, ia menjadi waspada, suatu makhluk yang bergerak dengan cepat ke arahnya. Ia menyerang dari belakang ke arah Yanzams, dengan cepat Yanzams menghindari serangan dari makhluk tersebut.
Ia melesat saat menyerang Yanzams, dan sekarang bentuknya terlihat oleh mereka bertiga, ia adalah Shadow Cat, monster kucing yang di selimut oleh kegelapan.
[ Shadow Cat ]
[ Rank : C ]
[ Level : 40 ]
" Seekor kucing hitam. " Ucap Yanzams.
" Itu bukan sekedar Kucing hitam, monster itu dapat bergerak dengan cepat, bahkan serangannya sulit di tebak. " Ucap Yumiko.
" Walau Shadow Cat ini hanya Rank C, tapi... Kecepatan dan ketajamannya sangat mengerikan jika sudah mencapai Rank A. " Ucap Xi dengan ringan. " Yumiko bekukan semua ruangan di sini. " Lanjutnya sambil meminta Yumiko untuk membekukan seluruh ruangan.
Yumiko mengangguk, ia mengeluarkan sihir es yang kuat hingga membuat ruangan di tutupi oleh es yang tebal. Shadow Cat, menatap Xi dengan tajam, lalu ia dengan cepat menyerang Xi, kekuatan dari ketajamannya sangat kuat hingga membuat es yang di ciptakan oleh Yumiko dapat di potongnya dengan mudah.
Ia melesat ke Xi dengan cepat, namun saat matanya menatap mata Xi, ia merasakan sesuatu yang sangat mengerikan. Seketika ia tidak dapat bergerak karena ketakutan. Tubuhnya gemetar dan tidak dapat di gerakan sedikit pun, wajahnya panik dan di penuhi keringat saat melihat Xi.
Dalam pandangannya, Xi adalah seorang yang sangat mengerikan dan lebih kejam dari iblis. Dalam pandangannya itu, Xi adalah iblis itu sendiri.
[ Shadow Cat telah terkena efek Fear ]
__ADS_1
[ Fear : Memberikan musuh rasa takut yang luar biasa hingga membuat musuh menjadi lumpuh kerena ketakutan. ]
" Bagus, sebaiknya kau diam di tempatmu. " Ucap Xi sambil mengeluarkan satu Tamer of Paper lalu berjalan mendekati Shadow Cat.