LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 291


__ADS_3

Di masalalu, tepatnya 1001 kali sebelum pengulangan waktu di seluruh galaxy. Perang yang tiada hentinya di dunia Kardinal mengguncangkan dunia. Ketika itu, dunia benar - benar kacau dan tidak terkendali.


Perang yang berlangsung sangat lama itu menyebabkan kehancuran dimana - mana. Iklim di seluruh dunia menjadi kacau sehingga menimbulkan banyaknya sekali bencana alam. Seperti tsunami, gempa bumi, tanah longsong, gunung meletus, badai petir dan topan.


Kala itu dunia benar - benar dalam ke adaan tidak baik - baik saja. Dunia yang di jadikan tempat untuk mereka berperang benar - benar telah rusak. Seluruh pondasi dunia yang menjaga dunia Kardinal tetap seimbang telah runtuh dan hancur akibat terlalu benyak menerima kehancuran yang berlebihan.


Hanya perlu menghitung waktu ketika dunia itu akan meledak dan memusnahkan apa pun yang ada di dalamnya tanpa tersisa.


Krey yang sudah muak dengan perang tersebut, memutuskan untuk menggunakan seluruh kemampuannya untuk membunuh dewa cahaya beserta pengikutnya tanpa ampun.


Hari dimana Krey membantai seluruh dewa pendatang adalah hari dimana perang antara keduanya berakhir dengan kemenangan mutlak sebanyak 1001 kali dalam puluhan ribu tahun.


Tujuh tahun setelah berakhirnya perang, dunia mulai membaik dengan Krey yang memperbaiki pondasi dunia dengan kekuatannya dan saat itu juga bertempatan ulang tahun ke 7 untuk Xi.


Semua orang yang hadir di pesta ulang tahun Xi yang di adakan oleh Klan Black Dragon di hiasi dengan tawa gembira. Mereka semua sangat antusias melihat Xi yang girang dan lucu.


" Melia, putramu benar - benar lucu, kau membuatku sangat iri. " Ucap seorang wanita dari Ras naga lain sambil memeluknya Xi di pelukkannya dengan erat.


Xi yang di peluk oleh wanita lain yang tidak di kenalinya mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukan itu. Ia memberontak dan berusaha keras untuk melepaskan dirinya.


Berharap ketika Xi mengerahkan seluruh tenaganya akan lepas dari pelukan itu, akan tetapi tidak sedikit pun pelukan tersebut mengendur dan bahkan menjadi semakin kuat.


Xi yang geram karena tidak dapat melepaskan dirinya mulai berteriak dengan ekspresi kesalnya. " Aaaa, cepat lepaskan! Lepaskan aku! " Teriak Xi dengan kesal.


Wanita yang memeluknya itu melihat Xi yang berteriak malah semakin gemas dan semakin erat memeluknya.


" Kyaa, Xi kau manis sekali saat kesal. Tapi aku tidak akan melepaskanmu. " Ucap wanita itu.


Semua orang yang melihat nya tertawa dan beberapa sangat iri. Teman - temannya juga ingin memeluk Xi yang namun tidak di berikan oleh wanita itu.


" Hei, jangan mencoba merebutnya dariku! Tunggulah sampai aku puas dan akan aku berikan nanti. " Ucap wanita itu.


Yang lainnya perotes dengan sikap egois dari wanita tersebut. Mereka cukup kesal dan melontarkan beberapa kata.


" Haaa!? Kami tidak percaya itu, bahkan sampai pesta ini selesai kau tidak akan melepaskannya kan? "

__ADS_1


Mendengar protesan dari teman - temannya, wanita itu tersenyum lebar seakan tidak bersalah.


Karena wanita itu tidak kunjung melepaskan Xi, dengan paksa yang lainnya berusaha merebut Xi dari tangannya. Terjadi sedikit pertengkaran di dalam pesta itu walau itu tidak terlalu mengganggu pesta. Semua orang masih memutuskan untuk melanjutkan pestanya tanpa memperdulikan hal lainnya.


Sementara itu, Krey yang ada di luar tampak menatapi langit tanpa henti. Krey merasakan adanya sebuah energi aneh yang tidak di kenalnya baru saja melintasi dimensi. Krey berinisiatif untuk memeriksa ke adaan di luar sana namun ia mengurungkan niatnya karena pesta yang masih berlanjut.


Di saat Krey merasa bingung, Melia datang menemuinya sambil membawakan segelas air. " Kau sedang memikirkan apa Krey? " Tanya Melia kepada Krey sambil memberikan segelas air yang di bawahnya kepada Krey.


Krey menerima segelas air itu sambil berkata " Tidak... Tidak ada apa apa. " Jawab Krey. Sambil meminum segelas air.


Melihat Krey yang tidak seperti biasanya, Melia merasa kalau Krey menyembunyikan sesuatu darinya. Karena itu, Melia pun bertanya mengenai apa yang di sembunyikan oleh Krey darinya.


" Kau terlihat cemas, sebenarnya apa yang terjadi? " Ucap Melia sambil bertanya kepada Krey. Melia tahu kalau Krey sedang mencemaskan sesuatu itu karena Krey langsung menghabiskan segelas air yang di berikannya.


Melia dapat mengetahui itu karena dia sudah sangat memahami Krey. Ketika Krey merasa cemas atau gelisah, Krey akan selalu meminum air sambil memejamkan matanya.


Krey menghelakan nafasnya, tidak mengira kalau dirinya tidak dapat menyembunyikan ke cemasannya itu dari istrinya.


" Kau benar - benar licik, memberikan aku segelas air agar mengungkap ke cemasanku. " Ucap Krey. Dirinya sedikit mengeluh karena tidak dapat menyembunyikan hal yang membuatnya cemas.


" Tujuh tahun berlalu dan perang sudah berakhir. Tapi, aku tidak bisa tenang walau aku sudah menang. Perasaan dalam hatiku mengatakan kalau akan ada bencana besar yang terjadi yang melibatkan kehancuran dan kemusnahan di sembilan Galaxy... Aku tidak tahu apa itu tapi, ini benar - benar membuatku gelisah. " Ucap Krey kepada Melia.


Melihat Krey yang bingung, Melia mencoba untuk menghiburnya.


" Walau bencana besar itu datang, tapi ada kau di sisi kami. Sang Dewa Kematian dari dunia ini yang merupakan Dewa Terkuat di Galaxy. Aku yakin kita semua bisa mengatasinya ketika bencana yang kau khawatirkan datang. " Ucap Melia.


" Haaa, aku harap begitu, aku sudah bosan dengan semua perang dan pertempuran itu. Aku hanya ingin Xi, anak kita hidup bahagia tanpa adanya perang dan pertumpahan darah lagi. " Balas Krey sambil menghelakan nafasnya. Krey berharap apa yang di khawatirkan nya selama ini itu hanyalah sebuah kekhawatiran semata dan berharap itu tidak terjadi. Namun...


Timbulnya sebuah suara yang nyaring seperti pecahan kaca yang dapat terdengar oleh semua orang. Di langit, terdapat sebuah retakan yang besar yang membuat langit seakan terbelah menjadi dua sisi.


Krey dan Melia yang menyaksikan munculnya retakan itu sangat terkejut. Mereka berdua merasakan adanya sebuah energi yang sangat kuat dan sangat aneh.


Retakan di langit itu juga bukanlah retakan biasa, itu adalah sebuah retakan dimensi yang menghubungkan antara di mensi ini dengan di mensi lainnya.


" Krey, apa itu? " Tanya Melia kepada Krey dengan khawatir.

__ADS_1


Krey menyipitkan matanya yang melihat sebuah pancaran energi emas yang panas keluar dari retakan dimensi itu. Seketika saat Krey melihat besarnya energi yang keluar dari retakan itu, ia sadar kalau ada sebuah kehidupan di dalam retakan tersebut.


" Bahaya! Ada kehidupan asing di dalamya! Cepat bawa Xi pergi menjauh dari sini! " Ucap Krey dengan keras. Krey meminta kepada Melia untuk segerah membawa Xi pergi dan menjauhkannya dari tempat yang berbahaya.


" Apa?! Apa yang terjadi? " Tanya Melia.


" Akan terjadi sesuatu yang berbahaya, sekarang cepat bawa Xi... " Jawab Krey.


Sebelum Krey selesai berbicara, sebuah sinar cahaya emas dalam skala besar jatuh ke tanah dan menimbulkan sebuah getaran yang mengguncang dunia.


Getaran yang amat kuat layaknya sebuah gempa berskala besar membuat retakan yang sangat besar di daratan. Semua orang yang kala itu sedang asik menikmati pesta mereka, merasakan gempa yang mengguncang tempat mereka berada. Seketika itu langsung membuat kepanikan.


" A apa yang terjadi? "


" Apa terjadi sesuatu yang salah pada dunia ini? "


Semua orang panik serta bingung dengan situasinya. Gempa yang mereka rasakan tidaklah kecil, gempa tersebut bahkan sampai membuat tsunami yang besar yang menyapu daratan.


Melia berlari ke dalam dan bergegas mecari Xi. Dengan panik dan khawatir Melia mencari Xi yang sedang bermain. Tampak ketika Melia menemukan Xi yang baik - baik saja dan bahkan masih bermain - main.


Di kala semua orang dan anak - anak takut dan cemas, Xi terlihat senang dan seperti tidak merasakan apa pun. Getaran yang begitu hebat bahkan sampai mengguncang tempat tinggalnya, Xi masih terlihat senang senang dan tenang.


Melia langsung berlari ke arah Xi dengan cepat. Menggendong nya dan membawanya keluar dari rumahnya.


Xi yang di gendong oleh Melia tenang - tenang saja dan tidak melawan sedikit pun. Namun, Xi yang berada di pelukan itu dapat merasakan kecemasan dan kegelisahan di hati Melia.


" Ibu, apa yang terjadi? Kenapa ibu terlihat cemas? " Tanya Xi kepada Melia. Melihat wajah Melia yang seakan memucat membuat Xi bingung dan khawatir.


Melia yang terkejut mendengar penyataan itu, ia pun mencari alasan agar membuat Xi tidak takut dan berharap akan menghilangkan kekhawatiran nya.


" Tidak... Tidak apa, hanya saja kita harus pergi saat ini. Ayahmu saat ini sedang melakukan sesuatu yang penting. Ayahmu bilang kalau podasi dunia yang di perbaiki mulau runtuh kembali, dan ayahmu saat ini sedang memperbaiki nya. " Jawab Melia sambil terbang menjauh dalam bentuk manusianya sambil menggendong Xi.


Sambil terbang menjauh, Melia merasa khawatir dengan Krey yang ia tinggal sendiri an di sana. Namun, tidak ada yang bisa dia lakukan dan jika dia kembali ke sana, ia tahu kalau itu akan membebani Krey. Itu sebabnya Melia memutuskan untuk pergi menjauh dari lokasi yang jauh dari tempat yang berbahaya untuk mengamankan Xi.


Di lain sisi, seekor elang emas yang seluruj tubuhnya di selimut oleh aura pelangi yang sangat indah dan terang keluar dari retakan dimensi itu. Ukurannya sangat besar bahkan melebihi seratus gunung. Ukuran Krey kala itu tidak dapat di bandingkan dengan ukurannya, dan lagi kekuatan yang di pancarkan oleh elang emas tersebut sangat besar.

__ADS_1


" Harus di musnahkan! Bencana itu harus di musnahkan! " Ujar elang itu saat keluar dari retakan dimensi.


__ADS_2