LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 216


__ADS_3

Salah satu cabang yang di miliki oleh Guardian Celestial, seekor naga dengan rambut putih yang menutupi seluruh tubuhnya terbang menuju ke salah satu dari cabang Guardian.


Di luar sana terdapat banyak Guardian yang berjaga di bagian luar, menjaga ketat tempat tersebut dengan setiap dari mereka mengenakan senjata lengkap.


Naga itu membuka sedikit mulutnya, cahaya putih bersinar di dalam mulutnya itu, membuka mulutnya dengan lebar dan melepaskan sebuah serangan cahaya putih. Serangan itu menghantam para Guardian yang sedang berjaga di sana, setiap Guardian yang terkena serangan tersebut mati hingga tak tersisa sedikit pun dari tubuhnya.


" Ada serangan! "


" Angkat senjata kalian semua dan halangi musuh yang mencoba kemari! "


Setelah serangan itu mereka semua bersiap untuk menghadapi musuh yang datang, mengangkat senjata mereka semua untuk mengalahkan musuhnya. Saat mereka bergerak maju, banyak panah cahaya yang menembus tubuh mereka, dan membuat mereka terluka parah.


" Apa itu barusan? "


" Apa serangan seperti itu berasal dari naga itu? "


Mereka kebingungan karena serangan yang mengenai mereka sangat cepat dan ukurannya tidak lebih besar dari panah biasanya. Mereka bingung bagaimana bisa seekor naga melakukan serangan seperti itu.


Saat mereka melihat dengan jelas, di atas punggung naga itu terdapat tiga orang yang sedang menunggangi naga tersebut.


" Ada orang di atas naga itu! "


" Apa? "


Naga putih itu melakukan serangannya sekali lagi, bersamaan saat ia melepaskan serangannya, panah cahaya juga menghujani mereka.


Naga itu memijakkan kakinya di tempat Guardian berada, sambil menatapi Guardian yang ada di sana.


" Sepertinya kalian cukup terkejut dengan serangan barusan. " Ucap seseorang dengan suaranya yang merdu menenangkan mereka semua. Seorang wanita berambut pirang berdiri di atas pundak naga tersebut, sesambil menatapi para guardian yang ada di depannya.


" Hei apa maksudmu nyerang tempat ini? "


" Tahukah kau kalau tempat ini adalah tempat yang suci?! "


Para guardian sangat kesal karena wanita itu menyerang tempat mereka sambil membawa naga bersamanya. Wanita itu terseyum, dengan manis ia berkata.

__ADS_1


" Kukuku... Kedatangan kami kemari adalah untuk menghancurkan tempat ini. " Ucapnya dengan nada yang pelan, di atas mereka telah muncul sebuah bola cahaya yang sangat besar.


Mereka tertegu saat melihat bola cahaya tersebut, namun di antara mereka mengepakkan sayapnya dan bergerak dengan cepat untuk menghentikan Wanita yang ada di punggung naga itu.


Namun sebelum mereka sampai, tubuh mereka terlebih dahulu terpotong - potong.


Seorang wanita dengan pedangnya yang sangat tajam menginjakan kakinya di lantai, menyarungkan pedangnya kembali sambil berkata " Astia kita cepat selesaikan ini, Xi - Sama hanya memerintahkan kita untuk mengacaukan tempat ini saja. " Ujar nya kepada wanita berambut pirang itu.


" Aku tahu Airis, kau tidak perlu mengingat aku tentang itu... Zen bersiaplah, kita serang besama - sama. " Balas Astia sambil meminta naga yang ia tunggangi untuk bersiap menyerang.


Naga itu mengangguk dan membuka mulutnya lebar - lebar, cahaya putih bersinar terang dari mulutnya dan bersamaan ia melepaskan serangannya besamaan dengan Astia.


Terjadi ledakan yang sangat kuat di tempat tersebut, ledakan itu sangat kuat sampai - sampai menghancurkan setengah dinding yang melapisi tempat itu.


" Sepertinya serangan kita masih kurang Zen. " Ujar Astia.


Naga itu mengangguk setuju. Zen adalah naga yang sebelumnya adalah Snowball yang telah berevolusi, saat ia masih berupa sebuah telur, ia menetas di dalam Abyss dan lahir kembali menjadi seekor naga. Dan perkembangannya sangat cepat saat ia berada di dalam Abyss, bahkan kekuatannya hampir menyetarai Kazuki.


Seseorang bejalan menghampi Airis, sambil berjalan ia berkata " Kita gak akan pergi begitu saja kan? Aku juga belum mulai loh. " Ucap seorang wanita dengan dua sayap merah di punggungnya.


Di tempat yang lain, Xi menerobos masuk ke dalam menara Guardian, semua guardian yang ada di dalam sana sontak langsung mengarahkan sejata mereka kepada Xi.


Pertarungan yang sengit berlangsung sangat lama antara Xi dan para Guardian, banyak Guardian yang terbunuh karena bertarung melawan Xi, namun Xi juga menderita luka di punggungnya karena serangan Guardian.


Pertarungan terus berlanjut, tempat itu semakin kacau karena sangat sulit untuk mengalahkan Xi walau ia sudah terluka sangat parah. Salah satu Guardian dengan cepat melesat ke arah Xi dan menusukkan tombaknya tepat mengenai punggung Xi.


Xi menatapi Guardian tersebut dengan kesal, saat ia sedang di alihkan oleh Guardian itu, banyak senjata lainnya yang menamcap di tubuhnya, menusuk dirinya hingga menembus tubuhnya.


" Hahaha kau berani macam - macam dengan kami inilah akibatnya. "


" He kuat apanya ini mah hanya sampah ahahaha "


Saat mereka menghina dan menertawakan Xi, tiba - tiba tubuh Xi yang telah tertusuk oleh senjata mereka mulai hancur perlahan lahan. Kepingan kecil jatuh perlahan mengupas kulitnya, saat semuanya telah terjatuh, terlihat sosok yang sebenarnya dari orang yang telah mereka kalahkan.


" A apa... Apaan ini... "

__ADS_1


" Ke kenapa? Kenapa bisa jadi seperti ini? "


Mereka semua kebingungan melihat sosok yang telah mereka serang, tidak menyangka kalau mereka telah membunuh salah satu dari pemimpin merana. Segerah mereka menarik senjata mareka karena panik, mereka menghampirinya untuk mengobati luka yang di derita olehnya.


" Per pergilah uhuk... Cepat pergi... " Ucap Guardian yang sedang sekarat itu.


" Pemimpin tenang saja kami akan menyembuhkan mu. " Ucap salah satu dari mereka.


" Itu sudah terlambat... Orang itu sangatlah mengerikan dan kejam... AARRGHHHH " Tiba - tiba tubuhnya bercahaya dengan sangat terang menyilaukan pandangan mereka semua, tubuhnya memancarkan cahaya yang sangat terang dan tak lama tubuhnya meledak.


Ledakan yang terjadi itu menyebabkan setengah dari tempatnya berpijak hancur berantakan.


Sementara itu, Xi yang sedang menghampiri Apocalyps Lord of Predator, Apocalyps The Last Giant King, serta Awakening Dragon Lord Raging Flame Extermination yang tidak jauh dari tempatnya berada.


" Kukuku " Awakening Dragon Lord Raging Flame Extermination tertawa " Aku tak menyangka kau akan sekejam itu. " Ujarnya melihat tindakan Xi yang membantai habis semua Guardian yang ada di dalam markasnya tidak lebih dari satu menit.


" Aku bosan melawan mereka... Jadi kenapa kalian kemari? " Tanya Xi kepada mereka bertiga.


" Tentu saja, kami kemari untuk mendiskusikan sebuah rencana bersama denganmu. " Ujar Awakening Dragon Lord Raging Flame Extermination.


" Mendiskusikan sebuah rencana? " Tanya Xi dengan bingung.


" Ya, di antara yang lainnya, aku rasa kau lah kandidat yang paling cocok untuk ikut serta dalam rencana ini. " Ujar Apocalyps The Last Giant King.


" Aku akui semua Apocalyps itu kuat, tapi... Kau punya sesuatu yang tidak mereka punya. " Ujar Apocalyps Lord of Predator.


Xi bingung apa yang di masud oleh Apocalyps Lord of Predator. Melihat wajah bingung dari Xi, Apocalyps Lord of Predator memperjelas apa yang ia maksud.


" Kau punya salah satu Fragmen yang kami perlukan, dengan Fragmen itu kita bisa mendapatkan kekuatan yang luar biasa bila nantinya ke enam Fragmen terkumpul. " Ujarnya sambil menjelaskan yang ia maksud.


Xi mengerti apa yang mereka inginkan " Oh maksud mu itu Fragmen Power of Abyss. Aku memang punya tapi aku tidak akan memberikan kepada kalian begitu saja. " Balas Xi dengan dingin.


" Aku sudah menduganya, kami pun tidak akan memintanya untuk sekarang sebelum ke lima Fragme lainnya terkumpul. " Ujar Awakening Dragon Lord Raging Flame Extermination.


" Karena itu belum terkumpul maka tidak akan aku berikan, sampai jumpa. " Balasnya dengan dingin dan meninggalkan mereka. Urusannya telah selesai dan menyerahkan sisanya kepada mereka.

__ADS_1


Xi pun pergi dari tempatnya dan menghampiri Yumiko yang keberadaanya cukup jauh darinya.


__ADS_2