LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 224


__ADS_3

Ledakan besar yang secara terus menerus terjadi di dekat hutan kematian, kedua pasukan saling berperang dan menghancurkan satu sama lain. Tidak peduli seberapa banyak mereka yang telah jatuh, mereka tetap maju untuk mengalahkan semua musuhnya.


" Hahaha apa kau berpikir kalau dengan jumlah kalian yang sedikit bisa mengalahkan kami? " Ucap seekor monster berukuran cukup besar dengan wajah yang sangat menyeramkan. " Mana mungkin kau bisa mengalahkan pasukan ku, hahaha... Aku King of Monster Humanoid akan membunuh mu di sini. " Ucapnya dengan sombong sambil menghancurkan pasukan kegelapan.


Ia menyerang membabi buta, dengan ganasnya serangan berskala besar ia lepaskan terus - menerus hingga membuat tanah hancur karena serangannya.


Seorang pria dengan santainya memblokir semua serangan dari King of Monster Humanoid, hingga serangannya mengenai pasukannya sediri, namun King of Monster Humanoid tidak menghiraukan itu dan terus menyerang pria yang sedang ia lawan itu.


Dengan seyum santainya yang bertarung melawan King of Monster Humanoid, ia juga memperhatikan Darkness Army yang ada di sekitarnya, melihat Darkness Army kelas bawah telah banyak yang hancur dan tidak muncul kembali membuatnya sedikit berkeringat memikirkan hal tersebut.


Namun ia tetap tenang karena ia memiliki sesuatu yang sangat mustahil di miliki oleh orang lainnya.


" Pasukanmu sudah aku hancurkan, memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan pasukan remehmu itu? " Tanya King of Monster Humanoid dengan sombongnya kepada pria tersebut sambil merendahkannya.


Pria itu terseyum, lalu ia berkata " He kau banyak omong sekali. Biasanya yang paling banyak omong itu yang mati duluan. " Balas pria tersebut sambil tersenyum serta mengayunkan pedangnya.


Merasa terhina dengan apa yang di katakan oleh pria tersebut, King of Monster Humanoid memperkuat serangannya, serta memperhambat waktu untuk pria tersebut agar pria tersebut tidak dapat memblokir serangannya.


Namun pria tersebut masih dengan wajah tenangnya ia memblokir semua serangan yang memgarah pada dirinya, ia masih dapat terseyum.


Dalam pikiran King of Monster Humanoid ia berpikir ' Ba bagaimana mungkin dia masih bisa bergerak seperti itu setelah aku memperlambat waktunya? ' Pikirnya pada saat itu dengan kebingungan memenuhi kepalanya. Ia terus menyerang pria tersebut, bahkan dengab serangan sinar cahaya hijau yang ia lepaskan dengan enetangnya dapat di blokir oleh pria tersebut.

__ADS_1


" Ka kau... Siapa kau sebenarnya? " Tanya King of Monster Humanoid kepada pria tersebut dengan dahi yang berkeringat sertelah menyaksikan semua serangannya di blokir.


Pria tersebut terseyum, dengan bangga dia berkata. " Aku bawahan yang setia dan akan terus melayani Xi - Sama. " Ucapnya dengan terseyum, ia menyarungkan pedangnya perlahan dan dengan perlahan mengeluarkannya lagi, sambil berkata " Aku Death Knight Abyss Ranbel... Aku lah orang yang akan menghabisi mu di tempat ini karena telah berani menghina tuan ku Xi - Sama. " Lanjutnya dengan mengarahkan pedangnya ke arah King of Monster Humanoid.


King of Monster Humanoid benar - benar kesal dengan pernayataan dari Ranbel, ia merasa wajahnya sangat sakit karena penyataan tersebut. Ia merapatkan giginya rapat - rapat, dari dalam mulutnya muncul asap berwarna hijau berserta energi sihir yang mengalir di mulutnya.


" Beraninya kau menghinaku!! Mati kau!! " Ujar King of Monster Humanoid sambil melepaskan serangan sinar hijau yang sangat kuat, bahkan tanpa menyentuh tanah, tanahnya hangus terbakar hingga hangus hanya dengan lewatan dari cahaya hijau tersebut.


Ranbel terdiam sambil memegang pedangnya dengan kedua tangannya, ia memjamkan batanya mengalirkan energi sihir miliknya pada pedangnya tersebut. Seketika pedangnya bercahaya terang dengan cahaya ungun yang bersinar di pedangnya.


Perlahan ia membuka matanya perlahan dengan tingkat ke fokusan yang sangat tinggi. Dengan kuat ia menebaskan pedangnya dan menebaskan pedangnya pada cahaya hijau tersebut.


Hal itu membuat King of Monster Humanoid tercengang, serangan kuat miliknya yang dapat memusnahkan gunung dapat di blokir hanya dengan sebuaj tebasan pedang.


" Ti tidak mungkin... " Ujar King of Monster Humanoid yang terkejut.


" Bukankah kau tadi bertanya, " Apakah aku bisa mengalahkan mu dengan jumlah pasukan yang sedikit ini? " Tentu saja kami bisa mengalahkan kalian semua. " Ujar Ranbel sambil tersenyum. " Atas izin dari sang penguasa dunia kematian, aku, Ranbel meminjam kekuatan tuan ku yang agung Xi - Sama... Memerintahkan kalian yang mati untuk bangkit kembali! " Ucapnya dengan keras dan bangga.


Mereka, para monster yang telah mengorbankan diri mereka untuk berperang, namun akhir dari darah mereka tidak di akhiri dengan kematian, namun berakhir dengan kebangkitan kembali dari kegelapan yang terdalam.


Pasukan Darkness Army dengan jumlah besar bangkit atas perintah Ranbel. Sambil tersenyum Ranbel mengarahkan pedangnya pada King of Monster Humanoid.

__ADS_1


Hal yang di lakukan oleh Ranbel membuat wajah King of Monster Humanoid sangat sakit. Dengan marahnya ia memperbesar dirinya dan menyerang Ranbel sambil berkata. " Mati kau! B*jingan sialan!! " Ujarnya dengan sangat marah.


Sementara itu di dalam labirin, seseorang dengan kekuatan yang sangat kuat dan luar biasa menerobos masuk, dengan cepat ia menerobos hingga ke lantai 90. Semua monster yang menjadi penghalang di lantai - lantai sebelumnya telah di kalahkan, walau mereka kalah dan terbunuh di dalam labirin, tapi mereka dapat bangkit kembali karena mereka adalah penghuni labirin yang menjaga labirin atas perintah Xi.


Sementara di lantai 90 terjadi ledakan yang kuat hingga menggetarkan lantai 90. Dari ledakan yang besar itu, tercipta sebuah asap yang tebal. Dan dari asap yang tebal itu, terdapat empat orang yang terhempas keluar dari asap yang tebal tersebut.


Dari balik asap tedapat sepasang mata berwarna merah menyalah, sosok itu terseyum kejam sambil menunjukkan giginya yang sangat tajam, bahkan lebih tajam dari sebuah pedang. Daru mulutnya keluar api yang berkobar - kobar, dan ia melepaskan serangannya saat ia merasa sudah siap.


Ia melepaskan serangannya yang sangat kuat, membuat serangan api berskala besar yang membentuk sebuah pilar api.


" Menghindar!! " Ujar salah satu dari mereka mengarahkan kepada mereka bertiga untuk menghindari serangan yang kuat tersebut.


Segerah mereka menghindari serangan tersebut, serangan api berskala besar dengan cepat menghatam tanah dan menyebabkan ledakan yang kuat.


Mereka yang melihat efek dari kekuatan ledakan tersebut, mereka sangat berkeringat. Hingga diri mereka tidak yakin bisa menghadapi musuhnya kali ini.


" Kuahahaha, dasar para cecunguk... Menyerah saja kalian, kalian itu bukan lah lawan ku. Aku adalah Dragon Awaking Flame Incarnation Ignatius, sosok yang sangat di segani di dunia ini. " Ucapnya dengan melototi mereka berempat.


Mereka berkeringat karena kesakitan dan juga kelelahan untuk menghadapi musuhnya.


" Musuh kita kali ini terlalu kuat... Dia bukanlah lawan yang bisa kita hadapi. " Ucap seorang pria dengan dua tanduk di kepalanya. Sambil menata mata musuhnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2