
Di waktu yang berbeda, Gred dan Yuuji yang terus bertarung di lembah kematian menyebabkan kehancuran, tebing - tebing dari lembah kematian runtuh, serangan kuat saling beradu menentukan siapa yang terkuat di antara mereka.
Selama tiga hari tiga malam mereka bertarung tanpa hentai, membuat tabrakan energi mereka semakin menjadi.
" Sungguh... Kau masih kuat seperti dulu. " Ucap Gred, ia mengakui kehebatan dari Yuuji.
Yuuji sebagai seorang High Elf yang telah hidup lama, tentu saja dia akan menjadi kuat seirang berjalannya waktu.
" Benarkah? Aku pikir kau lah yang bertambah kuat. " Ucap Yuuji dengan ringan. Ia mengakui kemampuan dari Gred berbeda dari sebelumnya.
Lembah kematian yang telah hancur serta tebing yang telah runtuh, mereka berdua berdiri di atas bebatuan yang hancur, dan saling menatap dengan tajam. Niat membunuh saling mereka lancrkan.
Sebuah serangan berkecepatan tinggi mengarah pada mereka, menyadari serangan itu Gred menghindari serangan tersebut, dan Yuuji menghancurkan serangan tersebut dengan menebaskan pedangnya ke arah serangan itu.
" Siapa yang barusan menyerang? " Tanya Gred dengan kesal karena ada orang yang mengganggu pertarungannya.
" Aku sudah menduganya. " Ucap Yuuji dengan tenang sambil melihat ke atas.
Di atas sana muncul banyak sosok bersayap putih, dan di antara mereka ada seorang wanita yang menunggangi pegasus dan tombak besar yang ia pegang di tangannya.
" Mereka... Siapa mereka? " Tanya Gred, ia tidak tahu siapa yang datang namun, ia masih kesal karena pertarungannya di ganggu.
" Mereka Guardian. " Ucap Yuuji dengan tenang walau mereka sedang di kepung.
" Hah?! Guardian? Siapa mereka? " Balas Gred dengan kesal.
Dari atas sana wanita itu angkat bicara. " Kalian dua makhluk yang berbahaya, aku akan membereskan kalian berdua. " Ucap Wanita itu.
" Ini tidak akan mudah... Heilen. " Ucap Yuuji dengan tenang.
Yuuji masih sangat tenang saat dirinya telah di kepung oleh banyaknya Guardian yang muncul, namun sebaliknya dengan Gred, ia masih sangat kesal dengan para penganggu yang datang.
Mereka bertiga saling menatap dengan tajam, dengan tubuh yang di penuhi dengan sihir yang meluap - luap, memegang senajata mereka masing - masing dengan erat.
Heilen mengangkat tombaknya, lalu ia mengarahkan tombaknya itu kepada mereka berdua yang ada di bawa sambil berkata. " SERANG MEREKA! " ujar Heilen memerintahkan Guardian yang ia bawa.
Mendapat perintah untuk menyerang Yuuji dan Gred, para Guardian yang ada di sana langsung melesat ke arah mereka berdua.
" Yuuji! Kita lupakan dulu permusuhan kita, ayo berkerja sama mengalahkan mereka! " Ucap Gred dengan keras.
__ADS_1
Walau Gred tampak seperti orang yang pemarah dan keras kepala, namun ia masih bisa mengerti situasi mereka saat ini. Dengan kondisi mereka yang telah bertarung selama tiga hari tanpa henti, tentu saja membuat enargi mereka terkuras.
" Aku tidak keberatan! " Ucap Yuuji dengan tenang, sambil mengayunkan pedangnya.
Ayunan pedang yang cepat dan indah, memotong banyak sayap Guardain yang berdatangan, membuat mereka terjatuh ke tanah begitu mudah.
Gred yang sedang kesal, dengan dua daggernya ia membunuh banyak Guardian yang menyerangnya, gerakannya yang cepat dan hanya fokus pada kecepatan dan ketajaman, membuat para guardian tidak dapat mengukuti gerakan dari Gred. Sebaliknya mereka terkena sayatan dari serangan Gred di tempat yang fatal.
Melihat pasukannya tidak dapat mengatasi kedua orang itu, Heilen turun tangan dan menyerang keduanya.
" Dia bukan lawan yang mudah! " Ucap Gred, ia mulai menjaga jarak dari Heilen.
Sedangkan Yuuji, ia saling bertukar serangan dengan Heilen, ayunan pedang yang cepat dan tajamnya tebasan pedang, memotong apa pun yang ada di hadapannya, entah itu batu, tebing, tanah bahkan Guardian.
Sedangkan di tempat lain, markas para guardian kedatangan seorang tamu yang mengenakan jubah berwarna hitam. Ia membunuh semua penjaga gerbang dan masuk ke dalam halaman markas guardian.
" Siapa kau? Hebat juga dirimu bisa menerobos kemari. " Ucap Seorang wanita di belakang orang yang menerobos masuk itu.
" Apa perlu aku menjawabnya? " Balas orang berjubah hitam. Menyerang wanita tersebut.
Pertarungan keduanya tidak dapat di elakkan, serangan saling mereka lancarkan dengan pergerakan yang cepat sulit untuk di ikuti oleh penglihatan mata. Mereka bergerak ke segala arah dalam pertarungan, keduanya bertarung dengan sengit, setiap pukulan yang beradu menghasilkan gelombang kejut yang hebat.
Suara langkah kaki yang kasar terdengar oleh mereka, semua guardian memperhatikan sosok yang ada di balik ledakan itu.
Sosok itu muncul dengan menggunakan juba hitam, menatap ke para guardian dengan sinisnya, sihir yang kuat terpancar dari tubuh sosok tersebut. Menekan para guardian yang ada di dekatnya.
" Energi yang kuat! "
" Apa - apaan orang ini... Dia sudah seperti raja iblis. "
" Dari mana asalnya kedua orang ini. "
Merasa kalau mereka bukan lawan untuk kedua sosok itu, mereka mundur perlahan dengan wajah yang di penuhi keringat.
Sosok itu melangkahkan kakinya berjalan menunu mereka, dalam sekejap ia berada di depan salah satu guardian, membunuh dengan mudahnya.
" Berpikir untuk lari... Mimpi saja. " Ucap sosok tersebut. Ia menggerkan tangannya dengan cepat, memukul setiap guardian yang ada di sekitarnya.
Tidak satu pun dari para guardian dapat menahan serangan sosok berjubah hitam itu, sedangkan untuk sosok berjubah hitam yang lain, ia sedang asiknya bertarung melawan salah satu dari guardian lord.
__ADS_1
Sosok juba hitam itu memunculkan bola cahaya merah di tangannya, melepaskan bola cahaya merah itu ke arah para guardian. Bola cahaya merah di lepaskan dengan cepat, menghasilkan ledakan yang besar beberapa kali.
Mereka tidak dapat menahan serangan yang kuat itu, mereka yang mencoba menghindar serangan itu, terpental karena efek ledakannya.
Bala bantuan mereka kerahkan, namun saat bala bantuan datang, mereka malah terkena serangan dari sosok berjuba hitam yang melemparkan bola cahaya merah. Guardian yang menjadi bala bantuan terbunuh oleh serangan itu.
Serangannya terus meluas, mengacaukan para guardian yang ada, saat satu serangan berukuran besar ia lepaskan, serangan itu bergerak sangat cepat di atas angin. Sesaat saat akan mengenai para guardian yang ada, sebuah serangan dengan kecepatan tinggi menabrak bola merah raksasa itu, dan menciptakan ledakan super besar di depan markas guardian.
" Ohw, menarik juga... " Ucapnya, ia melihat tempat para guardian berkumpul, di sana ada seseorang yang berjalan dengan santai menuju para guardian.
Penampilan seperti orang tua, namun dalam kondisi tubuh yang bugas seperti orang dewasa berusia 25 tahun, seorang pria yang menarik dengan sedikit keriput dan jenggot yang tipis, berpakaian rapi menatap sosok berjubah hitam yang melemparkan serangan bola cahaya merah.
" Alva - Dono! " Ucap para warrior guardian sambil menatap pria tersebut.
" Tidak aku sangka akan ada musuh sekuat ini sekarang. " Ucapnya sambil menatap sosok berjuba hitam itu.
Ia seorang penyihir yang luar biasa, keahliannya dalam menggunakan sihir sangat berbeda di bandingkan dengan penyihir lainnya. Seseorang yang memiliki kemampuan sihir yang hebat dan setara dengan guardian lord, seorang pria yang luar biasa di eranya. Sang The Great Wizzard Alva.
[ Nama : Alva ]
[ Ras : Half Human - High Elf ]
[ Class : The Great Wizzard God Nine Star ]
[ Rank : SS+ ]
[ Level : 310 ]
[ HP/MP : 15500000 ]
Alva menggerakkan tangannya dan mengarahkannya kepada sosok berjubah hitam itu, energi sihir mengalir ke tangannya dan menciptakan sebuah medan sihir yang menutupi kedua sosok berjubah hitam. Bahkan saat salah satunya sedang bertarung.
Ia menggunakan medan sihirnya dan mengunci kedua sosok tersebut, dari dalam cahaya biru mulai bersinar terang, sinar yang indah muncul perlahan dari dalam, sinar itu sangat memanjakan mata. Semua guardian yang melihat kehebatan dari Alva, mereka sangat kagum.
Medan sihir terus memunculkan cahaya yang terang, dan semakin terang seiring berjalannya waktu. Saat mencapai titik maksimalnya, medan sihir yang mengurung kedua sosok berjubah hitam itu meledak.
Dua ledakan besar terjadi secara bersamaan, mengguncangkan tempat tersebut, dan membuat suara ledakan yang begitu hebat.
__ADS_1