LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 189


__ADS_3

Terjadinya ledakan di depan markas utama guardian lord, menyebabkan munculnya kabut yang tebal. Pandangan mereka sangat di batasi oleh kabut tersebut.


Di lain sisi mereka yang melihat kehebatan dari Alva yang mengalahkan dua musuh dengan gampangnya, mereka sangat menganggumi kehebatan dari Alva.


" Alva - Dono, anda sangat hebat! "


" Bagaimana cara anda bisa menciptakan sihir sehebat itu?! "


" Berkat Alva - Dono pertempuran ini selesai dengan cepat. "


Ucap para guardian yang ada di sekitar Alva, mereka memuji - muji kemampuan dari Alva yang sangat hebat.


Namun Alva tidak menghiraukan hal tersebut, melainkan dia memerhatikan tebalnya kabut yang ia buat.


" Hei kalian... Jangan lengah... " Ucap Alva dengan pandangan yang serius.


Mendengar itu, mereka tampak bingung kenapa Alva tampak tidak puas dengan hasilnya.


" Alva - Dono... "


" Mereka masih hidup... " Ucapnya sambil menyipitkan matanya.


Kabut itu hilang perlahan, dari balik kabut itu tampak dua orang masih berdiri dengan santainya, seakan tidak terjadi apa pun pada mereka berdua.


Kabut menghilang seluruhnya, dan terlihat kedua sosok berjubah hitam itu yang sebenarnya. Dua orang wanita membuat kekacauan di markas guardian lord, salag satu wanita itu memiliki warna rambut merah muda yang indah, dengan parasnya ia membuat semua orang terdiam. Untuk wanita di sampingnya, dengan rambut biru yang lebat dan indah, memamerkan kecantikannya di hadapan mereka semua, seorang wanita cantik yang terlihat seperti seorang anak SMA.


" Sihir ini... Ini sangat familiar untukku. " Ucap Wanita berambut merah muda dengan ringan, sambil terseyum manis. Walau ia terkena serangan yang kuat, namun tidak ada guresan sedikit pun di tubuhnya.


" Walau ini sihir yang kuat, tapi belum cukup untuk membunuh kami. " Ucap wanita berambut biru.


Para guardian yang melihat hal tersebut, mereka sangat terkejut. Bagaimana mungkin serangan sekuat itu tidak melukai mereka, bahkan tidak menggerakkan mereka dari tempatnya.


Melihat salah satu dari wanita itu, Alva merasa sangat familiar dengan salah satunya. Wanita dengan warna rambut merah muda yang ada di hadapannya, ia sangat mengenali wanita tersebut.


Mereka berdua saling bertukar pandangan, mereka sangat bernostalgia.


" Tidak aku sangkah kau masih bisa menampakkan dirimu, merah muda. " Ujar Alva kepada wanita itu sambil terseyum.


Wanita itu tertawa kecil mendengar perkataan Alva, lalu ia pun membalasnya. " Jangan panggil aku dengan sebutan kusam itu, sekarang aku sudah punya sebuah nama. " Ucap Wanita itu sambil tersenyum manis. " Namaku Rose, panggilan aku dengan namaku yang indah ini. " Ucap Wanita itu.


Alva sangat terkejut, ia tidak mengira kalau wanita itu sudah punya nama ( Rose ), tidak menyangka kalau makhluk yang sangat berbahaya ini bangkit dengan tubuh yang sempurna dan sekarang telah memiliki nama.


" Orang sinting mana yang memberikan makhluk sepertinya sebuah tubuh dan nama? " Ujar Alva dengan wajah yang berkeringat.


Melihat Alva yang berkeringat melihat wanita itu, membuat salah satu dari Guardian Lord menjadi bingung. Karena itu ia memutuskan untuk bertanya kepada Alva.

__ADS_1


" Alva - Dono, memangnya ada masalah akan hal itu? " Tanya salah satu Guardian Lord Syira.


Dengan dahi yang berkeringat ia menjawab pertanyaan itu. " Ya, ini sangat masalah... Wanita itu bukan orang biasa. " Jawab Alva.


" Ha? "


" Dia salah satu yang sangat berbahaya, salah satu dari Primordial Demon yang sangat kejam. Si iblis merah muda. " Lanjut Alva.


" Iblis merah muda? Bukankah ia tunduk dengan Apocalyps Of Demon Lord? " Tanya Syira kepada Alva lagi.


" Tidak, yang ini berbeda... Sejak awal iblis sudah di bagi menjadi dua, antara yang memiliki tubuh sejak lahir, dan yang berbentuk spirit. " Jawab Alva.


" Yang tunduk dengan Apocalyps Of Demon Lord adalah primordial Demon merah muda yang memiliki tubuh sejak lahir, iblis itu berbeda dengannya. "


" Melihatmu seperti ini... Sepertinya kau pernah bertemu denganya. " Balas Syira.


" Ya, itu dulu sebelum aku bergabung dengan kalian. " Balas Alva.


Saat mereka sedang berbincang, sebuah serangan dengan kecepatan tinggi mengarah pada meraka.


Alva membuat sebuah perisai sihir yang berlapis menahas serangan tersebut. Serangan yang sangat kuat menghantam perisai yang Alva ciptakan dan menghasilkan ledakan yang kuat, sampai membuat perisainya hancur.


" Ayo bermain dengan kami, sebelum tuan kami datang kemari. " Ucap Rose menyerang dengan banyak bola cahaya merah yang ia sebar.


Lembah kematian itu di penuhi dengan mayat guardian yang terbunuh oleh mereka berdua.


Sebuah pusaran angin yang cepat serta tajam tercipta dari ayunan pedang Yuuji.


" wind tornado strike! " Yuuji meciptakan sebuah pusaran angin dan banyak guardian yang terjebak di dalamnya. Pedangnya bersinar biru terang, mengayunkan pedangnya dengan cepat ke pusaran angin itu. Dan membunuh ratusan guardian yang terjebak di dalamnya, serta ledakan dari pusaran angin menyebabkan banyak guardian yang terluka.


" Hah hah hah... Ini sudah sembilan hari kami bertarung tanpa istirahat sedikitpun. " Ucap Yuuji.


Dalam situasinya yang sulit, ia bertarung bersama dengan Gred menghadapi pasukan Guardian yang di pimpin oleh Heilen.


Tanah bergetar hebat, dan kabut yang tebal mucul di belakang mereka, ribuan monster semut bergerak dengan cepat mendekati mereka.


" Sekarang apa lagi? Kenapa banyak semut yang berdatangan kemari? " Ucap Heilen dengan kesal melihat semut - semut besar seukuran manuisa datang ke arah mereka semua.


" benar - benar tidak memberikan kami waktu untuk istirahat. " ucap Gred dengan kesalnya.


Ribuan semut yang memiliki kulit yang keras berdatangan, mereka bergerak dengan cepat menuju arahnya pertempuran. Dalam perjalan mereka, banyak panah es dengan kecepatan tinggi mengarah pada semut - semut itu dan menghantam mereka, namun itu tidak menghentikan pergerakan semut - semut itu.


Walau begitu jumlah mereka berkurang banyak, hal itu membuat Heilen dan Yuuji serta Gred terkejut melihat hal tersebut.


Seorang dengan jubah hitam muncul dengan santainya, melangkahkan langkah kakinya dengan ringan, sambil berkata. " Hei kalian berdua, aku punya urusan dengan wanita itu. Jadi kalian tidak keberatankan kalau aku ikut campur? " Ucap sosok berjubah hitam itu sambil menciptakan tombak es yang besar dan melepaskannya ke arah Heilen. Serta membekukan banyak semut yang berdatangan.

__ADS_1


Kembali ke tempat markas Guardian, di sana terjadi pertarungan hebat. Alva dan Rose bertarung dengan sengit, mereka saling melepaskan sihir mereka, walau begitu Rose masih santai dalam hal itu.


Dari pertempuran yang terjadi, gerbang markas terbuka, dari sana keluar sesosok makhluk yang memiliki aura yang mengerikan, sambil berjalan ia mengeluarkan suara yang tidak mengenakan.


" KIEEEEEYYYEEEE!! "


Makhluk itu berteriak sangat keras, ia tidak sabar untuk masuk ke dalam pertempuran. Sosoknya itu adalah seekor semut merah, namun ia dapat berdiri dan berjalan seperti manusia dengan dua kakinya, serta memiliki empat tangan di tubuhnya.


" KIEEEYEEEE... MUSUH AKAN AKU BUNUH MEREKA!! " Ucap semut itu melesat dengan cepat ke arah Rose.


Ia mengepalkan tangannya, dan memukul Rose dengan kuat sampai membuat lantai menjadi hancur.


Walau begitu Rose dapat menahannya dengan satu tangan. Walau serangan dari semut itu kuat, tapi itu bukan masalah untuk Rose.


Di saat yang sama, saat pukulan semut itu di tahan oleh Rose. Langkah kaki terdengar oleh mereka semua, suara yang mengerikan muncuk di belakang Rose.


Ada dua sosok yang muncul di belakang Rose, dengan salah satunya mengenahkan jubah hitam. Dan salah satunya terlihat seperti mengenakan armor, namun itu adalah sebuah tulang luar yang berbentuk seperti armor.


Rose menghempaskan semut tersebut dengan santainya, membuat semut tersebut menjauh dari Rose beberapa meter.


" A Zyx, kau sudah sampai. " Ucap Rose dengan manis.


Zyx adalah seekor kumbang, wujudnya humanoid dengan tubuh serangganya. Ia memancarkan aura yang sama mengerikannya dengan semut yang menyerang Rose.



" Rose, serahkan semut itu kepadaku! " Ucap Zyx dengan santai.


" Dengan senang hati, aku juga mau bermain dengan penyihir itu. " Balas Rose dengan manis.


Zyx bergerak dengan cepat dan dalam sekejap muncul di depan semut tersebut, memukul semut itu dengan kuat hingga membuatnya terhempas sangat jauh hingga menabrak dinding markas guardian.


Pukulan kuat dari Zyx membuat Alva dan Syira terkejut, mereka tidak dapat berkata apa - apa saat melihat semut itu di hempaskan dengan mudah oleh Zyx.


Semut itu bangun dan berteriak sangat keras, ia sangat marah saat kepada Zyx yang memukulnya hingga membuatnya terhempas sangat jauh.


Bersamaan dengan itu, pasukan bala bantuan dari para guardian datang, jumlah bala bantuan sangat banyak.


Sosok berjubah hitam itu berdiri di samping Rose, banyangan miliknya meluas, dan dari banyangan yang di selimut dengan kegelapan, muncuk banyak sekali pasukan dari sana.


Mereka adalah pasukan Shadow, serta IGRIS, Gideon, Jack O Lantern dan juga Celia muncul. Mereka berdiri tepat di belakang sosok berjuba hitam itu.


" Semua... Serang mereka! " Ucap sosok berjubah hitam itu.


Medengar perintah dari sosok berjubah hitan itu, semua pasukan Shadow bergerak dengan cepat menyerang para guardian, serta bala bantuan.

__ADS_1


__ADS_2