LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 275


__ADS_3

( Cahaya dan Kegelapan saling bertemu )


Semua orang di buat terkejut oleh serangan yang mengarah pada Dewa Cahaya langsung. Dan di akhiri dengan di blokirnya serangan tersebut oleh Dewa Pedang, namun ia menerima luka dalam walau tidak serius. Namun hal itu membuat semua Guardian sangat terkejut, Khususnya para jajaran demigod yang ada di sana.


Mereka semua berkeringat saat melihat Dewa Pedang terluka saat menahan sabit hitam itu.


" Bahkan Dewa Pedang Suci terluka saat menahannya... Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku yang menahan itu... " Ucap salah satu Demigod dengan wajah penuh keringat.


" Bukankah sudaj jelas hasilnya?! Kau akan mati kalau mencoba menahannya! Dari sini bisa di pastikan musuhnya bukan sembarangan musuh... Kita harus berhati - hati. " Balas seorang Demigod lagi pada Demigod lainnya.


Kumpulan asap hitam mulai memudar. Dari sana tampak seorang pria tampan dengan rambut berwarna hitam pekat, yang bahkan lebih pekat dari kegelapan. Pria itu menatapi mereka semua dengan tatapan dingin sembari memegang sabit hitam yang melukai Dewa Pedang di tangannya.


Dari belakang, muncul banyak makhluk keluar dari gebang tersebut dan memenuhi langit. Para raksasa berjatuhan dan menginjakan kaki mereka di tanah dewa. Dalam beberapa waktu, seluruh daratan telah di penuhi dengan raksasa, serta monster reptil yang sangat banyak berukuran 20 meter lebih.


Di langit, sebagian cahaya telah tertutup oleh banyaknya naga yang berkumpul di sana serta monster reptil lainnya yang dapat terbang.


Para Guardian mau pun Demigod sangat terkejut dengan jumlah monster yang keluar dari gerbang tersebut. Jumlahnya sangat banyak, sampai memenuhi setengah wilayah para dewa.


" Se seriusan ni... Kita akan menghadapi mereka semua? " Tanya salah satu Guardian dengan wajah penuh keringat saat melihat kumpulan jutaan monster yang ada di hadapannya.


" Memangnya kau mau kemana lagi? Ini perang, sudah tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi! " Balas Guardian lainnya dengan marah melihat Guardian itu yang mengeluh harus menghadapi semua monster itu.


Bagaimana pun, mereka adalah Guardian. Tugas mereka adalah melayani para dewa dan membantu para dewa untuk mengalahkan para dewa jahat itu. Dan saat ini semua pasukan dari para dewa jahat telah menginjakkan kaki mereka di tanah suci para dewa. Tentu saja itu menjadi sebuah kejahatan yang tidak dapat di maafkan oleh mereka semua. Makhluk kotor yang tidak suci menginjakan kaki mereka di tempat yang suci, dan di huni oleh tujuh dewa utama.


Gerbang yang menghubungkan antara Dunia Cardinal dan Dunia Dewa suci telah tertutup. Pada saat itu ke enam dewa jahat telah memasuki arena pertempuran bersama dengan seluruh pasukannya.


Sekarang di hadapan mereka semua, semua dewa jahat telah muncul. Dewa Naga Jahat Rartaloss, Dewa Kehancuran Lucid, Anakondray Dewa Racun Dokushi, Dewa Naga Kehancuran Ifaraige, Dewa Raksasa permulaan Astroi, Dewa Kematian Hitam Xi Arcadia. Mereka semua telah tiba di dunia para dewa suci untuk membuat kekacauan.


" Hahaha akhirnya kau datang Dewa kematian hitam, sepertinya kau datang kemari untuk balas dendam karena kematian ayahmu. " Ucap Dewa Cahaya sambil tersenyum kepada Xi. Matanya bersinar terang menunjukkan kebencian pada Dewa Kematian yang dulu mau pun yang sekarang ada di hadapannya. Ia benar - benar sangat membenci dewa kematian.


" Ya, kau benar... Hari ini aku datang untuk balas dendam kematian ayahku, karena itu AYO KITA MULAI! " Balas Xi dengan dingin dan mata merahnya yang menyalah terang.


Dewa cahaya cukup terkejut dengan perkataan Xi yang tidak takut untuk berhadapan dengan dirinya. Padahal, dalam segi usia dan pengalaman ia juah di atasnya, namun melihat Xi yang tidak punya rasa takut itu membuatnya menjadi sedikit gelisah.


Setelah kata - kata itu jatuh, semua monster berteriak kegirangan. Mereka pun langsung berlarian menyerang para Guardian yang ada di hadapan mereka semua. Dalam hal itu membuat daratan menjadi bergetar karena hentakan kaki mereka yang amat keras.


Guardian pun meniup terompet mereka dengan sangat keras, mengartikan perang telah di mulai. Semua Guardian mau pun Demigod mengangkat senjata mereka, dan menyerang kerumunan monster yang menuju ke arah mereka itu.


Kedua belah pihak pun saling bertabrakan, perang pun pecah. Monster mau pun Guardian saling membunuh tanpa memperdulikan nyawa mereka. Di langit banyak sekali lempar dari serangan sihir dan serangan berbagai elemen.


Semua monster menyatukan kekuatan mereka dengan tujuan untuk mengalahkan para Guardian dan Demigod. Suara hantaman pedang dan hancurnya perisai menulikan telinga. Teriakan semangat mereka telah berubah menjadi teriakan dan erangan, tanah yang indah telah di banjiri dengan darah mereka semua.


Antara para monster dan Guardian saling berperang dengan sangat sengitnya. Tidak satu pun dari mereka menginginkan kekalahan, yang mereka inginkan adalah kemenangan, untuk menunjukkan siapa penguasa dari tempat ini yang sebenarnya.


" Dewa Kematian Hitam! Terimalah kematianmu dan pergilah ke neraka bersama ayahmu! " Tariak salah satu Demigod dengan sangat keras.


Beberapa Demigod memcoba untuk menyerang Xi dengan mengeroyoknya. Berharap mereka dapat membunuh Xi dengan kekuatan mereka.

__ADS_1


Sabit hitam terangkat ke langit, aura yang mengerikan mulai menyelimuti sabit tersebut. Dalam satu ayunan dari sabit itu, membuat para Demigod terbunuh dengan tubuh yang terpotong hingga berkeping - keping.


Di saat itu, sebuah tebasan pedang yang sangat cepat menghantam kepalanya dengan sangat keras. Serangan diam - diam seperti itu sangatlah sulit untuk di hindari, bahkan untuk sekelas dewa seperti mereka semua. Semua orang di buat terkejut dengan Xi yang terkena tebasan pedang yang sangat cepat itu dari Dewa Pedang Suci.


" Hahaha, kau masih kurang pengalaman Dewa Kematian Hitam, kai masih terlalu dini untuk membalaskan dendam ayahmu! " Kata Dewa Pedang Suci sambil tertawa keras.


" Oh... Benarkah? "


Dewa Pedang Suci terkejut mendengar itu, tanpa ia sadari serangannya tidak mengenai Xi. Melainkan mengenai ujung gagang dari sabit hitam milik Xi. Itu benar - benar membuatnya sangat terkejut.


" Pertahanan Abnormal! Bagaimana mungkin!? " Kata Dewa Pedang Suci dengan raut wajah terkejutnya.


BANG! Xi memukul Dewa Pedang Suci dengan telak. Pukulan itu sangat kuat hingga membuat Dewa Pedang Suci jatuh dari ketinggian dengan sangat cepat. Daru atas Xi pun melanjutkan serangannya, dengan menebaskan sabitnya. Beberapa serangan yang tampak seperti bulan sabit mengarah pada Dewa Pedang Suci yang tersungkur.


BOOM! Beberapa serangan dengan skala besar menghantam serangan Xi, hingga terjadi sebuah ledakan yang amat kuat di udara. Dari ledakan itu, muncul beberapa orang yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Demigod, di dekat Dewa Pedang Suci.


" Dewa kematian hitam, kau sudah keterlaluan, kami akan menghapus keberadaan mu dari dunia ini. " Ucap salah satu dari kelima orang itu kepada Xi.


Namun, Xi membalasnya dengan melemparkan sabitnya dengan sangat kuat. Sabit itu pun melayang ke arah mereka semua dengan sangat cepat.


Melihat sabit hitam melayang ke arah mereka, sontak mereka berlima bersama dewa pedang suci membuat sebuah barier dari gabungan kekuatan mereka untuk memblokir sabit itu agar tidak mengenai mereka.


BOOM! DUAR! Sabit hitam milik Xi mengahantam mereka dengan sangat kerasnya. Bahkan perisai yang di buat dari gabungan kekuatan mereka tidak dapat menahan satu hantaman dari sabit itu.


Dewa Pedang yang menyaksikan itu pun bergumam di dalam hatinya " Bahkan dengan gabungan kekuatan kami... Kami masih tidak bisa menahannya, serangan tadi lebih kuat dari serangan sebelumnya. " Gumam Dewa Pedang Suci dalam hatinya.


Namun, baru saja ia selesai bergumam, Xi mendaratkan tendangannya tepat di kepala Dewa Pedang Suci. Sehingga kepala Dari Dewa Pedang Suci pun menghantam tanah dengan sangat keras. Efek dari tendangan itu sangat kuat sampai - sampai membuat kerusakan area di sekitar nya. Yang menyebabkan tanah di sekitarnya hancur dan berterbangan ke langit - langit.


Sambil melayang karena jatuh, mereka pun saling bertukar serangan. Enam melawan satu di saat itu membuat getaran yang sangat hebat di bawah tanah. Sehingga membuat daratan atas pun menjadi bergetar hebat seperti terkena gempa.


Xi mengumpulkan energi nya pada sabit hitamnya itu untuk memukul mereka berenam. Dengan sangat kuatnya ia menebaskan sabitnya itu, sampai membuat mereka terjatuh lebih dalam lagi dari sebelumnya. Dan mereka saat ini berada pada kedalaman 1000 meter dari permukaan tanah.


Dewa pedang dan beberapa dewa lainnya terluka sangat parah akibat di serang oleh Xi secara terus menerus. Mereka tidak sanggup untuk menandingi kekuatan Xi yang sangat luar biasa.


" Benar - benar kekuatan yang maha dahsyat... Pantas saja kau sangat percaya diri untuk membalas dendam... " Kata Dewa Pedang Suci sambil memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


" Kau sudah mau mati, jadi jangan banyak omong. " Balas Xi dengan ekspresi dinginnya. Ia memegang sabitnya dengan sangat erat, dan bersiap untuk mengakhiri Dewa Pedang Suci. Namun langkahnya terhenti setelah ia merasakan ada sesuatu keberadaan lain, selain mereka saat ini. Dan keberadaan itu tepat berada di belakangnya.


Xi pun menoleh kebelakang secara perlahan untuk melihat keberadaan macam apa yang ada di belakangnya itu sampai bisa mengeluarkan aura yang begitu mengerikan. Saat ia melihat kebelakang, ia membuka matanya lebar - lebar karena terkejut dengan sosok monster humanoid berbadan dengan seluruh tubuh penuh dengan kepala monster reptil.


Sosok Humanoid itu sedang duduk di sebuah kursi yang amat besar menatapi mereka semua yang sedang bertarung.


Dalam hatinya, Xi berkata " Makhluk apa ini? Apa mungkin inikah! LEOGOSAID?!! " Katanya dalam hati sambil menatap sosok humanoid itu yanh sedang duduk dan menatap dirinya di belakang.


Melihat Xi yang membeku terdiam, Dewa Pedang Suci pun tertawa keras. " Hahahaha! Sekarang kau sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menang, Makhluk yang ada di hadapan mu itu adalah makhluk yang aku ciptakan sendiri... Dia adalah senjata terhebat miliku. " Kata Dewa Pedang sambil tertawa keras.


Namun Xi tampak tidak menghiraukan perkataan dari Dewa Pedang. Akan tetapi, dengan itu ia tahu kalau Makhluk yang ada di hadapannya saat ini bukanlah Leogosaid yang sering di bicarakan oleh Dewa kehancuran. Dengan itu pun, Xi semakin penasaran, seperti apa sebenarnya Leogosaid itu? Dan seberapa berbahaya sampai Dewa Kehancuran memperingati dirinya untuk tidak menghadapi makhluk itu sendirian.

__ADS_1


Melihat ada seseorang yang tidak ia kenal masuk ke dalam ruangannya, Makhluk humanoid itu menyerangnya dengan ular - ular raksasa yang tergabung dalam dirinya. Dengan cepat lima ular raksasa itu menyerang sosok asing yang tidak di kenal itu.


SLAHSS! Xi dengan santai nya mengayunkan sabit hitam itu dan menghancurkan ular - ular yang menyerangnya tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya.


Makhluk Humanoid itu terkejut dengan sosok hitam yang dapat mengalahkan ular - ularnya dengan sangat mudah.


Sedangkan Xi menatap nya dengan tatapan sinis dan datar.


Tampak tentakel ular yang telah di potong oleh Xi itu beregenerasi dan memulihkan dirinya. Dewa Pedang pun tertawa melihat Xi yang tampak kerepotan dalam menghadapi makhluk ciptaanya itu.


" Hahaha, Kau tidak akan bisa mengalahkannya! Makhluk Ciptaan ku ini sangat kuat, bahkan ia setara dengan Leogosaid! Dia lah yang akan menjadi kehancuran untuk kalian semua, Ytoggod, bunuh b*jingan itu! " Kata Dewa Pedang sambil tertawa membanggakan makhluk buatannya. Ia juga memerintahkan makhluk itu untuk membunuh Xi.


Mendengar perintah itu, Ytoggod langsung menyerang Xi dengan tembakan api dan sinar laser berkali - kali. Ular - ularnya terus menembaki Xi dengan tembakan api dan sinar laser yang sangat banyak. Hal itu membuat Xi tidak dapat bergerak dari tempatnya berada.


Melihat sebuah kesempatan emas di depan matanya, Dewa Pedang Suci memerintahkan dewa lainnya untuk menyerang Xi bersama - sama agar dapat mengakhiri dewa kematian di tempat ini.


Mereka secara bersamaan pun melepaskan kekuatan terkuat mereka untuk mengakhiri Xi. BOOM! Terjadi sebuah ledakan yang amat kuat di bawah tanah. Ledakan kuat itu sampai membuat daratan terkena getaran yang sangat hebat.


Dewa Pedang Tersenyum setelah serangannya berhasil mengenai Xi. Namun, Dari balik asap tebal itu, sebuah serangan langsung menghantam dirinya dengan sangat kuat, hingga ia kehilangan satu lengannya. Ia pun terlempar sangat jauh dari tempatnya berpijak, dan akhirnya jatuh ke dalam sebuah kolam lava yang sangat panas.


Dewa Pedang tenggelam di kolam lava itu, dan seluruh tubuhnya terbakar oleh panasnya lava.


Melihat itu membuat dewa lainnya sanggat terkejut. Salah satu dari tujuh dewa utama terbunuh oleh Dewa kematian. Mereka pun gemetar ketakutan saat harus menghadapi dewa kematian tanpa adanya Dewa Pedang Suci. Saat ini mereka sangat mustahil dapat mengalahkan Dewa kematian dengan kekuatan mereka.


" Lari... Kita harus lari! " Ucap salah satu dari mereka memberikan usulan kepada yang lainnya untuk kabur. Akan sangat sia - sia jika mereka menghadapi Dewa kematian hitam di sini, kalau sudah tahu pasti mereka akan kalah.


Namun, belum sempat mereka bergerak untuk lari, Ytoggod menangkap mereka berlima dengan tentakel ularnya.


Melihat Ytoggod yang menangkap mereka, membuat mereka sangat bingung. " A apa yang kau lakukan Ytoggod! Cepat lepaskan kami! " Pinta salah satu dari dewa itu.


Namun, Ytoggod tidak mendengar perkataan dari dewa tersebut, lalu membunuh kelima dewa itu dengan sangat kejam. Ytoggod memakan ke lima dewa itu, untuk di ambil kekuatannya.


" Sepertinya kau sangat mahir dalam menyembunyikan diri, bahkan sampai tuanmu saja tidak tahu kalau kau dapat berpikir. " Ucap Xi sambil menatap Ytoggod yang memakan rekannya sendiri.


Ytoggod tersenyum. Tidak menyangka kalau dirinya akan ketahuan oleh Xi, bahwa ia memiliki kesadaran sendiri. Ytoggod tertawa keras, ia berkata kepada Xi " Huahaha! Kau sangat berbeda dengan tuan sampahku itu yang sering aku abaikan! Tapi, hari ini akan menjadi hari terakhir untuk hidup di dunia ini! " Kata Ytoggod dengan sangat keras. Ia telah menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya setelah ia menyerap kekuatan dari kelima dewa itu. Dan sekarang, dirinya punya kekuayan yang setara dengan Xi. Sang Dewa Keingkaran Ytoggod.


Setelah mendapatkan kekuatan yang lebih besar, Ytoggod menyerang Xi dengan tembakan api hijau beracun yang sangat panas. Namun, Xi tidak hanya tinggal diam saja membiarkan dirinya di serang. Ia menggunakan skill Gluttony untuk melahap serangan dari Ytoggod.


Ytoggod terkejut melihat Xi yang dapat melahap serangan terkuatnya.


Xi yang kesal, balik menyerang Ytoggod dengan nafas naganya yang sangat panas. Dengan telaknya, nafas naga Xi mengenai Ytoggod dengan sangat keras hingga membuat separuh tubuh Ytoggod hancur di karenakan tidak mampu menahan kuatnya serangan Xi.


Ytoggod yang di kalahkan dengan sekali serangan itu terjatuh ke dalam kolam lava yang sangat panas. Ytoggod sangat tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Xi tadi. Di sisi lain, Xi hanya menatapi Ytoggod yang tenggelam ke dalam kolam lava itu dengan tatapan dingin nya yang datar. Seolah ia tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada Ytoggod.


Ytoggod yang melihat tatapan sinis dari Xi, dirinya tidak dapat menerima penghinaan itu. Ia merasa sudah di remehkan oleh Xi sebagai sang dewa keingkaran. Ytoggod berusaha sekuat tenaga untuk meregenerasikan tubuhnya kembali, lalu menyerang Xi dengan pukulan kuatnya.


BANG! Hantaman dari sebuah pukulan kuat yang membuat sekelilingnya menjadi hancur.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak tidur saja bersam tuanmu itu?! " Ucap Xi dengan tatapan dingin dan sinisnya. Ia menahan pukulan kuat dari Ytoggod hanya dengan sebelah tangannya.


Ytoggod sangat terkejut dengan apa yang ia saksikan. Serangan yang baru saja ia lancarkan itu bukankah serangan biasa. Tapi Xi dapat menahannya dengan mudah hanya dengan satu tangan. " Ti tidak mungkin! Kau, kau harus mati! " Teriak Ytoggod dengan sangat keras hingga meruntuhkan tempat tersebut. Dinding - dinding yang ada di sekitarnya pun menjadi hancur. Dan dari balik dinding itu, terdapat banyak monster yang bermunculan dan langsung menyerang Xi dengan sangat brutal. " Hahahaha! Mati lah, matilah kau! " Lanjut Ytoggod sambil tertawa dengan sangat puas. Ia sangat yakin, kali ini Xi tidak dapat menghindari kematiannya lagi, dan akan berakhir di tangannya.


__ADS_2