
Kemunculan Gate setelah selesainya peperangan membuat mereka terkejut, dari dalam Gate itu terpancar energi sihir yang kuat, wajah mereka berkeringat karena kelelahan di pertempuran sebelumnya, walau kelelahan mereka tetap bersiap untuk bertarung misalkan orang yang muncul dari Gate tersebut adalah musuh.
Dari Gate langkah kaki terdengar, satu kaki mulai keluar dari Gate, menunjukkan diri mereka yang sebenarnya saat mereka telah keluar dari Gate.
Seketika melihat kedua sosok tersebut Venessa sangat terkejut, wajahnya menjadi pucat karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat, di dalam hatinya, ia berharap kalau yang ia lihat sekarang hanyalah sebuah mimpi.
" Rans! Heilen! " Ujar Syira yang terkejut karena keduanya adalah orang yang ia kenal.
Mereka berdua berjalan menghampiri kedelapan Guardian Lord itu, sambil tersenyum Heilen berkata kepada Syira " Lama tidak bertemu pelindung tanah suci Syira. " Ucap Heilen.
" Enam sayap emas itu, sepertinya kau punya kedudukan tinggi di sana ya Venessa. " Ujar Rans sambil meledeknya.
" Kalian berdua apa yang terjadi? " Tanya Venessa kepada Rans dan Heilen.
" Kenapa kalian tidak kembali ke markas saat diri kalian baik - baik saja? " Tanya Syira kepada Rans dan Heilen juga.
Keduanya saling memandang satu sama lain, mulai menjaga jarak mereka dengan para Guardian Lord. Sambil terseyum Rans berkata. " Tunjukkan kekuatan baru kalian kepada kami! " Ucap Rans, lalu melemparkan sebuah serangan sihir kepada mereka. Setelah itu Rans dan Heilen berlari menyerang mereka.
Merasa kalau diri mereka dalam bahaya dan mengetahui kalau mereka bukan lah teman mereka, kini mereka saling bertukar serangan. Saat itu pertarungan delapan lawan dua terjadi lagi, dan kali ini pertarungannya adalah melawan rekannya sendiri.
Rans menghadapi kelompok Venessa, pada saat itu Rans dengan mudahnya menyerang mereka semua tanpa ada satu pun serangan mereka yang mengenai dirinya. Rans sangat senang, seyum lebar di wajahnya menunjukkan ia sudah menunggu lama untuk hari ini, ia menghajar kelompok Venessa dengan senangnya.
" Rans, kenapa kau menyerang kami? " Tanya Venessa kepada Rans yang sedang bertarung dengannya.
Rans memukul perut Venessa dengan kuat, setelah itu ia berkata " Pikirkan saja urusan mu sediri dan jangan bertanya kepadaku. " Jawab Rans setelah itu ia memendang Venessa dengan kuat hingga membuat Venessa terhempas beberapa meter dari tempatnya.
Di lain sisi, Heilen juga dengan mudahnya melukai mereka semua, kelompok Syira pada saat itu tidak berkutik melawan Heilen. Mereka sangat kesulitan melawan Heilen yang memiliki pengalaman bertarung lebih baik dari mereka berempat.
__ADS_1
" Dia kuat sekali. "
" Heilen hentikan itu, kita adalah rekan. " Ujar Syira kepada Heilen.
Sambil memegang tangan Syira, Heilen berkata " Itu dulu, tapi sekarang itu sudah berbeda. " Balas Heilen dengan sinis.
" Apa maksud mu? Kau ini Heilen rekan seperjuangan ku, Heilen sang tombak ke adilan. " Ujar Syira berharap Heilen bisa sadar.
Namun Heilen dengan kuat memukul perut Syira hingga membuatnya muntah, setelah itu Heilen membalas " Sudah aku katakan kalau itu dulu, sekarang itu sudah berbeda lagi. " Balasnya dengan sinis.
' Ke kenapa? Kenepa Heilen jadi seperti ini? Di dia tidak pernah berbicara kasar kepadaku sebelumnya. ' Ujarnya dalam hati, ia sedih karena temannya sudah tidak sama lagi seperti sebelumnya.
Mereka pun melanjutkan pertarungan mereka lagi, dan saling bertukar serangan. Pertarungan telah berjalan selama 20 menit dengan kondisi Guardian Lord di hajar habis - habisan oleh Rans dan Heilen.
" Hahaha Seperti yang di katakan oleh Xi - Sama, mereka hanya sekumpulan orang lemah. " Ujar Rans sambil tertawa dan menyerang mereka semua.
" A kau benar, sepertinya Guardian Celestial tidak memberikan mereka banyak kekuatan. " Ujar Heilen.
" Tentu saja... " Balas Rans, keduanya mengumpulkan energi sihir di kedua tangannya, melepaskan dua buah serangan yang kuat ke arah para Guardian Lord. " Dia adalah tuan kami. " Lanjut Rans setelah melepaskan kedua serangannya.
Terjadi ledakan akibat benturan serangan dan pertahanan, namun dari kabut yang tercipta oleh ledakan, para Guardian Lord terhempas beberapa meter dari tempatnya.
" Ini sudah selesai. " Ucap Heilen. Saat mereka berdua baru melangkahkan kakinya untuk mendekati para Guardian Lord, sebuah serangan mendarat tepat di depan mereka, dan membuat mereka menghentikan langkahnya.
" Apa - apaan ini, menyebalkan sekali! " Ujar Rans dengan kesal. Karena ada yang menyerangnya.
Melihat ke langit, di atas sana terdapat sekali Guardian yang datang membantu. Mereka mulai mendarat dan membantu Venessa serta yang lainnya untuk menghadapi Rans dan Heilen.
__ADS_1
" Rans, Heilen kenapa kau menyerang kami? " Tanya Venessa lagi.
" Ha? Bukankah itu sudah jelas... Kalau kalian adalah musuh kami. " Ucap Heilen dengan tatapan yang sinis.
" Kapan kami pernah menjadi musuhmu? Kami semua menunggu kalian untuk kembali, tapi tapi kenapa kalian mengkhianati kami? Kanapa Heilen?!! " Tanya Syira dengan sedih.
Hielen menatap Rans karena ia bingung, kenapa sebagai musuh mereka memperdulikan musuhnya.
" Rans, Heilen... Apa bila kalian menyerah dan kembali bergabung lagi dengan kami, akan aku pastikan hukuman yang kalian dapat tidak akan berat. " Ujar Venessa sesambil membujuk mereka berdua.
Sementara itu Rans dari awal tidak pernah mendengarkan apa yang di katakan oleh Venessa dan juga Syira, namun ia sangat kesal karena ada orang lain yang membantu Venessa serta yang lainnya. Ia memberikan ekspresi yang kesal kepada semua orang yang ada di hadapannya.
Melihat Rans yang kesal, Heilen berkata " Aku akan membantu mu Rans " Ujar Heilen sambil melangkahkan kakinya.
Namun Rans menghentikan langkah Heilen dengan sebelah tangannya sambil berkata " Kau tetap diam di sini, aku akan menghabisi mereka semua sendiri! " Balas Rans sambil memunculkan kapak besarnya yang bersinar terang. Rans berlari ke arah kerumunan Guardian yang ada di depannya.
Begitu juga Heilen, ia memanggil tombak besarnya, bersama dengan Rans ia bertarung menghadapi semua Guardian yang ada.
Serangan dari keduanya menyebabkan hembusan angin yang sangat kuat hingga menghempaskan banyak guardian yang menyerang mereka. Tanpa ada keraguan sedikit pun, Rans menggunakan kapak besarnya untuk membunuh semua Guardian yang mengalangi dirinya.
Sesaat, saat ia sedang mengayunkan kapak besarnya, sebuah perisai yang kuat menghentikannya.
" Tidak akan aku biarkan kau melakukan seenaknya. " Ucap salah satu dari Guardian Lord yang baru sambil menahan serangan kuat dari Rans.
Rans terseyum senang, ia memperkuat serangannya, memasok energi sihirnya pada kepak besarnya, dan semakin lama kapaknya semakin berat.
Orang yang menahan serangan Rans wajahnya di penuhi keringat karena sulitnya menahan serangan Rans. Di karenakan kapak Rans yang semakin berat membuat dirinya menghantam tanah dengan kuat.
__ADS_1
Ia berteriak karena kesakitan, dengan kejam Rans menghancurkan kepala Guardian Lord tersebut dengan kapak besarnya. Sambil tersenyum Rans berkata " Kau berisik. Lebih baik kau mati saja. " Ujar Rans, setelah itu ia memandangi Guardian yang lainnya sambil tersenyum sinis.
Memegang erat senjatanya sambil tersenyum.