
Sanzun pergi meninggalkan Xi dan menghampiri saudara - saudaranya yang datang untuk membantunya. Sambil berjalan mendekati mereka, Sanzun memberikan sebuah isyarat kepada mereka untuk tidak bertindak macam - macam, atau pun bertindak sesuatu yang mencurigakan. Ia dapat merasakan adanya pancaran aroma yang sangat berbahaya bila ia mencoba untuk melarikan diri. Karena hal itu, ia pun mengurungkan niatnya, dan tidak jadi untuk berpikir melarikan diri.
" Adik! Jangan khawatir, aku baik - baik saja! " Kata Sanzun sembari melambaikan tangannya.
Melihat Suadaranya menghampiri mereka dengan kondisi yang baik tanpa ada luka sedikit pun, membuat mereka merasa sangat senang dan bersyukur. Segerah mereka turun dari tunggangan mereka, dan mendekati saudaranya itu.
" Kakak! " Serempak mereka berempat. Dengan senang mereka datang menghampiri kakaknya sambil berkata.
" Apakah mereka membiarkanmu pergi Kak? " Tanya Balbastar kepada Sanzun.
Sanzun pun menanggapi pertanyaan Sanzun dengan sebuah anggukan kecil. Mengisyaratkan kalau ia di izikan pergi.
" Hahaha! Sekarang kita tidak perlu khawatir lagi, dan sekaranh kita bisa merampas barang berharga mereka! " Kata Alans sambil tertawa.
Mendengar itu, Sanzun mengerutkan kening nya. Tampak saudara - saudaranya salah paham akan satu hal. Dengan tatapan mata tajamnya, Sanzun pun membalas " Hah? Merampas mereka? " Kata Sanzun sambil bertanya kembali dengan mengerutkan keningnya.
Alans tertawa. Sambil tersenyum lebar dengan munjukkan Kapaknya yang tajam, Alans pun berkata dengan percaya diri " Tentu! Mereka sudah berani memprovokasi Bandit hutan, jadi mereka pantas untuk mati! " Kata Alans. Sambil memegang erat kapaknya yang tajam dan berkilau saat cahaya matahari menyinari nya.
" Kakak Alans benar... Mereka mungkin dapat mengalahkan pasukan elite yang di pimpin oleh kakak, tetapi sekarang kita semua ada di sini, tidak peduli seberapa kuat mereka, tidak mungkin mereka dapat mengalahkan kita semua yang ada di sini! " Kata Bass dengan percaya diri. Dia juga setujuh dengan apa yanh di katakan oleh Alans sebelumnya, mengenai merampas barang milik ketiga orang itu.
Sementara itu, Airis mau pun Astia yang melihat itu hanya bisa menyembunyikan tawa kecil mereka di balik tangan mereka. Apa yanh di katakan oleh Alans itu menurut mereka itu terlalu percaya diri.
Di samping itu, Sanzun yang mendengar ocehan adik - adiknya itu yang membujuknya untuk membalas perbuat yang telah di lakukan kepadanya, ia merasa sangat geram. Sanzun mengepalkan tangannya dengan erat, dan dengan geram memukul ke empat wajah adiknya dengan sangat keras.
Saking kerasnya pukulan Sanzun, sampai - sampai membuat ke empat adiknya terjatuh ke tanah. Sambil memukul, Sanzun pun berkata dengan sangat keras " Yang ada kalian yang akan mati! " Kata Sanzun.
Sementara itu, para bandit lainnya, yang melihat ke empat pemimpin lainnya di pukul sampai jatuh oleh Boss besar mereka, mareka hanya bisa diam terkejut serta bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada Boss besar mereka sampai - sampai memukul adik - adiknya dengan sangat keras.
" Kakak, apa kenapa kau memukul kami? " Tanya Bass dengan bingung, mengenai perilaku kakaknya yang tiba - tiba saja memukul mereka.
Mendengar Bass yang mengoceh lagi, Sanzun pun memberikan mereka berempat sedikit pelayaran lagi. Ia memukul ke empat adiknya dengan sangat keras, seperti emak - emak yang memarahi anaknya dengan sebuah sapu ijo. Bersamaan dengan itu, Sanzun pun memberitahu mereka.
" Apa mata kalian itu cuma hiasan? Buka baik - baik mata kalian! Apa kalian masih berani melawan tuan? Tuan memiliki bawahan dua orang Rank S di bawahnya, membunuh kalian sama dengan membunuh seekor tikus... Setelah menjadi bandit cukup lama, sepertinya kalian sudah memganggap diri kalian yang paling hebat di dunia ini!! " Kata Sanzun sambil memukuli mereka berempat.
Keempat orang itu tampak takut dan ingin menangis saat kakak mereka memukili mereka dengan sangat keras. Sambil berusaha untuk menghindari pukulan kakak tertuanya itu, mereka pun menyerah dan memohon kepada nya untuk berhenti memukuli mereka.
" Kakak! Kami salah.... " Kata Rots sambil menangis.
" Huaaa! Cukup! Kakak, kami akan mendengarkan mu! " Kata Balbastar sambil memohon.
Melihat aksi Sanzun yang menundukkan ke empat adiknya dengan cara yang sangat unik, Airis dan Astia hanya bisa melihat itu dengan raut bingung mereka dengan garis - garis hitam menimpa mereka.
" Sanzun cukup hebat dalam menundukkan ke empatnya... " Kata Astia yang bingung harua berkata apa setelah melihat pertengkaran kelima saudara itu.
__ADS_1
" Mungkin itu ciri khas dari Sanzun... " Kata Lanjut Airis.
" Ya, apa pun itu, Sanzun ini cukup pintar, dia tidak membuat pilihan yang bodoh... " Balas Astia.
Setelah selesai dan puas memukili ke empat adiknya, segera Sanzun menyerat ke empat adiknya itu untuk berlutut di hadapan pemuda berambut putih yang ada di sana. Segerah setelah itu, Sanzun juga ikut berlutut dengan satu lutut menyentuh tanah. Dengan hormat Sanzun memperkenalkan ke empat adiknya pada tuannya itu.
" Tuan! Mereka adalah empat saudara saya, Balbastar, Alans, Bass, dan Rots. Saya harap anda tidak tersinggung dengan perkataan mereka tadi, mulai sekarang, kami berlima siap untuk melayani anda! " Kata Sanzun sambil berlutut. Bersama keempat saudaranya yang sudah babak belur itu.
Melihat taum baru mereka, ke empatnya nampak tidak yakin mengenai apa yang di katakan oleh kakak tertua mereka, mengenai ke tiga orang itu adalah petualang dengan peringkat Rank S. Tampak ketiganya masih sangat mudah, dan tampak belum berumur 20 tahun. Dengan itu, mereka pun semakin tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh kakaknya. Karena sangat mustahil di usia semuda itu mencapai Rank yang bahkan hanya segelintir orang yang bisa mencapainya.
" Bukankah dia cuma seorang bocah, yang bahkan belum menumbuhkan rambut bawahnya... " ( Berbisik )Kata Balbastar dengan wajah yang babak belur.
" Jelas bocah ini cuma pembual, mana mungkin bocah ini seorang petualang Rank S... " ( Berbisik )Kata Rots yang tidak percaya.
" Jika bukan karena kakak tertua yang minta kita untuk berlutut, aku akan menghancurkan bocah ini sampai tidak ada sisa dari tubuhnya. " ( Berbisik ) Kata Bass.
Mendengar itu dari adik - adiknya walau mereka sudah berbisik, Sanzun menjadi kesal. Ia menoleh ke belakang dengan wajah yang marah, dan lalu memarahi adik - adiknya itu. " Apa yang kalian bisikan? " Kata Sanzun dengan marah kepada mereka bertempat.
Xi melangkah kan kakinya mendekati Sanzun yang sedang berlutut itu. " Baiklah, jangan permasalahkan itu sekarang... " Kata Xi dengan tenang. Kemudian, Xi melirik ke arah hutan yang masih utuh itu, lalu berkata " Kalian semua dapat keluar sekarang! " Perintah Xi.
Mendengar itu, membuat kelima orang yang sedang berlutut itu bingung dengan perintah tersebut. Dalam benak mereka, mereka bertanya, siapa yang di minta oleh Xi untuk keluar dari tempat persembunyian mereka.
Energi sihir yang amat besar tiba - tiba muncul dan menyebar mengelilingi mereka dengan sangat cepat. Energi sihir yang muncul itu, terlihat seperti gelombang air. Suara dari ranting yang di injak pun terdengar di telinga mereka. Semak belukar yang ada di sekitar begoyang, dan dari balik semak dan pepohonan, muncul banyak sosok hitam keluar dari persembunyian nya. Sosok hitam itu di selimuti sihir hitam kemerahan yang menyalah terang.
Kelima nya terduduk di tanah dengan kaki yang gemetaran. Kaki mereka tidak dapat di gerakan setelah melihat banyak sekali sosok hitam itu muncul. Seolah kaki mereka telah mati rasa, dan tidak dapat melakukan apa pun selain melihati sosok - sosok hitam dengan wajah pucat penuh keringat.
Dalam hati kelima orang itu, mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Sehingga mereka pun berkata dalam hati.
" Sungguh kekuatan pancaran sihir yang mengerikan! " Kata Sanzun dengan wajah penuh keringat.
" Dengan jumlah ini, aku rasa tidak mustahil untuknya meratakan kami dalam beberapa menit! Syukurlah kami tidak harus bertarung melawannya! " Kata Balbastar sambil terduduk di tanah dengan raut wajah cemasnya.
" Sanggat mengerikan! Apakah dia summoner? Tapi, bukan kah summoner hanya bisa mensummon satu atau dua makhluk saja? " Kata Bass dengan binging.
" Ini sungguh mengerikan! Untung saja kakak tertua dengan cepat membujuk kami untuk menyerah, jika tidak kami akan dalam masalah besar... " Kata Rots. Wajahnya penuh keringat dan pucat.
Setelah semua Darkness Army sampai, dan berlutut tepat di hadapan Xi. Dalam sekejap mereka melebur berubah kembali menjadi kegelapan dan bersatu dengan Xi kembali. Melihat aksi itu, membuat kelima nya menjadi terheran - heran, karena masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Kekuatan semacam ini, bahkan para Guild Master dari kekaisaran Fafnir mungkin tidak sebanding dengan mereka bertiga.
Segerah setelah pasukan kegelapan menghilang, Sanzun berdiri. Berbicara dengan keras, berbalik memberitahukan kepada semua bawahannya. " HUH! Apakah kalian sudaj sadar betapa hebatnya taun... Pergilah dan temui tuan sekarang! " Kata Sanzun dengan keras. Memerintahkan semua bawahannya.
" Kami bersedia mati untuk Tuan! " Kata Balbastar, Alans, Bass, dan Rots sambil bersujud dan mengetukkan kepala mereka ke tanah dengan keras. Itu menunjukkan ketulusan mereka, kalau mereka benar - benar memberikan hidupnya untuk melayani Xi.
Melihat semua boss mereka bersujud untuk pemuda berambut putih yang ada di sana, membuat semua bandit lainnya terkejut sejadi - jadinya. Mereka pun ribut mulai saling memandang dan bertanya kepada satu sama lain dengan panik. Kepanikan yang ada di wajah mereka, tidak dapat mereka sembunyikan kepada siapa pun.
__ADS_1
" Apa yang harus kita lakukan? Semua boss telah menjadi bawahan anak itu! "
" Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan? Apakah kau berencana untuk meninggalkan kelompok bandit hutan? Apa kau lupa dengan pasukan - pasukan hitam yang sangat mengerikan itu? "
" Hmmm... Lebih baik kita mengikuti mereka! "
Kegaduhan para bandit lainnya tidak dapat terelakkan. Dari percakapan mereka semua, mengenai tindakan selanjutnya yang akan mereka lalukan. Karena menurut mereka tidak memiliki kesempatan lagi untuk melarikan diri, akhirnya mereka semua sepakat untuk tunduk menjadi bawahan pemuda berambut putih itu.
Segerah mereka menjatuhkan lutut mereka ke tanah dengan keras, dan meletakkan kedua tangan mereka di tanah. Sambil menundukkan kepalanya, mereka pun ikut sujud bersama dengan boss mereka. Bersamaan dengan itu, mereka semua pun bersorak dengan serempak " Kami siap melayani Tuan dengan nyawa kami! " Kata mereka semua dengan serempak.
" Mendominasi mereka dengan kekuatan dan karismanya untuk menaklukkan kelompok bandit hutan yang membuat Kekaisaran Fafnir sakit kepala? Xi - Sama benar - benar sangat hebat, aku sangat mengaguminya! " Kata Airis.
Xi yang berdiri di hadapan seribu orang lebih yang sedang bersujud itu, ia dengan santai memberikan kelima orang pemimpin bandit itu sebuah artefak. " Mulai sekarang kalian adalah kelompok bandit hutanku! Aku berikan kepada kalian artefak ini... Selama kalian setia melayani ku, aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk! " Kata Xi dengan tenang setelah memberikan lima artefak kepada kelima orang itu.
Melihat Artefak - artefak itu, kelimanya sangat terkejut. Karena mereka dapat melihat dan merasakan kalau kelima Artefak tersebut sangat lah kuat. Dan lebih kuat dari apa yang mereka pegang di tangan mereka sekarang.
[ Tombak harimau petir ] Rank : A+. STR : + 25. AGI : + 15. Attack : 565. Skill : Tusukan cakar harimau petir : Memberikan sebuah serangan listrik yang sangat kuat. Bila musuh terkena skill ini, akan terkena efek Paralize yang membuat musuh lumpuh sesaat.
[ Kapak penghancur batu ] Rank : A. STR : + 20. AGI : + 10. Attack : 480. Skill : Serangan penghancur : Menyerang musuh dengan sejumlah kekuatan yang besar yang dapat menghabisi lawan dalam satu serangan.
[ Armor kulit badak besi ] Rank : A. VIT : + 30. Efek : Dapat mengurangi daya serangan yang di terima sebesar 35%, dan akan terus bertambah seiring berjalannya pertarungan hingga ( 50% ).
[ Pedang serigala abu - abu ] Rank : A. STR : + 20. AGI : + 20. Attack : 440. Efek : Memberikan peningkatan ketajaman dan serangan sebesar 20% apa bila musuh adalah monster tipe binatang.
[ Buku Senior Mage Api ] Rank : A. INT : + 20. Efek : Meningkatkan sihir tipe api sebesar 25%. Dan memberikan peningkatan kecepatan dalam merapalkan mantra sihir.
Xi berbalik dengan raut wajah dingin, membuka maps system dengan cepat sambil berkata kepada mereka berlima. " Gunakan lah itu, jika kalian tidak mau maka buang saja! " Kata Xi dengan dingin.
Sontak setelah mendengar itu, mereka dengan cepat menggambil Artefak yang benar - benar cocok untuk mereka. Sanzun mengambil tombak harimau petir, Balbastar mengambil armor kulit badak besi, Alans mengambil Kapak penghancuran batu, Bass mengambil pedang serigala abu - abu, dan Rots mengambil Buku Senior mage api.
Setelah memegang Artefak - artefak itu di tangan mereka, tiba - tiba mereka membuka mata mereka lebar - lebar dengan raut wajah terkejut. Mereka berpikir kalau Artefak - artefak itu hanyalah Artefak kelas atas biasa, namun perkiraan mereka semua salah karena Artefak yang ada di masing - masing tangan mereka adalah Artefak kelas atas yang bahkan jarang sekali di temui.
Sanzun dengan wajah terkejut yang penuh keringat seolah tidak percaya dengan apa yang ia pegang berkata dengan keras. " Sialan! Di antara Artefak - artefak yang ada di dunia, ini adalah Artefak kelas kualitas tinggi. Ini hampir tidak pernah muncul lagi di kekaisaran Fafnir! Tuan bagaimana ada bisa memberikan harta karun semudah itu? " Kata Sanzun. Raut wajahnya tidak luput dari raut wajah terkejut.
Seorang petualang yang memberikan Artefak kelas atas begitu mudahnya kepada para bawahannya, Sanzun tidak bisa membayangkan latar belakang seperti apa yang di miliki oleh tuannya itu. Bahkan di kekaisaran Fafnir, seorang Duke mau pun Kaisar tidak akan memberikan Artefak kelas tinggi semudah itu kepada bawahannya. Namun apa yang ia lihat dari Xi, memberikan Artefak kelas tinggi kepada mereka itu seperti layaknya membuang sebuah barang yang tidak berguna lagi. Sanzun sangat - sangat mengagumi kehebatan dari tuannya.
Akan tetapi, Xi yang sedang fokus itu tampak tidak memperhatikan Sanzun yang sedang terkagum - kagum pada dirinya. Bahkan Xi tidak menoleh sedikit pun saat memberikan barang kualitas tinggi begitu saja.
Bersamaan dengan itu, Xi sedang memerhatikan maps dengan serius. Tampak di layar itu, terdapat sebuah sarang monster yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Xi pun meminta system untuk mencari informasi tentang sarang monster tersebut, dan monster jenis apa yang meninggali tempat tersebut. Namun, setelah menunggu cukup lama, System tidak mendapatkan informasi apa pun, dan tidak mengetahui tempat itu sarang dari monster jenis apa.
Namun, System memberikan sesuatu yang lain kepada Xi.
[ Quest ]
__ADS_1
[ Taklukkan Sarang Monster Tersebut ] Hadia : setiap Stat akan naik + 10.
Melihat itu, Xi pun menamggapi hal tersebut dengan wajah datar, serta tatapan mata kosong.