LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 102


__ADS_3

Setelah pertarungan yang mengerikan antara Xi dan Legendary Beast Blutalon. Pertarungan itu menybabkan kerusakan besar pada hutan Beast. Namun hasil pertarungan itu di menangkan oleh Xi yang menjebak Blutalon untuk masuk ke dalam wilayahnya. Sehingga Blutalon tidak dapat bergerak dengan bebas di langit, berkat itu semua pasukannya Shadownya mengalami Awakening sementara, sehingga kekuatan mereka melonjak drastis. Khususnya adalah IGRIS dan GIDEON yang sempat memakai kekuatan mereka yang sesungguhnya.


Sesampainya mereka berdua di gerbang masuk kekaisaran, tampak di sana terdapat keributan. Para prajurit kekaisaran dengan jumlah yang banyak, serta para petualang dari setiap Guild tampak sedang meributkan sesuatu. Bersama dengan adanya Mamasaki di sana.


" Guild Master, Monster itu sangat mengerikan, jika kita pergi ke sana, bisa saja kita semua akan mati! "


" Benar Guild Master, monster itu punya kekuatan yang tidak masuk akal! Bahkan sampai membuat dua monster kuat lainnya sampai lari seperti anak ayam! "


" Tuan Sakaki memutuskan untuk bertarung melawan monster tersebut untuk memberikan kita kesempatan melarikan diri. Kita tidak boleh menyia - yiakan pengorbanan yang di lakukan oleh Tuan Sakaki. "


Semua petualang menolak usulan Mamasaki yang ingin pergi ke hutan beast untuk menyelamatkan Sakaki. Pasalnya mereka sangat takut dengan monster kuat yang dapat membunuh sebagian dari mereka hanya dengan satu nafasnya. Mereka masih trauma karena kejadian tersebut.


" Kalian para B*jingan! Setelah kalian di selamatkan kalian tidak ingin berterimakasih dan malam memalingkan wajah kelian! Kalau kalian tidak ingin pergi bersama ku, maka aku akan pergi sendirian untuk menyelamatkannya! " Kata Mamasaki dengan suara keras. Ia sangat kesal dengan para petualang dan juga prajurit kekaisaran yang punya mental seperti tikus. " Walau dia tidak selamat saat menghadapi Makhluk itu, setidaknya aku harus membawa mayatnya pulang! " Lanjut Mamasaki sambil berbalik.


Namun, baru saja ia berbalik badan, ia langsung menghentikan langkahnya karena terkejut. Wajahnya pucat dan penuh keringat saat melihat seorang pria yang tampak familiar.


Mamasaki sangat terkejut. Saking terkejutnya dia, sampai - sampai matanya mau keluar " Sa Sakaki! Kau selamat? " Kata Mamasaki dengan ekspresi wajah terkejut nya.


Semua orang pun juga ikut terkejut saat melihat Xi yang selamat dari hutan beast saat berhadapan dengan monster kuat itu. Saking terkejutnya, sampai membuat mereka terdiam, dan rahang mereka jatuh ke tanah.


" Kau berharap aku mati? " Tanya Xi sambil mengangkat sebelah alisnya.


" Ti tidak! Bukan seperti itu! Aku tidak bermaksud seperti itu! " Jawab Mamasaki dengan cemas. Ia takut kalau Sakaki akan salah paham terhadap dirinya. Sesaat, ia teringat perkataan Mirobu saat mereka telah kembali ke kekaisaran. " Oh Iya, Sakaki, Karena kau sudah kembali, Yang Mulia meminta anda untuk menemui dirinya. Yang Mulia ingin menjamu dirimu sebagai... " Kata Mamasaki setelah ia ingat. Sekaligus, ia juga ingin mengalihkan pembicaraan mereka tadi.


Xi pun berjalan melewati Mamasaki bersama dengan wanita berambut pirang yang cantik itu. Sambil berjalan pergi menjauh, ia pun berkata " Aku tidak tertarik, aku masih punya urusan lain. " Kata Xi menolak undangan Kaisar begitu saja tanpa berpikir panjang. " Aku tidak mau bergabung dengan kekaisaran ini. " Lanjutnya dalam hati. Ia yakin tujuan kaisar menjamu dirinya untuk mengundangnya bergabung ke dalam kekaisaran. Sehingga, kekaisaran ini memiliki senjata tempur yang kuat, dan dapat menjadi kekaisaran yang unggul dari kekaisaran lainnya.


Menyaksikan Xi yang menolak undangan dari Kaisar membuat mereka terheran - heran. Karena, ada orang yang berani dengan entangnya menolak jamuan yang di undang langsung oleh Kaisar. Bahkan Mamasaki yang mengatakan itu, sampai terkejut keheran - heranan.


Dalam perjalan mereka, Wanita berambut pirang itu bertanya kepada Xi mengenai dirinya yang menolak undangan Kaisar. " Tuan, apakah tidak masalah menolak undangan Kaisar? Bukankah dengan menerima undangan tersebut, anda akan mendapatkan pandangan baik dari Kaisar. " Kata Wanita berambut pirang itu. Dan namanya adalah Astia. Seorang Holy Spirit.

__ADS_1


" Aku tidak berniat menetap di tempat ini. " Balas Xi dengan tenang. Sambil berjalan menuju ke suatu tempat. Dimana tempat yang ia tuju adalah sebuah bangunan kosong yang tidak jauh dari keramaian pasar.


Sembari mengikuti Xi, Astia berpikir dalam pikirannya karena bingung. Sebenarnya kemana tuan nya ingin pergi. Dari banyaknya tempat mewah yang ada di kota ini, mengapa harus pergi ke sebuah bangunan kosong yang telah lama di tinggalkan. Bahkan sampai di dinding - dindingnya, terdapat banyak lumut dan tampak sedikit rapuh.


Sesampainya mereka di bangunan kosong itu, mereka pun masuk ke dalam dan pergi ke lantai dua. Dalam perjalan mereka menuju ke lantai dua, Astia dapat merasakan kehadiran orang lain di atas sana. Ada tiga orang yang ia rasa sangat kuat dan tidak mungkin mudah untuk di hadapi. Dan lagi, dua orang di antara memancarkan energi yang aneh. Energi itu mirip dengan energi Demonic, namun itu bukanlah energi Demonic.


" Tuan, ada orang lain di lantai dua, tiga di antaranya lebih kuat dari yang lainnya. " Kata Astia. Ia memperingati Xi untuk hati - hati terhadap penyergapan yang akan terjadi nanti saat mereka sampai di lantai dua. Bersamaan dengan itu, ia juga mempersiapkan sihirnya berjaga - jaga terhadap serangan dadakan.


Mendengar itu dari Astia, ia pun bergumam di dalam hatinya. " Ohw... Jadi dia bisa merasakannya? Padahal mereka sudah bersembunyi cukup baik. " Kata Xi dalam hatinya. " Tidak perlu waspada, dan lepaskan sihirmu... Mereka ada di pihak ku. " Kata Xi meminta Astia untuk tenang dan tidak perlu waspada terhadap serangan dadakan.


Mendengar itu membuat Astia legah sekaligus terkejut. Karena Xi tahu kalau ia mempersiapkan sebuah sihir untuk berjaga - jaga. Ia tidak mengira kalau dirinya akan ketahuan padahal telah melakukannya diam - diam dan sangat baik.


" Baik Tuan. " Kata Astia dan membatalkan sihir yang telah ia siapkan. Setelah itu, ia dan Xi memasuki lantai kedua.


Sesampainya mereka di lantai dua, tampak ada tiga orang yang sedang di ikat di atas kursi dengan mata yang di tutup sebuah kain dan mulut yang sumpalkan sebuah kain hitam. Di samping itu, belasan orang yang berdiri di sana tampak sedang menunggu kedatangan seseorang.


" Selamat datang kembali Xi - Sama! " Kata Airis sambil membungkuk menyambut kedatangan Xi. Dan itu di ikuti oleh yang lainnya juga sambil berkata " Selamat Datang Tuan! " Kata mereka dengan serempak.


Mereka semua pun mulai menginterogasi ketiga orang dari pengikut Organisasi Gremory Switf. Dua di antara mereka di siksa dengan sangat kejam oleh Xi. Mulai dari meremukan jarinya satu demi satu, mematahkan setiap tulangnya. Keduanya akan terus di siksa sampai mereka mau menjawab pertanyaan dari Xi.


" To... Tolong... Tolong hentikan... Akan aku beritahu... " Kata salah satu dari dua orang yang telah di siksa habis - habisan itu. Ia sudah tidak sanggup menahan siksaan kejam yang Xi lakukan. Ia merasa kalau dirinya lebih baik mati daripada menerima siksaan lebih lanjut. Namun, setiap kali ia hampir kehilangan nyawanya, Xi terus memulihkan kondisinya dengan sebuah potion.


" Bagus kalau kau mau bicara sekarang, jika kau ingin mengatakannya dari tadi, kau tidak akan mendapatkan siksaan seperti ini. " Kata Airis dengan tenang sambil menatapi kebodohan yang di lakukan oleh pria tersebut.


Dengan mata dingin yang merah menyalah, Xi pun tanpa basa basi lagi bertanya kepada pria yang sedang di ikat itu. " Apa tujuan Organisasi Gremory Switf? " Tanya Xi kepada pria itu.


" Tujuan dari Organisasi Gremory Switf adalah menciptakan sebuah pasukan yang kuat untuk menggulingkan kekaisaran ini. Setelah kami berhasil menggulingkan kekaisaran ini dengan prajurit ciptaan kami, kami akan memanggil sosok yang di sebut sebagai Raja Iblis. " Jawab Pria itu dengan pelan, di karenakan ia masih merasakan rasa sakit dari siksaan tersebut.


" Lalu dengan cara apa kalian menciptakan pasukan itu? " Tanya Xi lagi kepada pria itu.

__ADS_1


" Dengan menggunakan Manusia sebagai wadahnya, inti Chimera sebagai inang, bagian - bagian tubuh monster yang akan di satukan dengan tubuh manusia akan di jadikan tambahan kekuatan dari Chimera tersebut. Sehingga Chimera pun akan menjadi Makhluk kuat yang akan sulit di kalahkan. " Jawab pria itu dengan pelan.


Mendengar jawaban itu keluar dari mulut pria itu. Membuat semua orang sangat jijik dengan eksperimen yang di lakukan oleh Organisasi Gremory Switf demi menciptakan sebuah pasukan yang kuat. Mungkin cara tersebut adalah suatu cara tercepat. Namun, tetap saja hal itu sangat menjijikan mengingat mereka menggabungkan bagian - bagian tubuh monster dengan tubuh manusia. Hal itu adalah suatu yang paling menjijikan yang pernah di dengar oleh mereka.


Xi melirik Airis yang ada di dekatnya. Airis yang melihat itu, ia pun mengerti lalu menganggukan kepalanya. Ia berdiri di samping kedua orang itu, dengan kedua matanya bersinar dengan tajam menatap keduanya.


" Tunggu! Apa yang kau lakukan! Apa kau berniat mengingkari janjimu?! " Kata pria itu sambil berteriak keras. Akan tetapi, saat ia baru selesai berbicara. Airis telah menebaskan pedangnya, sehingga membuat keduanya pun terbunuh.


Xi pun menatap salah satu anggota Organisasi Gremory Switf yang masih menjadi sandera mereka. Melihat itu, Xi terdiam seakan ia sedang melamun. Setelah ia merenung cukup lama, akhirnya ia pun memutuskan untuk bergerak dan melakukan sesuatu kepada satu Organisasi Gremory Switf yang tersisa itu.


" Kau akan menjadi bidak yang bagus! " Kata Xi sambil mengulurkan tangannya pada kepala anggota Organisasi Gremory Switf, dan menarik energi kehidupannya.


Malam pun tiba. Di malam itu ada sekelompok orang bergerak diam - diam di balik gelapnya malam. Mereka semua bergerak tanpa menimbulkan suara sedikit pun layaknya seperti seorang ninja yang profesional, lengkap dengan jubah hitam yang mereka pakai.


Tampak mereka semua berhenti dan bersembunyi setelah merasakan ada nya keberadaan orang lain di depan mereka. Dengan hati - hati, mereka pun mengintip dari balik tempat persembunyian. Tepat di hadapan mereka, terdapat dua orang pria yang berjalan dengan aneh. Keduanya tampak sempoyongan saat berjalan di karenakan mabuk.


" Bagus, mereka mabuk... Kita dapat dua mangsa. " Kata salah satu dari sosok berjubah hitam itu dengan pelan.


" Ayo kita bawa mereka, lalu kembali ke markas. Kita masih memerlukan banyak sumber daya saat ini untuk menjalankan rencana kita. " Lanjut sosok berjubah yang lain dengan berbisik.


" Ya, ayo lakukan itu! " Balas Sosok berjubah hitam lainnya. Ia setuju membawa keduanya kembali ke markas mereka.


Salah satu dari mereka pun memberikan arahan kepada mereka dengan kode pergerakan jari tangannya. Mereka pun mengerti, lalu berjalan perlahan - lahan mendekati kedua orang itu.


Setelah mereka dekat dengan kedua orang itu, mereka pun langsung menyuntikkan bius yang amat kuat dengan sebuah jamur kecil. Bius yang mereka gunakan sangatlah kaut hingga membuat kedua pria dewasa yang sedang mabuk itu langsung pingsan setelah satu detik terkena bius tersebut.


" Bagus. Tidak sesulit biasanya. " Kata salah satu dari sosok berjubah hitam.


" Ayo kita bawa. " Lanjut rekannya sambil menggendong salah satu kedua pria dewasa itu.

__ADS_1


" Iya ayo! " Balas rekannya.


Setelah selesai aksi mereka membius kedua orang itu. Mereka pun membawa keduanya pergi meninggalkan tempat tersebut menuju markas mereka. Akan tetapi, tanpa mereka sadari, ada sesosok hitam duduk di atas atap sedang memerhatikan aksi mereka.


__ADS_2