
Area bersalju, tempat dimana seluruhnya di tutupi oleh salju putih yang indah, kini semuanya telah berubah di penuhi dengan darah. Mayat terkubur di antara sesaljuan, darah merah mewarnai salju yang putih, raungan terdengar sangat keras dari monster - monster.
Perlahan salju turun dari atas langit, awan menutupi cahaya yang terang, dan di sana terdapat sebuah sosok hitam yang terbang di langit.
" Jadi... Ini lah yang terjadi di tempat ini... Para monster yang mengamuk, dan pihak kerajaan yang membunuh rakyatnya. " Ucapnya yang menunggangi sebuah burung besar.
Xi melihat semua itu dari kejauhan, melihat bagaimana cara pihak kerajaan membunuh warganya. Mengirim mereka untuk bertarung melawan raksasa, bagi mereka yang menolak akan di penggal, hal itu membuat semua orang sangat frustrasi, karena tidak satu pun pilihan yang dapat menjamin keselamatan mereka.
" Menurut perkataan Yang mulia Elsia... Di katakan kalau adiknya di penjara di negara ini, tapi... Para monster ini akan aku urus terlebih dahulu. " Ucap Xi dengan pandangan yang dingin, sesosok muncul di belakangnya.
" Yang Mulia, serahkan mereka kepada ku. " Pinta IGRIS sambil berlutut.
" Bagus, aku serahkan kepadamu IGRIS. " Ucap Xi dengan tatapan yang dingin.
" Terimakasih Yang Mulia! " Balasnya dengan sopan, kemudian ia berdiri dengan memegang pedangnya. Terjun dari atas langit menuju ke daratan.
Dengan sangat cepat ia meluncur ke bawah, sambil memegang erat pedangnya, mempersiapkan dirinya untuk menyerang dari atas. Sebuah tebasan ia lepaskan saat jaraknya hampir menyentuh tanah, salah satu Raksasa yang setinggi 15 meter terbunuh dalam satu tebasan, hingga tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.
Hal itu menarik perhatian raksasa lainnya yang ada di sana, ada 30 raksasa yang tersisa berlari menghampiri IGRIS.
Di balik tebalnya salju yang berterbangan karena jatuhnya mayat raksasa yang di bunuh oleh IGRIS, Ia menatapi para raksasa yang menghampirinya dengan sinis. Ia mengambil kuda - kuda, mempersiapkan dirinya untuk menyerang.
IGRIS dalam sekejap meninggal tempatnya, bergerak dengan kecepatan tinggi menuju para Raksasa, ia menebaskan pedangnya dengan kuat, dua raksasa tumbang karena kakinya terpotong oleh tebasan pedang dari IGRIS.
__ADS_1
Dari atas Xi memperhatikan pertarungan IGRIS yang sangay hebat dalam memainkan pedangnya. " IGRIS... Kau sangat layak untuk menjadi salah satu sayapku. " Ucap Xi sambil mengalihkan padangannya dari IGRIS yang sedang bertarung. " Dan sekarang, waktunya turun... Gold turun dengan cepat ke tempat itu. " Pinta Xi kepada Gold.
Gold pun berteriak dengan keras, ia mulai menukik tajam turun ke bawah. Sekitar 40 meter jaraknya dari tanah, Gold mengepakkan sayapnya dan masuk kembali ke dalam kegelapan milik Xi.
Xi turun di depan pintu masuk istana tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Membuka pintu istana dengan ringannya lalu masuk ke dalam.
Terlihat di dalam sana tidak ada satu pun penjaga yang menjaga bagian dalam istana, seolah semuanya tidak ada pernah ada. Xi dengan mata naganya yang sangat tajam, dan indra naganya yang tajam, dapat dengan mudah menemukan penjara bawah tanah yang di miliki oleh negara tersebut.
Dalam perjalanannya menuju ke penjara bawah tanah, ada beberapa penjaga yang berjaga di depan pintu masuk penjara bawah tanah. Xi dengan ringannya melangkahkan kakinya dan berjalan mendekat menuju pintu masuk penjara bawah tanah.
Prajurit yang menyadari kedatangan Xi, ia bersiap dengan memegang tombak di tangannya, membuka mulutnya dan mulai angkat bicara. " Hei kau! Siapa kau dan dari mana asalmu? Tak tahukah kau kalau tem... " Ucap penjaga tersebut sambil mengarahkan tombaknya kepada Xi, namun sebelum ia selesai berbicara, terlebih dahulu kepala mereka terpotong. Dan mereka mati di tempat.
" Kalian terlalu berisik... " Ucap Xi sambil membuka pintu masuk penjara bawah tanah. Terlihat dari pintu masuk itu ada sebuah jalan menuju ke penjara bawah tanah. Ia pun berjalan masuk ke dalam pejara bawah tanah, saat dalam perjalanannya tidak ada satu pun penjaga atau suatu yang khusus untuk menjaga jalan masuk penjara.
Di dalam sana ada banyak suara orang yang terus meminta makanan, mereka sangat kelaparan karena di penjara di bawah tanah dan mendapatkan makanan sisa dan itu sangat sedikit. Beberapa dari mereka ada yang mati membusuk di dalam sel penjara, tidak satu pun dari mereka dapat melarikan diri dari tempat itu.
" Hei kalian tunggulah di sini sebentar, kami akan mengambil beberapa kotak bir yang tersimpan di dalam gudang. " Ucap salah satu prajurit kepada prajurit lainnya.
" Ya, bawalah lebih banyak lagi! "
" Bir bir ini enak tapi masih sangat kurang. "
Beberapa dari mereka pun pergi menuju tangga untuk naik ke atas, saat mereka baru melangkahkan kaki mereka untuk menaiki tangga, terlebih dahulu tubuh mereka tercincang oleh sebuah serangan. Dan tidak ada satu pun yang dapat mendengar suara dari jatuhnya tubuh rekan mereka, karena lagi sibuknya mabuk - mabukan.
__ADS_1
Sementara itu " Hei apakah masih ada bir yang tersisa? "
" Ini hanya tinggal satu botol saja. "
" Hei berbagilah, aku juga mau minum bir itu. "
" Tapi ini punya ku "
" HAHAHAHA bersabarlah kalian, sebentar lagi rekan kita akan membawakan bir dari gudang penyimpanan. "
" A benar juga Hahahaha "
Mereka semua tertawa dengan sangat keras hingga bergeming ke seluruh penjara, di saat asiknya mereka sedang tertawa, salah satu dari mereka kepalanya terputar kebelakang tanpa mereka sadari, sampai rekan mereka jatuh ke tanah.
Mendengar suara jatuh yang sangat dekat dengan mereka, mereka segerah melihatnya, betapa mengejutkannya bagi mereka karena teman mereka mati dengan kepala yang terputar kebelakang.
" AAA MATI!! SI SIAPA YANG MELAKUKANNYA?!! " Ucap salah satu penjaga dengan panik.
Kepanikan penjaga menarik perhatian semua orang yang ada di sana, para tahanan kebingungan dengan kepanikan para penjaga, sampai pada saatnya salah satu penjaga mati di hadapan mereka dengan kepala yang telah terpisah dari tubuhnya.
" KYAAAA "
" AAAAA "
__ADS_1
Satu persatu para penjaga di bunuh, membuat mereka yang masih hidup merasakan ketakutan. Hingga menyisakan satu dari sekian banyaknya penjaga di penjara bawah tanah, dengan rasa takut yang ia alami, seseorang muncul di depannya lalu mencekiknya dengan kuat.
" BUKK! " Suara hantaman ke dinding yang sangat kuat. " Katakan... Dimana Eirlys Mulan berada? " Tanya Xi kepada penjaga yang ia cekik dengan sangat kuat, tatapannya sangat dingin dan matanya di selimuti oleh niat membunuh, memberikan rasa takut yang sangat hebat kepada penjaga itu hingga membuatnya terus berkeringat.