LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 105


__ADS_3

Snakeman adalah monster reptil humanoid yang memiliki bentuk tubuh seperti manusia dan kaki layaknya ekor ular. Snakeman memiliki bisah yang mematikan, dan salah satu ras monster yang memiliki kecerdasan layalnya manusia. Tidak hanya dapat berpikir dan berbicara, Snakeman juga pintar dalam mengatur strategi untuk menyergap mangsanya. Hal itu membuat Snakeman menjadi monster yang sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari bandit pada umumnya.


Walau Snakeman mahir dalam strategi, dan dapat menyerang dengan baik menggunakan senjata mereka yang berupa tombak. Namun, ular tetaplah ular. Walau mereka memiliki mata, tapi tidak terlalu berguna. Mereka adalah makhluk berdarah dingin yang mendeteksi mangsa dengan sensor panas tubuh. Dan apa bila mereka bertemu dengan api, mereka akan kesulitan untuk mendeteksi sesuatu.


Di dalam sarang Snakeman itu, Xi memanfaatkan api yang untuk mengalahkan setiap Snakeman yang menyerangnya. Ia menyebarkan api di mana - mana, supaya para Snakeman tidak dapat merasakan keberadaan dirinya. Dan menggunakan pedangnya untuk mengakhiri para Snakeman.


Dengan mudah, ratusan Snakeman di dalam tempat itu telah terbunuh olehnya. " Tidak sulit berurusan dengan ular - ular ini, hanya saja yang harus di perhatikan dari mereka hanyalah bisah nya yang berbahaya. " Kata Xi sambil membersihkan katananya yang penuh dengan darah monster. " Selama tidak terkena bisah mereka, pasti akan baik - baik saja... Selain itu, tidak aku sangka jumlah mereka masih sangat banyak. " Lanjut Xi. Ia memegang erat katananya, dan membangkitkan Snakeman yang telah ia bunuh menjadi pasukannya.


Dari sekumpulan Snakeman yang muncul, ada satu Snakeman yang memancarkan aura yang sangat mengerikan. Auranya sangat busuk, bahkan sangat tidak nyaman untuk di rasahkan. Snakeman itu merayap dan menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. Tampak ia sangat berbeda dengan Snakeman lainnya. Ia sama sekali tidak terpengaruh dengan api yang masih menyalah di sana.


" Kekeke, manusia... Kau sangat beruntung bisa mengalahkan pasukanku, sepertinya kau layak untuk menjadi lawanku! " Kata Snakeman itu dengan bahasa monster.


[ Comandan Snakeman ] Rank : A+ Level : 120. Exp : 220.000. Skill : Comander.


Snakeman itu menatap Xi dengan tatapan sinis. Ia pun memjulurkan tangannya menantang Xi untuk maju, sambil menunjukkan raut wajah meremehkannya.


Xi yang di perlukan seperti itu oleh Comandan Snakeman, ia merasa sangat kesal. Ia pun menatap Comandan Snakemam dengan sinis sambil bergumam di dalam hatinya " Dari semua monster yang aku lawan, baru pertama kali aku di perlakukan seperti ini... Si berengsek ini mencoba memprovokasi ku. " Gumam Xi dalam hatinya.


Sementara itu, Comandan Snakeman yang melihat Xi masih tenang setelah di provokasi, ia merasa takjub. Tidak biasa manusia memiliki ketenangan seperti itu. Sambil menatap Xi, ia pun tersenyum dan bergumam " Manusia ini menarik, dari sekian banyak manusia yang datang ke tempat ini, hanya dia satu - satunya yang memiliki ketenangan seperti es. " Gumam Comandan Snakeman. Ia sama sekali tidak dapat merasakan aura membunuh dari pria muda yang ada di hadapannya, dan melihat pembawaan tenang pemuda itu ia merasa itu bukan lawan yang mudah. Akan tetapi, ia sangat percaya diri dengan kekuatannya dapat mengalahkan pemuda itu.


" Manusia, kenapa kau tidak menyerah saja? Walau kau memiliki pasukan yang sangat aneh itu, aku yakin kau tidak bisa selamanya terus mensummon mereka... Dengan kekuatan mu yang sekarang, aku sarankan kau menyerah karena kau tidak sebanding denganku... " Kata Comandan Snakeman. Ia tertawa sambil memajukan dadanya tinggi - tinggi, karena ia sangat bangga dengan pangkatnya dan kekuatan yang ia miliki.


Begitu pula dengan para snakeman lainnya. Mereka juga ikut tertawa. Sekarang, mereka begitu percaya diri dengan adanya Comandan Snakeman bersama mereka, mereka sangat yakin dapat mengalahkan pemuda yang telah membunuh banyak dari ras mereka.


Akan tetapi, tanpa mereka sadari, sebuah tebasan pedang yang sangat cepat mengenai mereka. Para Snakemam pun masih tertawa keras, dan tiba - tiba mereka berhenti tertawa setelah mendengar sebuah suara benda yang jatuh.


Bruk! Tlang! Hening! Para Snakeman berhenti tertawa dan hanya dalam beberapa detik, di tempat tersebut yang awalnya berisik menjadi sangat hening tanpa adanya suara sedikit pun. Para Snakeman itu bingung dengan suara benda yang jatuh tadinya.


Merekan pun masih mencari - cari apa yang sebenarnya terjadi, bahkan sampai membuat Comandan mereka pun juga tidak ikut bersuara. Tak lama, salah satu dari mereka menyadari sesuatu. Terlihat di depan matanya terdapat sebuah tubuh Snakeman yang tergeletak tak bergerak di tanah. Setelah melihat dengan jelas tubuh Snakeman itu, ia pun sadar tubuh siapa yang tergeletak di tanah itu.

__ADS_1


" Co Comandan telah di bunuh! " Teriak Snakeman itu. Ia terkejut bagaimana bisa Comandan mereka yang sangat kuat terbunuh begitu saja dengan kepala yang telah terpisah dari tubuhnya. Para Snakeman pun di buat terkejut setelah mendengar teriakan tersebut, dan mereka pun juga terkejut melihat Comandan mereka yang tergeletak di tanah tidak bergerak.


Para Snakeman masih bingung dengan apa yang terjadi, dan setelah mereka melihat ke arah depan, tampak manusia yang ada di depan mereka sedang memegang sebuah pedang yang berlumuran dengan darah. Mereka pun sadar kalau pria itu lah yang membunuh Comandan mereka. Akan tetapi, tidak satu pun dari mereka berani untuk bersuara. Mereka pun bingung dengan apa yang harus di lakukan sekarang, karena Comandan mereka telah terbunuh. Terlebih lagi, ia terbunuh dengan cara yang sangat mengenaskan.


Mereka pun merasakan ketakutan dengan hawa keberadaan yang sangat mengerikan itu. Pemuda yang ada di depan mereka, memancarkan aura membunuh yang amat luar biasa kuat, bahkan tekanannya tidak bisa di bandingkan dengan Comandan Snakeman yang selalu membanggakan dirinya itu. Mereka mulai cemas dengan wajah yang penuh keringat, tubuh mereka gemetaran saat melihat pemuda itu berjalan mendekati mereka. Bahkan mereka sampai tidak dapat memegang tombak mereka dengan benar.


Wajah mereka semakin pucat saat pemuda itu tanpa henti melangkah maju mendekati mereka. Mata mereka semua terbuka sangat lebar. Itu bukanlah mata yang menunjukkan tekad, namun mata yang menunjukkan rasa ketakutan terhadap sesuatu. Dalam pikiran mereka semua, mereka berpikir untuk mundur dan lari dari tempat tersebut. Akan tetapi, apa yang mereka pikirkan tidak sejalan dengan tubuh mereka. Karena tekanan yang sangat kuat di tambah dengan rasa takut yang mendalam. Otak mereka memberikan perintah untuk kabur dan meninggalkan tempat tersebut, namun rasa takut membuat tubuh mereka tidak dapat bekerja dengan apa yang otak mereka perintahkan.


Seketika Xi pun melesat ke arah mereka semua sambil mengayunkan katananya dengan sangat cepat. Saking cepatnya, sampai - sampai membuat para Snakeman tidak sempat untuk bereaksi menghindari tebasan dari katana yang di ayunkan oleh Xi. Mereka semua pun, berakhir di bawah tajamnya katana milik Xi.


" Aku pikir para monster itu tidak punya rasa takut pada seorang petualang, tapi sekarang aku tahu kalau mereka memiliki rasa takut seperti itu. " Kata Xi dalam hatinya, setelah membantai semua Snakeman yang ada di tempat tersebut. Seketika, muncul sebuah pesan dari system setelah ia selesai mengalahkan semua Snakeman yang ada di hadapannya.


[ Selamat anda telah mencapai Rank S ] [ Quest telah di selesaikan, Hadia akan langsung di kirimkan ] [ Hadia telah di kirim ]


Setelah membaca pesan system yang tertera pada layar yang ada di hadapannya, tiba - tiba ia merasa sangat pusing dan kepala terasa sangat sakit. Rasa sakitnya sangat hebat, seperti sedang di tusuk oleh sebuah pedang yang panas. Xi pun berteriak ke sakitan di dalam sana.


Di samping itu, Xi yang merasa sangat kesakitan, tampak sebuah ingatan masuk ke dalam kepala. Ingatan - ingatan itu sangat samar - samar saat di lihatnya. Ia mendapatkan sebuah ingatan masa lalu tentang dunia ini yang di landa oleh kekacauan yang amat besar.


Berjuta tahun lalu, terdapat tiga komet yang jatuh ke daratan dunia Kardinal, dan hampir menghanguskan satu benua yang sangat besar. Pada saat yang sama, jutaan makhluk terbunuh kerena jatuhnya ketiga komet tersebut. Dan dari ketiga komet itu, muncul tiga makhluk yang sangat mengerikan langsung menyerang dan menghancurkan daratan benua itu.


Selama beberapa hari, ketiga monster yang mengerikan itu membuat kekacauan, dan menyebarkan ketakutan mereka dimana - mana. Mereka terus bergerak tanpa henti dan terus membuat kekacauan. Namun, seorang pria muda datang ke tempat terjadinya kekacauan yang di sebabkan oleh ketiga monster itu. Pria itu pun bertarung menghadapi ketiga monster tersebut, dan ia berhasil mengalahkannya dengan sangat mudah. Pria muda itu pun menyegel ketiga makhluk itu di suatu tempat yang amat misterius. Dan menyebut ketiga monster itu sebagai Trio Dewa Kekacauan ( Ghatanothoa, Rigagigas Sulbaleon. ).


Xi yang melihat ingatan itu sangat terkejut lagi berkeringat sambil menahan rasa sakitnya. Setelah itu, ada ingatan lain yang masuk ke dalam kepalanya dan itu membuat nya mendapatkan rasa sakit yang lebih luar biasa lagi. Ingatan itu berisi tentang seorang anak bayi yang baru saja lahir. Bayi itu lahir tepat saat terjadinya kekacauan perang besar antara Ras Naga Hitam melawan Guardian. Xi pun melihat pria itu lagi yang sangat mirip dengan dewa kematian yang pernah ia lihat dulunya. Tampak pria itu mengatakan sesuatu kepada seseorang " ..................... " Entah apa yang di katakan oleh pria itu, namun dapat terlihat oleh Xi terdapat sebelah sosok yang tertutup oleh cahaya emas yang menyilaukan. Setelaj kedatangan kesebelasan sosok cahaya emas itu, tampak seorang wanita cantik dengan wajah yang samar - samar meneteskan air matanya, dan membasahi wajah bayi kecil yang baru saja terlahir kedunia. Wanita itu melarapalkan sebuah rapalan sihir yang sangat rumit dan tidak dapat di mengerti, namun dapat di ketahui oleh Xi kalau sihir itu adalah sihir pemindahan dengan jangkauan yang amat luas.


Sebelum mengirim bayi kecil yang mungil itu ke suatu tempat, wanita itu tampak sangat sedih dan ia pun mengatakan sesuatu " Tetaplah hidup... Xi... " Kata Wanita itu lalu mengirim bayi kecilnya ke suatau tempat. Pada saat yang sama, saat wanita itu mengirim bayi tersebut, ingatan yang telah ia lihat pun mulai memudar, dan menghilang. Rasa sakit yang muncul di kepalanya pun perlahan menghilang, dan kesadarannya telah kembali sepenuhnya.


Xi memegangi kepalanya yang tampak masih terasa pusing saat melihat ingatan tersebut. Namun, tanpa ia sadari, tangannya telah berubah menjadi sebuah armor hitam yang berupa sisik naga yang sangat mengerikan. " Huh! Apa ini? " Kata Xi dengan raut wajah terkejutnya setelah ia menyadari kalau tangannya telah berubah. Dan ia pun di buat lebih terkejut lagi saat melihat seorang wanita yang sedang berlutut kepada dirinya. Tampak dalam pandangannya, wanita itu terlihat seperti telah menjadi Shadow Army. Namun, ia dapat merasakan kalau wanita itu bukanlah Shadow Army.


[ Pemberian ingatan telah selesai ]

__ADS_1


[ Selamat kepada Tuan telah menjadi seorang Rank S. Class anda telah berevolusi dari Shadow King menjadi King of Darkness. Semua Shadow Army telah berevolusi menjadi Darkness Army. Semua Darkness Army mendapatkan peningkatan Rank secara Drastis ]


[ Xi Arcadia ] Rank : S+ Level : 132. Exp : 1500000. Class : King of Darkness. Skill : Calamity Advent, summon the army of Darkness, Speed Regeneration, Flame Beart, Steahlt, Strike of Darkness, Black Dragon Armor, Gluttony Symbol Lord Beelzebub, Speed of Darkness.


Statistik : STR : 156. VIT : 153. SEN : 182. AGI : 213. INT : 200. Point Statistik : 30.


[ Anda mendapatkan 2 kertas Dungeon Rank A ]


Melihat itu semua, membuat Xi sangat terkejut sampai - sampai matanya hampir mau copot. Tidak di sangka peningkatan nya sangatlah hebat, sampai - sampai semua stat nya naik sangat drastis. Bukan hanya sekadar stat, tetapi semua skill miliknya telah di up menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


" Aku tidak tahu kalau akan naik sampai sejauh ini, terlebih lagi Darkness Army ini punya kemampuan regenerasi lebih cepat dari Shadow Army. " Kata Xi. Pada saat itu, ia melihat semua Stat Darkness Army miliknya. Dimana dalam peningkatan nya menjadi seorang Rank S, juga berdampak pada Darkness Army.


Darkness Army seperti IGRIS dan GIDEON telah mencapai Rank Elite Master dengan Level 20. Sementara untuk kelompok Hidden Master, Beast King, dan Combat maniac, mereka mencapai Rank Elite Master dengan Level 1. Yaitu level awal dari Rank Elite Master.


[ Anda telah mengalahkan Boss Dungeon Medusa ]


[ Item drop telah di kirim ke dalam inventory ]


" ??? " Xi bingung setelah melihat layar system yang ada di hadapannya. System memberitahukan kepada dirinya kalau ia telah mengalahkan boss dungeon ini. Dan boss dungeon itu adalah Medusa. Xi pun menatap wanita yang berlutut di hadapannya itu, dan ia pun tahu kalau wanita itu adalah Medusa.


[ Apakah anda ingin memberikannya sebuah nama? ]


Xi pun merenungkan pertanyaan system untuk sementara. Ia memikirkan akan memberikan nama apa yang akan ia gunakan untuk menamai Darkness yang satu ini.


Tak lama setelah ia berpikir cukup keras, terlintas sebuah nama di pikiran nya " CELIA... Namamu sekarang adalah CELIA! " Kata Xi. Ia mengambil nama dari seorang Artis yang sangat terkenal di dunia nya yang dulu. Yang mana CELIA menjadi sangat terkenal sejak debut pertamanya pada Film yang sangat populer di masa itu. The Snakeman Queen CELIA.


[ Nama : CELIA. Level : 15 ] Rank : Elite Master.


'

__ADS_1


__ADS_2