
Setelah waktu yang melelahkan berlalu, sore pun berganti dengan malam hari. Di dalam hutan dengan langit gelap di penuhi dengan bintang yanh bersinar. Sebuah api unggun menyalah menghangatkan tubuh dari dinginnya malam. Kunang - kunang menghiasi malam hari yang indah itu, dengan senyum bahagia terukir di wajah mereka sambil menikmati makanan yang enak.
Sebuah daging dari ayam ungu besar yang telah di mereka kalahkan, mereka gunakan untuk mengisi perut mereka yang kosong. Daging ayam bakar dengan saus di oleskan di seluruh dagingnya, membuat wangi yang menggiurkan.
" Kak Xi benar - benar hebat. Ayam bakar kak Xi adalah yang terbaik! " Ucap Aiko dengan penuh semangat sembil makan ayam bakar yang telah matang itu, sambil memuji masakan Xi yang sangat enak. Berbeda dengan orang - orang biasa pada umumnya.
" Hei hei, aku tahu kau ingin memuji masakan Kak Xi... Setidaknya, telan dulu yang ada di mulutmu baru bicara. " Ucap Katashi sambil mengingat Aiko yang terlalu bersemangat itu.
" Kak Xi, masakanmu sangat enak. Apakah kau belajar dari seorang koki yang terkenal untuk masak se enak ini? " Tanya Annya kepada Xi sambil menikmati makanan itu.
Xi hanya menggelengkan kepalanya. Tampaknya ia tidak ingin berbicara saat ia sedang makan sesuatu. Itu telah menjadi kebiasaannya, yang tidak suka berbicara saat ia sedang makan. Dan lebih memilih untuk menjawab setiap pertanyaan seseorang dengan menggelengkan kepalanya atau pun mengangguk.
" Bagaimana kalau kita habiskan dulu makanan kita. Setelah itu kita bisa lanjutkan gobrolnya. " Ucap Yu menyarankan kepada mereka semua untuk menghabiskan makanan yang sedang mereka makan terlebih dahulu. Menurutnya, kurang sopan bertanya sesuatu kepada seseorang yang sedang asik menikmati makanan yang ia makan. Apa lagi, saat ini mereka pun makan masakan yang di buat oleh orang tersebut.
Mendengar itu dari Yu, mereka pun setuju untuk menghabiskan makanan mereka. Setelah mereka menghabiskan makanan mereka, mereka melanjutkan dengan obrolan kecil sebelum mereka tidur.
Tenda pun di bangun dengan kulit monster yang telah mereka bersihkan. Dan semua orang tidur dengan tenda yang terpisah, dengan laki - laki dan perempuan berada di tenda yang berbeda. Saat itu semuanya sedang tertidur pulas, mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah karena bertarung seharian penuh.
Kecuali untuk Xi. Ia belum tidur dan lebih memilih untuk berjaga di luar saja. Saat ia sedang berjaga di luar tenda, seseorang datang menghampiri dirinya.
" Kau belum tidur Tota? " Tanya Xi kepada orang itu. Yang tidak lain adalah Tota yang merupakan rekan satu partynya.
__ADS_1
" Ya begitu lah... Aku tidak bisa tidur hari ini. " Ucap Tota sambil mengelengkan kepalanya. Sesambil itu ia juga memegang kepalanya.
" Lalu... Apa yang kau inginkan? Melihat dari tingkahmu itu, kau tampak bingung dengan dirimu sendiri. Ada apa sebenarnya? " Tanya Xi yang memerhatikan Tota selama malam ini saat makan malam. Tidak seperti biasanya yang sering bertengkar dengan Airis mau pun Aiko. Hari ini ia bersikap aneh dan tidak seperti biasanya yang galak layaknya harimau.
" Hehehe ketahuan ya... Sepertinya tidak ada yang bisa di sembunyikan dari mu. " Ucap Tota sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sambil tertawa cengingiran. Ia melihat kedua tangannya saat itu juga sambil mengingat semua latihan yang pernah ia lakukan selama masih di kediaman keluarganya saat masih kecil. Saat itu, ia berlatih dengan sangat keras demi memenuhi ke inginan keluarganya. " Selama ini... Aku merasa aku telah menjadi seseorang yang kuat. Dengan latihan berat yang aku lakukan setiap harinya dulu sampai sekarang, memganggap diriku adalah yang terbaik di antara yang terbaik. " Ucap Tota menceritakan perasaan yang ia lalui selama ini sambil mengingat perjuangannya.
Tota mengepalkan tangannya dengan erat dengan tatapan penuh keyakinan. Kemudian ia melonggarkan kepalannya, dan melanjutkan ceritanya " Aku yang merasa diriku telah menjadi yang terkuat di generasi ku dan terus mendapatkan sebuah kemenangan yang mudah, pujian, dan penghargaan. Namun, setelah aku bertemu, untuk pertama kalinya aku merasakan rasa takut. " Lanjut Tota.
" Melihatmu yang sangat kuat, aku merasa kalau apa yang aku capai selama ini bukanlah apa apa di hadapanmu. Aku merasa kalau itu hanyalah sebuah kesombongan yang tidak ada artinya sekarang. Sebagai penerus dari Klan Harimau biru aku terlalu lemah dan terlalu sombong. Aku terlalu cepat puas dengan apa yang aku capai. "
" Melihatmu bertarung melawan monster - monster yang kuat bahkan monster yang tidak dapat ku kalahkan, kau bisa mengalahkannya. Aku mulai sadar betapa lemahnya diriku ini. Aku ingin menjadi kuat untuk membuat keluarga ku bangga, aku ingin menjadi kuat untuk melindungi keluarga ku... " Lanjutnya dan mulai mengepalkan tangannya kembali dengan tatapan yang tajam, dengan aura kuat layaknya seekor harimau yang menguasai sebuah hutan. " Karena itulah, tolong terimalah permintaan ku ini untuk membimbing ku. Aku ingin berlatih dengan mu. " Ucap Tota sambil membungkuk. Memohon kepada Xi untuk melatih dirinya menjadi lebih kuat lagi demi melindungi apa yang ia sayangi.
Mendengar semua itu dari Tota Xi hanya bisa diam saja sambil melirik Tota yang membungkuk itu. Dengan sorot mata yang tajam namun dengan ekspresi yang tidak percaya ia bergumam di dalam hatinya. " Tuan muda dari sebuah keluarga bangsawan besar Klan Harimau biru, sekaligus ketua dari party ini. Ia rela membungkuk dan memohon kepada seseorang untuk melatihnya. Baru pertama kalinya aku melihat seorang tuan muda dari keluarga bangsawan menurunkan harga dirinya untuk ini. Dia benar - benar menarik. " Gumamnya. Untuk berpikir seperti itu sangatlah sulit bagi seorang tuan muda dari keluarga bangsawan jika mereka tidak menyadari kelemahan mereka sendiri. Namun, tidak seperti kebanyakan tuan muda pada umumnya. Tota memiliki cara pandang yang cukup berbeda. Sedari awal mereka bertemu, Tota tidak pernah membanggakan dirinya sebagai seorang tuan muda dari sebuah keluarga besar dan lagi menyombongkan dirinya sebagai pewaris dari pemimpin keluarga itu.
Mereka berdua mangambil tempat yang cukup jauh dari tenda mereka karena takut mengganggu waktu tidur rekan rekannya. Setelah menemukan tempat yang cocok, segerah mereka bersiap mengambil posisi mereka masing - masing. Tota dengan bentuk manusia harimau birunya siap untuk menyerang Xi kapan pun.
Keduanya saling menatap dengan tajam. Angin berhembus membawakan sejuk. Dedaunan mulai berterbangan karena hembusan angin itu. Dedaunan yang beterbangan melewati mereka.
Saat salah satu daun tersebut jatuh ke tanah, keduanya saling melesat dengan cepat dan memberikan sebuah pukulan kuat mereka masing - masing. Akhibat dua pukulan kuat saling beradu, menyebabkan hembusan angin kuat serta menghancurkan tanah yang mereka pijaki.
Dari pukulan pertama itu, Tota terpukul mundur beberapa meter dari tempatnya. Dalam benaknya, ia tidak dapat percaya kalau Xi punya pukulan yang sangat kuat. Kekuatan Fisik dari Xi bukanlah main - main, dan berbeda seperti sebelumnya saat mereka baru bertemu pertama kali.
__ADS_1
" Selama ini dia menyembunyikan kemampuannya? " Gumam Tota dalam hatinya dengan bungung. Ia ingat dulunya Xi pernah mengatakan kalau dia itu adalah seorang Assassin. Dan tidak mungkin bagi seorang Assassin punya fisik yang lebih kuat dari seorang Fighter.
Di saat ia sedang berpikir itu, Xi tiba - tiba muncul di hadapannya tanpa ia sadari sedikit pun. Tatapan mata merah Xi sangatlah tajam. Dan ia memberikan sebuah tendangan yang kuat ke arah Tota hingga membuat Tota pun terhempas.
Tota terjatuh karena tendangan kuat dari Xi. Namun, ia masih dapat berdiri kembali, dan melesat ke arah Xi dan menyerangnya secara bertubi - tubi. Pukulan Tota sangat kuat dengan di aliri oleh listrik biru yang melapis pukulannya. Akan tetapi Xi dapat menghindari itu dengan mudahnya.
Tota yang menyerang Xi dengan Tinjunya saat itu tidak sampai mengenai Xi. Dan itu membuat peluang untuk Xi membalas serangan Tota dengan pukulan yang kuat hingga membuat Tota terhempas kembali.
Tota yang di hempaskan itu menatap Xi kembali dengan wajah yang penuh keringat karena lelah. " Kau... Menyerang ku saat aku melemahkan kekuatan ku... Saudara ini sedikit curang. " Ujar Tota sambil mengusap keringatnya.
" Di bagian mena aku melakukan kecurangan? Banyak serangan mu yang tidak mengenaiku, namun aku tidak balas menyerang mu. Kenapa aku menyerang mu saat kau menurunkan kekuatanmu? " Ucap Xi dengan tenang sambil menatap Tota dari kejauhan. " Itu karena kau tidak akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kekuatan mu dan saat itulaj pertahananmu akan melemah. " Lanjut Xi. Ia menjelaskan kenapa ia melakukan hal tersebut.
" Kalau kita berbicara tentang kekuatan Fisik, maka kau lebih unggul dari ku. Jika aku meladenimu dengan beradu pukulan, sudah dapat di pastikan aku yang kalah. Kau petarung tipe hewan buas... Yang mena kekuatan mu lebih kuat dari petarunh biasa. Kalau aku menganggapmu seperti petarung biasa, maka itu akan menjadi kesalahan terbesarku. " Ucap Xi.
Mendengar itu keluar dari mulut Xi, hanya terdiam sambil membuka matanya lebar - lebar tanpa berkedip. Ia pun mengerti kenapa Xi tidak melanjutkan beradu kekuatan dengannya setelah pukulan pertama yang mereka lakukan. Saat itu, Xi sudah menyadari kekuatan nya dan langsung menjaga jarak darinya sembari menghindari setiap serangan nya.
" Ternyata begitu... Dia sudah merencanakan ini. " Ujar Tota dalam hatinya. Ia mengerti apa yang Xi lakukan. " Baiklah, ayo lanjutkan! " Ucap Tota dengan penuh semangat. Tatapan matanya sangat bersih dan bersinar malam itu.
Xi yang melihat itu, ia sedikit terkejut. Walau ia hanya memasang ekspresi dingin, namun ia tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya itu. " Ada yang berbeda dari Tota. Kini Auranya berbeda dari sebelumnya. " Gumam Xi dalam hatinya. Walau ia bersikap dingin, namun di dalam hati ia tersenyum senang saat melihat itu. Saat ini ia melihat sesuatu yang berbeda dari Tota yang sebelumnya." Boleh juga kau Tota. "
Dengan tatapan dinginnya ia berkata " Aku mengerti, ayo lanjutkan. " Ucapnya dengan dingin dengan mata merahnya yang menyalah.
__ADS_1
" Ya, aku tidak akan ragu. " Balasnya sambil tersenyum.
Keduanya melanjutkan pertarungan mereka pada malam itu dengan pertarungan yang sengit. Energi sihir yang terpancar dari tubuh mereka berdua menyebabkan hembusan angin yang kuat hingga membuat dedaunan pohon pun berterbangan.