LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 229


__ADS_3

Melihat Apocalyps of Demon Lord yang sekarat itu, Eve menjadi bingung. Bagaimana mungkin seorang Apocalyps bisa terluka sampai separah itu, karena penasaran ia bertanya kepada Xi. Namun Xi mengabaikannya. Eve marah karena ia di abaikan begitu saja, seumur hidupnya belum pernah ada yang mengabaikan dirinya saat ia berbicara mau pun bertanya.


Kedua matanya bersinar terang dan di belakang dirinya muncul banyak golem es yang bentuknya seperti hewan buas. Serta ada banyak tangan raksasa yang ia ciptakan, dengan marah ia berkata kepada Xi.


" Aku akan mengakhiri dirimu di sini! " Ujar Eve dengan keras. Ia melemparkan tangan raksasa yang ia ciptakan kepada Xi.


Banyak sekali tangan raksasa yang Eve lemparkan, tangan - tangan itu dapat membuat matahari membeku dan bagi mereka yang menyentuhkan akan mati karena membeku.


Di saat yang sama. Dua dagger terbang dengan cepat mengarah kepada Eve dan mengenai kedua bahunya. Eve pun kesakitan karena dagger tersebut. Ia ingin melepaskan daggernya, namun saat ia menggerakkan kedua tangannya, dua dagger lagi muncul dan menancap di telapak tangannya.


" Sialan! Mati saja sana kau Lord of Daeth!! " Ujar Eve dengan keras. Semakin banyak pasukan yang ia ciptakan dan semakin banyak serangan yang ia lepaskan.


Serangan milik Eve sangat kuat, jika itu terjadi di dunia nyata, maka separuh dari dunia dapat membeku karena ulahnya, terlebih dia ada di dalam domain. Itu memungkinkan dirinya dapat membekukan seluruh dunia beserta isi - isinya. Tidak ada satu pun yang akan selamat jika serangan Eve jatuh ke dunia, mereka semua akan membeku dan tidur abadi di dalam es yang sangat dingin.


Ledakan terjadi di dalam domain, embun es menutupi pandangan mereka, dan dari embun es tersebut terdapat sebuah pilar es yang sangat besar. Saat embun es menghilang, terlihat di dalam pilar es tersebut ada Apocalyps of Demon Lord yang telah mati membeku. Serta tubuhnya berlubang.


Eve membuka matanya lebar - lebar, iya terkejut karena Apocalyps of Demob Lord telah terbunuh dan sekarang ia telah membeku di dalam pilar es miliknya.

__ADS_1


Eve yang lengah saat itu, terkena serangan berskala besar. Sinar cahaya merah menghantam dirinya dengan sangat kuat hingga terjadi gelombang kejut yang besar. Pasukan es miliknya hangus dalam sekejap, serta tangan - tangan raksasa miliknya juga lenyap. Barier yang melapisi dirinya hancur dan serangan tersebut langsung mengenai dirinya.


Eve sangat kesakitan saat terkena serangan tersebut, dalam pikirannya ia sadar kalau dia sudah tidak dapat bertahan lagi karena sinar merah yang menghantam dirinya. Dalam pikirannya ia berkata " Aku... Apa aku akan mati?... Aku sangat menyesal... Kenapa aku harus menjadi musuhnya... " Pikirnya pada saat itu sebelum dirinya menerima kematian.


Eve pun terbunuh dengan seluruh tubuhnya menghilang karena sinar merah yang menghantam dirinya. Apocalyps King of Insect yang melihat kedua temannya terbunuh, ia terdiam membeku. Tidak menyangka kalau dua Apocalyps akan mati di tangan satu orang.


" A apa... Padahal dia belum mengeluarkan kekutan penuh... Ta tapi dia bisa membunuh dua di antara kami... " Ucapnya dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


Sesuatu hal yang mustahil untuk di lakukan. Mereka yang memiliki kekuatan yang setara dengan Dragon Awakening dapat di musnahkan begitu saja. Apocalyps King of Insect bergetar ketakutan saat melihat Xi yang membunuh kedua temannya.


Saat itu Lord of Predator memperingati Apocalyps King of Insect untuk tidak pergi balas dendam. ' Sebaiknya kau tidak pergi ke sana... Pergi ke sana sama saja cari mati... ' Ujar Apocalyps Lord of Predator saat itu. Ia mencoba untuk mencegah Apocalyps King of Insect untuk tidak mengambil tindakan yang gegabah. Namun karena saat itu Apocalyps King of Insect telah di kendalikan oleh amarahnya, ia tidak mendengarkan perkatakan dari Apocalyps Lord of Predator.


' Orang itu... Lord of Death... Dia pasti sudah memperhitungkan kedatangan kalian... Hati - hatilah. ' Perkataan terakhir sebelum Apocalyps King of Insect pergi.


" Ja jadi ini yang kau maksud... Orang ini telah memperhitungkan kedatangan kami... Di dia... Sudah memperhitungkan semuanya... " Ucap Apocalyps King of Insect dengan wajah yang di penuhi keringat, serta sambil membanyangkan kengerian dari Xi. " Itu artinya... Kami hanya menari - nari di telapak tangannya... " Lanjut Apocalyps King of Insect sambil membayangkan mereka yang sedang menari - nari di tangan Xi.


Xi menatap Apocalyps King of Insect dengan tajam. Tatapannya di penuhi dengan niat membunuh. Dengan itu ia berkata " Kau yang terakhir... Aku sudah bermain di dalam domain milik kalian... " Ucapnya saat itu sambil melihat domain yang di ciptakan oleh ke tiga Apocalyps tersebut. " Sekarang giliran diriku... " Lanjutnya dengan tatapan membunuh. " Domain... Dark Dragon Death Garden! " Ucap Xi saat itu dan menciptakan domain miliknya.

__ADS_1


Di dalam domain milik ke tiga Apocalyps tersebut, di lahap oleh domain milik Xi. Dan di sana di penuhi dengan tumpukan mayat naga yang di selimut oleh kegelapan, tidak ada matahari, tidak ada cahaya, tidak ada bintang, tidak ada kehidupan. Hanya ada kegelapan dan kematian!


Di saat yang sama, Apocalyps King of Insect terdiam membeku. Ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya di dalam domain milik Xi. Dan dalam sekejap tubuhnya terpotong - potong menjadi banyak bagian dan sangat kecil, namun dirinya masih hidup.


Saat itu sebuah sinar cahaya merah langsung menghantam dirinya hingga hangus dan mati tanpa menyisakan sedikit pun bagian tubuhnya.


Sinar cahaya merah tersebut adalah sebuah Awakening Skill milik Xi, yaitu, Evil Dragon Lord Azi Dahaka. Sebuah kemampuan yang hanya berfokus untuk menyerang dan menghancurkan lawan hingga tidak ada yang tersisa. Kamampuan ini sebenarnya di miliki oleh Azi Dahaka itu sendiri. Namun setelah kekalahan dari Azi Dahaka, kemampuan ini jatuh ketangan Xi dan menjadi Awakening Skill miliknya. Evil Dragon Lord Azi Dahaka.


Di dalam domain yang di isi dengan kegelapan, di sana terdapat Xi yang duduk tenang di singgah sananya. Namun di belakang dirinya terdapat naga berkepala tiga yang menyeramkan. Naga tersebut adalah Azi Dahaka.


" Tiga sudah hilang... Tapi perang masih akan berlanjut... Aku rasa orang itu akan membangkitkan dewa kehancuran, dan sisi lain guardian akan membangkitkan dewi kebijakan... Aku akan menunggu kalian semua. " Ucapnya dengan mat merah yang menyalah, dan niat membunuh terpancar dari matanya.


Di seluruh dunia, gate super besar muncul di langit - langit dan juga di daratan serta lautan. Kemunculan Gate yang sangat banyak itu membuat setiap makhluk hidup menjadi frustrasi, dan merasa putus asa dengan bencana ini.


Namun ada banyak manusia serta ras lainnya yang tidak menyerah. Mereka semua berkumpul di negara mereka masing - masing dan bersiap untuk berperang dengan para monster yang akan datang menyerang mereka.


Masing - masing negara memiliki seratus ribu petualang yang sangat hebat / Elite. Semuanya berkumpul untuk menghadapi gelombang monster yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2