LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 237


__ADS_3

Dunia yang berada dalam kekacauan, dan para manusia telah mengungsi di tempat dimana monster belum menginjakkan kakinya. Sementara para monster dan guardian saling bertarung dan terus menyebabkan kekacauan.


Guardian Celestial yang mengirimkan dua juta pasukannya ke dalam labirin milik Lord of Death and Dakrness, kehilangan kontak dengan mereka semua.


Sementara di waktu yang sama, pulau lautan suci telah di runtuhkan. Dan berakhir pada Aqua yang di bawa oleh Reine, Velan dan juga Seiya. Serta paus orca merah jahat juga di tangkap dan di bawa oleh Seiya menuju ke hutan kematian.


Sesampainya mereka di hutan kematian, Aqua di masukan ke dalam sebuah ruangan dan di ikat denga rantai yang menahan kekuatan sihirnya. Sementara Paus Orca merah jahat, di serahkan kepada Zyx saat itu untuk disiplinkan.


Aqua perlahan membuka matanya dan tersadar daru pingsannya. Tepat saat ia sudah sadar, ia bingung dimana ia berada saat itu. Tempat tersebut sangat berbeda dengan pulau lautan suci. Dan di sampingnya, terdapat seorang pria yang sedang santai menunggu ia sadar.


" Kau sudah sadar ya... " Ucap Pria tersebut.


" Ka kau yang waktu itu... Ada di mana aku sekarang? " Tanya Aqua kepada pria tersebut.


Pria itu menjawab " Di penjara bawah tanah hitan kematian. " Jawabnya sambil terseyum.


Saat itu, suara langkah kaki terdengar dan sebuah suara seseorang membuka sebuah pintu ruangab pun terdengar. Saat itu seseorang masuk ke dalam dan menghampiri mereka.


" Hormat kepada Yang mulia Xi - Sama! " Ucap pria tersebut sambil membungkuk.


" Tidak perlu sesopan itu Seiya... Dan kau pasti penguasa lautan dari pulau lautan suci. Sang dewi lautan Aqua. " Ucap pria tersebut.


Mendengar nama Xi yang di ucapkan oleh Seiya, Aqua terkejut. Karena ini kali pertamanya ia melihat secara langsung Lord of Death and Darkness yang sebenarnya. Selama ini ia hanya mendengar tentang Lord of Death, namun saat ini ia berkesempatan untuk melihatnya.

__ADS_1


Namun, ia lebih penasaran kenapa Lord of Death and Darkness menyerangnya dan menangkapnya. Karena ia ingin tahu alasannya, ia pun bertanya kepada Xi tentang alasan menangkap dirinya.


" Lord of Death and Darkness... Aku tidak memiliki permusuhan dengan mu, tapi... Kenapa kau malah menyerang ku? " Tanya Aqua sambil menatap mata Xi yang merah saat itu.


Mendengar itu, Xi menghelakan nafasnya. Mata merahnya bersinar terang dengan keduanya di selimut niat membunuh. " Langsung ke intinya saja... Dimana dewa lautan berada? Katakan kepada ku, aku mau membunuhnya. " Jawab Xi sambil bertanya kepada Aqua tentang perihal dewa lautan.


Aqua yang mendengar itu dari Xi, ia terkejut karena Xi tahu kalau Aqua memiliki beberapa hubungan dengan dewa lautan. Ia merapatkan giginya dan menutup rapat mulutnya. Ia menolak untuk memberitahukan keberadaan dewa lautan kepada Xi.


Namun sikap Aqua yang tidak mau menjawab pertanyaan dari Xi membuat Seiya kesal. Ia pun menendang perut Aqua dengan sangat kuat. " Jawablah pertanyaan yang di ajukan oleh Xi - Sama dasar sialan! " Ucapnya sambil menendang Aqua.


Walau begitu, Aqua tetap menutup rapat mulutnya, dan menolak untuk mejawab pertanyaan dari Xi. Ia berpikir lebih baik ia mati dari pada mengkhianati dewa lautan.


Alasan Xi mencari dewa lautan adalah, karena dewa lautan adalah salah satu dewa yang bersama dewa lainnya pada saat itu bertarung untuk membunuh dewa kematian. Ia mengetahui semua itu dari ibunya. Ibunya menceritakan kepada Xi bahwa dulunya, dewa lautan adalah orang yang membuat rencana untuk membunuh ibu Xi saat sedang melahirkan Xi saat itu.


Dewa lautan ingin menggunakan kesempatan itu, untuk membuat dewa kematian menyerah dan agar mereka lebih mudah untuk membunuh dewa kematian, sehingga mereka dapat memerintahkan dunia ini di bawah kendali mereka.


" Walau kau berpikir untuk mati sekali pun... Kau tetap akan memberitahukan kepada ku dimana dia berada, mudah untuk mendapatkannya dengan cara membangkitkanmu menjadi undead. " Ucap Xi.


Namun Aqua hanya menganggap hal tersebut hanya sebagai gertakan saja. Tidak mungkin untuk Xi dapat membangkitkan mereka yang memiliki kekuatan yang setara.


Xi pun berbalik dan bejalan pergi meninggalkan Aqua. Sebelum pergi, Xi mengatakan sesuatu kepada Seiya. " Lakukan dan dapatkan informasi nya. " Ucap Xi sebelum ia pergi.


Seiya mengangguk mengerti. Saat itu, Ia langsung terseyum jahat serta kesal karena Aqua tidak berkata apa pun kepada Xi saat Xi sedang bertanya. " Kau pikir kau bisa mati di tempat ini? " Ucap Seiya dan menebaskan bladenya kepada Aqua.

__ADS_1


Sehari setelahnya. Di sebuah tempat yang indah dengan pepohonan dan danau besar. Di sana, terdapat delapan monster berukuran sangat besar sedang bersantai dan menikmati ketenangan dengan seseorang pria yang cukup tua berada di tengah - tengah danau sedang tiduran.


Kedelapan monster tersebut adalah monster - monster yang sangat kuat dan berbahaya. Kedelapan monster tersebut adalah Mythical Beast yang ranknya telah sampai di tahap SSS+. Dan pria yang berada di sana adalah tuan mereka.


Sang dewa lautan. Dewa masalalu yang ikut berperang melawan dewa kematian dulunya. Saat ini ia sedang bersantai dan tidak memikirkan tentang kekacauan dunia yang di kacaukan oleh para monster.


" Siang hari yang indah... Ini waktu yang tepat untuk beristirahat dan tidur. " Ucap Dewa lautan sambil berbaring di atas air yang tenang sambil di keliling oleh para monster.


Angin sepoi - sepoi menangkan pikiran nya dan menyejukan badan. Dan semakin lama angin berhembus kencang dengan air yang tenang berubah menjadi kacau dan bergetar.


Dari langit muncul empat buah pedang yang berlapisi api mengarah kepada dirinya. Keempat pedang tersebut menghantam mereka di danau dan menyebabkan air danau menjadi kering karena api yang terlalu panas.


" Apa itu tadi... Aku sampai tidak menyadarinya... " Ucap dewa lautan yang berhasil menghindari serangan tersebut.


Uap air yang tebal membuat jarak pandang menjadi terbatas. Saat uap air mulai memudar, terlihat empat monster Mythical Beast miliknya telah terbunuh oleh empat pedang tersebut. Dan keempat monster Mythical Beast lainnya mengalami luka yang sangat parah, namun mereka masih dapat bergerak walau air telah menguap sampai habis.


" Apa - apaan ini... Bahkan jika yang menyerang Apocalyps mau pun Apostel... Tidak mungkin mereka bisa membunuh empat Mythical Beast sekaligus. " Ucap Dewa lautan dengan wajah yang berkeringat melihat kekuatan dari serangan tersebut.


Danau besar yang ia tempati lenyap dan tidak bersiskan air sedikit pun. Bunga - bunga yang indah yang tumbuh di sekitar nya, juga telah mati. Melihat daya serangan tersebut, ia ragu kalau musuhnya akan mudah di hadapi.


Namun, seseorang muncul di tidak jauh dari nya. Enam pasang sayap naga tampak sangat mengerikan di punggu sosok tersebut. Dan sosok tersebut menarik kembali empat pedangnya dan mengarahkannya kepada dewa lautan.


Dewa lautan yang melihat sosok tersebut menyipitkan matanya. Ia tidak dapat melihat dengan jelas saat itu karena sosok tersebut di halangi oleh sinar matahari.

__ADS_1


Ia juga merasakan energi sihir yang terpancar dari sosok tersebut. Energi sihirnya sangat kuat bahkan sampai melebihi kedelapan Mythical Beast miliknya itu.


" Siapa kau? " Tanya Dewa lautan kepada sosok yang di selimut dengan aura hitam yang sangat kuat.


__ADS_2