LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 47


__ADS_3

Lightning Claw yang menyerang mereka telah di kalahkan semua. Dengan kematian dari Lightning Claw King yang menjadi pemimpin mereka. Para shadow army berhasil mengalahkan Lightning Claw King dengan cepat dan tidak menyisakan satu monster pun pergi dari tempatnya.


Xi yang saat itu hanya berdiri dan melihat mereka bertarung, saat itu ia sedang berpikir. Setelah selesai berpikir, ia berjalan menghampiri mereka. " Akan sulit kalau kalian tidak punya nama... Aku akan memberikan kalian nama... Hamer, Blade, dan Sield... Sebagai kelompok Hidden Master. " Ucap Xi memberikan nama kepada mereka, dan sebuah kelompok di Shadow Armynya. Mereka bertiga akan memimpin pasukan Shadow Army yang berupa petualang dan Knight, mau pun bandit.


Dan nama Hamer untuk Boss bandit, Blade untuk Duke Nagi, dan Sield untuk Duke Ester. Serta nama kelompok mereka adalah Hidden master. Nama mereka akan secara otomatis terpasang saat mereka mencapai tingkat rank Master.


Setelah memberikan mereka bertiga sebuah nama. Xi menatap Lightning Claw King yang tergeletak di hadapannya, ia pun membangkitkan Lightning Claw King sebagai Shadow Army berserta semua ras nya yaitu Lightning Claw. Saat itu para monster yang telah bangkit kembali, menundukkan kepalanya kepada Xi.


" Nama mu Claw... Dan monster pertama yang akan masuk ke dalam kelompok Beast King. " Ucap Xi saat itu memberikan Lightning Claw King sebuah nama. Ia mengambil nama Claw dari Lightning Claw King.


HIDDEN MASTER : HAMER, BLADE, SIELD.


BEASTKING : CLAW.


Setelah itu selesai, Xi menarik semua pasukannya. Dan dari mayat Lightning Claw King tersebut, terdapat sebuah Rune stone. Ia pun mengambil nya dan langsung memcahkannya. Sehingga ia mendapatkan kemampuan milik Lightning Claw King.


[ Skill Lightning Bash telah di dapatkan ]


[ Lightning Bash ]

__ADS_1


[ Memukul lawan dengan pukulan yang di lapisi oleh petir ]


" Lumayan juga... Toh aku masih punya tiga Rune Stone yang tersisa... Akan aku pakai nanti dalam perjalanan... Saatnya memgambil Bunga kehidupan. " Ucap Xi dan pergi bersama Airis menuju ke lokasi Bunga kehidupan berada.


Saat dalam perjalanan, Xi menggunakan ketiga Rune Stone yang ia dapat dari mengalahkan Comandan iblis dan raja iblis. Ia mendapatkan sebuah skill menyerang yaitu nafas api dari comandan iblis Aksa yang berupa seekor naga. Sebuah kemampuan untuk memperkuat tulang dan otot tubuh dari comandan iblis Markus. Serta sebuah kemampuan, dimana ia akan mengurangi pengguna energi sihir yang ia gunakan sebesar 10 % dari Rune Stone raja iblis.


Kemampaun yang ia dapat dari raja iblis, sangatlah berguna untuknya. Apa lagi dirinya yang energi sihirnya sangat boros karena shadow army yang terus hancur, akan memulihkan dirinya dengan energi sihir miliknya sendiri.


Xi dan Airis yang menelusuri hutan, akhirnya sampai di tempat dimana bunga kehidupan berada. Tepat di dapan mereka berdua, terdapat sebuah gua yang cukup besar. Dan aroma harum dari bunga tersebut sampai tercium di luar gua.


" Akhirnya sampai... Tapi ini tidak akan mudah... " Ucap Xi sambil menatapi para monster yang menjaga mulut gua tersebut. Terlihat di hadapan mereka berdua, terdapat sekumpulan monster yang menjaga mulut gua.


[ King Phanter Iron Horn ]


[ Monster yang hidup di dalam hutan sebagai predator bagi para monster lainnya. Mereka memiliki tanduk sekuat baja dan sejatam pisau, serta cakar dan taring mereka yang tajam, dapat mengoyak kulit dengan mudah. Mereka juga memiliki kemampuan yang hebat, yaitu bergerak dengan sangat cepat. ]


Mereka yang melihat segerombolan monster itu, hanya bisa diam saja. Namun Airis merasa aneh karena para monster tersebut tidak bergerak menyerang mereka.


" Ini cukup aneh... Phanter Iron Horn biasanya sangat ganas dan agresif. Siapa pun yang mendekati teritorial nya, mereka akan langsung menyerang tanpa ampun... Tapi kenapa mereka tidak bergerak sedikit pun? " Ucap Airis dengan bingung dengan Phanter Iron Horn yang hanya diam saja saat ada orang lain yang masuk ke dalam teritorial nya.

__ADS_1


Di sisi lain, ia juga mencium aroma yang sangat wangi dan menyengat. Aroma tersebut, dapat menarik perhatian monster yang ada di dekatnya. " Aroma ini... Seharusnya dapat menarik perhatian monster yang melewati tempat ini... " Ucap Airis yang menghirup Aroma dari bunga kehidupan.


Tak lama, setelah Airis mengatakan hal tersebut. Suara langkah kaki yang banyak menghentakan tanah hingga bergetar pun terdengar. Burung - burung berterbangan karena panik, dan pepohonan mulai bergoyang dengan dedaunan yang jatuh dari rantingnya.


Sekelompok monster berkaki empat dengan cepat, bergerak ke arah mereka secara berkelompok. Monster - monster itu, memiliki ukuran tubuh yang besar dan tinggi hingga mencapai satu meter lebih. Dua gading tajam menjulang ke depan di dekat mulutnya kiri dan kanan. Jumlah mereka sangat banyak, dan terlihat sangat mengerikan.


" Babi hutan coklat... Mereka punya penciuman yang sangat baik dan sangat suka dengan aroma yang wangi... Jadi tidak heran jika mereka datang ke tempat ini. " Ucap Airis sambil melihat banyaknyka babi hutan coklat yang bergerak ke arah Phanter Iron Horn.


[ Babi hutan Coklat ]


[ Monster yang sering sekali di temukan di dalam hutan. mereka adalah monster yang sangat suka berkeliaran dan mencari tempat yang nyaman untuk mereka tinggali. dan mereka adalah monster yang sangat peka terhadap aroma yang wangi. ]


Phanter Iron Horn yang menyadari kedatangan segerombolan babi hutan coklat mereka langsung bersiaga. Mereka mengerang sambil menunjukkan taring tajam mereka untuk menakuti para babi hutan tersebut.


Namun, sekelompok babi hutan itu bukannya takut, namun malah mengerang balik sambil menghentakan kaki depan mereka ke tanah. Menunjukkan keganasan dan kekuatan mereka di depan sekelompok Phanter Iron Horn.


Keduanya saling meraung satu sama lain, memunjukkan kekuatan mereka. Kedua kelompak saling menatap satu sama lain, dan akhirnya saling menyerang. Dengan Phanter Iron Horn, bergerak terlebih dahulu menyerang sekelompok babi hutan coklat yang memasuki wilayahnya.


Melihat para Phanter Iron Horn yang menyerang, mereka berlari ke arah Phanter Iron Horn dengan sekuat tenaga mereka, dan menyebabkan tabrakan yang kuat pun terjadi di antara keduanya. Kedua kelompak saling bertarung satu sama lain, dengan brutal layaknya binatang buas yang sedang memperebutkan teritorial mereka.

__ADS_1


Di satu sisi ada yang ingi melindungi area kekuasaan mereka, dan di satu sisi ada yang ingin mengambil area kekuasaan mereka. Keduanya saling bertarung dengan brutal tanpa memperdulikan nyawa mereka layaknya hewan buas.


__ADS_2