LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
Ch. 295


__ADS_3

Energi super panah bergerak menuju ke sebuah bintang. Bintang yang di tujunya adalah sebuah dunia yang saat ini sedang mengalami krisis inpex yang tak tertahankan lagi.


Berbentuk seperti sebuah komet berukuran sangat besar yang melebihi bintang, cahaya hitam terpancar terang. Itu adalah sebuah entitas yang tidak dapat di ukur oleh dunia manapun.


Alam semesta begetar hebat, dan angkasa seakan ingin runtuh ketika komet itu melaju cepat. Benar-benar tidak ada yang dapat menghentikannya.


Saat sampai, komet tersebut berhenti di luar atmosfer dunia yang telah tertutupi oleh kegelapan. Menampakkan wujudnya, dia bermanifestasi sebagai seekor naga hitam yang teramat besar.


Wajahnya menyeramkan, mata merah menyalah terang seperti terbakar oleh api yang panas. Kekerasan tubuhnya tidak dapat di ketahui oleh akal sehat, itu sangat keras, lebih keras dari sebuah bintang. Dua tanduk menculang kedepan seperti seekor banteng. Tiga pasang sayap membentang dan menutupi angkasa.


Tubuhnya begitu besar, bahkan dunia mau pun matahari tidak lebih besar dari cekarnya. Jika di pikir itu hanya sebesar bola kasti di telapak tangan manusia.


Melihat dunia itu sudah tertutupi oleh kegelapan yang begitu ganas dan juga korosif. Membuatnya berpikir, apakah masih ada makhluk yang dapat bertahan di dalam sana? Seperti nya itu tidaklah mungkin, semuanya pasti telah mati.


"Krey, ini aku. Apa kau bisa mendengarnya?"


"Ya, aku bisa mendengarnya... Meski suaramu terdengar sedikit sama disini. Mungkin itu di karenakan kuba kegelapan ini."


"Sepertinya begitu. Dan apapun itu kita harus segerah menghentikannya. Jika tidak, seluruh Gakaxy akan dalam bahaya!"


"Aku sudah mencoba menenangkan Xi sejak tadi, tetapi dia masih tidak berhenti. Seperti kita harus menyegel kekuatannya sekarang untuk menghentikannya."


"Dan? Apa selanjutnya? Aku tahu tidak hanya itu saja rencanamu."


"Ya, kau mengerti. Ada satu cara, tetapi aku tidak menjamin ini akan berhasil dalam satu kali percobaan."


"Baiklah, mari dengarkan rencanamu."


"Disini, kita harus bekerjasama untuk menyegel kekuatannya terlebih dahulu. Aku akan menyegel kekuatan kematian, sementara kau kegelapan. Setelah kekuatannya tersegel, aku akan menghapus ingatannya yang sekarang, sehingga tidak akan terjadi bentrokan ingatan akibat memundurkan waktu."


"Dengan memundurkan waktu, waktu yang lain akan menjadi bercabang. Tetapi, aku percaya Xi dapat mengatasinya nanti dimasa depan. Entah itu kapan, tetapi aku sangat yakin itu."


"Kalau begitu, ayo kita mulai Bahamut. Ini akan menjadi pengulangan yang panjang! Mungkin perlu ratusan atau bahkan ribuan kali pengulangan."


"Ya, mari kita lakukan!"


Meski percakapan mereka di halangi oleh kuba kegelapan. Tetapi, itu tidak menjadi masalah bagi kedua makhluk perkasa ini. Mereka dapat berkomunikasi dengan lancar, selayaknya penghalang itu tidak benar-benar ada.


Keduanya mulai. Saling bekerjasama satu sama lain untuk menyegel kekuatan yang meledak-ledak itu.


Krey, dengan kekuatan sejatinya menarik semua kekuatan kematian yang Xi sebarkan keseluruhan dunia dan memasukkannya kembali kedalam tubuh Xi dengan paksa. Tentu, itu sangat menyakitkan bagi Xi, mengingat kekuatan itu sangat besar, bahkan sampai di segani oleh Bahamut.

__ADS_1


Ketika kekuatan kematian sepenuhnya berhasil di tarik masuk kembali kedalam tubuh Xi. Krey mulai membuat segel yang sangat kuat untuk menahan kekuatan kematian itu agar tidak lepas kendali.


Bersamaan, setelah kekuatan kematian berhasil di tekan. Bahamut memulai aksinya dengan menekan kekuatan kegelapan tersebut. Sangat mudah untuknya membuat kegelapan itu kembali masuk kedalam tubuh Xi. Tidak perlu banyak usaha untuknya menekan dan membuat segel nya. Hanya dengan mengandalkan dua kali jentikan jarinya, kekuatan kegelapan berhasil di segel dengan sempurna.


Sekarang, dunia telah lepas dari kekangan kegelapan dan kematian. Namun, bukan berarti itu menghentikan keruntuhan dunia.


Kirin Hitam, Elamg emas yang terjebak di sana akhirnya dapat bernafas dengan legah. Dan saat itu, Bahamut langsung menghubungi mereka.


"Dua makhluk bodoh! Dengarkan perintahku." Ucap Bahamut. Dia sama sekali tidak memandang mereka berdua sebagai Penguasa Galaxy.


Elang Emas hanya diam, dan mengangguk setuju dengan apa yang di katakan oleh Bahamut. Dia sadar, Bahamut saat ini tidak sedang main-main.


"Kau..."


"Jika kau menolak mendengarkan, maka kita akan bertarung sekarang. Aku bersumpah akan membunuhmu, memakan daging mu, dan meminum darahmu. Tidak hanya itu, Galaxy yang selalu kau bangga-banggakan, dan selalu kau pamerkan akan aku hancurkan hingga tak bersisa. Yakinlah, tidak akan ada kehidupan lagi di wilayahmu!"


Awalnya Kirin Hitam hendak menolak permintaan Bahamut yang ingin memerintah nya. Mau bagaimana pun, dia dan Bahamut adalah entitas tertinggi yang sama-sama menjaga Galaxy masing-masing. Tetapi, bagaimana bisa dia tinggal diam setelah dirinya di hina begitu.


Akan tetapi, dalam sekejap Kirin Hitam mengurungkan niatnya untuk protes. Apa yang Bahamut ucapkan barusan bukan hanya gertakan semata untuknya. Bahamut benar-benar serius. Dan itu membuatnya tidak punya pilihan lain selain mendengarkan.


Kirin Hitam benar-benar takut pada Bahamut. Dia terlihat seperti seekor tikus yang ketakutan di depan seekor Harimau yang ganas.


Sedikit menghelekan nafas. Bahamut legah karena tidak terjadi sesuatu yang menyulitkan, meski sebenarnya itu tidaklah sulit. Namun, untuk bertarung, sejujurnya Bahamut sangat melas meladeni mereka.


"Huh, tidak banyak. Kalian hanya perlu memundurkan waktu di Galaxy kalian."


"Apa?! Memundurkan Waktu?" Serempak.


"Meski itu tidak sulit, tetapi apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau ingin kami semua memundurkan waktu?"


Elang Emas dengan nada terkejutnya bertanya-tanya kepada Bahamut. Berharap, Bahamut dapat berbaik hati dan memberitahukan nya.


Bahamut malas untuk menjelaskannya secara rinci, dan hanya memberikan jawaban singkat.


"Mencegah bencana kedepannya."


Elang Emas dan Kirin Hitam saling memandang satu sama lain. Seakan mereka tidak percaya dengan apa yang Bahamut Katakan.


Jika untuk mencegah bencana besar kedepannya, kenapa tidak memusnahkan nya saja sekarang? Mumpung sekarang orang itu ada di vase terlemah nya.


Itulah yang mereka pikirkan saat ini. Tetapi, tanpa mereka sadari, hanya dengan melihat mimik wajah mereka saja. Bahamut tahu apa yang mereka pikirkan. Meski begitu, dia tidak membantanya sedikit pun.

__ADS_1


Mudah untuk Bahamut memusnahkan itu. Tetapi, dia tidak mau bermusuhan dengan Krey yang sudah di anggap nya sebagai saudara sendiri.


Selama puluhan juta tahun dia mengawasi Galaxy ini. Tidak ada satupun makhluk yang ada di wilayahnya mampu atau bahkan melihatnya. Setelah perjalanan waktu yang sangat panjang itu, akhirnya ada sesosok pria yang sangat hebat dan luar biasa. Kekuatannya tidak dapat di prediksi. Itu adalah Krey Arcadia.


Setelah penantian nya selama Jutaan tahun, akhirnya ada seseorang yang dapat di ajak berbicara, dan bercanda ria dengan dirinya. Tidak seperti penguasa lainnya yang berbicara atau berbincang dengan dirinya karena rasa takut, Krey berbicara lepas benar-benar selayaknya saudara.


Bahkan tentang masalah yang mereka hadapi saat ini tidak ada yang mengetahui nya lebih jauh selain Bahamut. Keduanya sungguh telah berbagi cerita dalam waktu yang sangat lama.


"Baiklah, mari kita mulai sekarang!"


Setelah Krey menghapus ingatan Xi pada masa ini, Bahamut mulai bersiap-siap untuk memundurkan waktu. Namun sebelum itu-


"Tunggu! Bagaimana dengan Galaxy lainnya? Apakah hanya ketiga Galaxy saja yang akan mengalami pelumunduran waktu?" Tanya Kirin Hitam kepada Bahamut.


Menatap tajam. Orang ini terlalu banyak bicara, dan membuatnya sedikit jengkel.


"Jangan buang-buang waktu lagi. Dan lakukan saja!" Kesal.


Dengan paksaan itu Kirin Hitam membisu. Tidak di sangka dia akan di marahi oleh Bahamut.


"Setelah semua itu pemunduran waktu di seluruh Gakaxy pun terjadi. Di pimpin oleh Bahamut, semuanya mengikuti arahan yang Bahamut berikan. Pemunduran Waktu ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali saja, tetapi sudah sebanyak 1001 kali pemunduran Waktu. Ke 1001 kali, itu adalah masa sekarang."


Semua jatuh dalam kediaman setelah mendengar cerita dari Krey. Tidak menyangka akan terjadi separah itu, bahkan makhluk yang ada di luar nalar kepala mereka sampai turun tangan mengatasi masalah ini.


Melia yang mendengarnya jelas-jelas sangat terkejut, sedih, dan menangis.


Krey panik melihat Melia menangis, dan mencoba menenangkannya sambil bertanya-tanya kenapa Melia menangis.


"A apa yang terjadi? Kenapa kau menangis istriku?"


"Tentu saja... Aku sedih... Ternyata kita sudah mengalami situasi yang sulit dan begitu rumit selama ini... Dan lagi, karena aku... Xi harus banyak menderita..."


"Mu mungkin kau benar, tetapi sekarang semuanya baik-baik saja. Kita bisa bersama lagi seperti dulu mulai sekarang. Janganlah bersedih seperti itu, biarkanlah yang lalu itu berlalu."


"Ayah benar ibu, kau tidak perlu bersedih lagi. Aku sangat senang dan bahagia hanya dengan melihatmu ada disisiku seperti dulu." Suara Xi terdengar di kepala semua orang yang ada di sana kala itu. Meski saat ini dia sedang bertarung, tetapi dia masih menyempatkan dirinya untuk berbicara, dan memberikan semangat kepada ibu tercintanya." Setiap Akhir memiliki awal, dan setiap awal memiliki akhir. Aku berjanji, hari ini akan mengakhiri siklus yang merepotkan itu. Bukan semata demi diriku, tetapi untuk semua orang!"


Mendengar kata-kata Xi, Melia sempat terdiam sejenak. Melihat sekitarnya, disana ada seluruh bawahan Xi yang dengan gagah dan setia menunggu kepulangan raja mereka. Dan di sisi lainnya, terdapat ketiga istri Xi yang sama menantika kepulangan Sang suami tercinta. Meski khawatir, tetapi mereka selalu percaya kalau Xi pasti bisa melakukannya.


Sontak itu membuatnya memikirkan kembali. Mengusap air mata yang membasahi wajahnya, dia kembali tersenyum bagaikan bidadari yang turun dari kayangan.


"Kau benar." Menarik nafas dalam lalu berteriak kencang memberikan semangat untuk putranya."Xi! Kalahkan dia!" Dengan penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2