LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 169


__ADS_3

Melihat ke akrapan mereka satu sama lain, Seig sangat iri. Seorang yang memiliki masa depan yang cerah seperti dirinya harus jatuh.


" Sekarang hanya perlu mengrusmu... " Ucap Xi dengan dingin. Sorot matanya di penuhi dengan niat membunuh yang luar biasa kuat.


Pada saat yang sama Seig ketakutan dan tidak dapat berbicara.


" Tuan, bisakah menyerahkan dia kepadaku? " Tanya Zurugi kepada Xi.


Xi melirik Zurugi dengn dingin, sorot matanya mengerikan, namun itu tidak membuat Zurugi menjadi ragu.


" Baiklah, cepat selesaikan dia. " Ucap Xi lalu ia pergi.


Yang lainnya juga mengikuti kemana Xi pergi, dan hanya meninggalkan Mereka berdua saja. Saat itu Zurugi memandang Seig dengan tatapan yang jijik.


" Ini lah akhirmu Seig. " Ucap Zurugi sambil memegang belati miliknya.


" Memangnya apa yang akan kau lakukan? Kau tahu kan aku ini di dukung oleh kaisar langsung! Jika kau membunuhku... Kau dan teman - teman mu akan menjadi musuh kaisar. " Ucap Seig sambil mengancam Zurugi dengan posisi yang ia miliki.


Zurugi hanya diam saja saat mendengar itu dari Seig, ia mengkendurkan genggaman tangannya.


Melihat Zurugi yang ragu, ia memcoba untuk memanipulasinya. " Hei, lepaskan aku, dan ayo pergi dari sini. Jika kau melepaskanku dan membawaku pergi dari sini, akan aku berikan kau posisi yang tinggi. " Ucap Seig.


" Baiklah "


Mendengar itu Seig sangat senang, di dalam hatinya ia berkata ' Dasar bodoh, setelah aku keluar dari sini, kau lah yang akan mati. Lalu akan aku bunuh juga yang lainnya. ' Ucap Seig dalam hati.


" Selamat tinggal, Seig " Ucap Zurugi sambil menebaskan belatinya tepat di leher Seig.


Matanya terbuka lebar, dan merasakan rasa sakitnya kematian. Darah mengalir keluar dan membuatnya mati kehabisan darah.


Setelah itu, ia pergi meninggalkan tempat tersebut, dan menyusul yang lainnya yang telah pergi terlebih dahulu.


" A dia sudah selesai. " Ucap Airis.


" Zurugi apa kau baik - baik saja? " Tanya Glaamy.


" Iya, aku baik - baik saja, tapi... Apa ini tempat terakhirnya? " Ucap Zurugi.


" Aku rasa tidak... " Ucap Xi, ia berjalan ke depan dan menghancurkan tembok yang menghalangi pintu masuk ke lantai selanjutnya. " Aku rasa masih ada lantai lainnya. Apa kalian ingin ikut masuk? " Tanya Xi kepada yang lainnya.


Semuanya mengangguk, dan ikut pergi ke lantai selanjutnya bersama Xi. Sesampainya di lantai dua labirin mereka bertemu dengan beberapa Goblin, dan monster Rank rendah lainnya.


Mereka dapat melewati lantai dua hingga lantai empat dengan mudah, dan saat sampai di lantai lima, tepatnya tempat boss lantai lima berada. Mereka harus mengalahkan boss lantai lima untuk pergi ke lantai selanjutnya.


Lawan yang harus mereka hadapi adalah cacing tanah berukuran besar. Ukuran dari cacing tanah itu sebesar pahak orang dewasa, dan jumlahnya ada banyak.


[ Cacing tanah ]


[ Rank : D ]


[ Level : 30 ]


" Sekumpulan cacing tanah, mata mereka besar juga. " Ucap Airis.


Para monster Cacing tanah itu memiliki dua mata yang besar untuk mereka melihat.


" Seharusnya Shadow Cat sudah cukup untuk mengalahkan mereka semua. " Ucap Xi dengan ringan.


" Tuan, Biarkan Roog dan Flamy untuk ikut membantu. " Ucap Zurugi.

__ADS_1


Shadow Cat, Roog, dan Flamy menyerang cacing tanah yang muncul, dan mengalahkan mereka semua dengan mudahnya. Walau Cacing tanah Rank nya D, tapi mereka kurang bagus dalam hal bertarung.


Saat semua cacing tanah telah di kalahkan, dari tanah muncul seekor cacing berukuran besar dan lebih besar dari yang lainnya. Itu adalah boss dari lantai lima.


[ Cacing tanah raksasa ]


[ Rank : C+ ]


[ Level : 45 ]


" Ukurannya besar, apa perlu aku menangkapnya? " Ucap Xi.


" Tapi... Bukankah kau bilang kalau cacing tanah kurang bagus dalam bertarung? " Tanya Yumiko.


" Walau begitu, cacing tanah bagus dalam hal untuk melarikan diri. " Jawab Xi.


" Tuan bisa menjinakkan monster? " Tanya Zurugi dengan kaget.


" Tidak, tapi aku bisa melakukannya dengan ini. " Ucap Xi sambil menunjukkan Tamer Of Paper kepada Zurugi.


Setelah itu, ia berjalan dengan santai menekan Cacing tanah raksasa itu satu tangannya. Lalu ia menjinakkan cacing tanah tersebut dengan menggunakan Tamer Of Paper.


Setelah menjinakkan Cacing tanah tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke lantai selanjutnya. Di lantai enam mereka berhadapan dengan kerang tanah, yang Levelnya lebih rendah dari Cacing tanah di lantai lima.


Setelah lantai enam selesai, mereka lanjut ke lantai tujuh dan seterusnya. Hingga lima hari mereka di dalam labirin, dan sekarang mereka berada di lantai 40. Tidak sulit untuk mereka mengalahkan bossnya yang hanya berada di Rank B.


[ Nama : Xi Arcadia ]


[ Rank : S+ ]


[ Level : 157 ]


[ Rank : S ]


[ Level : 148 ]


[ Nama : Airis ]


[ Rank : S+ ]


[ Level : 150 ]


[ Nama : Astia ]


[ Rank : S+ ]


[ Level : 150 ]


[ Nama : Yanzams ]


[ Rank : S ]


[ Level : 145 ]


[ Nama : Glaamy ]


[ Rank : A ]


[ Level : 117 ]

__ADS_1


[ Nama : Zurugi ]


[ Rank : C ]


[ Level : 56 ]


" Ternyata... Naik Level itu sangat sulit. " Ucap Zurugi yang kelelahan.


" Semakin tinggi rank yang kau miliki, semakin sulit untuk naiknya. " Ucap Airis.


" Ya, gak ada yang gratis di dunia ini. " Ucap Astia.


" Mari istirahat sebentar, dan lanjut lagi nanti. " Ucap Yumiko.


Mereka pun setujuh untuk beristirahat, karena mereka sudah merangsak dari lantai 1 hingga 40 dalam lima hari. Dan itu bukan hal yang mudah karena musuh yang mereka hadapi juga semakin kuat, dan banyak pula jebakan yang ada di dalam labirin.


Setelah 6 jam mereka beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan lagi, dalam sekejap mereka berada di lantai 45. Dan menghadapi Boss.



[ Skull Dragon ]


[ Rank : A ]


[ Level : 110 ]


" Bossnya naga tengkorak! " Ucap Zurugi.


Seekor naga tengkorak yang menempati ruangan boss dengan rank A. Wujudnya sangat mengerikan tanpa adanya daging atau pun kulit di tubuhnya, semuanya hanya tengkorang saja.


Di bawah pijakan Skull Dragon, terdapat banyak kerangka - kerangka manusia maupun monster. Dan yang berarti dia adalah penguasa di lantai 45, dan merupakan individu terkuat di lantai tersebut.


Walau namanya adalah Skull dragon, tapi ia bukan naga sungguhan. Monster itu tercipta dari tulang belulang yang ada di sekitarnya, menyatukan setiap tulang yang ada, dan menciptakan monster seperti Skull Dragon.


" Xi - Sama, serahkan saja kepadaku. " Ucap Yanzams dengan percaya diri.


Xi membiarkan Yanzams yang menghadapi Skull dragon, ini adalah saat pertarungan tulang melawan tulang. Yanzams bertarung dengan sangat sengit dengan Skull Dragon, setiap serangan dari Skull Dragon dapat di tahannya dengan mudah menggunakan sihirnya.


Yanzams hanya menggunakan sihir tingkat rendah untuk menyerang Skull dragon tersebut. Karena kesal, serangannya tidak berpengaruh kepada Yanzams, ia pun meraung dengan keras.


Raungannya dapat menyebabkan efek kelumpuhan bagi mereka yang tidak dapat menahannya. Namun semua orang yang ada di sana dapat menahannya tanpa bergerak sedikit pun.


" Berhenti berteriak, dan tunduklah! Soul Chain! " Ucap Yanzams sambil melepaskan sihirnya. Banyak rantai yang bermunculan dan mengikat Skull Dragon.


Skull Dragon tidak dapat bergerak karena kuatnya ikatan dari rantai tersebut, ia pun terjatuh ke tahan dengan keras. Dan menatap ke arah Yanzams yang berjalan mendekat ke arahnya.


Yanzams mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Skull Dragon, sebuah lingkaran sihir tercipta di telapak tangannya. Dan mengambil alih atas kendali dari Skull Dragon. Tak perlu waktu lama untuknya, untuk menundukkan Skull Dragon.


" Kau berhasil menundukkannya? " Tanya Astia kepada Yanzams.


" Iya, aku berhasil. Walau dia bukan naga asli, tapi kekuatannya akan berguna untuk melayani Xi - Sama. " Jawab Yanzams.


Astia pun memuji Yanzams yang selalu memikirkan ke setiannya kepada, taunnya.


" Dari pada itu, ayo lihat peti hartanya. Yang inj jauh lebih besar dari yang ada di lantai - lantai sebelumnya. " Ucap Airis dengan senang. Ia pun berlari menuju petih harta tersebut. " Xi - Sama, akan aku bantu membuka kannya. " Ujar Airis sambil membuka peti harta tersebut.


Di dalam peti harta tersebut, terdapat banyak Koin Platinum, dan beberapa Artefak senjata lainnya. Namun setiap senjata yang ada tidak cocok untuk mereka.


" Hei Zurugi, apa kau mau sebuah Artefak ini? " Tanya Airis sambil memperlihatkan sebuah belati yang sangat indah.

__ADS_1


Zurugi membuka matanya lebar - lebar melihat keindahan dari artefak tersebut. Ia pun menganggukkan kepalanya dan menerima belati tersebut.


__ADS_2