
Malam hari, Xi telah sampai di penginapan bersama dengan Airis. Penginapan itu adalah tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Sebelum itu, ia menerima permintaan dari Afardos untuk menemukan jamur Aanokinn dengan di temani beberapa petualang serta tiga Guild Master Rank S. Karena Afardos mengatakan kalau hutan itu penuh dengan monster - monster yang sangat berbahaya.
Di samping itu, Xi di dalam kamarnya kini ia sedang melihat - lihat barang - barang yang ada di dalam inventorynya. Terdapat banyak sekali item yang belum ia gunakan. " Aku punya banyak sekali Kulit Troll... System tolong gunakan kulit Troll untuk membuat armor kulit Troll. " Pinta Xi kepada system untuk di buatkan Armor yang terbuat dari kulit Troll. Karena ia punya banyak sekali kulit Troll hasil dari Dungeon tadi.
System pun melakukan prosesnya untuk mengubah kulit Troll menjadi sebuah armor. Karena banyaknya kulit Troll yang dimiliki, system pun memerlukan waktu untuk membuat yang terbaik. Selang beberapa waktu akhirnya system selesai membuat Armor kulit Troll.
Pada layar yang ada di hadapannya, terlihat sebuah gambar armor kulit Troll dan tertulis di bawahnya terdapat 30 armor kulit yang masing - masing armor berada pada Rank B+.
" Armor Kulit bisa sampai setingkat ini... Kau memang bisa sangat di andalkan. " Puji Xi kepada System. Apa yang di buat oleh system merupakan terbaik dari yang terbaik yang pernah ia harapkan. Padahal armor kulit Troll biasanya hanya item Rank C. Namun system mampu membuatnya sampai ke tingkat yang lebih tinggi. " Besok aku akan melihat mereka... Informasi apa yang mereka dapatkan. " Ucap Xi sambil berbaring di kasurnya dengan santai. Perlahan ia pun memejamkan matanya dan tertidur karena lelah telah bertarung seharian penuh.
Malam berganti dengan pagi. Di hari yang cerah Xi pergi meninggalkan penginapan menuju ke sebuah bangunan. Di sana terdapat beberapa orang yang telah menunggu kedatangan nya, terutama adalah Kazan dan Kido.
Di tempat itu kedatangan Xi di sambut dengan sangat ramah oleh mereka, bahkan di seduh dengan sebuah teh yang enak. Xi tanpa banyak basa - basi bertanya kepada Kazan dan Kido. " Jadi... Apa kalian mendapatkan sesuatu? " Tanya Xi kepada mereka berdua.
Keduanya saling memandang satu sama lain. Lalu mereka menunjukkan sesuatu kepada Xi. Itu adalah sebuah toples kaca yang berisikan daging yang miliki tampilan yang memgerikan. Terdapat satu bola mata besar yang terletak pada bagian depan daging itu. Dan itu benar - benar sangat menjijikan untuk di lihat.
Setelah itu, Kazan menceritakan bagaimana caranya mereka mendapatkan benda aneh dan menjijikan ini. Kazan menjelaskannya kepada Xi dengan sangat rinci. Mulai dari kedatangan sosok bertopeng hantu yang menyerang mereka, dan mengatakan kalau mereka adalah yang selanjutnya. Serta kekuatan yang di miliki oleh sosok bertopeng hantu itu dengan tubuhnya yang aneh.
Tubuh dari sosok bertopeng hantu itu terdiri dari berbagai bagian - bagian dari setiap makhluk, dan sebagai pusat/wadahnya adalah tubuh manusia. Itu adalah sesuatu yang paling menjijikan yang pernah mereka lihat dalam hidup. Bagaimana bisa ada orang gila yang menciptakan makhluk menjijikan itu.
Mendengar itu Xi mengerti dengan makhluk yang keduanya hadapi. Saat itu di dalam pikirannya, makhluk yang di ciptakan dengan berbagai komponen dari setiap makhluk hidup lainnya, dengan manusia sebagai wadahnya. Ia hanya bisa memikirkan kalau makhluk itu adalah Chimera.
" Aku mengerti... Jadi, bagaimana menurut kalian? Mengenai kekuatan Chimera itu? " Tanya Xi kepada Kazan dan juga Kido. Ia ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kemampuan dari monster yang mereka berdua hadapi itu.
Kazan dan Kido menatap Xi dengan raut wajah yang bingung. Mereka tampak tidak mengerti dengan apa yang Xi tanyakan. " ... Tuan... Kami tidak mengerti... " Jawab Kido dengan raut wajah bingungnya.
Kazan yang ada di sampingnya terkejut saat melihat Kido yang menjawab seperti itu. Jantungnya berdetak kencang karena takut kalau tuannya akan marah kepada mereka.
Sementara itu Xi terkejut. Ia tidak bisa percaya kalau Kido itu benar - benar pria besar yang punya otot saja tapi otak nya tidak ada. Padahal yang ia tanyakan tadi adalah tentang makhluk yang mereka berdua hadapi pada malam itu dan tidak bertanya yang lainnya.
Xi pun menepis kepalanya dengan pelan. Ia tidak bisa percaya kalau ia telah membuang - buang tenaganya untuk menyalin serta membangkitkan orang yang punya otot saja. Meski begitu, ia tidak bisa mengatakan apa pun lagi karena sudah terlanjur. Di tambah Kido itu musuh alami para penyihir, jadi menurutnya membangkitkan Kido kembali bukanlah hal yang sia - sia.
" Kido... Sepertinya aku harus mencarikanmu sebuah obat yang dapat membuatmu menjadi sedikit pintar. " Ucap Xi sambil sedikit bercanda.
Akan tetapi, Kido yang mendengar itu dari Xi tampak senang dan bersemangat. " Benarkah Tuan?! Ada obat yang bisa membuatku jadi pintar tanpa harus belajar? " Tanya Kido dengan mata penuh semagat dan bersinar seperti bintang.
Xi diam mematung melihat Kido yang bereaksi seperti itu. Tampak sebuah garis hitam jatuh di atas kepalanya melihat kelakuan Kido. Demikian juga Kazan, ia sangat malu mau mengakui kalau orang seperti Kido menjadi rekannya dalam operasi ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Kido membocorkan informasi penting kepada orang lain begitu saja. Kazan pun mengelus dadanya, dan berharap kalau hal yang ia takutkan tidak akan terjadi.
" Aku bertanya tentang makhluk yang kau hadapi malam itu, apa dia kuat? " Tanya Xi lagi kepada keduanya.
" Emm Ya... Makhluk itu kuat... Terlebih lagi kekuatan mereka di dapat dari potongan - potongan tubuh monster yang bersatu. " Jawab Kazan yang mengakui kalau Makhluk itu adalah makhluk yang kuat. Ia sampai bekeringat memgingat kekuatan yang di miliki oleh makhluk tersebut.
" Tapi tuan tenang saja, kami ini lebih kuat... Bahkan jika ada seratus makhluk sepeti itu, kami dapat mengalahkannya. " Ucap Kido dengan bangga menunjukkan ototnya yang besar itu. Ia memamerkannya kepada setiap orang yang ada di sana.
Walau begitu, Xi tidak mempermasalahkan sikap Kido yang seperti kekanak kanakan itu. Ia pun berdiri dari tempatnya, dan mengelurkan sesuatu dari dalam inventory nya.
Melihat banyaknya barang yang di keluarkan oleh Xi, mereka berdua tercengang melihat banyaknya armor yang tampak kuat itu. Mereka berdua diam mematung karena terkejut.
" Bagus kalian bisa berpikir positif... Ini semua untuk kalian. Pastikan kalian dapat mendapatkan informasi lebih tentang orang yang membuat Chimera ini. " Ucap Xi dan berjalan pergi meninggalkan mereka semua dengan banyaknya armor yang terbuat dari kulit Troll yang ia letakan di atas meja. Setelah itu Xi pergi meninggalkan mereka semua tanpa mengucapkan apa pun.
__ADS_1
Kido menghelakan nafas legahnya, sejak tadi ia merasakan tekanan yang berbahaya dari tuannya itu. Walau tampak dari sudut pandang taunnya tidak msmpermasalahkan sikpanya, namun ia tetap takut dengan kengerian dari taunnya.
Sedangkan Kazan, ia masih terkejut dengan item - item yang ada di atas meja itu. Setupukan item dengan tingkatan Rank B bahkan lebih tinggi di berikan oleh tuannya begitu saja layaknya memberikan sebuah kertas kosong.
" I ini... Bahkan jika kita menjual satu di pelelangan, kita akan menjadi sangat kaya. " Ujar Kazan yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Banyak sekali barang bagus yang di berikan oleh tuannya.
" Bukankah ini bagus? Dengan ini kita tidak perlu khawatir tentang memberikan bawahan kita sebuah pelindung... Terlebih, aku merasa armor kulit ini dapat menahan sebuah serangan yang berlebihan... Bahkan tidak dapat di gores bila musuh Ranknya sangat rendah. " Ucap Kido sambil menjelaskan tentang Armor kulit Troll itu. Ia sudah dapat memastikan kehebatan dari armor itu dalam sekali lihat saja. Barang seperti ini, sangat jarang untuk di miliki oleh keluarga mana pun.
" Melihat reaksimu... Sepertinya kau punya rencana? " Tanya Kazan kepada Kido.
" Hehehe, tentu saja... " Jawab Kido sambil tertawa kecil.
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat. Beberapa orang prajurit sedang menunggu seseorang bersama tiga orang Guild Master. Keberadaan mereka yang berada di dekat gerbang itu menarik perhatian banyak orang yang ada di sana. Semua orang di buat bingung adanya mereka di sana. Tampak mereka sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat dengan banyaknya barang bawaan yang mereka bawa.
" A yang di tunggu sudah datang. " Ucap seorang pria berbadan besar sambil tersenyum melihat kedatangan seseorang yang mereka tunggu. Ia adalah Guild Master dari salah satu Guild Terbaik di kekaisaran. Mamasaki Guild Master Guild Rulers.
" Kau datang sendiri Sakaki? Dimana rekanmu itu? " Tanya seorang pria. Walau ia seumuran dengan dengan Mamasaki, akan tetapi ia terlihat seperti seorang remaja. Mirobu, Guild Master Golden Lion.
" Dia ada sedikit kesibukan sendiri, jadi aku tidak akan memaksanya. " Balas pria itu. Yang sebenarnya Airis sedang di berikan tugas untuk mengawasi pergerakan Organisasi sesat di negara ini olehnya.
" Ternyata seperti itu... Karena kau sudah datang, ayo kita berangkat sekarang. " Ajak salah satu dari mereka yang sudah tidak sabar untuk berangkat ke hutan Beast yang berbahaya itu. Kisisaki Guild Master The Reaper.
Mereka semua pun setujuh dengan usulan itu. Karena semua nya sudah siap akhirnya pun mereka berangkat ke hutan Beast untuk mencari Jamur Aanokinn.
Waktu berlalu dengan angin sepoi - sepoi menemani mereka sepanjang perjalanan. Dalam perjalanan, tidak ada satu pun yang menghambat mereka. Mungkin karena adanya tiga orang Rank S membuat banyak orang menghindari kereta mereka, sehingga tidak satu pun ada yang berani menghadang jalan mereka.
Sesampainya mereka di hutan beast, hari telah berubah menjadi malam hari. Di sana pun mereka mendirikan tenda di dekat hutan untuk bermalam di sana. Api unggun mereka nyalakan, dan daging pun mereka bakar untuk mereka santap.
" Hei, apa kau tahu seberapa mengerikan hutan beast ini? "
" Tidak... Aku baru pertama kali datang ke hutan ini, tapi aku dengar - dengar ada banyak petualang yang datang kemari dan tidak pernah kembali lagi... "
" Iya, itu memangbenar... Kalau petualang Rank D dan C masuh hutan ini dan tidak kembali sih sudah biasa di dengar, tapi tetap saja tidak masih menimbulkan rasa takut. "
" Aku dengar - dengar ada party petualang yang mengambil Quest untuk menelusuri hutan ini, namun mereka tidak kembali... Dan saat itu ada dua orang dengan Rank A dalam party itu. "
" Kenapa yang mulia meminta kita kemari... Ini menyeramkan! "
Para prajurit membicarakan tentang kengerian dari hutan beast ini, yang dimana ada banyak petualang yang mengunjungi hutan ini namun tidak satu pun dari mereka ada yang kembali. Bahkan setelah mereka mengirimkan tim pencarian untuk mencari mereka yang hilang, namun tim pencari juga ikut menghilang tanpa jejak. Seperti ada suatu makhluk yang menghapus keberadaan mereka begitu saja.
Di saat semua orang membayangkan kengerian dari hutan beast, Xi dengan tenang duduk di dekat sebuah pohon sambil menyantap makanannya. Seolah apa yang di bicarakan oleh para prajurit itu, ia tidak menghiraukannya. Semua orang yang melihat nya tampak tenang - tenang saja, dan tidak memikirkan apa pun kecuali memakan makanannya. Mereka hanya bisa mengatakan kalau pria itu sangatlah hebat, tidak merasakan rasa takut sedikit pun bahkan setelah ia berada di hutan yang berbahaya.
" Layak untuk menjadi seseorang yang di akui oleh pangeran Afardos. " Ucap mereka semua dalam hatinya. Mereka tidak dapat berkata - kata lagi.
Seseorang dengan santainya datang menghampiri Xi. Terlihat dari tubuhnya yang besar dan bahkan lebih besar dari Kido. Ia berdiri di hadapan Xi sambil tersenyum dengan raut wajah yang menakutkan.
Xi meliriknya dengan tenang, dan hanya diam saja. Mamasaki yang melihat Xi masih bisa tenang setelah seorang Rank S menghampirinya membuat ia menjadi terkesan. Ia sangat penasaran dengan kemampuan yang di miliki Xi sebagai orang yang dapat menaklukkan Dungeon lima lantai.
" Hei, Sakaki... Apa kau mau berduel denganku? " Tanya Mamasaki kepada Xi. Ia mengajak Xi untuk berduel satu lawan satu, guna untuk melihat seberapa hebat sebenarnya Xi ini.
__ADS_1
" Apa aku harus menyetujui nya? " Tanya Xi kembali kepada Mamasaki mengenai duel tersebut.
Seseorang pun berbicara dan memberitahukan sesuatu kepada Xi. " Sebaiknya kau menerima ajakan duelnya... Semakin cepat kau menerimanya maka akan semakin cepat selesainya... Kalau kau menolak ajakannya, dia akan terus mengganggumu loh. " Ucap seorang pria berambut merah. Ia dalah Guild Master dari Guild The Reaper Kisisaki. Ia memberikan saran kepada Xi untuk menerima duel yang di ajukan oleh Mamasaki.
Kalau Xi menolak duelnya, Mamasaki akan terus membututinya tidak peduli di mana pun ia berada. Dan itu pasti akan menjadi sesuatu yang sangat mengganggu. Memikirkan itu saja sudah membuat Xi menjadi stress dan berharap kalau hal itu tidak terjadi. Sudah cukup Shadow army dam Evilsky saja yang mengikutinya saat ini. Ia tidak mau menambahkan orang lagi ke dalam kelompoknya, apalagi orang seperti Mamasaki.
Xi pun menarik nafasnya dalam - dalam, perlahan sambil berdiri ia melepaskan udara segar yang ia hirup tadinya. Ia menatap Mamasaki dengan tatapan tajam, seolah ia sudah siap untuk bertarung kapan saja ia mau.
Melihat itu, Kisisaki, Mamasaki, dan Mirobu sangat terkejut dengan tatapan tajam dari Xi. Di hadapan seorang Guild Master, sekaligus seorang Rank S yang menjadi salah satu pilar kekaisaran ia tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.
Dan itu benar - benar membuat Mamasaki sangat senang melihat tatapan tajam yang tertuju ke pada dirinya. Sudah sangat lama ia tidak merasakan sensasi seperti ini lagi, karena pemuda - pemuda jaman sekarang sangatlah lembek dan lemah, layaknya sebuah tangkai lidik yang amat kecil.
" Oh... Apa ini serius? Mereka akan benar - benar bertarung? " Ucap Kisisaki sambil melihat keduanya yang saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam mereka.
" Hei, kalian, jika kalian ingin bertarung jangan di dekat sini... Bisa repot kalau tendanya hancur. " Ucap Mirobu meminta kepada mereka berdua jika mereka ingin bertarung, bertarunglah di tempat yang sedikit juah dari tenda berada. Yang di takutkan adalah, tenda - tenda yang sudah di dirikan akan hancur oleh pertarungan mereka berdua.
Mamasaki mengangguk dan setujuh dengan perkataan Mirobu. Ia pun meminta Xi untuk mengikuti dirinya ke suatu tempat untuk melakukan duel mereka. Xi pun memgikuti Mamasaki pergi, dan di ikuti oleh Kisisaki dan juga Mirobu serta beberapa petualang yang penasaran akan terjadi pertarungan seperti apa yang terjadi di antara keduanya.
Sesampainya mereka di tempat yang sedikit lebih juah dari kamp mereka berada. Mamasaki pun bertanya kepada Xi sebelum mereka mulai bertarung. " Sakaki, apa kau tidak berniat untuk mundur? " Tanya Mamasaki kepada Xi.
Mendengar itu membuat telinga Xi menjadi panas. Ia sedikit kesal dengan ejekan Mamasaki yang mintanya untuk menyerah sebelum petarungan di mulai. Dengan raut wajah dingin nya ia pun membalas. " Aku tidal punya niatan untuk menarik perkataanku. " Balas Xi dengan dingin.
Mendengar itu membuat Mamasaki merasa semakin senang. Pria yang ada di hadapannya saat ini benar - benar seroang pria yang sangat menarik. Tampak ia masih sangat muda, namun memiliki pancaran aura yang amat kuat layaknya aura seorang pemimpin.
Sambil tersenyum Mamasaki pun tertawa dengan sangat keras karena saking senangnya. Karena sudah tidak sabar, sambil tertawa pun ia berkata " HAHAHAHA... Nyalimu besar juga anak muda, aku sangat suka itu. Maka ayo kita mulai duel satu lawam satu ini sekarang, dan putuskan siapa yang akan manjadi pemenangnya! " Kata Mamasaki sambil tertawa sangat keras.
BANG! Sebuah pukulan yang sangat keras menghantam wajah Mamasaki dengan sangat kuat hingga membuat Mamasaki terdorong mundur beberapa meter dari tempatnya.
Melihat itu membuat Kisisaki dan Mirobu terkejut karena Mamasaki yang pertama terkena serangan. Sementara itu, Mamasaki terdiam sesaat setelah terkena pukulan tersebut. Sambil menoleh perlahan, ia menunjukkan senyumnya yang tampak senang, dan terlihat ia baik - baik saja setelah terkena pukulan itu.
Sambil tersenyum senang pun Mamasaki berkata " Hei, anak muda, ku pikir kau orang yang jujur, tidak aku sangka kau akan melakukan serangan diam - diam seperti itu? " Kata Mamasaki sambil tersenyum lebar.
Dengan tenangnya Xi mebalasnya " Kau sangat jelas mengatakan kalau duel sudah dimulai, di bagian mana aku melakukan serangan diam - diam? " Balas Xi dengan tenang sambil bertanya kepada Mamasaki.
Mendengar itu keluar dari mulut Xi membuat Kisisaki terkejut. Sambil memandangi Xi dengan berkeringat walau saat itu sedang malam hari yang dingin. Ia berkata dalam hatinya. " Anak ini sangat pendiam dan dingin. Walau terlihat sederhana di depan, tapi sangat buruk di belakang. Dia langsung menyerang Mamasaki setelah Mamasaki mengatakan Duel di mulai... Anak ini... Sangat berbahaya. " Katanya dalam hati dengan wajah yang berkeringat. Ia terus mengamati pertarungan mereka dengan serius, guna untuk mengetahui kemampuan Xi yang sebenarnya.
" Kau mungkin beruntung dapat menyerangku saat aku sedang lengah. Tapi, selanjutnya tidak akan terjadi... Dengan pertahanan ku yang sangay kuat, mustahil untuk mu menembusnya. " Ucap Mamasaki sambil meninggikan dirinya sendiri. Memang layak untuk di katakan kalau ia memiliki pertahanan yang kuat. Bahkan setelah terkena serangan dadakan oleh Xi, ia masih tidak menerima luka yang berarti. Itu sudah dapat menunjukkan seberapa kuat pertahanan yang dia miliki.
Namun, baru saja ia menyombongkan dirinya, tiba - tiba sebuah bola api dengan ukuran besar melayang ke arahnya dari atas. Ia sangat terkejut bagaimana bisa ada sebuah bola api muncul di atas kepalanya.
Ia pun balas menyerang dengan menggunakan skillnya. " Pukulan energi! " Kata Mamasaki.
BOOM! Terjadi sebuah ledakan di udara akibat hantaman dari dua serangan yang kuat. Xi yang berada di udara sedikit terhempas karena dorongan dari hembusan udara yang cukup kuat itu.
" Sialan! Bocah ini sangat licik! Dia tahu aku kesulitan untuk mengumpulkan energi ku secara dadakan, dan dia langsung menggunakan serangan diam - diam saat aku sedang lengah. " Ucap Mamasaki dengan wajah yanh sedikit berkeringat. Namun, ia masih percaya diri kalau dirinya dapat memenangkan duel ini. " Sakaki, kau sangat beruntung dapat menghindari serangan itu, jika itu orang lain, mungkin mereka akan terluka atau mati. " Kata Mamasaki sambil menatap Xi.
" Keberuntungan juga merupakan sebuah kekuatan tapi, aku juga cukup percaya diri dengan kekuatan ku. " Balas Xi dengab tatapan tajam mengarah pada Mamasaki.
Saat itu, tanpa sadar tangan Mamasaki terluka dan meneteskan darah. Itu benar - benar membuat semua orang sangat terkejut. Khususnya adalah Kisisaki dan juga Mirobu. Mereka tidak menyangka Xi dapat melukai Mamasaki yang merupakan Tanker terkuat di negara mereka. Dalam hati mereka, mereka telah kehabisan kata - kata untuk membayangkan monster seperti apa sebenarnya Xi ini.
__ADS_1
Mamasaki pun sangat terkejut karena lengannya terluka akibat dari serangan Xi yang mengenai dirinya. Ia sangat tidak percaya kalau dirinya telah di lukai oleh seorang anak muda, namun, ia tidak bisa menghindari fakta ini karena saat ini ia benar - benar telah di buat terluka oleh seorang pemuda yang belum lama ia temui.
Mamasaki pun melemahkan kepalan tangannya lalu menghelakan nafasnya. Sambil menutup mata ia berkata kepada Xi " Mari kita akhiri sekarang... Aku sudah kalah oleh mu. " Ucap Mamasaki.