
Di depan gerbang mansion Duke Nagi. Seorang wanita menunggu Duke Ester yang berada di kediaman Duke Nagi saat ini. Dengan sabar ia menunggu sambil memainkan rambut indahnya itu. Sampai akhirnya Duke Ester dan juga Duke Nagi datang menemui dirinya.
Kedua panjaga gerbang yang ada di sana terkejut melihat kedua Duke datang secara pribadi menemui wanita yang menunggu di luar gerbang. Pasalnya ini tidak pernah terjadi sebelumnya karena kedua Duke ini cenderung tidak memiliki ketertarikan untuk menemui seseorang secara pribadi.
Penjaga gerbang tersebut mengangguk saat melihat Duke Nagi memberi isyarat kepada mereka. Segerah mereka membuka gerbang mansion dan membiarkan wanita tersebut untuk masuk ke dalam.
" Ah kau yang tadi malam... Bagaimana kabar mu? " Tanya Duke Ester kepada wanita tersebut.
Sambil memberi hormat kepada mereka berdua, dan berbicara dengan sopan layaknya ia berbicara kepada Xi. " Terimakasih telah mengkhawatirkan diriku... Aku baik - baik saja. " Jawab nya dengan sopan.
Melihat kedua Duke tersebut berada dalam wilayah mereka sendiri. Membuat kesalahan di sana sama saja cari mati. Karena saat ini ia berada di sebuah kandang singa yang siapa saja siap untuk menerkam dirinya apa bila ia membuat kesalahan.
" Saya akan langsung ke intinya saja... Saya di kirim kemari untuk menyampaikan sebuah pesan kepada Duke Ester dari Tuan ku Sakaki - Sama. " Ucap Airis mengatakan alasannya datang kemari menemui dirinya.
" Apa pesan itu? " Tanya Duke Ester kepada Wanita itu.
" Isi pesannya adalah... Bahwa kami menerima kerjasama dengan Duke Ester untuk mengalahkan raja iblis bersama - sama. " Jawab nya dengan sopan.
Mendengar itu Duke Ester sangat senang karena mereka menerima permintaan nya untuk bekerjasama. Namun di sisi lain Duke Nagi melirik wanita itu sambil melihat serta merasakan energi sihir yang terpancar dari wanita itu. Energi dari wanita tersebut padat dan seperti sudah sangat terlati.
__ADS_1
' Setidaknya wanita ini B rank. ' Gumam Duke Nagi. Menilai dari energi wanita itu, ia merasa kalau wanita itu berada di Rank B.
" A... Apa tuan mu itu pria berambut putih yang aku lihat kemarin? " Tanya Duke Ester kepada wanita itu perkara tentang tuannya.
Wanita itu hanya mengangguk membernarkan pernyataan tersebut dan tidak membanta sama sekali.
" Sakaki ya... Hmmm baik lah... Katakan kepada Sakaki - Dono untuk bersiap karena kita akan pergi sebok pagi. " Ujar Duke Nagi kepada wanita tersebut sambil meminta untuk menyampaikan pesannya kepada tuannya.
" Baik saya akan sampaikan pesan anda... Kalau begitu saya pamit, maaf mengganggu waktu kalian. " Balas Airis dan pergi meninggalkan kediaman Duke Nagi.
Saat wanita itu pergi meninggalkan kediaman nya. Duke Nagi bertanya kepada Duke Ester tentang wanita itu dan bagaimana cara mereka bisa saling mengenal. " Bagaimana kau bisa mengenal wanita itu? Sebelumnya aku tidak pernah melihatnya. " Tanya Duke Nagi. Ia penasaran.
" Tidak lama... Itu tadi malam saat aku bertarung melawan salah satu Comandan iblis. " Jawab Duke Ester dengan tenang.
Duke Ester mengangguk dan berkata. " Benar... Aku saat itu menghadapi Comandan Iblis Fright namun aku di tekan olehnya. Dan wanita itu datang membantu ku. Namun jumlah mereka yang banyak membuat kami sangat kesulitan dan akhirnya kami selemat karena pria berambut putih datang dan membunuh Comandan iblis Fright. " Ucap Duke Ester mengenai kejadian tadi malam yang ia alami.
Mendengar nama Comandan iblis Fright. Duke Nagi langsung mengingat laporan yang ia dapat dari knight yang ia kirim sebelumnya. Laporan itu tertulis juga sebuah nama " Sang ketakutan Fright " Jadi Comandan iblis yang mati itu adalah Comandan iblis Fright sang ketakutan.
" Bagus lah... Kita akan mulai bersiap - siap hari ini... Dan bertemu besok. " Ujar Duke Nagi. Ia ingin melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum menuju ke kastil iblis untuk mengalahkan raja iblis.
__ADS_1
Ia perlu menyiapkan Knight miliknya untuk ikut serta dalam penyerang ini. Dan juga perlu persiapan lainnya seperti makanan dan kuda yang akan mereka gunakan untuk berkendara ke sana.
" Oke... Ya omong - omong dimana kita akan berkumpul? " Tanya Duke Ester saat itu juga. Hal itu membuat Duke Nagi terdiam karena tadi mereka tidak memberitahukan dimana lokasi pertemuan mereka.
Seesokan harinya pagi hari telah tiba. Di gerbang keluar kekaisaran terdapat banyak Knight yang sedang bekerja mengumpulkan bahan makanan serta perlengkapan senjata. Semua Knight itu adalah orang - orang dari mansion Duke Nagi dan juga Duke Ester.
Dapat di bedakan Knight antara Duke Nagi dan Duke Duke Ester memalui baju atau pun zirah yang mereka pakai. Para Knight dari mansion Duke Nagi mengenakan zirah biru yang tampak seperti pakaian yang terbuat dari kulit Orc. Sedangkan para Knight dari mansion Duke Ester mengenakan zirah hijau yang terbuat dari kulit orc juga. Zirah itu cukup kuat dalam menahan sebuah serangan walau pun bentuknya seperti sebuah pakaian mewah.
Di sana Duke Nagi sedang menunggu kedatangan seseorang yang ia tunggu bersama dengan Duke Ester. Dan di sana terdapat seorang anak muda yang berdiri di sebelah kiri Duke Nagi. Ia adalah anak pertama serta satu - satu nya anak Duke Nagi. Vegas Fendrik Apalus putra satu - satu nya yang menjadi pewaris dari kekuasaan Duke Nagi.
Dan akhirnya orang yang mereka tunggu datang. Saat itu seorang wanita cantik datang bersama dengan pria muda yang tampan bersama dengan nya.
Melihat pria muda berambut putih yang ada di samping wanita itu, mereka sungguh terkejut dengan ketapaman pria tersebut. Tidak di sangka mereka dapat melihat dengan jelas pria yang telah mengalahkan dua comandan iblis.
Namun dalam pandangan Vegas, pria yang datang itu adalah pria yang ia sebut sebagai rendahan. Ia menasang wajah tidak senang saat pria itu datang.
" Kalian sudah datang... Tidak aku sangka aku dapat bertemu dengan mu langsung anak muda. " Ujar Duke Ester sambil menjulurkan tangannya.
Melihat tangan Duke Ester berada di depannya dan terlihat seperti ingin berjaba tangan. Xi pun menjaba tangan Duke Ester agar tidak menyinggung semua orang yang ada di sana. Karena akan masalah untuk menghadapi mereka secara langsung.
__ADS_1
Saat mereka berjaba tangan. Saat itu juga Duke Ester mengambil kesempatan itu untuk melihat seberapa kuat pria yang ada di hadapannya. Saat ia melakukannya ada ke anehan yang terjadi. Ia sama sekali tidak dapat mengukur energi sihir yang di miliki oleh pria tersebut.
' Ini aneh... Energi sihirnya sangat sulit untuk di rasakan... Ini... Ini seperti ada perisai yang memblokir agar tidak dapat di deteksi. ' Ujarnya dalam hati saat itu juga. Saat itu ia menatap Xi dan saat itu matanya merah menyalah sangat mengerikan.