LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 112


__ADS_3

Setelah Zapdas dan Vind sembuh total, berkat bantuan dari Astia dan beberapa Healong Potion yang di berikan oleh Sanzun. Tampak keduanya dapat bergerak dengan leluasa seperti biasanya, dan bahkan mereka merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.


Rasa nyeri tulang yang biasa mereka rasakan pada sendi tangan dan kaki, kini telah menghilang. Dan berkat itu mereka merasa lebih nyaman untuk bergerak, tanpa khawatir harus merasakan rasa nyeri saat bergerak seperti sebelumnya. Mereka pun berterimakasih pada Astia yang telah membantu penyembuhan mereka.


" Terimakasih atas bantuan nya! " Ucap Zapdas dan Vind sedikit membungkuk.


Astia menanggapi hanya dengan anggukan kepala saja. Setelah itu ia pergi meninggalkan Zapdas dan Vind.


Zapdas mau pun Vind melihat Astia pergi, mereka hanya bisa diam saja. Merenungkan kekalahan mereka, dari gadis muda berambut pirang itu dalam pertarungan tadi. Mereka malu untuk mengakui kalau mereka adalah orang yang hebat yang di takuti oleh banyak orang. Wajah mereka kali ini benar - benar di tampar dengan sangat keras sampai tidak dapat berkata apa pun.


Sanzun berjalan mendekati mereka berdua yang terdiam. Dengan bangga mengangkat dadanya yang kekar itu sambil berkata " Hehehe, bukannya kalian tadi meremehkan kami? Jadi... Bagaimana menurut kalian? Tuan ku sangat hebat bukan? " Kata Sanzun dengan wajah sombongnya. Membanggakan dirinya, dan juga membanggakan tuannya.


Zapdas menghelakan nafasnya, sambil menundukkan kepalanya dengan tulus ia berkata " Aku minta maaf karena sudah meremehkan kalian... Tapi, aku tidak menyangka kau datang kemari bersama dengan orang sekuat itu. " Kata Zapdas.


Sanzun tertawa puas mendengar itu, menatap Zapdas dan Vind setelah ia tertawa. Namun, setelah itu wajahnya berubah menjadi serius. Memikirkan sesuatu sambil bergumam " Kalau kedua orang ini tidak petuh, aku khawatir mereka sudah kehilangan nyawa... Dan entah apa yang terjadi pada mereka... " Gumam Sanzun dengan serius. Memikirkannya sampai membuatnya berkeringat saat mengingat prajurit - prajurit hitam itu. Ia tidak bisa membayangkannya lagi seberapa mengerikan tuannya itu. " Hanya sekilas aku memberitahunya tentang mereka berdua, tapi tidak aku sangka mereka berdua akan dipaksa dalam situasi yang menyedihkan seperti itu hanya dalam beberapa menit. Tuan sangat mengerikan, dia sangat berbahaya! " Lanjut Sanzun sambil menayangkan kengerian dari tuannya.


Sanzun pun menatap mereka, keduanya bingung kenapa Sanzun menatap mereka. Sanzun menghelakan nafasnya, menatap mereka dengan serius sambil berkata " Sekarang kita ada di posisi yang sama, menjadi bawahan Tuan Sakaki. Tapi, aku bisa bilang kalau kami bisa di anggap lumayan, karena kami tidak sampai terluka parah seperti yang kalian terima tadi. Aku akan memberitahukan kepada kalian, walau Tuan terlihat masih muda, tapi jangan lihat dia dari umurnya. Tapi dari tindakan dan ketegasannya! Rencananya sangat luar biasa, mungkin itu adalah yang terbaik. Jika kalian mengikutinya, aku jamin kalian tidak akan menderita! Tapi kalian bisa membayangkan apa yang terjadi jika kalian membelot... " Kata Sanzun dengan serius. Memperingati mereka untuk tidak bertindak macam - macam yang dapat menyinggungnya.


Mendengar itu, Zapdas dan Vind hanya bisa terdiam sambil membuka kedua matanya lebar - lebar, dengan wajah sedikit pucat dan berkeringat. Mengingat bagaimana mereka di tundukkan tadi, mereka pun tidak bisa membayangkan bagaimana jika mereka berpaling darinya. Mungkin saja mereka memang tidak akan dapat menghindari kematiannya, tapi apakah mereka benar - benar akan mati? Apakah mereka dapat mati dengan menutup mata? Keduanya bingung dan tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka.


Keduanya saling menatap dengan serius satu sama lain, tidak ada satu pun dari mereka berdua yang angkat bicara. Karena mereka telah kehabisan kata - kata untuk mengungkapkan semuanya dengan kata - kata.


" Terus apa yang akan kita lakukan? Apa kita akan masuk ke dalam sana? " Tanya Vind kepada Sanzun sambil menunjuk ke arah sarang monster serangga itu.


" Iya, kita akan masuk ke dalam sana bersama tuan dan yang lainnya. Karena sarang monster itul lah yang manjadi tujuan utama kami. " Jawab Sanzun.


Mendengar itu, Vind sudah tidak terkejut lagi. Melihat jumlah bandit yang sangat banyak berkumpul di tempat ini, sudah pasti tujuan mereka adalah sarang monster serangga. Dengan jumlah sebanyak ini, ada sebuah kemungkinan kalau kali ini dapat menyelesaikan Dungeon yang tidak pernah terselesaikan selama 5 tahun ini.


" Itu bagus, dengan jumlah ini, kita bisa menaklukkan nya dengan mudah! " Kata Vind bersemangat.


Sanzun terkejut mendengar itu, menatap Vind sambil berkata " Apa yang kau katakan? Hanya ada 20 orang yang masuk ke dalam sana termasuk kita. " Balas Sanzun.


Mendengar itu, Vind menjadi terkejut, karena yang akan masuk ke dalam dungeon bahkan tidak sampai lima persen dari jumlah mereka. Vind pun menjadi ragu setelah mendengar itu, karena sangat mustahil kalau mereka akan dapat menyelesaikan Dungeon ini hanya dengan 20 orang saja. Bahkan banyak kelompok petualang yang membentuk aliansi yang jumlah anggota nya melebihi 100 orang, masih tidak dapat menyelesaikannya. Apa lagi, sekarang yang akan masuk hanya 20 orang, menurut Vind itu sangat mustahil.


" Kakak! Apa kau sudah siap?!! Kita akan masuk ke dalam sekarang!! " Kata Bass dengan kencang sambil berjalan mendekati Sanzun bersama yang lainnya termasuk Xi.


Karena kelompok mereka sudah siap, mereka pun segerah masuk ke dalam dungeon. Dan untuk bandit lainnya yang tidak ikut dalam penyerangan, mereka akan tetap di luar berjaga apa bila ada party petualang yang ingin masuk ke dalam dungeon.


Xi memerintahakan mereka berjaga di luar, dan melarang party petualang mana pun untuk masuk ke dalam Dungeon sebelum mereka keluar dari Dungeon. Perintah itu pun mereka terima dengan senang hati, terlebih kerja mereka hanya memastikan untuk berjaga di luar dan tidak ikut masuk ke dalam. Mereka yang hanya menunggu di luar, bersyukur karena tidak ikut masuk ke dalam tempat yang mengerikan itu.


Sesampainya mereka di dalam dungeon semut, di dalam sana tampak seperti sebuaj terowongan yang di buat oleh para semut sebagai jalan masuk. Namun, di dalam sana sangat gelap sampai - sampai sangat sulit untuk melihat jalan. Rapatnya tempat tersebut, sampai - sampai tidak ada cahaya sedikit pun yang masuk untuk menerangi jalan.


Karena sulitnya melihat di tempat yang gelap, mengingatkan manusia juga tidak dapat melihat dengan baik dalam kegelapan. Xi meminta Rots untuk membuat sebuah penerangan dengan obor.


" Ini terlalu gelap... Rots, buatlah sebuah penerangan. " Pinta Xi kepada Rots. Bersamaan dengan itu, ia juga bergumam " Untuk ku tidak masalah jika tidak ada penerangan, karena aku bisa melihat dalam kegelapan berkat mata naga yang aku miliki, tapi tidak dengan mereka. " Gumam Xi.


Rots mengerti. Kemudian, ia memunculkan sebuah bola api sebagai penerangan awal. " Cepat nyalakan obornya! " Perintah Rots kepada bandit lainnya.


Mendengar perintah Rots, para bandit segerah menyalahkan obor yang mereka bawa di tas yang mereka bawa saat itu. Dan ada empat bandit yang memegang obor yang telah menyalah, dan sisanya bertugas untuk menjaga bandit yang membawa obor.


Setelah semua obor menyalah, mereka pun dapat melihat dengan jelas apa yang ada di sekitar mereka. Mereka cukup di buat terkejut, karena ada banyak lubang - lubang berukuran besar seperti gentong di setiap sudut lorong itu. Dan ada juga banyak lubang - lubang kecil yang seukuran ember air.


" Apa - apaan ini... Kenapa tidak ada monster? Tidak seperti biasanya! " Ucap Alans dengan bingung melihat situasi tersebut.


" Aneh... Di sekitarnya sini juga tidak ada pergerakan sedikit pun... Apa semua monster nya kabur? " Sambung Bass dengan bingung sambil bertanya.


" Ini tidak seperti biasanya, biasanya dalam sebuah dungeon akan ada beberapa monster yang menyambut kedatangan kita! " Sambung Rots.


Mereka semua di buat bingung dengan situasi dimana saat mereka masuk ke dalam dungeon, mereka tidak menemukan monster satu pun. Mereka pun merasa sangat aneh dengan situasi yang mereka hadapi saat ini. Ini tidak seperti Dungeon tingkat tinggi pada umumnya yang memiliki banyak monster penjaga di setiap jalan masuk dungeon.


Dalam situasi mereka yang bingung itu, sesuatu dari dalam sebuah lubang yang ada di sana bergerak sangat cepat. Tampak makhluk yang bergerak sangat cepat itu, sangat tertarik dengan cahaya obor yang di nyalahkan oleh para bandit.

__ADS_1


Mereka semua tidak menyadari keberadaan makhluk tersebut, dan dengan cepat makhluk itu keluar dari salah satu lubang yang ada di sana, dan menyerang mereka.


SLAHSS! Xi yany sedari awal menyadari keberadaan makhluk itu berkat pendengarnya yang baik, ia pun langsung dapat membunuh makhluk tersebut dengan sangat mudah, hanya dengan satu tebasan katananya saja ketika makhluk itu baru keluar dari lubangnya.


" APA! " Semua orang terkejut ketika melihat Xi telah membunuh salah satu monster yang bahkan tidak mereka sadari kalau monster telah berusaha untuk menyerang mereka. Tampaknya monster - monster yang ada di dalam dungeon ini telah berkembang cukup baik dari terakhir kali penyerangan di lakukan. Karena satu monster saja membuat mereka tidak dapat menyadari keberadaan nya.


Tampak monster yang telah di bunuh oleh Xi adalah sebuah jenis monster serangga yang berbentuk seperti seekor kelabang hitam yang ukurannya sebesar paha orang dewasa. Kelabang hitam itu bergerak sangat cepat, dan memiliki racun yang kuat hingga dapat menumbangkan seorang pria dewasa hanya dalam satu gigitannya.


[ Kelabang Hitam ] Rank : C. Level : 35. Exp : 4.500. [ Seekor serangga yang berukuran sebesar paha manusia dewasa, yang memiliki racun mematikan yang dapat memberhentikan fungsi otot dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan sebuah kelumpuhan permanen. ]


" Itu kelabang hitam... Racunnya sangat berbahaya, walau tubuhnya besar, tapi cangkang nya tidak terlalu keras. Senjata biasa pun dapat menembus cangkangnya dengan mudah, walau begitu, serangga ini cukup gigih! " Kata Zapdas. Memberitahukan kepada mereka semua mengenai informasi tentang monster tersebut.


" Tuan, anda sangat hebat bahkan sampai mengetahui kalau monster itu akan menyarang kita! " Kata Sanzun memuji Xi.


Xi menanggapi hal tersebut dengan tenang, dan meminta semua orang untuk diam, dengan bahasa isyarat. Seketika saat Xi meminta semua orang untuk diam, tempat tersebut pun menjadi sangat hening dan tidak bersuara sedikit pun. Di saat itu, Xi juga mendengar banyak sekali suara - suara aneh dari setiap terowongan yang ada di sana.


Suara - suara aneh itu, terdengar seperti sedang bergerak. Dan semakin lama suara itu semakin jelas terdengar di telinganya. Bukan hanya dia yang mendengar suara itu semakin keras, namun mereka semua mendengar nya juga semakin jelas di telinga mereka.


Mereka semua pun bersiap siaga untuk menyerang kapan pun saat monster - monster itu muncul dari balik - balik terowongan yang ada di sekeliling mereka. Mereka pun membentuk sebuah formasi, yang berbentuk sebuah lingkaran, sehingga mereka dapat dengan mudah menyerang ke setiap arah monster yang akan muncul dari balik terowongan itu.


" Bersiap, serangga - serangga itu akan datang! " Kata Xi memperingati mereka semua.


Mereka semua pun mengerti dan mengangguk. Tatapan semua orang saat itu sangat tajam menunggu kedatangan para serangga yang akan datang menyerang mereka.


Tak lama banyak monster serangga bermunculan dari setiap arah. Monster - monster itu, datang dan menyerang mereka yang ada di sana dengan sangat ganas. Tanpa ragu para serangga menyerang dengan senjata yang mereka miliki.


Namun, semua serangga itu dapat di kalahkan dengan sangat mudah oleh mereka semua. Serangga yang menyerang memang sangat banyak, bahkan dapat membunuh seorang petualang Rank A dengan mudah bila orang itu sendirian. Namun, kali ini mereka dapat mengalahkan setiap serangga yang menyerang mereka, dan bergerak dengan rapi tanpa memberikan sebuah celah untuk para serangga menyerang mereka.


Hasilnya pun mereka dapat menang tanpa ada satu pun dari mereka yang terluka karena pertarungan itu. Setelah pertarungan itu, para bandit yang membawa obor, bergegas mengumpulkan kristal sihir yang terdapat pada tubuh monster - monster itu sebelum mereka melanjutkan perjalanan lebih dalam lagi. Serta mereka juga mengumpulkan racun yang di miliki oleh para serangga itu karena perintah Xi.


Banyaj sekali barang - barang berharga yang mereka dapatkan, dan semua itu masuk ke dalam tas yang mereka bawa di bahu mereka. Walau banyak yang masuk ke dalam tas, namun tidak satu pun dari mereka merasakan berat dari tas itu bertambah. Itu karena tas yang mereka pakai adalah item yang Xi dapatkan dari Ghaca saat itu.


Sebuah tas penyimpanan yang memiliki kapasitas yang besar, serta dapat menyimpan segala jenis barang di dalam tas tersebut. Di tambah, tas itu tidak akan bertambah berat walau sudah terisi penuh, dan akan tetap ringan seperti sebuah tas yang hanya di isi dengan satu pensil kecil.


" Baiklah... Setelah kelabang dan kaki seribu, sekarang semut hitam! " Kata Bass dengan kesal, karena monster nya yang ada di dalam Dungeon itu tidak ada habis - habisnya.


[ Semut Hitam ] Rank : D. Level : 30. Exp : 3.000.


Melihat satu semut hitam datang menghampiri mereka, Xi pun berkata " Jika membandingkan mereka, semut hitam ini lebih lemah dari pada kelabang yang sebelumnya. Walau begitu, mereka tidak pernah bergerak sendirian, dan itu lah yang membuat mereka menjadi berbahaya. " Kata Xi dalam hatinya. Kemudian sebelum ia menyerang segerombolan semut hitam yang datang itu. Ia membeli beberapa roti dari shop system.


Sebuah roti pun tiba - tiba muncul, membuat semua orang terkejut saat melihatnya. Namun, mereka tidak bisa terus memikirkan ke anehan itu, karena sekarang mereka berada dalam masalah.


Tampak saat Xi membeli roti - roti itu, ia seperti memiliki sebuah rencana untuk mengalahkan gerombolan semut hitam yang menyerang mereka. Sebelum ia memulai rencananya, ia pun berkata kepada Zapdas.


" Zapdas, siapkan sihir petirmu sekarang, ini akan cepat selesai! " Kata Xi.


Mendengar itu, Zapdas terkejut karena Xi bilang akan cepat selesai. Melihat ada ratusan semut hitam yang bergerak ke arah mereka, Zapdas pun tidak yakin kalau ini akan selesai secepat apa yang Xi bayangkan. Namun, ia tetap merapalkan sihir petirnya.


" Jumlah kalian lebih banyak dari pada kelabang yang ada di sana, aku tidak berniat membuang banyak tenagaku hanya untuk melawan kalian... Jadi terimalah roti yang baru saja aku beli ini!! " Kata Xi sambil melemparkan lima roti yang ia beli dari shop system.


Bersamaan dengan itu, semua semut langsung berhenti setelah melihat makanan enak di lempar oleh Xi melewati mereka. Segerah mereka berbalik dan berkumpul mencari roti - roti yang di lemparkan oleh Xi itu. Di saat mereka semua menemukan roti - roti itu, Zapdas pun melepaskan sihir yang telah ia siapkan.


Sebuah sihir petir dengan tegangan tinggi menyambar semua semut hitam yang ada di sana, dan menyetrum mereka sampai hangus. Semua itu juga berkat bantuan dari air yang ada di dekat sana, yang meningkatkan kekuatan sengatan pada petir Zapdas. Sehingga semua semut hitam itu pun berhasil di bunuh semua dalam hitungan detik.


Zapdas tercengang, serta yang lainnya begitu pula juga ikut tercengang. Kecuali Xi, Airis, dan Astia. Melihat lebih dari dua ratus semut hitam mati dalam satu serangan, itu sangatlah mustahil untuk di lakukan, bahkan jika itu seorang Rank A sekali pun. Namun, apa yang mereka lihat saat ini, sangat berbeda dengan apa yang mereka bayangkan. Ini seperti sesuatu yang menantang langit.


" Sekali serang... Benar - benar sekali serang!! Segerombolan semut hitam yang dapat membunuh petualang Rank A, mati hanya dalam satu serangan! Benar - benar hebat, metodenya sungguh gila! Hanya melihat sekilas jenis musuh yang di hadapi, dia bisa langsung tahu cara cepat mengalahkan musuh - musuhnya! Ini benar - benar luar biasa! " Kata Zapdas dalam hatinya dengan senang sekaligus terkejut. Serta ia juga malu karena sempat berpikir kalau apa yang Xi rencanakan itu hanyalah tindakan yang sia - sia untuk di lakukan.


Zapdas melihat Xi yang berdiri tegap di depan sana, seolah ia sedang melihat seorang pemimpin yang tidak takut apa pun, dan selalu percaya diri dengan keputusan yang di ambilnya. Sehingga menghasilkan hasil yang baik pula, saat di lakukan tanpa adanya keraguan.


" Sesuai yang aku perkirakan, ini selesai dengan cepat! " Kata Xi dengan tenang. Berjalan mendekati mayat - mayat semut hitam itu. Melepaskan kegelapan yang ada pada dirinya, menyelimuti semua tumpukan mayat semut hitam yang ada di sana.

__ADS_1


Pancaran sihir yang amat mengerikan pun menyebar ke seluruh ruangan yang ada, dan dapat di rasakan oleh mereka semua, pancaran sihir itu sangat mengerikan. Bahkan energi sihirnya juah lebih mengerikan dari pada yang di miliki oleh iblis. Energi yang merek rasakan ini sangatlah gila, dan sangat sombong.


" Apa yang akan Tuan lakukan pada mayat - mayat semut hitam itu? " Tanya Alans kepada mereka semua dengan bingung. Kegelapan yang keluar dari tubuh Tuannya sangatlah mengerikan. Dalam pandangannya, kegelapan itu seolah dapat menelan apa saja yang ingin di telannya tanpa pilih - pilih.


Mendengar pertanyaan Alans, semua orang hanya diam saja. Karena mereka sediri juga tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Xi. Kecuali untuk Airis mau pun Astia, mereka sudah tahu apa yang akan di lakukan. Seketika, kegelapan yang sebelumnya hanya menyelimuti semut hitam itu, kini menyebar sangat luas hingga ke tempat awal mereka, dan menyelimuti setiap mayat monster yang ada di sana.


Perlahan Xi membuka matanya. Matanya merah menyalah, dengan penuh energi kematian yang menyelimutinya. " Pasukan kegelapan, bangkitlah dan layanilah aku sebagai raja kalian! " Kata Xi. Seketika semua yang terkena kegelapan itu, dari mereka yang telah mati, bangkit kembali dengan bentuk tubuh sempurna yang terbuat dari kegelapan.


Melihat kejadian tersebut, semua orang hanya bisa terdiam membeku melihatnya. Mereka tidak dapat berkata apa pun lagi setelah melihat kemampuan tersebut. Kemampuan yang dapat membangkitkan yang mati layaknya seorang Necromancer, namun yang satu ini jauh lebih menyeramkan dari Necromancer.


" Di dia dapat mensummon... Dan lagi jumlahnya sangat banyak! Dia tidak hanya sekedar bisa bertarung, tapi juga sihir kematian... Mungkinkah, kekuatan sesungguhnya dari Tuan adalah kekuatan atas hak dunia kematian?!! " Kata Vind dalam hatinya dengan wajah pucat saat melihatnya.


Melihat kemampuan yang tidak masuk akal itu, ia hanya bisa gemetar ketakutan dengan wajah pucat, serta keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ia tidak bisa membayangkan kalau dia berada dalam posisi monster - monster yang telah di bangkitkan kembali itu. Jika itu terjadi padanya saat itu, mungkin ia benar - benar mati tanpa bisa menutup matanya untuk selamanya.


" Untung nya aku bersedia menyerah saat itu... Jika tidak, mungkin aku sudah menjadi bagian dari mereka. " Kata Zapdas dalam hatinya. Ia legah karena keputusan yang di ambil olehnya saat itu untuk mengikuti Xi adalah pilihan yang tepat.


Setelah melihat kekuatan sesungguhnya dari Xi, semua orang tidak bisa menyembunyikan wajah terkejut mereka. Karena itu benar - benar ketakutan yang ada di luar nalar manusia. Kekuatan yang sangat hebat dan sangat mendominasi kegelapan dan kematian.


Setelah semua serangga yang telah di bunuhnya dalam perjalanannya bangkit. Xi meminta para serangga itu untuk menunjukkan jalan menuju ke ruangan boss berada. Karena para serangga ini tinggal di dalam dungeon, pastinya mereka tahu di mana boss dungeon berada.


Para serangga itu segerah bergerak mengikuti perintah Xi. Mereka berjalan bersama - sama menunjukkan jalan untuk sampai ke lokasi boss dungeon berada. Dalam perjalanan mereka, terdapat banyak semut hitam yang menghalangi jalan mereka. Sehingga membuat mereka harus bertarung melawan gerombolan semut itu.


Para semut hitam yang datang untuk menghentikan mereka, dengan mudah di kalahkan oleh pasukan semut kegelapan yang berada di pihak Xi. Karena keunggulan Darkness Army dapat beregenerasi super cepat, jadi setiap semut yang hancur dapat pulih kembali dalam satu detik, dan adanya tambahan buff dari item yang di gunakan oleh Xi, menambahkan kekuatan serangan para semut itu.


Sesampainya mereka di sebuah ruangan yang luas, di sana terdapat banyak kristal sihir yang bersinar menerangi ruangan tersebut.


" Jadi ini ruangan boss dungeon? Mudah sekali menemukannya... " Kata Alans.


Melihat sekeliling mereka, terlihat di dalam bagian ruangan yang gelap terdapat banyak telur semut di sana. Bersamaan dengan itu, terdapat seekor semut hitam yang ukurannya besar sampai 2,5 meter. Semut itu sangat menyeramkan, dengan pancaran energi sihir yang di pancarkan dari semut itu sangatlah besar.


[ Ratu Semut Hitam ] Rank : A. Level : 100. Exp : 50.000. Skill : Perintah, Reproduksi, Fear.


" Memang benar kalau ini adalah boss dungeon tapi... Semut itu bukan boss utamanya. Dengan kekuatan yang segini, tidak mungkin dia dapat memerintah monster serangga lainnya selain semut hitam. " Kata Airis dengan tenang.


Mendengar itu, mereka juga tidak terkejut. Karena menurut mereka, sangat aneh kalau boss dungeon dari dungeon tingkat tinggi dapat di temukan dengan sangat mudah. Bahkan untuk seukuran dungeon kelas bawah, boss dungeon nya saja sulit untuk di temukan. Jadi tidak aneh kalau ratu semut hitam ini bukanlah boss dari dungeon ini.


Ratu semut hitam, yang melihat ada banyak petualang yang datang keruangannya. Ia merasa terancam. Karena merasa terancam, Ratu Semut Hitam memerintahkan semua prajurit semutnya untuk menyerang para petualang yang datang mengancam dirinya.


Para Prajurit Semut Hitam bergegas bergerak mengikuti perintah Ratunya. Mereka dengan ganas menyerang para petualang yang datang ke sarang mereka yang memberikan ancaman pada Ratu mereka. Para semut hitam bergerak bersama dengan jumlah yang sangat banyak itu, berharap para petualang merasa terancam dan meninggalkan sarang mereka. Sehingga membuat Ratu mereka dapat bereproduksi seperti biasanya.


Namun... " Hahaha akan aku bakar mereka semua! Rasakan ini Fire Strom! " Rots melepaskan sebuah serangan badai api ke arah kerumunan semut hitam yang bergerak ke arah mereka.


Gerombolan semut yang bergerak ke arah mereka itu, terhantam badai api yang sangat kuat. Sehingga membuat banyak dari mereka tumbang karena badai api itu.


Namun, hal itu tidak membuat para semut hitam berhenti bergerak. Melainkan, mereka menjadi lebih ganas lagi dari sebelumnya.


" Waahh!! Mereka kuat sekali! Serangan ku hampir tidak berpengaruh pada mereka! " Kata Rots. Ia mengeluh pada dirinya sendiri karena tidak bisa langsung mengalahkan semua semut hitam yang menyerang itu, dan malah hanya bisa menumbangkan sedikit saja.


" Light Rain! " Sebuah lingkaran sihir cahaya muncul di langit - langit tempat tersebut. Dari lingkaran sihir itu, muncul hujan cahaya yang langsung mengenai para semut - semut hitam itu, tidak terkecuali ratu semutnya juga.


Semua semut - semut hitam itu tidak dapat menghindari serangan tersebut, mengakibatkan hujan cahaya itu mengenai mereka, dan langsung menembus tubuh mereka.


Dalam satu serangan sihir itu, membuat semua semut hitam berguguran. Termasuk juga ratu semut hitam yang ada jauh di belakang para tentaranya juga terbunuh. Semua semut tubuhnya berlubang karena hujan cahaya dengan sangat cepat menembus tubuh mereka.


" Kerja bagus Astia. " Kata Xi.


" Terimakasih Tuan! " Balas Astia dengan senang. Ia tampak bahagia saat Xi memuji dirinya.


Setelah Ratu Semut Hitam mati. Ruangan tersebut tiba - tiba mengalami guncang yang sangat kuat. Getarannya sangat hebat, sampai - sampai mengganggu keseimbangan tubuh dalam berdiri. Bebatuan dari langit - langit ruangan itu pun berjatuhan, dan menimpa mereka.


Tidak jauh dari tempat Ratu Semut Berada, terbuka sebuah jalan di tanah, yang mana jalan tersebut berupa sebuah tangga yang mengarah pada ruangan yang ada di bawahnya. Kemunculan dari jalan tersebut, adalah akhir dari gempa yang mereka rasakan. Di saat gempa telah berhenti, mereka pun berjalan mendekat pada tangga tersebut.

__ADS_1


Sanzun yang melihat tangga itu, wajahnya berkeringat. Sambil menatapi tangga itu yang memancarkan aroma yang sangat busuk, Sanzun berkata " Tangga ini menuju ke lantai selanjutnya, di sana terdapat banyak serangga yang lebih kuat dari yang ada di sini... Dan di lantai itu lah semua pasukan petualang Kekaisaran Fafnir di babat habis. " Kata Sanzun.


Mendengar itu, semua orang menatapi Sanzun dengan wajah berkeringat. Mereka menelan ludah mereka dengan sulit, menunjukkan raut wajah yang cemas sesaat setelah melihat Sanzun yang berkata seperti itu. Namun, pandangan mereka berali pada Xi yang dari tadi hanya diam sesaat saat menemukan jalan lantai selanjutnya. Di situ mereka sedang menunggu, menunggu keputusan yang akan di ambil oleh Xi. Apakah Xi akan memilih untuk melanjutkan perjalanan menaklukkan Dungeon ini sampai selesai, atau ia akan memilih untuk memgakhirinya di sini. Semua orang saat itu diam dan menunggu keputusan dari Xi.


__ADS_2