
Dalam kegilaannya, Krey melepaskan seluruh auranya tanpa menahan diri sekali pun. Itu membuat banyak dari prajurit Elang Emas berjatuhan dan mati karena tekanan yang Krey hasilkan. Pada saat yang sama, Elang Emas merasa merinding melihat tatapan mata Krey yang begitu tajam menatapnya.
Matanya yang merah penuh dengan niat membunuh, dan tidak ada keraguan atau pun ketakutan yang tersirat dalam mata itu. Membuat Elang Emas mengingat kenangan buruknya saat menghadapi seseorang yang pernah memberikan tatapan yang sama kepada dirinya dulu.
" A aku merinding ketakutan? Hanya dengan ini... Sudah mengintimidasiku? Tapi... Melihat mata merah itu, aku merasa familiar dengan tatapannya. Huh? Apa mungkin, orang ini memiliki sesuatu hubungan dengan " makhluk " itu? " Gumam Elang Emas. Perlahan aura emasnya yang begitu berkilau mulai meredup dikarenakan ingatan buruk yang mempengaruhi dirinya.
Walau berada di hadapan orang yabg berbeda, tapi, Elang Emas tetap merasakan rasa takut yang sama yang pernah di rasakan dulu. Hanya karena satu kejadian itu, membuat Elang Emas menderita banyak kerugian yang tidak terhitung jumlahnya. Membuatnya mejadi trauma, sekaligus hanya dapat mengutuk kekejaman makhluk tersebut.
Aura gelap dari Krey melahap semua aura ke emasan Elang Emas. Ketika aura gelap itu hendak menutupi dan melahap Elang Emas yang termenung di tempat, retakan dimensi muncul tepat di sampingnya. Mengakibatkan aura gelap terhisap kedalam retakan tersebut.
" Benar - benar aura yang menjijikan, kau dan orang itu benar - benar mirip. Sangat menjijikan sampai - sampai aku mau muntah! " Sebuah suara tiba - tiba terdengar keluar dari retakan dimensi tersebut.
Krey yang mendengar suara tersebut mengatai - ngatainya hanya diam dan tidak merespon.
Sesuatu yang mengerikan keluar dari retakan dimensi tersebut. Sangat besar, dan terlihat kuat. Saat keluar dari retakan dimensi, membuat area sekitarnya di penuhi oleh energi negatif yang mengganggun aliran sihir dunia.
Makhluk itu menginjakkan kakinya ke daratan, dan itu membuat terjadinya gempa yang dahsyat karena kerasnya hentakan kaki dari makhluk tersebut. Bukan hanya sekadar gempa yang timbul, tapi itu terasa seperti dunia hendak mengalami kehancuran.
Makhluk berkaki empat dan seluruh tubuhnya tertutupi oleh sisik hitam legam yang berkilau. Terlihat keras dan tebal, bahkan ku ragu udara pun tidak bisa menembus selah - selah sisiknya. Mulutnya sangat besar, dan saat ia membuka mulutnya, rahang atasnya sampai kelangit, dan rahang bawahnya sampai ke tanah. Seakan - akan menunjukkan kepada dunia bahwa dia dapat menelan segalanya, entah itu sebuah pelanet, bulan, matahari, bahkan bintang sekalipun.
Sosok yang di kenal sangat kuat, dan merupakan salah satu dari sembilan penguasa galaxy lainnya. Savenna sang Kilin Hitam. Dua tanduknya yang besar terlihat selalu memancarkan petir hitam yang mengerikan dan akan menyambar apa pun yang dia inginkan.
__ADS_1
Kedatangan dua penguasa Galaxy di dunia kardinal, membuat ke adaan dunia semakin buruk dan berada di ambang kehancuran. Kestabilan dunia yang telah Krey bangun ulang untuk memperjuangkan kelangsungan kehidupan dunia Kardial runtuh begitu saja ketika ketiga orang ini saling berhadapan - hadapan.
Seluruj dunia Kardinal sudah berguncang dan terbalik - balik. Kehadiran ketiganya adalah malapetaka sesungguhnya bagi dunia yang hampir hancur ini.
Melihat kedatangan seseorang tamu yang tidak di undang lagi mengunjungi rumahnya, Krey tidak bisa tidak menahan tawanya melihat kedua makhluk itu.
" Hahahaha, ini sungguh lucu sekali. Ada tamu yang tidak di undang datang menerobos rumahku. Sungguh menjengkelkan kedatangan kalian merusak keseimbangan dunia ini, jangan pernah berpikir kalian dapat kembali dengan selamat setelah kalian menginjakkan kaki di tempat ku! " Krey tertawa karena menganggap situasi ini sangatlah lucu untuknya. Dua makhluk yang menjadi penguasa dari suatu galaxy datang kedunia Kardinal untuk membuat masalah. Krey marah karena kehadiran kedua orang itu merusak keseimbangan yang sudah susah payah dia pertahankan.
Krey tanpa ragu dan tanpa rasa takut sedikit pun dalam hatinya, mengancam kedua penguasa Galaxy itu bahwa mereka tidak akan pernah kembali dan tidak akan menginjakkan kaki mereka lagi di Galaxy dimana mereka berasal. Krey berniat untuk mengakhiri kedua orang itu yang dia anggap sebagai musuh yang sedang mengincar nyawa anaknya.
Mendengar ancaman dari Krey membuat Kirin Hitam sangat terkejut sampai merinding ketakutan. Namun, tiba - tiba dia tersenyum dan tertawa lepas.
" Bocah, bukankah kau terlalu sombong? Menghadapi dua penguasa Galaxy sekaligus, itu memang terdengar keren tapi mustahil untukmu mengalahkan kami berdua. Kau tidak punya cukup kemampuan untuk melakukan itu! " Ujar Kirin Hitam dengan nada yang sombong sembari menatap Krey dengan tatapan arogannya yang penuh kepercayaan diri menganggap dirinya tak terkalahkan.
Krey menanggapinya dengan tenang. Mengangkat sabit hitamnya dan mengarahkannya kepada Kirin Hitam dan Elang Emas. Tatapan matanya tajam dan tidak terlihat ada keraguan. Saat itu, dengan gagah Krey berkata " Siapa yang akan tahu siapa yang akan menang ketika belum di coba? Bagaimana, apakah kalian ingin mencobanya?! " Tanya Krey dengan nada yang dingin dan tenang. Sorot matanya begitu tajam bahkan sampai membuat perasaan tidak enak pada hati Kirin Hitam yang begitu arogan.
Menyaksikan tantangan tersebut, dalam hatinya Kirin Hitam mengungkapkan kegelisahannya " Apa - apaan arogansi yang mengerikan ini? Padahal dia hanya sekadar dewa biasa... Tapi, kenapa dia bisa memberikan tekanan yang begitu kuat kepada kami? Makhluk - makhluk di galaxy ini... Semuanya tidak normal, sama seperti orang itu... " Gumamnya sembari memandangi Krey.
Krey yang hanya berdiri diam membuat dua penguasa Galaxy ikut terdiam saat Krey mencoba untuk menantang kedua bertarung, masih terlihat tenang. Walau lawan yang akan dia hadapi adalah dua penguasa Galaxy sekaligus, Krey masih percaya diri dengan kemampuannya, mampu mengalahkan kedua orang tersebut.
Merasa bahwa dirinya sedang di remehkan oleh makhluk rendahan dalam pandangannya, Kirim Hitam mengerang dan merapatkan giginya dengan kesal. Tatapan mata yang Krey tunjukkan kepadanya, seolah - olah meremehkannya.
__ADS_1
Dengan raut wajahnya yang kesal, Kirim Hitam berbicara " Kau... Kau ini, Berani meremehkanku! Kau memandang rendah diriku dan ini tidak akan berakhir dengan baik bocah sialan! " Ucapnya dengan suara yang keras dan marah. Kirin Hitam mengalihkan pandangannya sejenak dari Krey kemudian menatap Elang Emas.
Melihat itu, Elang Emas terkejut karena tatapan Kirin Hitam begitu tajam. Mengisyaratkan kepadanya untuk tidak ikut campur dalam pertarungan dirinya melawan Krey. Bocah kurang ajar yang berani menantang penguasa tertinggi.
Elang Emas menghelakan napasnya, karena Kirin Hitam yang begitu teropsebsi ingin bertarung melawan Krey sendirian, ia pun mengalah dan sedikit mundur dari tempatnya berada. Bersamaan, saat dirinya sudah berada di posisi yang cukup jauh, Elang Emas berkata kepada Kirin Hitam. " Aku tidak akan mengganggumu, lakukan saja jika kau memang ingin bertarung dengannya. Aku hanya akan menonton pertarungan kalian. " Ucapnya.
Melihat itu, Kirin Hitam langsung berbalik dan menatap Krey kembali. Ia mengangkat satu kaki depannya, dan menghentakkan ke permukaan tanah dengan sangat kuat. Karena berada di level yang berbeda dengan makhluk lainnya, injakkan kaki dari Kilin Hitam sukses membuat daratan terbelah menjadi dua bagian.
Elang Emas yang hanya bisa melihat keduanya saling bertatapan, menghelakan nafasnya dan berkata dalam hatinya. " Kenapa dari kalian semua, yang datang ke tempat ini malah orang yang egois ini? Sangat merepotkan mengurusnya, apa lagi orang ini mudah terpancing emosinya. Haaa, aku heran bagaimana dia bisa menjadi seorang penguasa? " Ujar Elang Emas dalam hatinya. Kedatangan Kirin Hitam ke dunia Kardinal membuatnya semakim terbebani karena harus mengurus satu bocah yang emosinya mudah untuk di kendalikan. Elang Emas pun terheran - heran, mengapa Kilin Hitam yang hanya mengandalkan ototnya bisa mengatur galaxynya dengan sangat baik.
Krey yang di tatapi oleh Kilin Hitam, dia tidak sedikit pun bergeming. Merasakn tingkatan kekuatan yang berbeda dan begitu besar, Krey dalam hatinya berkata " Memang benar orang ini sangatlah kuat dari dewa - dewa lainnya yang pernah aku hadapi, tapi... Itu tetap tidak ada bedanya, aku masih bisa mengalahkan anjing hitam ini! " Ucap Krey dalam hatinya. Memegang sabit hitamnya dengan sangat erat dan mulai mengambil ancang - ancang untuk menyerang Kilin Hitam.
Kilin Hitam dan Krey saling berhadapan - hadapan dengan dua kuda - kuda saling siap menyerang. Energi besar mereka lepaskan bersama dan membentuk dua pilar menjulang tinggi ke langit. Dua energi yang berbeda mampu menggetarkan langit gelap yang bersimbahan dengan darah atas segala makhluk yang telah tiada.
Kilin Hitam maju menyerang Krey dengan kekuatan penuhnya. Ia hendak menggigit Krey dengan mulutnya yang besar serta giginya yang tajam setajam pisau. Saat dia melangkahkan kakinya dan mulai maju, langit di buat bergetar olehnya. Di satu sisi Krey memusatkan auranya pada sabit hitam yang dia banggakan. Aura gelap yang menyelimuti sabit tersebut, memanerfertasikan dirinya menjadi sebuah sabit hitam yang lebih besar lagi. Dan di setiap detiknya sabit hitam semakin membesar, semakin berat, dan semakin kuat.
Setelah siap, Krey mengayunkan sabit besarnya dengan enteng layaknya mengayunkan sebuah ranting pohon. Ketika sabit itu melintas di atas permukaan tanah, seketika itu permukaan tanah menjadi hancur lebur dan sudah tidak dapat terlihat lagi bagaimana bentuk semulanya. Sabit itu mengguncangkan seluruh dunia tampa ampun.
Dua serangan besar saling beradu satu sama lain, Kilin Hitam yang menggunakan giginya yang tajam untuk menyerang, Krey menggunakan sabit hitam yang di perkuat dengan auranya untuk membalas serangan Kilin Hitam dengan satu tebasan penuh. Menyebabkan sebuah ledakan yang dahsyat nya hingga gelombang kejut yang di hasilkannya tidak hanya menghancurkan sebuah benua, tetapi juga keluar dari atmosfer dunia.
Dalam satu kejutan tersebut, mengganggu aliran sub dimensi dalam waktu singkat sebelum akhirnya gelombang kejut itu memudar dan menghilang. Menjalankan sub dimensi seperti semula kembali.
__ADS_1