LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 276


__ADS_3

Perang yang terjadi di dunia dewa telah berlangsung cukup lama dan sangat sengit. Kedua belah pihak mengalami kerugian yanh sangat banyak. Namun, di sisi Dewa Cahaya, terdapat sebuah pohon kehidupan yang amat besar. Pohon itu memancarkan energi suci nya kesegala penjuru sehingga membuat semua guardian yang terluka sembuh.


Akan tetapi, para monster tidak mempermasalah hal tersebut. Mereka semakin lama semakin ganas dan brutal menyerang para Guardian itu. Dari kedua sisi, semuanya mengeluarkan kekuatan terbaik mereka untuk sebuah kemenangan yang akan mereka dapatkan.


Sementara itu, Dewa Kehancuran sedang bertarung dengan sangat sengit menghadapi Dewa Cahaya. Keduanya saling jual beli serangan.


" Dewa Kehancuran, kenapa kau tidak menyerah saja?! Aku sudah mengetahui semua kemampuan mu, tidak ada gunanya kau melanjutkan pertarungan ini! " Kata Dewa Cahaya sambil menyerang Dewa Kehancuran dengan banyaknya bola cahaya yang di lemparkan.


Dewa kehancuran menanggapi itu, Ia dengan mudahnya menghancurkan semua bola cahaya yang melayang kepada dirinya. " Menyerah? Dengan kekuatan recehmu itu kau ingin membuatku menyerah? Mimpi mu sangat bagus di siang bolong. " Kata Dewa kehancuran sambil mengejek Dewa Cahaya dengan wajah konyolnya.


Dewa Cahaya sangat kesal dengan ejekan dari Dewa Kehancuran, ia memusatkan energinya, dan menciptakan sebuah bola cahaya yang amat besar seperti matahari. Bola cahaya itu memancarkan cahaya yang sangat terang hingga membutakan mata. Dengan marah, ia melemparkan bola cahaya itu pada Dewa Kehancuran.


" Mati saja kau b*jingan gila! " Kata Dewa Cahaya sambil melemparkan bola cahaya itu kepada Dewa Kehancuran.


Sebuah bola cahaya yang amat besar seperti matahari mengarah kepada dirinya. Walau begitu, Dewa Kehancuran masih menanggapi itu dengan sebuah senyuman. Ia pun menjulurkan tangannya, menciptakan sebuah lingkaran sihir yang amat besar tepat di telapak tangannya.


Dari lingkaran sihir itu, sebuah sinar cahaya ungu pun muncul dan langsung menghantam bola cahaya yang amat besar itu. Kedua serangan mereka saling bertabrakan satu sam lain, sehingga membuat ledakan yang amat besar di udara. Gelombang kejut yang di hasilkan dari ledakam itu melemparkan banyak Guardian yang ada di sekitarnya, dan menghancurkan tanah yang ada di bawahnya.


Keduanya pun saling bertatapan dengan sinis, Di sisi Dewa Cahaya, ia sangat marah kepada Dewa Kehancuran yang dapat menghentikan serangan kuatnya. Namun, pada sisi Dewa Kehancuran, ia tampak masih tenang dalam pertarungan yang ia hadapi saat ini.


Dewa Kehancuran membuat sebuah lingkaran sihir yang amat besar di langit. Dari lingkaran sihir itu, terdapat banyak sekali energi kehancuran di dalamnya.


Dewa Cahaya yang melihat itu berkeringat dan bertanya - tanya, apa yang akan di lakukan oleh Dewa Kehancuran. Ia sangat bingung karena tidak pernah melihat lingkaran sihir seperti itu sebelumnya, lingkaran sihir yang ada di langit itu terlihat sangat indah dengan banyaknya energi sihir kehancuran yang mengelilinginya.


" Dewa Cahaya, aku tidak tahu apakah kau masih mengingat ini, kau mengatakan kepada ku 10.000 tahun yang lalu. " Kata Dewa Kehancuran, menatap Dewa Cahaya dengan penuh kepercayaan dirinya. " Di hadapan kekuatan Absolut, semua strategi dan perhitungan apa pun akan sia - sia. " Lanjut Dewa Kehancuran.


Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Dewa Kehancuran, membuatnya menjadi terkejut sembari menatapi Dewa Kehancuran.


Dewa Kehancuran pun melanjutkan perkataannya sambil menatap Dewa Cahaya " Hari ini, detik ini, ku kembalikan kalimat itu kepada dirimu. " Kata Dewa Kehancuran. Ia memperbesar lingkaran sihirnya, dan mulai bersiap untuk melepaskan serangannya. " Aku adalah Dewa Kehancuran, akan aku tunjukkan kepadamu kekuatan penghancur yang sesungguhnya! " Lanjut Dewa Kehancuran dengan sangat keras. Cahaya ungu pun mulai bersinar terang, dan dari lingkaran sihir itu, sebuah tembakan cahaya sihir jatuh menghantam tanah dengan sangat keras. Menghancurkan apa pun yang ada di sekitarnya, dan memusnahkan segala yang mengnainya.

__ADS_1


Sebuah Cahaya Ungu yang amat besar berdiri layaknya sebuah pilar di tengah - tengah peperangan. Di sana Guardian mau pun para monster yang ada di dekatnya langsung hancur seketika. Serangan area yang sangat luas dan kuat itu, menghancurkan segalanya, tidak peduli itu kawan mau pun lawan. Semua yang berada pada jangkauan nya akan di hancurkan sampai tidak tersisa.


Setelah serangan yang di lepaskan oleh Dewa Kehancuran selesai, tampak daratan bebatuan yang penuh dengan darah sebelumnya, telah berubah menjadi tumpukan pasir yang sangat halus, dan lebih halus dari sebuah tepung. Tidak ada satu pun dari mereka yang dapat selamat dari serangan Dewa Kehancuran. Bahkan para Demigod yang terkena serangan itu pun langsung lenyap.


BING! Sebuah gate berwarna emas muncul tepat di atas bekas serangan Dewa Kehancuran. Di sana, Dewa Cahaya keluar dari Gate itu tanpa luka sedikit pun yang ia terima. Walau begitu, ia di buat terkejut dengan kekuatan Dewa Kehancuran yang dapat menghancurkan segalanya. Serangan Dewa Kehancuran itu, telah menciptakan sebuah danau di alam dewa yang isinya penuh dengan pasir tanpa adanya air sedikit pun.


" Kau... Dasar orang gila! " Kata Dewa Cahaya yang dahinya penuh keringat saat melihat efek yang di timbulkan dari serangan Dewa kehancuran. " Kau sangat berlebihan, dasar sialan! " Lanjut Dewa Cahaya yang marah kepada Dewa Kehancuran membuat kerusakan di alam dewa yang indah ini.


Dewa Kehancuran mengangkat alisnya sambil menatap Dewa Cahaya. Dengan santai ia berkata kepada Dewa Cahaya " Aku, aku berlebihan?! Tidak tidak tidak... Bukan aku yang berlebihan, tapi kau lah yang berlebihan. " Kata Dewa Kehancuran sambil mengembalikan perkataan Dewa Cahaya yang di lemparkan kepadanya tadi. " Dewa Cahaya, sejak awal kau lah yang membuat dunia ini menjadi kacau, kau takut rahasiamu di ketahui oleh dunia jadi kau mencoba mendominasi dunia dengan memberikan orang - orang berkatmu. Kau sangat takut kalau reputasi kalian akan buruk di mata dunia, kau pun menggunakan berbagai metode untuk menghilangkan setiap jejakmu, dan memusnahkan siapa pun yang dapat menjadi ancaman untukmu. Dari dulu sampai sekarang, kau sebenarnya hanyalah seorang pengecut! " Lanjut Dewa Kehancuran dengan santai menghina Dewa Cahaya.


Dewa Cahaya pun sangat marah saat dirinya di hina oleh Dewa Kehancuran. Mengatakan kalau dirinya seorang pengecut, itu benar - benar menyakitkan wajahnya. Dengan marah pun Dewa Cahaya berkata " Kau benar - benar berani, aku akan membuatmu mati tanpa mayat! " Kata Dewa Cahaya dengan marah.


Dewa Kehancuran pun menanggapi perkataan Dewa Cahaya " Benarkah? Dengan kepribadianmu, musuh di hadapan mu akan di hilangkan sesegerah mungkin. Tepat seperti apa yang akan kau lakukan kepada kami. Sebelum kami masuk ke dunia ini, kau telah meletakan sihir pemusnahan masal tepat di jalan keluar kami, agar kau dapat memusnahkan kami sebelum kami mengijakan kaki di dunia ini. Namun, karena adanya Dewa Kematian Hitam yang mengetahui jalan pikiranmu, di sesegerah ia menghancurkan sihirmu itu agar kami bisa masuk tanpa halangan, seperti sekarang ini. " Ucap Dewa Kehancuran sambil menatap Dewa Cahaya, serta sebuah senyuman di wajahnya tampak meremehkan kemampuan berpikir Dewa Cahaya.


Di samping itu, Dewa Cahaya sangat marah. Sebab cara berpikirnya di bandingkan dengan Dewa yang masih bau kencur itu. Menurutnya, kekuatan dan kepintarannya tidak dapat di bandingkan dengan Dewa Kematian Hitam. Ia lebih hebat dan lebih bijaksana dari pada Dewa yang lainnya, bahkan dari Dewa Kematian di masa lalu.


Ia pun mengangkat tangannya ke langit, dan energi sihir yang pada mulai berkumpul di sekelilingnya. Langit awan yang cerah berubah menjadi mendung, dan gemuruh pun mau bermunculan. " Akan aku lenyapkan kau Dewa Kehancuran! Bangkitlah, Leogosaid! " Teriak Dewa Cahaya dengan sangat keras sambil menyebutkan nama Leogosaid.


Dari dalam tanah, sesuatu yang amat besar begerak dengan sangat cepat menuju ke permukaan. Seketika karena hal itu, seluruh daratan dewa terguncang oleh sebuah gempa yang sangat amat besar. Guncangan tersebut dapat di rasakan oleh mereka semua yang ada di permukaan tanah, sehingga membuat mereka semua berhenti bertarung. Semua Dewa jahat beserta pasukannya yang ada di permukaan tampak kebingungan dengan gempa besar yang terjadi.


Mereka semua juga menyadari kalau gempa satu ini skala dan getaran nya jauh lebih besar dari gempa - gempa yang terjadi sebelumnya ( Pertarungan Xi melawan Ytoggod ) gempa besar itu membuat tanah di alam dewa bergerak seperti sebuah ombak.


Setelah gempa yang amat besar itu, muncul seekor monster dengan rupa yang sangat mengerikan dari bawah tanah naik ke atas permukaan. Monster itu punya tubuh humanoid dengan banyaknya gabungan dari tubuh monster - monster kelas atas. Punggung dari monster itu terlihat seperti tempurung kura - kura yang amat keras dengan sepasang sayap naga di punggungnya. Kepalanya sangat mirip seperti seekor cumi - cumi yang di balik, dengan lendir hijau menyelimuti tubuhnya. Cakar yang amat mengerikan terdapat pada kaki dan tangannya.


Monster itu meraung dengan sangat amat keras setelah ia sampai kepermukaan. Menyerang apa pun yang ada di hadapannya dengan cakarnya yang tajam. Tidak peduli itu kawan atau pun lawan, ia menghancurkan semuanya.


" Kau akan berakhir di sini Dewa Kehancuran! Leogosaid, bunuh b*jingan itu! " Perintah Dewa Cahaya kepada Leogosaid untuk membunuh Dewa Kehancuran.


Leogosaid pun menoleh sambil menyipitkan matanya menatap Dewa Kehancuran. Setelah mengumpulkan banyak energi di perutnya, Leogosaid menembakkan semburan api super panasnya ke arah Dewa Kehancuran.

__ADS_1


Melihat itu Dewa kehancuran terkejut dengan wajah penuh keringatnya saat melihat Leogosaid muncul dan menembak dirinya dengan semburan api panasnya. Segerah, Dewa Kehancuran pun menghindari semburan api panas itu, sehingga membuat semburan api itu menghantam para monster yang ada di belakangnya, dan membakar para monster hingga hangus.


Leogosaid terus menyerangi Dewa Kehancuran dengan temabakan laser yang sangat banyak. Sehingga Dewa Kehancuran di buat terpojok oleh Leogosaid di karenakan serangannya yang tidak berhenti. Itu membuat Dewa Kehancuran hanya bisa menghindari setiap serangan Leogosaid tanpa bisa membalas sedikit pun.


Di sisi lain, terjadi sebuah pertarungan adu kekuatan yang amat luar biasa. Pertarungan antara Dewa Perang melawan Dewa Raksasa terjadi sangat sengit. Tempat mereka bertarung, di penuhi dengan kobaran api yang sangat membara.


" Kau masih kuat seperti biasanya, aku sangat kagum! " Ucap Dewa Perang sambil bertukar pukulan. Ia memuji kemampuan dari Dewa Raksasa yang tidak berubah dan malah bertambah lebih kuat dari sebelumnya. Ia membuatnya semakin bersemangat untuk bertarung.


" Heh, kau pikir aku cuma tidur selama 10.000 tahun! Aku terus berlatih dan meningkatkan kekuatanku... " Kata Dewa Raksasa sambil berkata acuh tak acuh kepada Dewa Perang.


Di saat yang sama, BOOM! Sebuah ledakan yang amat besar terjadi tidak jauh dari tempat mereka berada. Mereka pun segerah melihat asal muasal dari ledakan tersebut. Tampak dari kejauhan, terdapat banyak sinar laser yang berterbangan ke sana kemari.


Arah dari serangan sinar laser itu tampak sedang berusaha untuk memgenai sesuatu. Dan di sana, tampak Dewa Kehancuran yang kesulitan menghadapi Leogosaid dan Dewa Cahaya sendirian.


Dewa Raksasa pun bingung kenapa Dewa Kehancuran hanya bertarung sendirian. Padahal belum lama sebelum perang mereka mulai, Dewa Kehancuran selalu berada di sisi Dewa Kematian Hitam.


" Kenapa Dewa Kehancuran bertarung sendirian? Kemana perginya Dewa Kematian Hitam? Apa dia kabur? " Kata Dewa Raksasa sambil bertanya - tanya kepada dirinya sendiri mengenai Dewa Kematian Hitam.


Namun, BANG! Karena fokusnya tertujuh kepada Dewa Kehancuran yang sedang kerepotan itu, membuat Dewa Perang mangambil kesempatan tersebut untuk menyerang Dewa Raksasa. Dan hasilnya, membuat Dewa Raksasa terlempar sangat jauh hingga mendarat di tanah dengan sangat keras.


Dewa Raksasa pun berdiri dengan raut wajah kesalnya mengarah pada Dewa Perang. Dengan marah ia berkata kepasa Dewa Perang " Kau sialan! Berani sekali kau menyerangku di saat aku sedang tidak memperhatikan mu! " Kata Dewa Raksasa dengan marah sambil mengacungkan tangannya kepada Dewa Perang.


Dewa Perang pun menjawab dengan memalingkan wajahnya yang tampak tidak bersalah itu. Dengan tegas ia mengatakan sesuatu kepada Dewa Raksasa " Kenapa kau malah marah?! Ini perang, sudah sewajarnya aku menyerangmu apa pun kondisinya. Kau terkena seranganku karena kau tidak fokus pada musuhmu, jadi itu salah dirimu. " Kata Dewa Perang sambil memalingkan wajahnya saat berbicara dengan Dewa Raksasa.


Dewa Raksasa pun sangat marah saat mendengar itu dari Dewa Perang. Walau yang di katakan oleh Dewa Perang itu benar, namun ia tidak bisa terima dengan sikap yang di berikan oleh Dewa Perang terhadap dirinya. " Lalu, apa - apaan dengan ekspresi membuang muka itu?! Apa kau mau mengatakan kalau itu bukan apa - apa? " Tanya Dewa Raksasa sambil mengacungkan tangannya pada Dewa Perang.


Dengan dahi yang berkeringat setelah mendengar pertanyaan itu, Dewa Perang pun menjawab " Ya... Bukan apa - apa! " Jawab Dewa Perang. Sejujurnya, apa yang ia barusan lakukan adalah sesuatu yang dapat mencoret harga dirinya karena melakukan serangan diam - diam kepada musuhnya. Itu bukanlah jalan yang ia pilih sejak awal, namun karena lawannya juga seorang Dewa yang sangat kuat, ia tidak punya pilihan lain selain mengkhianati Jalan yang ia pilih.


" Bagus... " Ucap Dewa Raksasa. Tubuhnya memancarkan sinar yang amat terang, dan perlahan sinar itu membesar dan menunjukkan wujud dari Dewa Raksasa yang sesungguhnya. Seorang Raksasa yang memiliki penampilan yang menyeramkan, dengan dua otot tangan yang amat besar layaknya sebuah gunung. " Maka aku tidak akan menahan diriku sekarang, maka dari itu Matilah kau! " Kata Dewa Raksasa sambil melayangkan tinju besarnya pada Dewa Perang.

__ADS_1


__ADS_2