LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 106


__ADS_3

Setelah mengalahkan boss dungeon yang berupa Medusa sebagai bossnya. Xi bertarung dengan mudahnya membunuh Medusa. Pada saat yang sama, kesadarannya di ambil alih oleh kekuatan yang menguap dari dalam tubuhnya, sehingga ia bertarung seperti hewan buas.


Waktu berlalu dengan cepat. Saat mereka berada di luar dungeon, hari pun telah malam. Mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat sebentar di malam itu. Pada malam itu, Xi tampak sedang merenungkan sesuatu sambil menatapi langit malam yang indah yang penuh dengan bintang itu.


Ia merenung tentang ingatan yang ia lihat saat itu. Dia penasaran siapa sebenarnya wanita cantik yang sedang menangisi bayi itu. Dan siapa bayi kecil yang baru saja lahir itu, dan bagaimana ke adaan bayi itu? Terus muncul pertanyaan yang tidak bisa ia jawab di dalam pikirannya dan semakin lama dia memikirkan hal tersebut, entah kenapa ia merasa sedikit merasa sedih, setiap kali ia mengingat wanita itu menangis dan meneteskan air matanya.


" Siapa sebenarnya mereka? Kenapa... Kenapa aku merasa sangat sakit saat melihatnya mengis? " Kata Xi dalam hatinya dengan perasaan yang penuh dengan kebingungan. Ia sangat bingung dengan apa yang terjadi, dan ia lebih bingung kenapa ia juga merasa sedih saat melihat ingatan itu kembali. Ia melihat kedua tangannya dengan tatapan bingung.


Sambil mengepalkan tangannya, ia pun berkata " Entah apa kesebelasan sosok cahaya emas itu... Tapi, aku merasa sangat marah kepada mereka... " Kata Xi sambil mengepalkan tangannya yang tanpa ia sadari, ia telah melepaskan aura dan niat membunuh yang amat luar biasa kuat hingga membuat angin berhembus sangat kencang.


Di saat yang sama, angin kencang yang tercipta dari aura dan niat membunuhnya, membuat Airis dan Astia yang sedang beristirahat merasa sangat kedinginan. Sadar akan dirinya yang telah terlalu berlebihan, ia pun segerah menarik semua aura dan niat membunuhnya kembali. Menutup matanya perlahan dan menenangkan dirinya dari perasaan marah yang tidak mengenakkan itu.


Ia menarik nafasnya dalam - dalam guna menghilangkan stressnya. Dan berusaha menghilangkan rasa bingung nya itu dengan pikiran jerni.


Sembari menenangkan dirinya, ia membuka inventory nya, dan melihat ada item apa saja yang ia simpan. Saat di buka, tampak banyak sekali item - item yang ia dapatkan. Di antaranya ada tulang kanan emas yang ia dapat dari sarang Raja Gorilla Putih.


[ Tulang lengan Kanan Emas ] Rank : A. VIT : +20. STR : +20. Tulang emas yang terbentuk dari kumpulan energi sihir yang amat kuat. Dapat memperkuat tulang tangan kanan bila berhasil menyatukannya dengan tangan kanan. Tulang anda akan menjadi sekuat emas yang sangat padat.


Selain itu, dari Raid yang tidak sengaja ia picu, ia mendapatkan sebuah item berupa sepasang mata Medusa yang dapat membuat makhluk hidup berubah menjadi batu ketika melihatnya.


[ Eye's of Queen Snake Medusa ] Rank : A+. INT : +25. SEN : +10. Sempasang mata Medusa yang terkutuk. Dapat memberukan Debuff kepada musuhnya, berupa sebuah kutukan. Saat Medusa membuka matanya, siapa pun yang melihat Mata Medusa akan berubah menjadi batu. Skill : Cursed Stone Gaze ( Memaksa musuh untuk menatap matanya dan akan mengubah siapa pun yang melihatnya menjadi batu ).

__ADS_1


Pada saat yang bersamaan, Layar system lainnya muncul di samping Xi dan menunjukkan system ghaca. Terlihat di layar, hadia Ghaca telah di perbarui dan lebih baik dari sebelumnya. Melihat itu, Xi tampak sedikit tertarik dengan hadia - hadia system Ghaca.


Mengingat dirinya memiliki banyak sekali Point System yang belum ia gunakan. Ia pun memutuskan untuk menghabisakan Point System yang ia miliki, demi menghilangkan rasa Stressnya.


" Kau berusaha menghibur ku kan? " Kata Xi sambil bertanya kepada System.


[ Benar Tuan ]


" Terimakasih karena perhatian mu... " Lanjut Xi sambil menekan Spin 10x.


Pada saat yang sama, System melakukan tugasnya dengan memberikan kartu - kartu secara acak. Dan saat system menunjukkan apa yang di dapat, tampak sebuah kartu memancarkan sinar yang sangat terang dan menyilaukan mata.


[ Selamat anda mendapatkan Item Rank S ]


Sementara, Xi yang melihat hal tersebut tampak sangat terkejut. Karena ini kali pertamanya ia mendapatkan sesuatu yang amat bagus dalam Ghaca pertamanya. Ia pun tersenyum kecil, saat mendapatkan item tersebut. Ia mengerti kalau system saat ini sedang berusaha untuk menghibur nya.


[ Tulang Kaki kiri Dragon King ] Rank : S. AGI : +40. STR : +15. Sebuah tulang kaki yang sangat kuat berasal dari seekor naga yang sangat hebat. Memiliki kekokohan yang amat luar biasa layaknya sebuah gunung yang tidak dapat di guncangkan oleh gempa.


Setelah mendapatkan item tersebut, Xi pun melanjutkan Ghacanya hingga pagi, sampai menghanbiskan semua poin System yang ia miliki. Di malam itu, ia benar - benar menghabiskan banyak point system yang ia miliki demi barang - barang yang tidak pasti. Hingga pagi hari pun tiba.


Airis dan Astia bangun dari tidur nya, dan mengihirup angin segar yang berhembus pada pagi hari itu. Tampak rasa nyaman dan ketenangan dapat mereka rasakan di pagi hari tanpa adanya gangguan. Pada saat mereka membuka mata, mereka melihat Xi yang sedang duduk diam di dekat sebuah pohon.

__ADS_1


Karena rasa penasaran nya, Airis pun mencoba menghampiri tuannya yang duduk di dekat pohon yang tampak seperti sedang bermeditasi. Namun, usahanya di hentikan oleh Astia.


" Tunggu Airis, jangan kesana atau kau bisa mengganggu taun! " Kata Astia sambil meraih tangan Airis dan memegangnya.


" Memangnya ada apa? " Tanya Airis dengan bingung kepada Astia.


" Kita tidak boleh mengganggu tuan sekarang, di saat ini, tuan sedang dalam masa kritisnya dalam meningkatkan kekuatan. Aku dapat merasakan energi sihir yang padat berkumpul di sekitar tuan. " Kata Astia.


BOOM! Sinar cahaya merah yang sangat terang terpancar keluar dari tubuh Xi. Tampak energi yang berkumpul di sekitarnya semakin memadat dan menciptakan sebuah pusaran angin yang sangat kuat.


Burung - burung beterbangan menjauh dari sarang mereka karena takut dengan keberadaan yang sangat mengerikan. Para monster gemetar ketakutan saat merasakan adanya aura penindasan yang sangat mendominasi, bahkan aura yang mereka rasakan tidak dapat di bandingkan dengan raja monster.


Banyak monster - monster lemah yang pergi menjauh dari hutan tersebuta kerena takut. Sementara, monster - monster lainnya menundukkan kepala mereka dan bersujud, dengan seluruh tubuh penuh dengan keringat.


" Apa yang terjadi?!! " Tanya Airis dengan khawatir dan juga bingung.


" Aku tidak tahu! " Balas Astia yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


Angin putih berubah menjadi merah gelap dn itu sangat mengerikan. Aura membunuh pun terpancar dengan sangat jelas dan terbawa oleh angin yang berhembus kencang. Di saat itu semua monster semakin ketakutan dengan keberadaan tersebut, dan mereka saling mengerang memohon ampun.


" Energi sihir yang sangat besar dan mengerikan! Serasa tubuhku sedang di tusuk - tusuk oleh pedang yang sangat tajam! " Kata Astia sambil menahan tekanan yang amat luar biasa.

__ADS_1


Pusaran angin yang kencang perlahan mulai menurun dan menghilang. Aura yang mengerikan yang menghantui seluruh hutan pun juga menghilang bersamaan dengan kencangnya angin. Tampak dari balik pusaran, Xi telah membuka matanya. Ia melihat melihat seluruh tubuhnya yang tampak terasa lebih berbeda dari sebelumnya. Ia merasa tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Statistik : STR : 156 + 55. VIT : 153 + 55. SEN : 182 + 45. AGI : 213 + 40. INT : 200 + 30. Point Statistik : 30.


__ADS_2