LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 104


__ADS_3

Setelah malam panjang penuh dengan pertempuran, mereka semua memutuskan untuk istirahat sebentar. Menghilangkan rasa lelah mereka dengan tidur yeyak di atas tempat tidur yang nyaman. Malam pun di sinari oleh cahaya bulan yang amat indah dengan bintang - bintang yang bersinar menghiasi langit malam.


Setelah malam berlalu, hari pun berganti dengan pagi hari. Pada pagi hari itu, semua orang di buat terkejut dengan kedatangan seorang kaisar ke sebuah penginapan. Semua orang pun bertanya - tanya orang hebat mana yang membuat kaisar sampai harus menemuinya secara pribadi.


Sementara itu, di dalam ruang tamu penginapan. Di sana terdapat kaisar beserta istri dan anak perempuan nya, sedang duduk santai sembari menikmati hidangan yang telah di siapkan. Terlihat oleh mereka, tampak istri kaisar telah sembuh dari penyakit yang ia derita berkat Jamur Aanokinn yang di dapat oleh Xi.


" Apa yang membuat seorang kaisar datang jauh jauh ke tempat sederhana ini? " Tanya Xi kepada Kaisar.


Melihat Xi yang bertanya kepada seorang kaisar dengan santai membuat mereka semua yang ada di ruangan itu sangat terkejut. Ini baru pertama kalinya ada seseorang yang berbicara dengan santai. Pasalnya tidak ada satu orang pun di wilayah Selatan yang berani untuk berbicara seperti itu kepada Kaisar. Namun, kali ini mereka menemukan orang yang berani berbicara seperti itu.


Sementara itu, Kaisar yang melihat sikap Xi kepadanya, ia hanya bisa menghelakan nafasnya. Ia tidak mempermasalahkan sikap Xi yang seperti itu. " Tentu saja aku datang jauh - jauh kemari bersama dengan keluargaku untuk mengucapkan terimakasih secara priabadi kepadamu Tuan Sakaki. Berkat dirimu yang mendapatkan Herbal langkah Jamur Aanokinn, istriku sembuh dari penyakitnya. Aku benar - benar mengucapkan terimakasih. " Kata Kaisar.


" Bukan hanya itu, anda juga membuat sebuah sejarah baru bagi negara ini. Dengan anda yang menyelesaikan dungeon lima lantai dalam waktu satu malam. Hal seperti itu, belum pernah di lakukan oleh siapa pun di negara ini. " Lanjut Kaisar.


" Jasa anda dalam menyelamatkan para prajurit dan petualang dari amukan monster kuno yang menjaga daratan hutan beast, sungguh tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata lagi... Pada saat itu, Saat Guild Master Mamasaki menceritakan tentang dirimu yang menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian dari monster kuno tersebut agar mereka semua dapat selamat dari kejaran monster itu. Itu benar - benar membuat semua sangat terkejut, dan... " Lanjut Kaisar. Namun, tiba - tiba saja Xi mengangkat tangannya dan menghentikan pembicaraan sang kaisar.


Dengab tatapan seriusnya, Xi pun bertanya kepada sang Kaisar " Tidak perlu membicarakan omong kosong itu, langsung saja ke intinya. Apa tujuanmu datang menemui ku? Apa itu untuk mengundang ku masuk ke dalam kekaisaran ini? " Kata Xi dengan dingin. Sambil betanya kepada sang kaisar.


Mendengar itu membuat kaisar sedikit terkejut. Ia tidak menyangka kalau Xi akan berkata seperti itu. Tidak seperti orang pada umumnya yang sangat bangga saat dirinya di puji oleh seorang kaisar. Namun, Xi memberikan tatapan dingin seolah ia tidak peduli dengan pujian tersebut. Dan langsung menanyakan tujuan kedatangan kaisar yang menemui dirinya.


Kaisar pun tersenyum karena tidak mengira jika Xi mengetahui rencananya. Tidak menyangka ada seseorang yang mengerti jalan pikirannya saat itu. " Sepertinya tidak ada yang bisa di sembunyikan dari Tuan Sakaki... Baiklah akan aku katakan. Bersediakah Tuan Sakaki untuk bergabung dengan Kekaisaran Fafnir? Jika anda bersedia, anda akan saya angkat menjadi seorang Duke, serta saya akan menjodohkan anda dengan putri saya. " Kata Kaisar sambil tersenyum percaya diri. Tawaran yang di berikan oleh kaisar sangatlah mengiurkan. Di lantik menjadi seorang Duke saja sudah menjadi impian dari semua orang yang ada di dunia ini. Namun, Kaisar juga menambahkan akan menikahkan putrinya dengan Xi. Itu adalah sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali dalam hidup seseorang.


Mendengar itu sontak membuat Xi terdiam sesaat. Ia merenungkan apa yang di tawarkan oleh Sang Kaisar. Setelah berpikir baik - baik, ia pun menatap mata kaisar dengan serius sambil berkata " Aku menolak! " Jawab Xi dengan serius. Ia menolak tawaran Sang Kaisar yang sangat menggiurkan itu.


Mendengar jawab Xi, Kaisar sedikit terkejut. Namun di lain sisi ia juga senang karena orang yang di hadapannya bukanlah orang yang rakus akan kekuasaan atau pun kemewahan seperti orang normal pada umumnya. Setelah mendengar itu dari Xi, ia pun menepuk tangannya dan meminta para penjaga untuk membawakan sesuatu.


" Ku tahu kalau anda akan mengatakan itu Tuan Sakaki... Tapi, tolong terimalah hadia kecil dariku ini, sebagai tanda terimakasih ku karena sudah menyelamatkan istriku. Mohon Tuan Sakaki menerima nya. " Kata Kaisar kepada Xi, sambil menundukkan kepalanya. Saat itu, di atas meja terdapat tiga kotak harta yang mana salah satunya berisi Koin platinum dan emas, kita kedua berisi dua buah patung serigala kecil yang terbuat dari emas, dan yang terakhir merupakan kotak yang berisi permata.


Xi yang melihat itu merasa bingung. Ia pun berpikir apakah ia harus menerima nya atau tidak. Akan tetapi, karena ia tidak ingin berususan dengan Kaisar lebih lanjut lagi, ia pun menerima hadia yang di berikan oleh Kaisar dan keluarga nya.


Setelah itu, Kaisar pun pergi karena ia memiliki urusan yang harus di selesaikan. Di samping itu, Xi juga pergi meninggalkan kekaisaran dan melanjutkan perjalanan nya, bersama dengan Airis dan Astia.


Sebelum ia pergi, Ia memberikan tugas kepada Kazan, Kido, dan Devil Smoke untuk memperkuat kekuatan tempur mereka. Bersamaan dengan itu ia juga memberikan sebuah gulungan keras berwarna hitam kepada mereka. Sebelum pergi meninggalkan mereka, Xi pun berkata " Suatu hari, kertas itu akan berguna! " Kata Xi sambil berjalan pergi meninggalkan kekaisaran.


Dalam perjalanan mereka yang belum jelas arahnya mereka akan pergi kemana. Di pertengahan jalan, tiba - tiba tanpa mereka sadari, mereka terkirim ke sebuah tepat. Terdapat lingkaran sihir pemindahan saat mereka melewati sebuah hutan. Dan di saat itu, mereka di pindahkan ke sebuah Tempat yang panas lagi juga gersang.


Mereka pun bingung kenapa mereka bisa ada di tempat ini. Tidak lama, sebuah layar muncul di hadapan Xi memberitahu kejadian tersebut.


[ Lapor ] [ Anda telah memicu sihir Riad Dungeon. Selesaikan Raid dengan mengalahkan boss yang menguasai dungeon ini agar anda dapat kembali ]


" Jadi begitu, tanpa sadar kami memicu sebuah Raid... " Kata Xi dalam hatinya.


Belum lama mereka ada di tempat tersebut, dari kejauhan tampak sebuah badai datang ke arah mereka. Tampak badai yang tebal itu seperti di kendalikan oleh sesuatu, karena arahnya benar - benar hanya tertuju pada mereka.

__ADS_1


" Badai itu sangat aneh... " Kata Airis sambil menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Ia merasa ada sesuatu di balik badai itu.


" Iya, kau benar Airis... Badai itu sangat aneh, aku merasa ada sekelompok makhluk di dalam badai itu. " Kata Astia sambil memerhatikan pergerakan badai itu dengan serius.


Badai yang tebal itu semakin lama, semakin kedat, dan mulai terasa tanah seperti begetar pelan. Suara - suara aneh pun mulai terdengar dari balik badai itu, dan tampak sekilas seperti ada makhluk berkaki empat yang muncul. Walau itu hanya sekadar bayangan, dapat mereka rasakan kehadiran dari sekelompok makhluk dari badai tebal itu.


" Mari hilangkan badai yang mengganggu itu... Hujan panah suci! " Kata Astia dan langsung melepaskan sihir sucinya untuk menghilangkan badai tersebut.


Ribuan panah yang terbuat dari sihir suci menembus dinding badai itu. Di saat yang sama, saat serangan itu menembus badai, suara teriakan yang keras pun terdengar oleh mereka. Teriakan itu, seperti teriakan monster yang kesakitan karena terkena serangan suci dari Astia. Badai tebal pun perlahan mulai menghilang, dan terlihat di balik badai itu terdapat ratusan monster Heynaa yang taringnya panjang pisau dapur.


[ Heynaa ] Rank : C. Level : 50. Exp : 6.000. [ Hynaa monster tipe binatang yang hidup di tanah yang tandus. Berburu mangsa dengan jumlah kelompok yang banyak. Saat Heynaa bergerak mencari mangsa secara berkelompok akan menimbulkan badai bedu yang pekat, guna untuk menghalangi jarak pandang dari makhluk yang akan mereka mangsa ]


" Jadi kabut tebal itu ulah mereka? Aku akui itu memang kabut tebak itu akan jadi masalah kalau sampai kepada kita. " Kata Airis sambil memandangi monster - monster yang sedang mengerang ke arahnya. Ia menatap sekumpulan Heynaa itu dengan tajam. " untuk seukuran monster Rank C seperti mereka, strategi nya bagus juga. " Lanjut Airis.


" Kau benar, kalau pertarungan biasa, mungkin sudah menjadi mangsa mereka. " Lanjut Astia.


" Tapi jumlah mereka tidak sebanyak yang tadi, berkatmu kita tidak perlu repot untuk berurusan dengan mereka semua. " Kata Airis sambil menarik pedangnya.


Para monster langsung berlari ke arah mereka bertiga dengan menunjukkan taring mereka yang setajam pisau. Para Heynaa itu berlari mengelilingi Xi, Airis, dan Astia. Mereka terus berputar - putar hingga menyebabkan debu mulai muncul dan menghalangi pandangan.


Para Heynaa pun menyerang ketiganya secara bergentian dengan cara melompat ke arah target sambil berusaha untuk menggigit target.


Akan tetapi, setiap Heynaa yang menyerang dapat di hindari dengan mudah oleh ketiganya. Saking mudahnya, sampai mereka pun bisa menyerang balik Heynaa yang melompat ke arah mereka.


Kelima Heynaa itu sangat ketakutan saat melihat Heynaa - Heynaa lainnya terbunuh oleh mangsa yang ingin mereka mangsa. Dengan rasa takut, kelima Heynaa itu mundur perlahan - lahan menjauhi tiga orang yang telah membunuh Heynaa lainnya. Namun, baru saja mereka mundur beberapa langkah, kepala mereka melayang di udara.


BRUK! BRUK!BRUK! Suara kepala Heynaa yang terjatuh ke tanah. Airis dengan cepat langsung menebas kelima Heynaa yang hendak kabur setelah menyerang mereka.


Pada saat yang sama, layar system menunjukkan lokasi boss dari Raid Dungeon tersebut. Tampak posisi dari Boss sangat jauh dari tempat mereka berada. Itu sangat jauh di depan mereka, dan ada banyak monster yang menjaga boss monster tersebut.


Begitu juga tidak mungkin akan menjadi jalan yang mulus saat pergi ke sana. Karena, para monster yang ada di padang tanah gersang ini tidak mengkin membiarkan mereka bertiga sampai di tempat boss dungeon berada dengan mudah.


" Merepotkan sekali... Kalau aku gunakan Evilsky ini akan cepat selesai tapi, itu tidak akan efektif karena bisa saja aku melewatkan sesuatu yang bagus. Di tambah, jika aku menggunakan Evilsky sekarang, akan sulit untuk naik level karena harus berbagi dengannya. " Kata Xi dalam hatinya sambil memikirkan rencana terbaik untuk menyelesaikan Raid Dungeon ini.


" Xi - Sama, kemana kita akan pergi selanjutnya? " Tanya Airis kepada Xi dengan sopan.


Mendengar pertanyaan itu, tampak Xi sedang memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya di dalam Raid Dungeon ini. Untuk sampai ke tempat boss dungeon itu sangat mustahil dalam waktu singkat. Terlebih lagi, mereka juga perlu meningkatkan level mereka untuk menjadi lebih kuat. Karena sekarang, tujuan yang ingin Xi capai saat ini adalah untuk menjadi seorang petualang dengan Rank S agar Quest yang di berikan oleh system selesai. Sehingga, ia pun bisa mendapatkan ingatan lagi seperti sebelumnya.


Setelah merenung cukup lama, ia pun mendapatkan sebuah ide untuk menjebak para monster, agar mereka dapat mengalahkan para monster dengan mudah.


" Oke, aku punya rencana. " Kata Xi sambil sambil mensummon Shadow Tikus tanah.


Airis dan Astia bingung kenapa tuannya hanya mensummon makhluk - makhluk itu, dan kenapa tidak mensummon semuanya. Karena bingung, akhirnya mereka pun bertanya.

__ADS_1


" Kenapa hanya mereka saja tuan? Bukankah jika tuan menggunakan semua Shadow Army akan lebih mudah untuk mengalahkan para monster lainnya? Itu akan lebih mudah untuk cepat sampai di lokasi boss berada. " Kata Astia sambil bertanya.


Mendengar itu, Xi pun membalas " Punya kekuatan tapi tidak punya otak itu sama saja bohong. Kalau aku menggunakan shadow army untuk menerobos para monster itu, sudah di pastikan akulah yang akan di rugikan. Karena setiap kali Shadow Army di hancurkan oleh para monster, Energi ku lah yang akan di gunakan sebagai ganti untuk kebangkitan mereka kembali. " Kata Xi dengan tenang. Sambil menjelaskan. " Karena hal itu, pasti akan membuat energi ku cepat terkuras. Oleh karena itu, aku hanya mensummon mereka. Alasannya, untuk membuat sebuah lubang yang besar. Aku akan menjadikan lubang yang mereka gali sebagai jebakan. " Lanjut Xi.


" Lubang yang mereka gali, akan aku tutupi dengan sebuah kain yang lebar dan menyamarkannya seperti tanah ini. Setelah para monster itu melewatinya, mereka akan jatuh ke dalam lubang itu, dan kita akan dengan mudah membunuhnya. " Lanjut Xi.


Mendengar itu Astia sedikit terkejut dan juga terkagum dengan pemikiran tuannya. " Pemikiran yang sederhana, tapi juga hebat. Aku rasa tidak akan ada banyak orang yang akan berpikir seperti itu. " Kata Astia.


Rencana yang di ucapkan oleh Xi itu, hanyalah perangkap / jebakan yang biasanya di gunakan para pemburu untuk menjebak mangsa. Pada dasarnya lubang yang di gali cukup dalam, sehingga memungkinkan hewan yang masuk ke dalam lubang tidak dapat keluar. Dan di bagian dalam lubang di isi dengan benda - benda tajam, sehingga hewan yang masuk akan terluka atau lebih buruknya mereka akan mati.


Setelah itu di siapkan, lubang akan di tutup dengan ranting - ranting pohon yang rapuh, sehingga saat di injak ranting pohon itu akan patah. Dan membuat siapa pun yang menginjaknya akan terjatuh ke dalam lubang yang telah di gali.


Beberapa saat kemudian, dari jarak yang cukup jauh, tampak kabut dari kumpulan monster sedang berlari ke arah mereka. Tampak di sana, Airis sedang menggiring monster - monster itu ke tempat dimana jebakan itu berada.


" Sebentar lagi! " Kata Airis dalam hatinya sambil memerhatikan tanda yang telah di berikan oleh Xi. Sebelum ia melewati tanda tersebut, Airis langsung melompat ke udara melewati jebakan yang telah di siapkan. Airis pun sukses mendarat tepat di sisi lain jebakan.


Dan pada saat yang sama, para monster masih berlarian mengerjar Airis tanpa henti. BOOM! BRUAAK! para monster pun masuk dan jatuh kedalam jebakan yang telah di siapkan. Dan tampak di bawah sana, para monster sangat kebingungan dengan lubang besar yang menjebak mereka.


" Sudah aku duga... Kita akan dapat banyak, kerja bagus Airis. " Kata Xi dengan ringan sambil memuji kerja keras Airis yang menggiring monster - monster masuk ke dalam jebakan.


" Terimakasih pujiannya Xi - Sama! " Kata Airis yang senang saat di puji.


Tampak para monster sangat ketakutan saat melihat mata merah Xi yang bersinar terang. Mata itu menunjukkan niat membunuh yang amat kuat, dan tampak sudah tidak sabar untuk menghabisi mereka semua. Tubuh mereka gemetaran, dan raut wajah mereka seakan ingin menangis saat melihat kengerian itu.


Tiga hari setelahnya, Xi Airis, dan Astia telah sampai di depan sarang Boss monster. Tampak di sana mereka bertiga sedang berhadapan dengan banyaknya monster yang menjaga sarang boss monster.


Ada monster yang berupa seperti tumbuhan kaktus, kura - kura emas, semut gurun, dan juga Heynaa. Pertarungan di luar berlangsung dengan sangat sengit, antara para monster melawan Shadow Army yang di summon oleh Xi.


[ Kaktus Pemarah ] Rank : C. Level : 50. Exp : 6.500.


[ Monster yang berupa tumbuhan kaktus yang dapat berjalan dan berdiri layaknya manusia. Makhluk ini akan menyerang petualang yang ada di sekitarnya dengan sebuah batang kaktus yang penuh dengan duri tajam ]


[ Kura - kura emas ] Rank : B. Level : 80. Exp : 15.000. [ Monster Kura - kura berukuran besar. Dengan seluruh tubuh berupa emas. Mulai dari kulit, cangkang, mata, tulang, bahkan darahnya. Kura - kura emas akan sangat agresif apa bila ada petualang yang dekat dengan telurnya. Dan akan menggunakan cara apa pun untuk mengusir petualang itu ]


[ Semut Gurun ] Rank : C. Level : 35. Exp : 5.000. [ Semut Gurun adalah monster tipe serangga / Insecta. Monster jenis ini sering di temukan, dan memiliki perkembangbiakan yang sangat cepat karena jumlah mereka yang banyak. Semut Gurun memiliki kulit yang kuat, sehingga dapat melindungi mereka dari senjata tajam. ]


[ Heynaa ] Rank : C. Level : 50. Exp : 6.000. [ Hynaa monster tipe binatang yang hidup di tanah yang tandus. Berburu mangsa dengan jumlah kelompok yang banyak. Saat Heynaa bergerak mencari mangsa secara berkelompok akan menimbulkan badai bedu yang pekat, guna untuk menghalangi jarak pandang dari makhluk yang akan mereka mangsa ]


Walau Shadow Army sering di hancurkan oleh para monster, namun mereka dapat kembali utuh dengan mengandalkan energi sihir milik Xi yang masih tersisa. Namun, itu hanya untuk para Shadow Army biasa, dan tidak untuk para Shadow Army kelas atas seperti IGRIS, GIDEON, Hidden Master, Beast King, dan Combat Maniac.


Mereka mampu mengalahkan para monster yang menghalangi jalan Xi dengan sangat mudah, sehingga Xi pun bisa masuk ke dalam ruangan Boss Dungeon. Akan tetapi, setelah ia masuk ke dalam ruangan boss, ia tidak melihat boss monster sama sekali. Melainkan, ia di sambut oleh monster lainnya yang berupa Snakeman.


Snakeman punya tubuh humanoid dengan bagian atas mirip seperti manusia yang memiliki kepala, leher, dan tangan. Dan mulai dari pinggang hingga kebawah, berupa seperti ekor ular pada umumnya. Para Snakeman bergerak dengan cepat untuk menangkap Xi sambil membawa senjata mereka yang berupa sebuah tombak.

__ADS_1


Di saat yang sama. Sambil memegang tubuhnya, Xi bersiap - siap untuk menghadapi para monster humanoid itu. Ia memegang erat - erat Katananya, dan melesat ke arah kerumunan Skaneman sambil berkata " Akan kumulai dari kalian terlebih dahulu! " Kata Xi sambil menebaskan katananya. Pada saat itu, banyak Snakeman langsung terbunuh oleh Xi dengan mudahnya. Tidak ada satu pun monster yang dapat bertahan daru tebasan katana Xi yang amat cepat dan tajam. Dan mereka berakhir di bawah tajamnya katana milik Xi.


__ADS_2