LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 122


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan Xi dan Raja. Kehidupan di kota kerajaan berlangsung dengan sangat baik seperti sedia kala. Semua orang kini telah menjalani aktivitas mereka masing - masing seperti biasanya. Beberapa Guild petualang dari setiap kota juga mulai aktif kembali dan membuka Quest kembali seperti biasanya.


Semua orang terlihat telah melupakan kejadian mengerikan yang menimpa mereka saat itu. Ya itu juga ada baiknya, karena jika terus di pikirkan dan terus di hantui oleh rasa takut, maka selamanya mereka akan takut dan tidak berani untuk melihat sinar matahari lagi. Walai sesuatu yang mengerikan itu telah mengukir sejarah baru di Kerajaan Hallnas, namun tidak luput memberikan para warga rasa takut dan mereka semua enggan untuk mengingat hal itu kembali. Setiap harinya mereka selalu berharap serta berdoa kepada Dewa agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali di Kerajaan mereka.


Di sisi lain, mengenai permintaan Xi yang menginginkan Katashi untuk di angkat sebagai seorang bangsawan. Raja mengirimkan beberapa utusannya untuk menjemput Katashi sesuai dengan apa yang di sepakati antara Raja dan juga Xi sebelum pesta berakhir.


Sang Raja menginginkan untuk melihat kemampuan dari Katashi yang katanya akan menjadi pilar kuat untuk kerajaan Hallnas. Sosok yang akan menjadi perisai sekaligus pelindung terkuat yang tidak akan di goyahkan oleh apa pun.


Di dalam mansion, beberapa orang melihat keluar jendela. Di sana mereka semua memerhatikan Katashi yang baru saja pergi meninggalkan mansion. Katasuri memerhatikan Katashi dengan penuh harapan, sebagai seorang ayah, dia akan mendukung penuh jalan yang di ambil oleh anaknya selama jalan itu adalah jalan yang benar dan tidak merugikan untuk orang lain. Katasuri sangat yakin kalau Katashi pasti akan kembali dengan membawakan hasil yang baik.


" Aku yakin kau pasti bisa melakukannya Katashi... Ayah selalu percaya kepadamu. " Ucap Katasuri dengan suara yang pelan. Percaya kepada Katashi sembari memberikan semangat ketika Katashi pergi. Katasuri hanya bisa berharap kalau Katashi dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, mengenai hasilnya itu akan bergantung kepada nasib.


" Kau tidak perlu sampai sekhawatir itu, tuanku sudah memberikan kepercayaan kepada anakmu. Aku yakin dia akan berhasil. " Ucap Airis dengan santai sambil menepuk - nepuk bahu Katasuri. Ketika itu ia hanya ingin mencoba untuk menghibur Katasuri yang terlihat khawatir ketika Katashi di jemput oleh orang - orang kerajaan dan pergi dari mansion.


Dengan senyuman nya yang ramah, Katasuri berkata " Sulit rasanya jika tidak khawatir tapi... Terimakasih. " Katanya dengan tulus. Ia berterimakasih kepada Airis karena berusaha untuk menghibur nya pada moment yang menegangkan baginya. Itu benar - benar membantu Katasuri untuk dapat bersikap tenang.


Melihat semua orang berada di mansion yang baru Katasuri senang. Namun, dari semua orang yang ada, tampak ada beberapa orang yang tidak hadir hari ini. Karena penasaran, ia pum bertanya kepada Airis " Omong - omong... Kemana perginya Sakaki? Aku tidak melihatnya sejak pagi tadi. " Ucap Katasuri sambil bertanya kepada Airis.


Mendengar pertanyaan itu, segerah Airis menjawabnya " A itu... Tuan sedang pergi ke suatu tempat karena ada urusan yang penting. Jadi dia pergi sejak pagi hari tadi. " Jawab Airis.


Katasuri tampak heran dengan Xi yang selalu saja menghilang sesuka hatinya ketika orang sedang mencari dirinya. Dalam hatinya, ia memiliki perasaan yang bingung dengan kemana perginya Xi di pagi hari yang bahkan matahari kala itu belum muncul.


Sambil memegang dagunya Katasuri berkata dalam hatinya " Apa mungkin dia pergi ke rumah bordir? Tapi, memangnya sudah bukanya jam segini? " Katanya dalam hati sambil bertanya - tanya pada dirinya sendiri sekaligus menebak - nebak. Dia dapat berpikir seperti itu karena Xi itu terlalu misterius untuknya, apa lagi untuk orang sekuat dirinya, hanya ada segelintir saja orang yang berani menyinggung nya di tempat ini. Katasuri selalu mencium bau - bau misterius dari Xi yang selalu bergerak tanpa suara.


Sementara itu di tempat yang lain. Di sebuah rawa - rawa yang terdapat banyak sekali pepohonan yang menutupinya. Di sana terdapat banyak Green Frogman yang sedang bertarung menghadapi sesuatu.


Para Green Frogman sangat kesulitan menghadapi musuh yang sedang mereka hadapi, walau jumlahnya itu hanyalah satu. Di tempat itu terdapat banyak Green Frogman yang tewas, mereka mengalami luka - luka yang sangat mengerikan. Itu adalah luka robek akibat gigitan dari makhluk yang sangat buas dan berbahaya.


Hampir dari setiap Green Frogman yang mati memiliki banyak sekali luka robek yang parah. Dan sebagian juga terbunuh karena terpanggang oleh api yang panas hingga membuat tubuh mereka sampai gosong.


Ketika itu sekelompok Green Frogman di buat kesulitan menghadapi seekor naga putih yang menyerang mereka. Walau tubuh dari naga putih itu kecil, namun kekuatannya sungguh luar biasa. Itu jauh lebih kuat dari monster - monster yang setingkat dengan dirinya pada Rank yang sama. Naga putih itu beberapa kali lipat lebih kuat.


Dengan mudahnya membunuh sekelompok Green Frogman hanya dalam satu semburan nafas apinya. Nafas apinya berwarna putih cerah yang bersinar terang, sangat panas bahkan sampai mempu melelehkan kulit hanya dalam sekejap.


" Dia sungguh sangat bersemangat. Hampir semua Green Frogman di babat habis olehnya. " Ujar Xi. Ia duduk di atas sebuah batu besar yang tidak jauh dari Kazuki. Di sana ia memerhatikan perkembangan yang terjadi pada Kazuki. " Padahal belum lama ia terlahir, tapi ukurannya sudah sebesar ini. Sepertinya pertumbuhan seekor naga lebih cepat dari makhluk lainnya. Hanya saja sifat tetap masih seperti anak naga pada umumnya. " Lanjut Xi. Melihat perkembangan Kazuki, Xi menyimpulkan kalau bangsa naga itu cepat sekali tumbuh besar dan menjadi kuat. Namun di samping pertumbuhan nya itu, sifat alami mereka sebagai seekor naga tidak akan hilang. Seekor naga bisa memiliki kecerdasan apa bila telah melalui masa hidup lebih dari 100 tahun atau telah berevolusi sampai ke tingkat Dragon King.


Tingkat Dragon King itu sama seperti Dragon Fire King Drozan yang ketika itu memiliki kecerdasan dan dapat berpikir serta berbicara layaknya manusia walau bahasa yang di gunakan adalah bahasa naga.


" Untungnya aku mendapatkan gulungan tempat ini lagi dari Quest yang aku selesaikan kemarin. Dari apa yang aku punya, hanya tempat ini yang cocok untuk melatih Kazuki. Ini akan menumbuhkan sifat alaminya lebih cepat dari pada hanya aku tinggal di rumah. Lagi pula, Green Frogman bukanlah lawan yang sulit untuk di hadapi. Itu karena serangan mereka bahkan lebih lemah dan lebih lambat dari Goblin. Kurasa Goblin lebih baik dari mereka. " Ucapnya dalam hati. Terus memerhatikan Kazuki dari atas batu besar.


Saat itu Kazuki terlihat sangat senang ketika mengalahkan para Frogman yang bahkan tidak bisa menyentuhnya. Ia juga memakan beberapa bagian tubuh dari Green Frogman untuk menjadi nutrisi bagi tubuhnya supaya dapat berkembang dengan cepat dan lebih baik lagi.


Selain memerhatikan Kazuki dari atas sana. Xi juga melihat sekelilingnya, dengan bantuan dari maps pada sistem yang menjadi sensor pedeteksi dan juga skill miliknya yang telah ia aktifkan sejak tadi. Saat itu, ia sudah tidak medeteksi lagi keberadaan makhluk lain yang ada di sekitarnya selain Kazuki.


Dengan melihat semua itu, Xi dapat memastikan kalau semua Green Frogman pada arena ini sudah di bantai habis oleh Kazuki seorang diri.


" Sudah tidak lagi monster di sekitar. Sekarang... Mari pergi ke sarang mereka. " Ucap Xi. Kemudian ia berdiri sambil menunjuk pada sarang Frogman yang di tunjukkan oleh sistem dengan tanda merah pada layar yang terdapat maps. Jarak antara dirinya dan sarang dari Frogman tidaklah jauh.


Ia pun turun dari atas sana dengan melompat turun. Mendarat dengan tulus di permukaan tanah, kemudian berjalan menghampiri Kazuki yang sedang asik memakan kaki Frogman yang di panggangnya dengan api.


Kazuki melihat Xi yang berjalan menghampiri nya, dengan manja berlari ke arah Xi sambil melompat. Xi pun menangkap Kazuki dengan sigapnya, menggendongnya seperti bayi. Itu terlihat seperti seorang anak yang sedang manja kepada ayahnya.


" Kau tambah berat, seperti perkembangan mu sangat baik. " Kata Xi mengarah kepada Kazuki. Saat terakhir kali ia menggendong Kazuki, itu tidak seberat apa yang ia gendong sekarang. Itu benar - benar menjadi lebih berat dari sebelumnya. " Karena di sini sudah selesai, ayo ke tempat yang selanjutnya. Kita harus mengalahkan semua penguasa hutan ini dalam satu malam. " Lanjut Xi membawa Kazuki pergi menuju sarang Frogman.


Tidak sedikit Kazuki melawan ketika Xi membawanya pergi ke tempat yang lebih berbahaya. Di situ ia hanya duduk diam gendongan Xi yang lembut.


Di suatu tempat yang terletak di tengah - tengah rawa - rawa. Terdapat banyak Frogman yang terlihat sedang berjaga kesana kemari sambil membawa senjata yang berupa sebuah tombak yang terbuat dari kayu dan tulang yang di tajamkan.


Di sana terdapat banyak sekali Green Frogman, Blue Frogman yang berjaga di dalam sebuah gua yang cukup besar yang di tutupi oleh semak - semak dan petak gulma yang banyak. Perawakan dari gua tersebut sangat menyeramkan, seolah - olah terdapat intimidasi yang sangat kuat hingga membuat predator lainnya yang ada di sekitar takut untuk mendekati nya.


" Lebih banyak dari yang aku pikirkan. Tapi bukan berarti tidak dapat di atasi. " Kata Xi dari balik semak - semak mengamati semua Frogman yang sedang berjaga itu. " Mari mulai dengan sedikit kejutan. " Lanjut Xi.


Api hitam muncul menyelimuti tangannya. Berkobar dan memanerfestasikan dirinya menjadi sebuah panah. Berdiri tegak dengan menyembunyikan keberadaan nya. Menarik tali dari panah itu yang berupa api yang menyalah.


Matanya menyalah terang menatap sekelompok Frogman yang sedang berjaga dengan tajam. Angin berhembus dengan kenceng menimbulkan suara bising menyamarkan suara dari kobaran api yang membara. Pegangan di lepaskan tali api mendorong anak panah yang telah di siapkan.


Sembilan panah api hitam melesat dengan cepat keluar dari persembunyian. Mengarah kepada target yang telah di tentukan tanpa di ketahui. Kesembilan anak panah itu dengan cepat mengenai sasaran. Ketika saling bertemu terjadi ledakan yang cukup kuat dengan gelombang suara yang sangat besar bergema ke seluruh hutan.


Menyebabkan air yang tadinya tenang kini bergetar tidak teratur. Puluhan Frogman terbunuh dalam satu serangan tersebut. Ledakan tersebut membuat Frogman lainnya sangat terkejut ketika melihat ledakan yang terjadi di sarang mereka. Tempat yang lembab dan di tutupi dengan air kini telah mengering dan di penuhi dengan kobaran api hitam yang tidak kunjung padam.


Semua Frogman yang berada di luar ketika itu tercengang melihat dahsyatnya ledakan tersebut sampai mempengaruhi lingkungan sekitarnya.


Sesuatu keluar dari semak - semak, dengan cepat terbang ke atas membentangkan sayapnya tepat dengan di sertai munculnya sinar matahari yang meneranginya. Seekor naga putih dengan mulut di penuhi api berwarna biru, menembakkan nafas apinya dengan kekuatan penuh.


Nafas api di lepaskan, mengarah kepada para Frogman yang terdiam di sana. Seketika mereka semua terbakar hingga hangus karena nafas api itu.


Melihat situasi itu para Frogman yang berjaga di buat panik sepanik paniknya. Oleh karena itu mereka pun berlarian kesana kesini untuk menghindari nafas api yang terus di lepaskan oleh Kazuki.


Karena keributan yang terjadi di luar gua, membuat makhluk - makhluk yang tertidur di dalam sana merasa terganggu. Satu persatu dari mereka mulai membuka mata dengan perasaan marah. Bangun dari tidur panjang mereka berjalan keluar sambil memegang senjata mereka. Berjalan keluar dengan langka kaki yang berat, itu membuat sebuah jejak kaki setiap kali mereka semua melangkah.


Dengan penuh kemarahan, keluar dari gua dan berteriak dengan sangat keras. Menunjukkan kengerian mereka kepada makhluk - makhluk yang menyerang tempat tinggal mereka. Raungan yang penuh dengan intimidasi yang akan membuat monster - monster lainnya akan gemetar ketakutan ketika mendengarnya.


Namun, ketika mereka keluar tidak ada satu orang pun berada di sana. Itu sempat membuat mereka kebingungan dengan keributan besar yang terjadi pada kekuasaan mereka. Melihat bawahan mereka di kejar - kejar oleh seekor anak naga membuat mereka sedikit terkejut. Pasalnya di hutan tempat mereka tinggal seharusnya tidak ada satu pun sarang naga di tempat ini.


Terdengar sebuah suara langkah kaki yang pelan. Red Frogman sangat lah peka terhadap suara bahkan jika suara itu sangatlah samar. Mereka semua menoleh, mengalihkan pandangan mereka pada sumber suara yang terdengar.


Ketika melihat seorang pemuda berambut putih datang berjalan menghampiri mereka. Seketika tubuh mereka gemetar seperti merasa ketakutan. Hawa dingin mulai menyelimuti mereka ketika menatap mata merah menyalah dari pemuda itu. Membuat mereka terdiam di tempat dengan keringat dingin membanjir wajah mereka.

__ADS_1


BANG! Suara hentakan kaki yang sangat kuat menghancurkan tanah. Seekor Red Frogman dengan ukuran tubuh lebih dari 3 meter. Ia memancarkan aura yang kuat dan mengancam. Itu membuat Red Frogman lainnya menjadi tidak takut lagi kepada pemuda berambut putih yang tadi mengintimidasi mereka.


[ King Red Frogman telah muncul ]


[ King Red Frogman menggunakan skill penguatan mental ]


[ Penguatan Mental adalah sebuah skill yang dapat memberikan buff kepada rekan. Buff yang di berikan adalah pembatalan terhadap ilusi dan pembatalan terhadap serangan mental ]


Mendengar itu dari system membuat Xi sedikit terkejut. Ia tidak menyangka kalau ada monster yang memiliki skill semacam itu. Bahkan di kalangan manusia yang telah banyak ia temui, tidak ada skill semacam itu. Lebih tepatnya ia belum pernah melihat manusia menggunakan skill semacam itu.


Mengetahui monster itu memiliki skill yang sangat bagus membuatnya menjadi tertarik untuk memiliki skill tersebut. Namun, entah itu akan berguna untuknya atau tidak ia masih tidak tahu. Karena selama ini ia belum pernah terkena semacam sihir ilusi atau pun ilusi alami. Jadi ia tidak tahu itu berguna untuknya atau tidak.


" Entah itu berguna untuk ku atau tidak tapi, aku rasa skill semacam itu lebih berguna untuk Katashi. He, kalau di pikir - pikir aku tidak pernah memberikannya sebuah Rune Stone kan? Mungkin akan aku berikan kepadanya saja yang satu ini. " Ucap Xi dalam hatinya. Ia tertarik untuk memiliki skill tersebut. Namun ia sadar kalau skill semacam itu tidak akan berguna untuknya. Karena teringat dengan Katashi yang menjadi bangsawan, dan di masa depan akan memimpin banyak orang. Xi pun berpikiran untuk memberikan Skill yang di miliki oleh King Red Frogman kepada Katashi.


Kini mereka berdua saling bertukar tatapan tajam di iringi dengan niat membunuh yang terpancar masing - masing dari mereka. King Red Frogman mengerutkan dahinya dengan marah. Berkata dengan nada yang berat dalam bahasa monster " Manusia... Rendahan seperti mu berani memberikan tatapan seperti itu kepadaku! Kau akan menyesalinya karena telah di lahirkan di dunia ini! " Kata King Red Frogman kepada Xi. Menyerang Xi dengan gada nya yang besar dalam jumlah kekuatan yang besar pula.


Serangan itu sangat kuat hingga menyebabkan sebuah ledakan yang cukup kuat yang menghancurkan permukaan tanah. Debu dari ledakan menutupi mata membuat jarak pandang menjadi terbatas. King Red Frogman yakin kalau serangan tersebut pasti telah menghancurkan setiap tulang yang ada pada manusia itu hingga tidak berbentuk lagi.


Ia tersenyum membanggakan kekuatan maha dahsyat nya yang tidak terkalahkan. Akan tetapi, dalam sekejap kebanggaan yang ia banggakan itu menghilang setelah debu tebal itu menghilang. Dari balik debu terdapat beyangan yang telihat berdiri tegak di sana. Itu adalah Xi yang selamat dari serangan kuat King Red Frogman.


Serangan yang dampaknya sampai membuat pemukaan tanah hancur, itu dapat di hentikan oleh Xi hanya dengan satu tangannya saja. King Red Frogman benar - benar di buat terkejut dengan pemandangan tersebut. Ia tidak mengira kalau ada seorang manusia yang dapat bertahan dari serangannya.


" Mustahil... Dia bisa menghentikan seranganku yang amat kuat? Bahkan dia tidak sedikit pun terlihat terluka setelah menahannya... Apakah dia ini manusia? " Ucapnya dalam hati. King Red Frogman benar - benar di buat terkejut sampai - sampai membuatnya menjadi bingung.


" Tidak perlu kau pikirkan, aku yakin kepalamu akan sakit nanti. " Kata Xi. Dengan kuat menggenggam gada milik King Red Frogman hingga hancur. Melanjutkan nya dengan memberikan sebuah pukulan kepada King Red Frogman.


Akan tetapi, dengan sigap King Red Frogman menghindari serangan tersebut. Ia merasakan adanya ancaman yang berbahaya ketika pemuda itu mengayunkan tangannya. Di karenakan King Red Frogman menghindar dari serangan itu, beberapa anak buahnya yang ada di belakangnya terbunuh karena serangan yang meleset.


King Red Frogman pun di buat terkejut dengan kekuatan hebat itu. Membunuh tiga Red Frogman yang Rank nya A dalam satu pukulan. Seketika itu membuat dia sangat panik dan berkeringat dingin saat melihatnya. Bahkan kalau itu dia, mungkin apa yang terjadi pada anak buahnya juga akan terjadi pada dirinya.


Melompat kebelakang mencoba untuk membuat antara dirinya dan juga Xi. Dia di buat bingung dengan pilihan yang harus ia ambil saat ini. Melihat kekuatan dari Xi sudah pasti dia akan mati, tapi jika kabur belum tentu dia akan selamat. King Red Frogman berpikir keras untuk mengambil keputusan yang baik untuk dirinya. Ia berniat untuk melarikan diri dan meninggalkan rekan - rekannya.


Ketika ia hendak mengambil satu langkah untuk kabur. Tiba - tiba ada seseorang yang berbicara sangat dekat dengan dirinya " Apa kau pikir bisa kabur? " Ucapnya. King Red Frogman terkejut ketika suara itu jatuh. Wajahnya pucat dan penuh keringat, melirik sosok yang berbicara kepadanya itu.


Di pindaknya terdapat Xi di sana yang sedang duduk sambil menatapnya dengan tajam. Matanya merah menyalah penuh dengan niat membunuh yang menyelimuti nya. Seketika itu sampai membuatnya gemetaran.


" Se sejak kapan dia ada di sana... Bahkan aku tidak bisa merasakannya! " Ucap King Red Frogman dalam hatinya penuh dengan ketakutan. Ia melirik sekitarnya, terlihat semua anak buahnya kini telah terbantai habis tanpa tersisa sedikit pun.


Puluhan Red Frogman dengan Rank A semuanya terbunuh hanya dalam beberapa detik. Tidak bisa di bayangkan seberapa kuat manusia yang menjadi musuhnya itu.


KRASS! Sebuah kepala terbang. King Red Frogman terjatuh dengan keras ke tanah dalam ke adaan tidak bernyawa. Serta kematian nya sangat mengerikan karena kepalanya terlepas dari tubuhnya.


[ Anda telah mengalahkan King Red Frogman ]


[ Anda Naik Level ]


[ Rune Stone : King Red Frogman ]


[ Eye King Red Frogman ] Rank : B+ INT : +15. Efek : Memberikan penglihatan yang lebih baik saat malam hari, dan tidak akan terpengaruh terhadap sihir ilusi yang di lemparkan.


[ World defense belt ] Rank : A. VIT : +25. Efek : Ketika di gunakan, pertahanan ( VIT ) akan di x2. Dan akan memperkuat setiap kemampuan pertahanan.


[ Xi Arcadia ] Rank : S+ Level : 146. Exp : 1500000. Class : King of Darkness. Skill : Calamity Advent, summon the army of Darkness, Speed Regeneration, Flame Beart, Steahlt, Strike of Darkness, Black Dragon Armor, Gluttony Symbol Lord Beelzebub.


Statistik : STR : 312. VIT : 308. SEN : 267. AGI : 343. INT : 280. Point Statistik : 13.


" Aku mendapatkan sesuatu yang bagus. Jika ini aku gunakan, makan Stat Vit ku akan di kali dua. Itu berarti Stat poin Vit ku 616 Poin VIT. " Ucap Xi sambil memegang World defense belt yang baru saja ia dapat di tangannya. Kemudian ia memasangkan World defense belt itu pada tubuhnya.


Seketika setelah ia selesai memasangkan World defense belt, Efek Skill dari World defense belt aktif dan membuatnya Stat VIT nya naik menjadi dua kali lipat. Dengan naiknya Stat VIT milik Xi dengan bantuan dari item, kini mungkin Xi memiliki tubuh yang lebih kuat dan keras dari pada Tank sebenarnya. Bahkan jika itu petualang Rank S sekali pun, akan sulit untuk mengatasi lemampuan bertahannya.


" Dengan ini aku tidak perlu khawatir lagi dengan pertahanan ku. Aku merasa bisa menahan semua jenis serangan musuhku tanpa harus khawatir akan terluka. " Ucap Xi sambil mengepalkan tangannya dengan erat. Membuka kembali telapak tangannya lalu mengepalkannya lagi dan terus berulang. Itu Xi lakukan untuk melihat apakah ada perubahan yang terjadi pada tubuhnya ketika World defense belt di gunakan. " Sepertinya tidak ada efek apa pun. Aku pikir ini akan memperlambat kecepatan ku. " Lanjut Xi yang bersyukur karena kenaikan Stat VIT yang signifikan tidak sedikit pun mempengaruhi tubuhnya. Sebelum ia sedikit khawatir tentang hal tersebut.


Setelah area kekuasaan Frogman telaj di bantai habis, kini Xi dan Kazuki berpindah tempat ke wilayah lainnya. Tempat di mana Lizardman dan Crocodail man tinggal, ia berniat untuk mengalahkan setiap monster berpengaruh yang menjadi penguasa hutan.


Lima hari berlalu di dalam hutan, rawa - rawa yang menjadi area kekuasaan dari Crocodail Man. Kini jejak pertarungan berada dimana - mana, pepohonan yang tumbang, banyaknya sayatan. Permukaan tanah di sekitar yang hacur, serta tumpukan mayat Crocodail Man yang terususun tinggi seperti gunung.


Di atas tumpukan mayat dari Crocodail Man itu, terdapat seseorang yang sedang bersemedi di atasnya. Itu adalah Xi, orang di balik semua pembantaian yang terjadi pada area Crocodail Man. Kini ia sedang duduk di atas mayat pemimpin dari Crocodail Man. Di iringi dengan banyaknya Darkness Army yang berlutut di bawahnya.


Semua yang dengan setia berlutut di sana adalah para Darkness Army baru yang Xi dapatkan dari mengalahkan ketika Ras yang menguasai hutan. Di antaranya ada Frogman ( Blue dan Red Frogman ), Lizardman, dan Crocodail Man.


" Aku tidak habis pikir jumlah dari Crocodail Man itu sangat banyak. Bahkan rata - rata dari mereka adalah A Rank yang lebih kuat dari Red Frogman. Benar - benar kacau tadi, aku salah perhitungan. Heh, walau begitu, selama bisa di atasi juga tidak masalah sih. " Ucap Xi dalam hatinya sambil memegangi kepalanya, yang sedikit sakit karena pusing. Ia memegangi kepalanya dengan pelan.


Melihat ke arah lainnya, tepat di sana terdapat Kazuki yang menunggu nya. Naga kecil yang sebelumnya sangat manja kini telah tumbuh besar hingga lima meter, posturnya sangat menawan dan terlihat sangat gagah ketika ia membentangkan sayapnya serta mengangkat tinggi dadanya. Pemandangan itu seperti melihat raja hutan yang menunjukkan ke angungannya.


" Benar - benar sudah tumbuh... Kini dia sudah tidak terlihat seperti anak kecil lagi. " Ucap Xi. Berdiri dari tempatnya, berjalan turun menghampiri Kazuki. Bersamaan dengan itu semua pasukan kegelapan yang kian di bawahnya, satu persatu menghilang. Kembali ke dalam kegelapan.


" Sekarang kau sudah besar dan lebih kuat. Akan jadi masalah kalau orang - orang luar melihatmu seperti ini. " Ucap Xi sambil menyentuh Kazuki dengan lembut. Sebuah gelang hitam dengan corak emas yang ada di lengannya tiba - tiba bersinar terang. Seekor naga berukuran lima meter kini menghilang seperti di telan sesuatu. " Untuk sekarang tinggal lah di dalam gelang dimensi ini, aku tidak ingin memancing kegaduhan dengab orang - orang sekitar. " Lanjut Xi dalam hatinya.


Sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kakinya, bersinar terang menyelimuti dirinya. Cahaya yang terang bersinar menghilangkan Xi yang berdiri di atasnya. Berpinda ke tempat lain, tempat yang ingin dia tuju. Yaitu sebuah mansion yang besar dan terdapat banyak orang di sana.


Banyak sekali orang yang berkumpul sambil bersorak di depan mansion. Mereka seperti sedang memanggil seseorang yang ada di dalam sana.


" A apa yang terjadi di sini? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri dengan perasaan bingung melihat semua itu.


Tidak habis pikir dalam pikirannya, setelah ia pulang akan di hadang oleh banyak orang yang berkumpul di gerbang depan mansion.


" Aaaa Katashi - Sama! "

__ADS_1


" Katashi - Sama! "


" Aku mencintaimu Katashi - Sama! "


Semua orang berkerumunan di luar gerbang menyebut - nyebut nama Katashi dengan sembutan " - Sama ". Xi pun mengerti kenapa semua orang bisa berkumpul di tempat ini. Itu karena Katashi telah menjadi seorang bangsawan resmi yang baru di negara Hallnas. Membuat reputasi Katashi di kerjaan Hallnas melonjak pesat di kalangan masyarakat, khususnya adalah para wanita - wanita muda yang ada di sekitar.


Mereka semua berlomba - lomba untuk memenangkan hati Katashi. Dan tentu saja tujuan mereka ingin menikmati hidup sebagai seorang bangsawan yang selalu mereka idam - idam kan. Bagi rakyat biasa seperti mereka, menjadi istri dari seorang bangsawan adalah hal yang paling di impikan.


Karena tidak bisa masuk melalui gerbang mansion di karenakan banyaknya orang yang berkumpul di sana, jadi Xi memutuskan untuk masuk melalui pintu belakang. Berkat itu ia dapat masuk ke dalam mansion dengan mudah tanpa adanya hambatan sedikit pun.


Sesampainya di dalam mansion, ia penasaran karena mansion ini benar - benar sepi. Tidak ada satu pun pelayan yang bekerja hari ini.


Namun, dengan bantuan dari system Xi dapat menemukan semua orang yang ada di mansion. Terlihat di layarnya semua orang sedang berkumpul di ruangan utama. Jadi ia pun pergi ke sana untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka sampai - sampai mereka semua berkumpul di sana.


Di ruangan utama, terlihat semua orang sedang terdiam memerintahkan Katashi yang murung ketika kembali ke mansion. Wajahnya pucat dengan mata yang berputar - putar.


" Apa yang terjadi dengan bocah ini? Apakah dia mati? " Tanya Airis kepada yang lainnya mengenai kondisi Katashi yang sejak kembali hanya diam melamun.


Astia menjawabnya dengan berkata " Tidak juga, hanya saja sepertinya kematian baru mau menyapanya. " Jawabnya.


Katashi yang terdiam, itu di sebabkan karena dia terkejut ketika berada di jalan pulang ada banyak sekali orang yang berlari ke arahnya dengan penuh semangat. Membuat Katashi menjadi panik ketika di keliling orang - orang yang tampak gila itu, dan dalam perjalanan ia terus di goda oleh banyak sekali wanita di tengah jalan.


Kabar mengenai Katashi telah di angkat mejadi seorang bangsawan oleh sang Raja langsung menyebar dengan sangat cepat ke penjuru kerajaan. Bahkan kabar itu sampai di kota Singto dengan cepat, membuat banyak orang terkejut. Khusus nya adalah Tota, dia benar - benar di buat terkejut dengan prestasi Katashi yang begitu luar biasa bahkan sampai membuatnya hampir jantungan ketika mendengarnya.


" Apa! Katashi menjadi orang bangsawan di usia muda! " Teriak Tota dengan penuh rasa keterkejutan mendengar berita tersebut. Ia bahkan sampai menggulingkan meja makan.


Di samping itu, Duke Souta juga sedikit terkejut mendengarnya. " Bocah itu menjadi seorang bangsawan? Berarti bakatnya luar biasa sampai - sampai raja mengakuinya. Usianya anak itu juga tidak beda jauh dengan Tota tapi, jelas mereka berdua memiliki prestasi yang berbeda. Anak muda jaman sekarang sungguh sesuatu. " Ucapnya sambil tersenyum kecil. Duke Souta merasa kagum dengan pencapaian yang di raih oleh teman anaknya itu. Ia kagum anak semuda itu bisa menerima gelar sebagai seorang bangsawan.


" Beri tahu Muza, mulai sekarang Tota akan berlatih selama 10 jam setiap harinya. Dan 30 menit setelah selesai latihan akan di lanjutkan dengan membaca buku. " Ucap Duke Souta kepada salah satu pelayannya. Ia ingin memberikan pesan kepada temannya dengan melalui perantara seorang pelayan.


Tota terkejut mendengarnya jam latihan nya kini telah bertambah lagi. " Ayah apa kau ingin membunuhku! Berlatih selama 7 jam saja sudah membuatku terkapar di tanah, kalau 10 jam bisa - bisa aku yang masuk ke tanah! " Ujar Tota mengeluh kepada Duke Souta.


" Lihatlah temanmu itu, bukan kah dia lebih muda dari mu? Tapi ia dapat sampai ke titik ini dengan usaha nya sendiri. Itu luar biasa, hmmm berbeda dengan seseorang yang kerjaannya mengeluh setiap hari sambil berguling - guling di tanah seperti cacing kepanasan. " Kata Duke Souta sambil menghirup aroma dari teh nya yang nikmat.


Beberapa anak panah seperti telah menusuknya, ia merasa kesal dengan sikap ayahnya yang membandingkan dirinya dengan orang lain. Begitu juga ia juga malu karena merasa tersindir dengan perkataan ayahnya.


Dalam hatinya Tota berkata " Sial! sekarang aku di bandingkan dengan temanku sendiri... Tua bangka ini, ingin sekali aku merobek - robek mulutnya. " Katanya dengan kesal ketika di bandingkan. Matanya sangat berapi - api ketika melihat ayahnya yang terlihat santai dan mengabaikan nya.


Kembali kepada kediam Katashi. Xi yang telah sampai di ruangan yang melihat Katashi murung hanya menatapnya dengan datar sambil berkata " Siapa yang membunuhnya? " Tanya Xi kepada yang lainnya. Dalam pandangan Xi, Katashi itu sudah terlihat seperti sebuah tubuh tanpa jiwa.


Semua orang ketika itu hanya diam dan bingung harus berkata apa ketika Xi bertanya.


Di samping itu, Katashi yang mendengar suara Xi, ia langsung terbangun dan melompat. Menarik baju Xi dengan kasar dan berkata " Kakak, kau pembohong! Kau bilang menjadi bangsawan itu menyenangkan?!! " Ucap Katashi kepada Xi.


Xi mengangkat alisnya dengan perasaan bingung. " Bukankah memang menyenangkan? Sekarang ada ratusan wanita yang sedang menunggumu di luar sana, kenapa kau tidak keluar dan menyapa mereka? " Balas Xi dengan santai. " Ah, omong - omong selamat sudah hidup kembali. " Lanjut Xi.


" Menyapa gundul mu! Mati yang ada! " Teriak Katashi dengan kesal kepada Xi.


Xi pun melepaskan genggaman Katashi pada pakaiannya, mengalihkan pandangan dan mengabaikan Katashi. Ia berjalan menghampiri Sanzun yang ada di ruangan ini " Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan? " Tanya Xi kepada Sanzun. Mengenai perintah yang di berikan kepada Sanzun sebelum Xi pergi beberapa hari lalu dari Mansion.


" Saya sudah menyelesaikannya Tuan, sekarang mereka semua ada di halaman latihan. Dengan uang dan armor yang tuan berikan, itu memudahkan kami untuk bisa masuk ke dalam kota tanpa ada orang lain yang mencurigai kami. Semuanya telah berjalan lancar seperti yang di rencanakan. " Jawab Sanzun melaporkan hasil dari rencana Xi sebelumnya.


Memegang bahu Sanzun lalu berkata " Bagus, karena mulai sekarang kau bersama yang lainnya tidak akan mengikuti kami lagi. Mulai hari ini dan seterusnya, kau akan membantu Katashi menjadi seseorang yang hebat yang akan berdiri di puncak. " Ucap Xi kepada Sanzun.


Mendengar pertanyaan itu Sanzun sangat terkejut. Bukan hanya Sanzun saja yang saat itu terkejut, namun saudara - saudaranya, dan juga yang lainnya termasuk Katashi.


Sanzun terdiam sesaat ketika mendengar itu, namun ia lekas sadar. Dirinya tidak mungkin bisa mengikuti Xi selamanya dan terus menjadi beban di punggungnya. Xi adalah orang yang kuat dan luar biasa, orang - orang seperti mereka mungkin hanya akan memperlambat nya saja. Walau sedih harus berpisah dengan orang yang telah memberikannya banyak hal dan pengalaman, namun ia tidak bisa membanta itu.


" Baik Tuan, akan saya lakukan yang terbaik! " Ucap Sanzun sambil menundukkan kepalanya. Ia menggigit bibirnya sendiri karena merasa sedih. Sejatinya, ia dan juga saudara - saudaranya sangat memiliki perasaan yang nyaman ketika bersama dengan Xi dan yang lainnya.


" Kak apa kau akan pergi? " Tanya Katashi kepada Xi.


Xi mengangguk membenarkan pertanyaan itu. " Iya, masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan di luar sana dan itu tidak bisa aku katakan. Tapi, aku berharap mulai hari ini kau bisa menjalani hari yang lebih baik dari sebelumnya. Aku percaya kau akan menjadi lebih dan lebih baik dari di masa depan. " Jawabnya sambil menepuk pundak Katashi.


Katashi sempat sedih karena harus berpisah dengan Xi. Akan tetapi ia juga tidak bisa menghentikan Xi di tempat ini. Katashi tersenyum lebar lalu berkata kepada Xi " Entah apa yang akan kau lakukan di luar sana, tapi aku yakin kau akan melakukan hal - hal yang besar. Kak jika suatu hari kau membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk meminta bantuan kepadaku. Entah itu akan berguna untukmu atau tidak, tapi aku akam berusaha yang terbaik untuk membalas kebaikan mu. " Kata Katashi. Berkata dengan lapang dada. " Namun, sebelum kau pergi, ayo kita lakukan sesuatu yang menarik untuk mengenangnya. Aku rasa itu akan menyenangkan! " Lanjut Katashi sambil mengajak Xi.


Xi sempat diam sesaat menerungkan hal tersebut. Namun, tiba - tiba ia teringat sesuatu. " Aku beru ingat kalau aku punya ini... Entahkan ini menarik atau tidak tapi aku rasa ini akan sangat menegangkan. Bagaimana? Apa kalian mau melakukannya? " Ucap Xi sambil menunjukkan sebuah kertas yang terdapat sebuah pula sihir yang telah siap pakai. Itu adalah sebuah kertas sihir yang dapat meneleport mereka ke sebuah tempat atau dungeon dengan tingkat bahaya A atau lebih tinggi.


Sontak mendengar itu semua orang sangat bersemangat. Dengan senang hati dan penuh semangat mereka dengan serempak setuju dengan usulan dari Xi. " Bagus Ayo lakukan! " Ucap Katashi dengan penuh semangat.


" Ya tuan! Akan aku tunjukkan kemampuan terbaik ku! " Ucap Sanzun yang telah melupakan kesedihan di dalam hatinya. Kini ia telah kembali ceria seperti sebelumnya.


" Maka ayo lakukan! " Ucap Xi merobek kertas tersebut. Sebuah lingkaran sihir berwarna hitam berukuran besar muncul di bawah telapak kaki mereka semua. Meneleport mereka semua ke suatu tempat yang sangat jauh.


Sebuah tempat yang amat mengerikan di tengah hutan belantara yang minim akan pencahayaan. Terdapat sebuah kastil yang terlihat sangat menyeramkan dan sudah tidak terawat lagi. Kastil itu memiliki ukuran halaman yang sangat luas hingga ratusan meter luasnya. Mulai dari luar halaman dan bagian dalam halaman, mau itu halaman depan atau pun halaman belakang. Terdapat banyak sekali makam - makam yang terletak berserakan di sana, membuat suasana di tempat tersebut menjadi lebih mencekap lagi dengan ada banyaknya tulang jadi - jadian yang berjaga di sekitaran gerbang Kastil.


[ Kastil Terkutuk, Rumah dari para undead telah menyambut kedatangan kalian ]


" Jadi ini yang di sebut menegangkan? Seperti ini jauh lebih menarik dari apa yang kau katakan Kak! " Ujar Katashi dengan penuh semangat. Ia sudah tidak sabar untuk terjun ke sana untuk menghadapi para Undead.


" Tapi, bukankah jumlah Skeletonnya terlalu banyak? Ini sangat menyeramkan! " Ucap Wind. Ia merinding ketika hawa dingin dari tempat tersebut menusuk dirinya. Melihat sekumpulan Skeleton yang ada di sana, membuatnya terasa seperti terintimidasi.


" Tidak perlu takut, tidaklah lebih kuat dari Goblin. Hanya saja jumlah mereka yang banyak mungkin akan sedikit merepotkan. Tapi, selama kita menghancurkan kepala mereka, mereka tidak akan bangkit kembali. " Kata Astia bersiap dengan sihir cahayanya. Lingkaran sihir emas tercipta di telapak tangannya, menembakkan sebuah sinar cahaya ke langit.


Ketika berada tepat di atas para Skeleton, cahaya itu menyebar dan menjadi sangat banyak. Hujan cahaya terjadi pada area depan gerbang Kastil dan membuka kan jalan untuk mereka semua masuk ke dalam Kastil.


" Ayo Masuk! " Teriak Katashi dengan keras. Berlari dengan cepat di susul oleh yang lainnya menuju pintu gerbang Kastil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2