
Disore hari hujan salju perlahan turun mulai menghujani kota. Semua orang masih di buat terkagum - kagum dengan keberhasilan Party Caron dalam menumpas monster - monster yang berada di dalam dungeon.
Sementara itu, di bawah pohon, Xi dan Yumiko saling berhedapan layaknya sepasang kekasih yang baru bertemu kembali. Keduanya saling memandang dan saling tukar senyuman.
Dari pandangan Yumiko, Yumiko sangat senang karena Xi kembali dengan selamat. Yumiko tersenyum manis layaknya bidadari yang membuat Xi sampai tersipu.
" Semua orang khawatir karena munculnya gerbang S class yang tiba - tiba. Bahkan Duke pun sampai panik karena anaknya ada di dalam dungeon itu tapi... Aku percaya semuanya akan baik - baik saja dan aman terkendali. Karena kau ada disana bersama mereka. Jika itu orang lain, mungkin aku tidak akan seyakin ini. " Ucap Yumiko. Sejatinya walau dal hatinya dia khawatir dengan kondisi yang lainnya, akan tetapi Yumiko tetap percaya sampai akhir bahwa semuanya akan baik - baik saja dan semua orang pasti akan kembali dengan selamat.
Tidak ads yang tidak panik dan tidak ada yang tidak khawatir ketika gerbang S class muncul. Semua orang tahu, gerbang S class itu adalah gerbang yang paling berbahaya. Namun, siapa yang meyangka jika gerbang S class itu akan diselesaikan oleh satu orang. Tidak ada yang memperkirakan hal ini bahkan sampai sekarang. Tidak akan ada orang yang mempercayai walau itu adalah kebenarannya.
Mereka, orang - orang yang percaya dengan cerita tersebut adalah orang - orang yang sudah mengetahuinya atau melihatnya secara langsung.
" Bagaimana kau bisa seyakin itu? Gerbang itu S class, menurut logika orang - orang, jelas hal tersebut mustahil bila di selesaikan oleh satu orang? " Ucap Xi sambil bertanya kepada Yumiko.
Mendengar pertanyaan dari Xi, Yumiko tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangannya. Dia tertawa karena itu adalah pertanyaan yang sangat lucu jika itu di tanyakan dari Xi. Namun, demi menjawab pertanyaan Xi, Yumiko dengan serius dan percaya diri menjawab.
" Apakah ada alasan lain? Bukankah itu karena dirimu? Aku percaya denganmu, dan buktinya kau bisa melakukan apa yang orang lain tidak bisa. Dan ini lah sala satunya, gerbang S class kau dapat mengatasinya sendirian bahkan tanpa terluka sedikit pun. Orang lain, mungkin sudah lari ketakutan ketika menghadapi monster - monster yang ada didalamnya. Tapi, berbeda denganmu yang tidak kenal rasa takut dan selalu bangga dengan kekuatan dan kemampuanmu. Kau adalah orang terkuat yang pernah aku temui dan satu - satunya orang terkuat yang aku kenal. Apa alasan itu cukup untuk menjawab pertanyaanmu? " Jawab Yumiko. Yumiko dengan bangga memuji Xi. Mengesampingkan kepribadian nya, jika berbicara soal kekuatan, Yumiko Yakin Xi adalah orang terkuat dari orang - orang kuat yang sebelumnya pernah ia temui.
Selalu ada jarak yang besar di antara orang - orang kuat lainnya, namun bagi orang - orang itu jika di bandingkan dengan Xi. Jurang kekuatan dan kemampuan di antara mereka sangatlah besar. Itu sudah seperti mereka harus membobol atau mendaki sebuah dinding yang teramat besar.
Mendengar pernyataan Yumiko, Xi hanya menghelanafas sambil tersenyum kecil. " Kau ini... Terserah saja lah. Na, sekarang bagaimana cara mengatasi orang - orang itu? " Ucap Xi sambil menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang mengkerumuni party Caron.
" Biarkan saja mereka untuk saat ini, orang - orang itu akan menyelesaikannya. " Ucap Yumiko. Ucapannya teetuju pada Guild Master dan Ketua Asosiasi.
Disisi lain, di sebuah bangunan tinggi. Didalam sebuah ruangan yang gelap terdapat beberapa orang misterius yang menyaksikan kejadian tersebut. Lantas itu membaut mereka sangat terkejut. Namun, pemimpin mereka mencoba untuk menenangkan suasana dari yang lainnya dengan berkata.
" Kalian semua tenang lah, tidak perlu memikirkan hal tidak berguna itu. Yang perlu kita awasi sekarang ada target kita. Pria yang berada di dekat Putri Yumiko. " Ucap Sosok misterius itu dibalik kegelapan. Semuanya terlihat sangat samar - samar karena mereka benar - benar menyatu dengan kegelapan.
Hal itu memungkinkan untuk mereka tidak diketahui oleh orang lain. Bahkan jika orang itu adalah seorang petualang Rank S sekalipun. Kemampuan mereka dalam menyembunyikan keberadaan sangatlah luar biasa. Berbeda dengan Assassin - assassin lainnya yang hanya sekadar mengandalkan skill.
" Pria itu... Dia terlihat biasa - biasa saja tapi, kita tidak bisa meremehkannya. Karena dia berada didekat Putri Yumiko, pasti dia bukan orang biasa... " Ucap seseorang dengan nada yang berat. Pupil matanya berwarna hijau serta terdapat sebuah bekas luka di bagian mata sebelah kirinya. Sosok itu pun menyimpulkan, kalau target mereka kali ini sama misterius nya dengan mereka. Informasi yang mereka miliki mengenai pria tersebut sangatlah minim. Sama sekali tidak dapat menemukan informasi lebih mengenai data kekuatan atau pun semacamnya.
" Aku rasa juga begitu, tapi... Menurut tuan muda Rumbel. Pria itu hanyalah seorang petualang biasa yang berasal dari luar area bersalju. Ranknya pun tidaklah tinggi, hanya sekadar Rank C. Tapi aku tidak bisa memastikan apakah itu benar atau salah. Pasalnya, informasi tersebut hanyalah dugaan dari tuan muda Rumbel. " Ucap seseorang bertudung hitam. Dia bersandar di dinding layaknya seorang assassin yang meninggu perintah.
Sembari memainkan pisaunya yang terlihat tajam, dia memberikan semua yang dia tahu mengenai pria tersebut kepada rekan - rekannya. Namun, dia juga memperingati rekan - rekannya informasi itu belumlah valid.
Pemimpin mereka yang selalu di selimuti oleh kegelapan didalam ruangan. Dengan raut wajahnya yang serius serta tatapannya yang tajam, berjalan ke arah pintu sambil berkata.
" Tidak peduli apa Ranknya, malam ini kita akan bergerak. Persiapkan diri kalian dan jangan lengah sedikit pun. Pastikan untuk memerhatikan lingkungan sekitar, dan jangan biarkan ada seseorang yang melihatnya. " Ucap pemimpin dari kelompok misterius itu. Membuka pintu ruangan itu dan kemudiam berjalan keluar. Dan dalam sekejap mata keberadaannya menghilang seperti sebuah bayangan.
Dan itu juga di susul oleh yang lainnya menghilang dal kegelapan dalam sekejap mata.
Disaat yang sama, Xi terus memandangi sebuah bangunan tinggi tempat dimana orang - orang misterius itu sebelumnya berada. Sebelumnya Xi dapat merasakam keberadaan mereka walau itu samar - samar. Akan tetapi, ketika mereka pergi, Xi pun sudah tidak dapat merasakan keberadaan mereka lagi.
" Mereka sudah pergi? Sepertinya mereka merencanakan sesuatu. " Gumam Xi sembari memandangi bangunan tinggi itu.
Yumiko yang melihat Xi, penasaran dengan apa yang dilihati oleh Xi. Yumiko pun mengikuti arah Xi melihat dan itu tertuju pada sebuah bangunan tinggi yang sudah terbengkalai.
" Ohw... Gedung itu, apa ada sesuatu disana? " Tanya Yumiko kepada Xi.
Mendengar suara Yumiko, Xi langsung tersadar dari lamunannya. Dia menggelengkan kepalanya dengan pelan lalu berkata " Tidak... Hanya saja sepertinya aku merasakan keberadaan seseorang disana. " Jawab Xi.
" Di gedung itu? " Tanya Yumiko lagi.
Xi mengangguk menginyakan pertanyaan Yumiko. Walau merasa aneh, Yumiko juga heran bagaimana Xi bisa merasakam keberadaan seseorang di gedung kosong itu yang jaraknya sangat jauh dari tempat mereka berada sekarang. Bahkan dirinya saja tidak merasakan apa - apa sejak tadi.
Namun, Yumiko berpikir positif. " Mungkin itu hanya firasatmu saja, gedung itu sudah lama di tinggalkan dan aku rasa tidak ada yang tinggal disana. " Ucap Yumiko. Apa yang Xi rasakan tadi Yumiko tidaklah menganggap serius perkataan Xi.
Dan jika di pikir dengan pemikiran normal, bahkan jika itu seorang Rank S sekali pun, tidak mungkin dapat merasakan kehadiran seseorang dari jarak yang sangat jauh. Kecuali jika orang itu memiliki sebuah skill deteksi area yang luas dan juga tingkat tinggi. Hal itu mungkin baru bisa di percayai.
Sementara itu,sepengetahuan Yumiko, Xi tidak lah memiliki skill semacam itu. Walau Xi itu memiliki kemampuan yang abnormal, tapi Xi tidak pernah sekali pun mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki Skill yang dapat mendeteksi keberadaan orang lain.
Disamping itu. Xi yang secara diam - diam memperhatikan map system yang menunjukkan lokasi gedung tersebut berada. Dalam gambaran yang di tunjukkan oleh system kepada Xi memang tidak terdapat satu pun kehidupan di gedung tersebut kecuali hewan - hewan pengerat yang bersarang disana.
" Hmmm, jadi memang tidak ada ya? Apa mungkin itu memang hanya firasatku saja? Tapi... Sekilas aku merasakan adanya keberadaan yang kuat disana... " Gumam Xi dalam hatinya. Walau system telah membuktikan disana tidak terdapat satu orang pun, tapi Xi tidak begitu langsung mempercayainya. Xi sangat yakin pada intuisinya yang mengatakan bahwa perasaan yang dia rasakan sebelumnya adalah benar.
__ADS_1
Xi yang yakin kalau memang ada orang yang sedang mengincar dirinya. Tersenyum tipis sambil berkata dalam hatinya " Baiklah... Karena aku sangat percaya pada instingku, mari lihat siapa yang akan memburu siapa malam ini. " Ucap Xi dalam hatinya. Xi sudah memiliki rencana untuk mengungkap mereka semua.
Hari telah menjelang sore dan tak lama akan berganti dengan malam hari. Di saat itu, ketika semua orang telah bubar, Xi berpamitan dengan Yumiko.
" Hari sudah sore, kalau begitu aku pulang dulu... " Ucap Xi. Namun, sebelum dia berbalik badan, Yumiko menahannya dengan berkata.
" Tunggu dulu Xi... Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. " Ucap Yumiko. Xi berhenti dan menetap sebentar untuk mendengarkan apa yang ingin Yumiko katakan kepadanya. Yumiko melanjutkan. " Besok alas perpindahan di alun - alun kota akan di buka. Akan ada banyak orang yang hadir besok untuk mengituki acara itu... Xi, mau kah kau menemaniku menjelajahi dungeon bersama? " Ucapnya mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Yumiko meminta Xi untuk menemani dirinya untuk menjelajahi dungeon skala besar yang akan di bukan nanti saat acara alas perpindahan dimulai.
Mendengarnya, membuat Xi merasa tertarik. Alas perpindahan adalah sebuah dungeon berskala besar yang tidak setiap saat terbuka. Setiap negara atau pun kota biasanya memiliki alas perpindahannya masing - masing yang terbentuk secara alami di alun - alun kota.
Luasnya dungeon yang terbentuk secara alami itu, tidak banyak orang yang mengetahui seberapa besar atau luasnya dungeon tersebut. Beberapa ahli yang meneliti alas perpindahan menyebutkan bahwa luas dari dungeonnya sebesar sebuah pulau, atau bahkan sebesar sebuah benuah. Banyak orang juga mengatakan bahwa alas perpindahan itu adalah sebuah pulau atau pun benua yang hilang dari dunia ini. Dan memanifestasikan dirinya sebagai sebuah tunggul batu yang disebut sebagai alas perpindahan.
Mengingat alas perpindahan adalah sebuah dungeon skala besar. Xi pun menjadi tertarik untuk mengikutinya. Bukan sekadar barang atau pun item langkah yang terdapat didalamnya, tapi pastinya adanya banyak monster yang tinggal disana yang dapat meningkatkan level dirinya dan juga yang lainnya.
Xi tidak dapat menolak ajakan itu. Dan setuju untuk ikut bersama Yumiko besok. " Tak ada alasan untukku menolak ajakanmu, aku akan ikut. " Ucap Xi.
Yumiko pun senang karena Xi setuju untuk ikut besama dirinya. " Ok, aku akan menunggumu besok alun - alun kota. Oh ya, mungkin aku akan mengajak Putri juga. " Ucap Yumiko.
Mendengar pertanyaan itu, Xi jadi kepikiran dengan nama yang baru saja di sebutkan oleh Yumiko. Xi pun menoleh dan melirik Putri yang berada di dekat Duke Esteban. " Melihat situasi yang terjadi di dalam tadi, apakah dia masih sanggup untuk ikut raid besok? " Tanya Xi dalam hatinya. Dalam hatinya pun dia juga merasa sedikit bersalah karena mengancam Putri sebelumnya untuk tidak memberitahukan kemampuannya kepada Duke Esteban. Walau niatnya hanya menakut - nakuti saja, tapi melihat ekspresi Putri, Xi merasa kalau dia akan membeci atau takut pada dirinya.
" Aku tidak keberatan kau mengajaknya, karena ini dungeon skala besar lebih banyak orang akan lebih baik. Tapi, apa aku boleh mengajak teman - temanku juga? Jika hanya kita bertiga, ku khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Setidaknya dengan menambah beberapa orang akan menambah peluang untuk bertahan hidup. " Ucap Xi. Xi meminta kepada Yumiko untuk memperbolehkan membawa Airis, Astia dan juga yang lainnya. Mengingat Glaamy dan Yanzam masih berada di Rank A, Xi berniat untuk menjadikan mereka lebih kuat pada Raid besok.
Yang dikatakan oleh Xi ada benarnya. Melihat situasi Raid tadi membuat Yumiko tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah. Jika sebuah dungeon kesulitannya saja dapat meningkat, apa lagi Alas Perpindahan. Walau hal seperti itu belum pernah terjadi, namun tidak menutup kemungkinan kalau itu akan terjadi ketika mereka masuk ke dalam sana.
Yang mana Alas perpindahan kali ini sangatlah berbeda dengan apa yang ada di kota Jisa sebelumnya. Dimana di negara Bersalju, Alas Perpindahan memiliki enam tahapan atau enam lantai yang mana setiap lantainya berbeda dengan lantai yang lainnya. Bisa jadi di lantai satu adalah sebuah hutan bersalju dan di lantai kedua diisi dengan banyaknya gunung berapi dan magma dimana - mana.
Rasio tingkat bahaya sangatlah sulit di ukur. Karena setiap tahunnya Rasio tingkat bahayanya akan berubah. Namun, semakin tinggi tingkat bahayanya, semakim banyak pula hadia di dalamnya.
Memikirkan betapa berbahaya ketika berada di dalam sana nanti, Yumiko pun memutuskan untuk mengikuti saran Xi yang akan mengajak teman - temannya untuk ikut bersama.
" Baiklah aku tidak keberatan. Aku akan menunggumu di alun - alun kota besok pagi, pastikan kau datang karena aku ingin menjelajah bersama mu. " Ucap Yumiko. Sangat berharap jika Xi bisa datang dan berpetualang bersama dengannya.
" Aku pasti akan datang besok pagi, hari sudah mulai malam. Segeralah pulang. " Ujar Xi menyakinkan Yumiko kalau dirinya pasti akan datang. Xi menyuruh Yumiko untuk pulang sebelum malam tiba.
Menuruti perkataan Xi, Yumiko mengangguk pelan dan mengajak yang lainnya untuk pulang. " Karena semuanya sudah selesai, ayo kita kembali. " Ujar Yumiko mengajak semua pasukan kerajaan untuk kembali ke istana.
Matahari terbenam dan malam pun tiba. Xi yang belum sampai penginapan terus berjalan santai menuju ke suatu tempat. Arah dari tujuannya adalah gerbang kota yang mana Xi ingin pergi keluar kota kerajaan sebentar untuk menghirup udara segar dimalam hari sambil berjalan - jalan mengitari pinggiran kota yang penuh dengan pepohonan.
Di luar dari gerbang kota, Xi terus berjalan sambil meratapi langit malam yang indah. Di langit sana benar - benar sangat indah dengan adanya banyak bintang - bintang yang bercaya.
Cahaya bulan yang menyinari malam hari memberikan perasaan tenang dan nyaman untuk hatinya. Xi terus berjalan tanpa menghentikan langkahnya dan tanpa dia sadari, dia telah berada di dalam hutan yang di penuhi oleh salju yang sejuk.
Ketika sampai dan menghentikan langkahnya, hujan salju pun turun menghujani dirinya. Sementara itu, Xi hanya berdiri diam disana membiarkan hujan salju menghujaninya.
Di samping itu, tanpa Xi sadari. Terdapat beberapa orang misterius dengan mengenakam jubah hitam sedang mengikuti Xi dari kejauhan. Mereka diam - diam mengikuti Xi dari belakang dengan menhikuti jejak kakinya yang tertinggal di sesaljuan.
Jubah yang mereka kenakan bukanlah jubah hitam biasa. Jubah itu dapat menyembunyikan hawa keberadaan pemakainya sehingga orang lain tidak akan menyadari keberadaan mereka. Di tambah dengan beberapa skill yang sama mereka miliki, yaitu mengendap - endap dan juga silent.
Skill mengendap - endap adalah sebuah skill yang dapat mereka gunakan untuk menyembunyikan suara langkah kaki mereka layaknya seorang ninja yang bergerak mengendap - endap untuk menikam targetnya. Skill ini memungkinkan penggunanya untuk tidak meninggalkan jejak sedikit pun ketika berjalan perlahan - lahan. Sehingga mustahil bagi mereka untuk ketahuan atau pun di ikuti oleh orang lain yang tidak mereka kenal.
Sedangkan Silent adalah sebuah skill yang dapat menutupi pengguna dan rekan - rekannya yang ada di sekitar dari dunia luar. Skill ini tidak benar - benar membuat mereka terpisah dari dunia luar karena mereka masih dapat di lihat. Namun, kemampuan sejati dari skill Silent adalah meniadakan suara dari pemilik skill dan juga yang lainnya. Atau lebih tepatnya skill yang dapat mencegah suara mereka bocor keluar saat mereka berbicara.
Skill Silent bersifat area, dimana area yang terlibat di dalam skill Silent semuanya suara akan di tiadakan. Skill ini sangat cocok untuk memgintrogasi orang lain dan mendapatkan informasi orang yang diinterogasi tanpa takut mereka akan ketahuan oleh pihak lain.
Setibanya di dalam hutan, mereka terus mengikuti jejak yang di tinggalkan oleh Xi. Setelah sekian lama mereka mengikuti jejak kaki tersebut, pemimpin mereka merasakan sesuatu yang aneh. Pasalnya mereka tidak merasa akan sampai atau bahkan bertemu dengan target mereka. Dirinya merasa kalau dia dan yang lainnya sudah di jebak.
" Berhenti. " Ucap Pemimpin kelompok itu meminta semua orang untuk berhenti.
Semua orang berhenti berjalan ketika mendengarnya. Salah satu di antara mereka yang merasa bingung lalu bertanya. " Ketua... Ada apa? Kenapa kita berhenti? Bukankah target kita ada di depan sana? " Ujar sosok berjubah hitam itu sambil bertanya - tanya mengenai alasannya.
Sang pemimpin pun menjawab pertanyaan dari anggotanya dengan berkata. " Kita... Sudah sampai di ujung jejaknya. Jejaknya berhenti disini. " Ucapnya.
Mendengar pernyataan itu membuat seluruh anggotanya terkejut. Bagaimana bisa mereka bisa kehilangan jejak pria yang menjadi target mereka. Padahal dengan jelas mereka melihat pria itu memasuki hutan ini.
Seseorang dengan sebuah luka di bagian mata kiri pun mengungkapkan. " Seperti jejaknya menghilang karena tertimbun oleh hujan salju yang turun. Karena kita jalan perlahan, jejaknya menjadi menghilang. " Ucap sosok itu.
__ADS_1
Melihat situasinya, Sang pemimpin memikirkan sesuatu. Saat mereka mengikuti target mereka kedalam hutan sudah sangat jelas mereka telah mengaktifkan semua skill untuk mengikutinya. Dan pastinya si target tidak akan mengetahui keberadaan mereka. Tapi, melihat jejaknya berakhir di sini, dan memikirkan adanya hujan Salju yang turun memang pilihan yang bagus untuk menghilangkan jejaknya.
Akan tetapi, hujan salju ini turun perlahan dan tidak mengkin akan langsung menutupi seluruh jejaknya secepat itu.
" Ini aneh, jejak ini seakan - akan sengaja di buat untuk mengarahkan kami... " Gumam Sang Pemimpin sambil memegang dagunya. Lalu seketika itu juga Sang pemimpin menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
" Sepertinya kita sudaj terjebak... " Ucap Sang Pemimpin.
Mendengar itu membuat semua orang semakin terkejut.
" Ter terjebak? Kita terjebak? " Tanya sosok dengan luka dimata kirinya.
" Ya, kita sudah di jebak olehnya. Kita berpikir kalau kita lah yang sedang memburunya, tapi yang sebenarnya terjadi adalah bukan kita yang memburunya, melainkan dia yang memburu kita. " Ucap Sang Pemimpin. Oleh karena itu Sang Pemimpin memimpi anak buahnya untuk bersiaga dan berhati - hati terhadap serangan kejutan.
Akan tetapi, ketika mereka mengeluarkan senjata mereka dan mulai bersiaga, seseorang menyadari kalau jumlah mereka telah berkurang dari semestinya.
" Tunggu... Kemana perginya semua orang? " Ucap seseorang berjubah hitam kepada yang lainnya mengenai orang - orang yang mengikuti mereka di belakang.
" Sialan... Dia berada satu langkah di depan kita. Aku pikir kami sudah menyiapkan semuanya dengan baik, tidak ku sangka kami malah tertinggal di belakangnya! " Ucap pemimpin kelompok berjubah hitam itu. Dia kesal karena rencananya untuk menyegap Xi gagal.
Semua yang panik mulai memegang senjata mereka dengan erat. Timbul rasa takut yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya ketika sedang memburu seseorang. Kali ini orang yang mereka buru sangatlah berbahaya, dan dalam sekejap mata membuat keadaan menjadi terbalik yang menjadi mereka yang di buru.
Secara mengejutkan, muncul Xi di hadapan mereka semua dari kegelapan yang berkumpul disana. Saat itu, Xi tersenyum tipis dan menjatuhkan seseorang berjubah hitam yang telihat sudah tidak sadarkan diri.
" Aku tidak tahu siapa yang menyuruh kalian untuk membunuhku, tapi, aku rasa orang itu bukanlah orang biasa karena bisa menyewa pembunuh terkenal seperti dirimu. Ghost Queen, benarkan?! " Ucap Xi dengan santainya. Di hadapan para Assassin terkenal tidak sedikit pun Xi merasa takut. Melainkan dia merasa tertantang karena salah satu dari Assassin terhebat di Area Bersalju mencari dirinya.
Ghost Queen yang di gadang - gadang sebagai Assassin terkuat dan terhebat. Namanya telah tersebar keseluruhan penjuruh Area Bersalju. Jika sosok sepertinya sudah turun tangan sendiri untuk mengatasi targetnya, mestinya orang di baliknya bukanlah orang biasa. Harga untuk menyewa pemimpi dari Assassin hantu pasti sangatlah tinggi.
Kemunculan Xi dari belik kegelapan sudah membuat mereka semua terkejut. Ditambah Xi mengetahui siapa mereka. Hal tersebut jelas adalah sesuatu yang mustahil, informasi yang mereka miliki sangatlah di jaga ketat. Itu membuat mereka bingung bagaimana informasi mereka bisa bocor.
Mengingat ini adalah hari pertama mereka bergerak untuk membunuh Xi, bagaimana mungkin untuk Xi mendapatkan informasinya dan mengetahui identitas mereka.
Merasa tidak di untungkan, mereka berpikir kalau Tuan muda Rumbel, orang yang menyewa mereka untuk membunuh Xi adalah orang yang membocorkan informasinya secara diam - diam tanpa sepengetahuan mereka.
" Sialan... Bocah sialan itu, setelah ini selesai aku pasti akan membuat perhitungan dengannya! " Ucap seorang berjubah hitam dengan luka di sebelah mata kirinya. Dalam kelompok Assassin Hantu, orang ini adalah orang nomor dua dalam kelompok. Kemampuannya tidaklah kalah dengan Assassin hebat lainnya, dan memiliki kekuatan yang setara dengan Assassin hebat nomor tiga di Area Bersalju yaitu Shadow Queen.
Bekas luka yang terdapat di mata kirinya, adalah sebuah luka yang di berikan oleh Shadow Queen saat keduanya bertarung. Dalam pertarungan yang sengit itu, Balista mengalami kekalahannya dari Shadow Queen. Membuat dirinya kehilangan posisi sebagai tiga Assassin terhebat.
Balista mengeluarkan pisau dari sakunya dan bersiap - siap untuk menyerang Xi. Namun, niatnya di hentikan oleh Ghost Queen yang menganggap Xi bukanlah lawan yang mudah dan tidak dapat sembarangan untuk di hadapi.
" Tunggu Balista, jangan bertindak gegabah! Atau kau akar berakhir seperti mereka juga olehnya. " Ucap Ghost Queen menghalangi niat Balista untuk menyerang Xi.
Balista yang melihat Ghost Queen menghentikan dirinya cukup terkejut. Dalam kelompok, Balista adalah orang terkuat kedua. Tapi, untuk membunuh targetnya yang ada di depan mata sekarang, Ghost Queen malah menghentikannya. Karena bingung, Balista pun bertanya kepada Ghost Queen.
" Ketua, kenapa? " Tanya Balista kepada Ghost Queen.
Ghost Queen menjawab pertanyaan Balista tanpa memgalihkan pandangannya dari Xi. Dia takut ketika dia berpaling sedetik saja, Xi akan menghilang dari pandangannya dan tiba - tiba menyerangnya lalu membunuhnya. Karena Ghost Queen tak mau hal itu terjadi, dia pun menjawab.
" Orang ini berbahaya... Sekilas memang terlihat seperti orang biasa, tapi sebenarnya dia adalah seorang pembunuh yang luar biasa. " Jawab Ghost Queen.
Mendengar jawaban itu, Balista heran. Dalam pandangannya, memang benar kalau pria tersebur memiliki sedikit kemampuan karena dapat membunuh seorang anggotanya dengan mudah. Walau begitu, Balista tidak merasakan ancaman apa pun dari Xi yang membuatnya takut. Balista yakin kalau dirinya dapat membunuh Xi dalam satu gerakan.
" Ketua, tidak perlu ragu seperti itu. Memang benar kalau bocah ini punya beberapa kemampuan, setidaknya dia ini seorang Assassin Rank B. Dalam hal kekuatan, jumlah dan pengalaman kita sudah lebih unggul. Pasti mudah bagi kita untuk membunuh bocah arogan ini! " Ucap Balista kepada Ghost Queen untuk tidak ragu. Dalam segi apa pun, mereka sudah lebih unggul. Terlebih lagi, sekarang mereka berada di dalam hutan, walau Xi berhasil kabur tapi Xi tidak akan bisa pergi jauh dari hutan. Balista merasa kalau ini adalah kesempatan untuk mereka menyerang dan membunuh Xi sebelum ada orang yang datang mencarinya.
Melihat semua Assassin itu hanya diam di tempat dam tidak melakukan apa pun membuat Xi menjadi kecewa. Padahal sebelumnya Xi sangat berharap kalah para Assassin itu dapat sedikit menghiburnya, tapi tidak menyangka kalau mereka akan ragu - ragu untuk menyerang.
Xi menguap karena bosan menunggu, dengan nada yang mengejek, Xi pun berkata " Apakah kalian sudah selesai berbicaranya? Jangan berpikir karena kalian menggunakan skill Silent, aku tidak bisa mendengar kalian... Heh, bodoh sekali, sejak tadi aku sudah bosan mendengar kalian terus berbicara dan menanggilku dengan sebutan Bocah. " Ucap Xi.
Perkataan Xi membuat mereka semua terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Xi sebenarnya dapat mendengar suara mereka walau telah menggunakan Skill Silent untuk mengedapkan suara mereka agar tidak bocor keluar.
" Ba bagaimana mungkin! Di dia bisa mendengarnya?! " Ujar Balista yang tidak percaya dengan apa yang baru saja Xi katakan.
Semua orang berkeringat dingin, memandangi Xi dengan tatapan mata mereka yang mejadi ragu yang sebelumnya mereka sangat percaya diri. Kini mereka tidak yakin bisa mengatasi Xi dengan mudah, dan bagian terburuknya yang dapat mereka pikirkan adalah, berapa banyak dari mereka yang akan terbunuh ketika menghadapinya.
Xi memandang mereka dengab tatapan tajam, kemudian dia membuka mulutnya dan berbicara sambil sedikit melepaskan auranya. " Kalian membuang - buang waktuku saja, tahu begini aku akan langsung pulang kerumah dan tidur ketimbang meladeni sekumpulan orang tidak berguna seperti kalian! Neee, sekarang kalian mau menyerang atau aku yang akan menyerang kalian dahuluan? "
__ADS_1
Aura hitam terpancar keluar dari tubuh Xi dan mengintimidasi semua orang yang ada di depannya tidak terkecuali Ghost Queen, seorang Assassin terbaik di daratan ini.