LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 165


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di dekat jendela dengan sinar cahaya matahari yang indah, Xi sedang membaca sebuah buku yang ia tulis. Itu adalah buku tentang informasi para monster yang pernah dia hadapi, dengan tanang ia membaca sambil menunggu yang lainnya untuk bangun.


Beberapa menit kemudian, yang lainnya juga bangun, dan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Di saat yang lain sedang melakukan aktivitasnya, Keiros datang kepada Xi sambil membawa beberapa item yang ia dan Ben buat.


Hasil dari usaha kerasnya dan juga Ben ia tunjukkan kepada Xi. Di atas meja ada sebuah senjata yang berupa seperti tongkat goblin, dan bahkan masih terbuat dari kayu, namun itu jauh lebih kuat dari senjata Goblin biasa. Ada beberapa Armor yang terbuat dari kulit Orc, beberapa Accessorize yang terbuat dari bahan - bahan berkualitas tinggi yang Xi berikan. Ia menunjukkan semuanya kepada Xi.


" Hei bocah bau, berhentilah membaca sebentar, dan coba lihat ini... Apakah kau puas dengan hasilnya? " Ujar Keiros sambil meminta untuk Xi melihat hasil karyanya yang telah ia dan Ben selesaikan.


Mendengar Keiros berbicara kepadanya, ia menutup bukunya lalu meletakkan buku tersebut di atas meja dengan ringan, sambil melihat item yang Keiros dan Ben buat.


Xi sangat puas dengan hasilnya, tidak pernah ia melihat item seperti itu sebelumnya, walau item - item itu tidak akan dia pakai, tapi item - item tersebut dapat di gunakan oleh yang lainnya.


" Tak salah aku mempercayakan bahan - bahan bagus kepada kalian, ini sangat memuaskan. " Ucap Xi sambil memegang tongkat Goblin yang telah di tingkatkan.


[ Tongkat Goblin ]


[ Rank : C ]


[ Attack : 140 ]


[ Sebuah tongkat yang di gunakan oleh Goblin sebagai senjatanya ]


[ Efek : Dapat menambah daya serangan sebesar 5% ( Saat Goblin yang menggunakan nya ) ]


[ Orc Armor ]


[ Rank : C ]


[ Stat : Meningkatkan Vit +25 ]


[ Sebuah armor yang terbuat dari kulit tebal Orc ]


[ Efek : Saat armor di pakai, kulit anda akan setebal kulit Orc ]


Dan masih banyak item lainnya yang telah di buat oleh Keiros dan Ben. Selagi melihat - lihat item yang telah di buat oleh Keiros dan Ben, dan juga Keiros yang sedang pamer kemampuannya di depan Xi. Zurugi datang dan melihat mereka yang sedang mengobrol.


Zurugi pun menghampiri mereka, karena penasaran apa yang sedang mereka bicarakan.


" Owh... Bocah bau kau sudah bangun. " Ucap Keiros.


" A iya, apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya Zurugi dengan penasaran.


" Kau bisa lihat sendiri kan... Aku sedang memamerkan kemampuan ku ini di depan bocan bau itu. " Jawab Keiros sambil menunjuk ke arah Xi.


Zurugi terseyum aneh karena kelakuan Keiros yang sedang pamer itu seperti anak kecil.


Saat ia sedang berbicara dengan Keiros, Xi melemparkan Orc Armor kepada Zurugi. Ia pun memegang armor tersebut lalu memandang Xi dengan bingung.


" Gunakan itu, dan ayo pergi. " Ucap Xi.


" Pergi kemana? " Tanya Keiros dengan bingung.

__ADS_1


Namun saat ia merasakan aura yang berbahaya, ia segera memakainya, lalu ia pergi dengan Xi.


Mereka pergi ke sebuah hutan yang tidak jauh dari kekaisaran, hutan itu adalah tempat di mana biasanya orang - orang melakukan Quest. Banyak monster yang tinggal di hutan tersebut, walau monster - monster itu tidak sekuat dan se agresif yang ada di dalam gate.


" Tuan apa yang akan kita lakukan di tempat ini? Bukankah hutan ini masih di wilayah kekaisaran. " Ujar Zurugi.


" Jangan Khawatir... Bunuh saja mereka kalau mengganggu. " Ucap Xi dengan ringan.


Zurugi menatap Xi dengan aneh dengan wajah yang di penuhi keringat, karena Xi dapat mengatakan hal tersebut dengan entengnya.


" Kau kan Seorang Beast tamer, jadi sekarang kita akan mencari monster tipe Beast, untuk di jadikan kekuatanmu. " Ucap Xi.


" Eh... Jadi aku bisa menjinakkan monster? " Tanya Zurugi dengan bingung.


" Ya, selema monster itu masih merupakan tipe beast, dan ranknya tidak lebih tinggi darimu, juga levelnya tidak dua kali lipat di atasmu, kau bisa menjinakkannya. " Jawab Xi sambil menjelaskan tentang kemampuan sebenarnya dari Class Beast Tamer.


" Rank tidak lebih tinggi dariku, dan levelnya juga tidak lebih tinggi dariku, tapi... Bagaimana caraku bisa mengetahui Rank dari monster tersebut? " Ucapnya sambil bertanya. " Dan lagi aku juga masih berada di Rank D, dan level ku hanya level 15. " Lanjutnya sambil memberitahukan tingkat Rank dan Levelnya.


" Di sini memang banyak monster, dan monster itu berada pada Rank E. " Ucap Xi sambil menunjuk ke arah seekor monster ke linci yang memiliki satu tanduk di kepalanya.


" Kenapa tidak kau coba untuk menjinakkan salah satunya terlebih dahulu? " Ujar Xi.


Ia menatap monster kelinci tanduk itu, lalu ia memegang daggernya dengan erat. " Baiklah akan aku coba. " Ucap Zurugi sambil meju perlahan agar tidak membuat Kelinci tanduk itu lari. ' Aku harap ini akan berhasil. ' Gumamnya lalu ia menyerang Kelinci tanduk tersebut dan melukainya.


Kelinci itu tergeletak di tanah dan tidak dapat bergerak kerena mendapatkan luka yang parah. " Baiklah, saatnya menjinakkannya... " Ucapnya, lalu ia menggigit jarinya hingga berdarah dan meneteskan darahnya tersebut kepada kelinci tanduk. Ia menyalurkan energi sihirnya, dan membaut kontrak dengan kelinci tanduk tersebut.


Ia berhasil membuat kontrak dengan kelinci tanduk tersebut, ia merasa tidak ada kesulitan dalam hal menjinakkan kelinci tanduk tersebut.


Sementara itu Xi mendapatkan notifikasi keberhasilan dari Zurugi yang telah menjinakkan seekor monster tipe Beast, dan system juga menampilkan status monster yang di jinakan.


[ Rank : E ]


[ Level : 10 ]


[ HP : 1000 ]


[ MP : 500 ]


[ Dapat berevolusi ]


" Dapat berevolusi, lumayan juga. " Ucap Xi dengan pelan. Lalu ia berjalan mendekati Zurugi, dan bekata. " Sekarang tugasmu adalah meningkatkan level mu dan juga level Peliharaanmu itu. " Lanjutnya.


" Eh? Aku sendirian? " Tanya Zurugi dengan bingung.


" Ya, aku akan pergi sebentar mengurus Gate yang muncul di dekat sini. " Ucap Xi lalu pergi meninggalkan Zurugi.


Zurugi mengerti apa yang di maksud Xi " Tuan benar, aku harus bertambah kuat... Flamy ayo kita pergi. " Ucapnya dan pergi bersama dengan kelinci tanduknya itu yang telah ia berinama Flamy.


Di tempat lokasi Gate berada, di dalam sana Xi telah mengalahkan semua monster yang menjadi penghuni Dungeon tersebut, bukanlah sebuah masalah besar baginya untuk berurusan dengan Dungeon Rank D.


Setelah ia selesai dan keluar dari Dungeon, ia memutuskan untuk bersantai sambil menunggu, Zurugi selesai menaikkan levelnya. Selagi ia bersantai, sambil memegang Wine Blood Sword Demon, dan memanggil IGRIS.

__ADS_1


Ia memberikan pedang itu kepada IGRIS, karena pedang itu pada dasarnya di tingkatkan untuk di gunakan IGRIS.


IGRIS menerima pemberian Xi dengan sopan dan Postur tubuh yang sempurna. Memegang pedang pemberian Xi itu dengan urat di kedua tangannya.


Setelah menerimanya IGRIS mencoba untuk menguji kekuatan pedang yang di berikan oleh Xi. Ia menyalurkan energi sihirnya pada Wine Blood Sword Demon, api merah yang panas menyelimuti pedang tersebut, ia mengayunkan pedangnya dengan kuat, dan menghasilkan tebasan yang luar biasa.


Pohon terpotong dan hutan terbakar karena tebasan dari pedang IGRIS yang menghasilkan serangan api. Xi cukup terkejut dengan kekuatan yang di miliki oleh pedang tersebut, dan lagi ia juga terkejut dengan kemampuan IGRIS dalam menggunakan pedang dari sebelumnya.


' IGRIS sangat mahir dalam menggunakan pedang, tapi... Ini lebih kuat dari sebelumnya. Apa mungkin dia... Memiliki kekuatan tersebumnyi? Apa mungkin Gideon juga? ' Gumam Xi dengan penasaran akan kemampuan sesungguhnya dari IGRIS.


Merasa sudah cukup melihat kemampuan IGRIS, ia menariknya kembali ke dalam bayangannya. " Kerja bagus IGRIS, sekarang kembalilah. " Ucap Xi dan meminta IGRIS untuk kembali dalam bayangannya. " Sebaiknya aku kembali saja, nanti Zurugi juga pasti balik. " Ucap Xi lalu meninggalkan hutan. Ia kembali ke kekaisaran di tempat Keiros dan Ben.


Waktu terus berlalu dan kini sore telah tiba, angin berhenbus pelan, seseorang berjalan perlahan mendekati pintu, membuka pintu dengan pelan dan masuk ke dalam.


Zurugi telah kembali dari hutan bersama kelinci tanduk dan seekor serigala. Walau ia senang, tapi ia juga babak belur saat kembali.


" Kau kembali. " Ucap Astia.


" Aku pikir kau mati di telan harimau. " Ucap Airis sambil mengejek Zurugi.


Zurugi terseyum lalu ia berkata. " Walau itu sulit, tapi... Aku tidak akan mati semudah itu. " Ucapnya dengan percaya diri. Senyum senangnya terukir di wajahnya, karena kali ini ia bisa berpetualang lagi.


Xi yang sedang duduk santai di dekat jendela, ia melihat Zurugi yang telah kembali dengan membawa dua monster yang telah Zurugi jinakan, dia cukup senang akan hal itu.


" Bagus jika begitu, tapi... Petualangan kami bukan sesuatu yang bisa kau ukur dengan akal sehat. " Ucap Airis dengan ringan dengan sedikit membanggakan dirinya.


" Walau begitu, aku tetap akan berusaha sebaik mungkin! " Ucapnya dengan semangat.


" Semangat yang bagus, berkembanglah lebih cepat, kamu pasti akan menjadi seorang rekan yang hebat. " Ucap Astia dengan ringan.


" BAIK!! " Ucapnya dengan keras.


" Kenapa berisik sekali, kau sudah pulang mandi sana! " Ucap Xi.


" IYA! " Ucap Zurugi, lalu ia pergi mandi membersikan dirinya.


Malam telah tiba, Xi duduk di kursi sambil memberikan makan kepada Grumpy Garlic yang ia jinakan dengan storage ball. Ia memberikannya makan dengan kristal sihir dan kristal mana, ia ingin melihat apakah Grumpy Garlic bisa berevolusi dan naik ke Rank D.


Sambil memberi makan Grumpy Garlic, Zurugi datang menemuinya dan ingin berbincang dengan Xi. " Tuan bisakah kita berbicara sebentar? " Tanya Zurugi dengan sopan.


" Apa yang ingin kau bicarakan? " Jawab Xi sambil memberikan makan Grumpy Garlic.


" Ini soal adik ku, apa kita bisa menyelamatkannya? " Tanya Zurugi kepada Xi.


" Tentu, tapi... Karena kita tidak tahu lokasinya sekarang, jadi jangan di pikirkan terlebih dahulu. " Jawab Xi.


" Aku tahu dia ada dimana. " Ucap Zurugi.


" Lalu... Ada dimana dia? " Tanya Xi.


" Di kerajaan Botias, tidak jauh dari kekaisaran ini. " Jawab Zurugi.

__ADS_1


" Bagus kalau kau tahu, setelah kita meninggalkan kekaisaran ini... Kita akan pergi menjemputnya, lagi pula itu masih jalur dengan tujuanku. " Ucap Xi dengan ringan.


Zurugi menganggukkan kepalanya, walau ia penasaran dengan tujuan Xi, tapi ia tidak menanyakannya, karena menurutnya ia belum pantas untuk mengetahui tujuan dari taunnya itu.


__ADS_2