
Kray sangat berambisi untuk membunuh Xi. Dalam pikirannya, dia berpikir jika lau bertarung hari ini akan sangat menguntungkan baginya ketimbang di masa depan.
Hari ini terlihat dengan jelas di matanya bahwa Xi terlihat lebih lemah darinya. Tapi, jika ia memberikan waktu kepada Xi dan membiarkannya tetap hidup. Mungkin di esok hari Xi telah menjadi lebih kuat darinya.
Tidak mau membuang - buang kesempatan tersebut. Kray pun mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan serius.
" Dewa Kematian Hitam, aku pastikan membuat mu menyesal karena memilih langkah ini! Aku Kray di ciptakan oleh Dewa Cahaya sebagai senjata pembunuh, tentu saja dalam proses nya aku telah di berikan banyak sekali sumber kekuatan dan pengetahuan. Dari segi aspek apa pun, aku jauh lebih unggul dari pada dirimu. Aku memiliki tawaran untukmu. Dengan kondisi mu yang sekarang tidak mungkin kau akan bertahan lama. Jadi bagaimana kalau kau menyerah saja dan menjadi asisten ku dalam rangka menghancurkan semesta ini? " Ujar Kray. Menyadari potensi kekuatan yang milik Xi sangatlah luar biasa dan yang pasti dapat berguna untuknya.
Kray telah memikirkan untuk menarik Xi berada di pihaknya. Setelah Xi berada di pihaknya, ia bersama dengan Xi akan memulai kehancuran semesta yang di rencanakannya. Guna mendapatkan kepercayaan dari Xi, Kray akan membiarkan Xi untuk melakukan apa pun yang di inginkannya.
Setelah mendapatkan kepercayaan nya dari Xi. Kray akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikamnya dari belakang dan merebut kekuatan yang di miliki oleh Xi.
Rencana yang di pikirkannya itu semata - mata bukanlah untuk ke untungan bersama, melainkan memenuhi ke inginannya. Untuk mendapatkan kekuatan yang lebih dan lebih kuat dari apa yang di miliknya sekarang.
Xi yang mendengar tawaran tersebut menjadi jengkel. Jelas dia tahu betul niat terselubung yang coba di sembunyikan oleh Kray. Jelas saja hal semacam itu tidak akan pernah di terima olehnya.
Xi merapatkan giginya dengan kesal berkata " Sebelum diriku berlutut dan menyerah kepadamu... Aku lebih memilih mati di bandingkan menjadi rekan dari orang munafik sepertimu. " Ujarnya. Dengan tegas ia menolak itu dan tidak sudi untuk menjadi rekannya.
Mendengar itu Kray menjadi marah. Ia menatap Xi dengan tatapan tajam. Wajahnya menghitam dengan atmosfer di sekeliling perlahan berubah.
Tubuh Kray perlahan menjadi lebih besar dari ukuran tubuh normalnya. Otot - otot yang ada di seluruh tubuhnya mengembang menjadi lebih kuat dan lebih keras. Jumlah energi yang terpancar daru tubuhnya pun berubah menjadi semakin lebih kuat.
Dia terus bertambah dan bertambah semakin besar dan tinggi. Sampai pada akhirnya ia berhenti berkembang dan mencapai ukuran maksimal nya yang setinggi dua meter lebih dan hampir tiga meter.
Menyesuaikan ukuran tubuhnya yang menjadi lebih besar, bahkan telapak tangannya di pastikan dapat menggenggam sempurna sebuah bola boling yang keras.
Trisula kehamcuran yang menjadi senjatanya juga berubah. Ukurannya menjadi lebih dan memanjang.
" Dasar Makhluk Bodoh!! Beraninya kau menolak tawaramku! " Teriak Kray dengan marah. Ia bangkit dan mulai melangkahkan kakinya.
Memegang erat trisulanya yang besar. Kemudian mengayunkannya dengan sangat cepat.
Kray memukul Xi dengan trisulanya dengan sangat kuat. Sampai membuat Xi yang menahannya dengan sabit hitamnya pun terpental ke udara dengan sangat cepat hingga menabrak sebuah meteor berukuran besar dan meledak.
Ledakan yang amat dahsyat di udara membuat arah jatuh meteor lainnya sedikit berubah, namun tetap akan menghantam daratan Dewa.
Untuk menghampiri Xi. Kray melompat tinggi ke udara. Memanfaatkan meteor - meteor yang berjatuhan sebagai injakannya untuk sampai di tempat Xi berada.
Pada lokasi Xi menabrak meteor, penuh dengan debu yang tebal menyelimutinya. Kray tanpa ragu masuk ke dalam sana dan menyakini kalau Xi sudah pasti terluka ketika terkena serangannya.
Ketika sampai di sana, Kray bingung karena tidak dapat melihat apa pun kecuali kebut yang tebal. Dia bahkan tidak dapat merasakan kehadiran Xi di tepat tersebut.
__ADS_1
" Hanya sepersekian detik... Dia sudah menghilang? Kemana perginya dia? " Ujar Kray bertanya - tanya.
SLAHSS!
Ada sesuatu yang menyerangnya dari belakang. Walau tidak terasa sakit, namun Kray dapat memastikan serangan tersebut berupa sebuah tebasan pedang.
Kray berbalik dengan cepat untuk melihat orang yang menyerangnya dari belakang. Ketika berbalik, ia melihat sosok hitam yang di penuhi oleh kekuatan kematian dan di selimuti oleh kegelapan berdiri di belakangnya dengan memegang pedang yang memancarkan dua elemen Api dan Es.
Dengan raut wajahnya yang kesal, Kray menanyakan perihal orang itu yang tiba - tiba saja menyerangnya dari belakang.
" Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Kau ini siapa? Kenapa kau tiba - tiba menyerang ku dari belakang! " Ucapnya sambil menunjuk sosok itu.
Sosok itu hitam itu mengangkat tinggi dadanya dan dengan bangga mengatakan. " Aku Black Knight IGRIS, Blademaster of Skytime. Satu dari sembilan sayap kematian yang melayani Yang Mulia Dewa Kematian Hitam. Kali ini, atas perintah Yang Mulai kami akan bertarung bersama dengan mu! " Ucap IGRIS. Mengarahkan pedangnya kepada Kray Sang God of Destruction tanpa rasa takut.
Mendengar pertanyaan itu membuat Kray semakin jengkel. Ia berpikir kalau Dewa Kematian Hitam sebenarnya hanyalah seorang pengecut.
" Dia meninggalkan bawahannya di sini untuk menghadapiku? Seharusnya dia tahu kan kalau orang ini tidak dapat mengalahkan aku... " Gumam Kray sambil berpikir. Meningkal bawahannya untuk menghadapi dirinya sementara itu Dewa Kematian Hitam melarikan diri karena sudah tidak sanggup untuk menghadapi dirinya.
Kray masih berpikir keras untuk menebak rencana yang sedang di mainkan oleh Dewa Kematian Hitam.
" Dewa Kematian Hitam itu bukanlah Dewa yang lemah... Bahkan jika kekuatannya belum sempurna, tapi rasa ancaman yang di berikan benar - benar nyata. Tidak mungkin orang itu melarikan diri dari pertarungan yang dapat membuat kehormatannya menjadi rusak. " Ujar Kray. Ia menolak untuk percaya kalau Xi telah melarikan diri. Bahkan untuk menghadapi tiga makhluk superior secara langsung pun Xi tidak gentar sedikit pun.
Agar sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi di masa depan, Kray berniat untuk menggagalkan rencana Xi yang hendak berniat untuk memulihkan dirinya.
" Tidak bisa aku biarkan! Aku harus menghentikannya! " Ujar Kray. Mengambil posisi kuda kuda dengan mengangkat trisula nya.
Menyaksikan itu IGRIS tidak meremehkannya. Ia pun juga bersiap dengan memegang erat pedangnya dengan kedua tangannya. Ia punya firasat jika serangan dari Kray bisa dapat menghancurkan nya atau bahkan langsung menghempaskan pedangnya.
Kray melancarkan serangannya dengan mengayunkan trisula nya. Teknik yang tidak biasa dengan memposisikan kaki dengan kuda kuda yang aneh. Serangan tersebut bukanlah sebuah tusukan, tapi terlihat lebih seperti sebuah tebasan.
Dengan semua kekuatannya, Kray Sang Dewa Kehancuran melakukan ayunan dari atas dengan langkah yang besar.
IGRIS menanggapi serangan tersebut dengan memusatkan energi nya kepada pedangnya yang tajam.
Meladeni Kray yang menyerangnya dengab merilis salah satu skill yang dimilikinya sebagai seorang Blademaster of Skytime. .
" Perlambatan Waktu! " Ujar IGRIS merilis skillnya.
Sebuah kuba waktu pun membendung mereka berdua. Seketika itu membuat ayunan trisula Kray menjadi sedikit melambat namun dalam ke adaaan itu juga masih cepat.
Memanfaatkan peluang yang ada, IGRIS menyerang titik buta Kray dengan kekuatan penuhnya.
__ADS_1
IGRIS yang maju ke depan dan berhasil menghindari serangan Kray, membuat kemampuan yang di rilisnya menjadi meningkat. Dengan menghidari serangan di saat - saat keritis, mendapatkan sebuah buff tambahan. Dimana IGRIS dapat bergerak lebih cepat lagi, sementara Kray menerima Debuff Slow Time dua kali lipat. Yang jelas membuat pergerakan Kray menjadi melambat.
IGRIS berhasil mendaratkan serangannya pada tubuh Kray. Namun, dengan kekuatan penuhnya sekali pun tidak memberikan sedikit pun goresan pada tubuh Kray. IGRIS pun sadar betapa besar perbedaan kekuatan di antara mereka berdua. Perbedaannya sudah seperti langit dan bumi.
Kray tersenyum lebar. Mengejek IGRIS " Heh hanya segitukah? Seranganmu tidak lebih hanya sekedar menggelitikiku! " Walau dalam ke adaan masih terkena slow time, Kray masih dapat berbicara dengan lancarnya.
IGRIS tidak bisa membanta han tersebut. Memang benar apa yang di katakan oleh Kray. Serangannya hanya seperti sedang menggelitiknya. Namun, IGRIS tidak patah semangat. Bersama dengan yang lainnya, Gideon, dan Jack O Lantren. Bersama - sama mereka muncul dan menyerang Kray bertubi - tubi dengan kekuatan penuh mereka.
Muak dengan serangan - serangan receh yang terus menghantam dirinya. Kray pun mulai membuat gerakan dan mengakhiri aktingnya. Dengan mudah Kray melepaskan diri dari kuba waktu milik IGRIS yang melambatnya dengan melepaskan energi dalam jumlah besar.
Ledakan energi yang sangat kuat langsung menghancurkan kuba waktu, serta menghempaskan IGRIS, Gideon, dan Jack o Lantren yang tadinya hendak menyerangnya lagi.
Kray pun tertawa lepas dan merendahkan ketika orang itu yang tadi menyerangnya dirinya.
" HAHAHAHAHA! Kalian pikir serangga seperti kalian dapat menembus ultra barier miliku?! Hahahaha lucu sekali! " Ucap Kray.
Bersamaan dengan itu, di saat kewaspadaan menurun. Xi muncul dengan kecepatan tinggi dan memberikan sebuah tebasan yang kuat yang langsung mendapat pada punggung Kray.
Tebasan dari sabit hitam langsung memberikan luka sobek yang besar di punggung Kray.
Kray pun merasa kesakitan dengan luka yang di deritanya.
" B*jingan pengecut! Berani sekali kau menyerang diam - diam! " Ujar Kray dengan kesal dengan tindakan Xi kepada dirinya yang menyerang diam - diam dari belakang. Menurut pendapat Kray, serangan diam - diam dari seorang dewa itu sangat lah tercela. Hal semacam itu tidak menggambarkan sesuatu yang di sebut Dewa.
Dengan dinginnya Xi membalas " Dari pada mengoceh terus... " Xi menghilang dari pandangan Kray yang langsung membuat Kray menjadi bingung. Kemudain secara mendadak muncul tepat di depannya dengan ekspresi wajah yang mengerikan. " Lebih baik kau tunjukkan kemampuanmu! " Lanjut Xi menebaskan kembali sabit hitamnya kepada Kray yang langsung membuat Kray terhempas.
IGRIS, Gideon, dan Jack O Lantren bergerak dengan cepat di atas meteor - meteor yang terus berjatuhan. Mereka bertiga belari di antara meteor - meteor itu untuk mendekati Kray yang terhempas.
Masing - masing dari mereka merilis skill pamungkas mereka masing - masing. IGRIS dengan Flaming Ice Time Destruction, Gideon dengan Iron Skin + Earth Bringer + Proton Slahs, dan Jack dengan skill Halloween Festival Attack.
Tiga kekuatan dahsyat di satukan dan membentuk sebuah kekuatan yang baru dan jauh lebih kuat dari masing - masing skill pamungkas mereka.
Serangan gabungan itu dengan telak langsung menghantam Kray yang melayang di udara. Ledakan super dahsyat terjadi di udara, menyapu bersih seluruh meteor yang hendak jatuh ke daratan. Ledakan yang terlihat seperti ledakan dari bom atom melanda di langit.
Sesuatu jatuh dari tebalnya kumpulan asap yang ada di langit. Kray menderita beberapa luka bakar di tubuhnya, dan mendapatkan luka dalam yang cukup parah. Ketika terjatuh ke tanah, ia memuntahkan seteguk darah.
Memandangi Xi bersama dengan bawahannya yang membuat dirinya sampai menderita luka yang parah.
Kray sangat malu kepada dirinya. Tadinya ia yang begitu sombong ingin membunuh Xi, kini dia terluka para oleh tiga orang yang bahkan kekuatannya tidak sampai setara dengan dewa. Mungkin hanya sekedar menyeimbangi dewa biasa yang baru terbangkit.
Namun, untuk Dewa kelas atas yang super kuat seperti dirinya mendapatkan luka parah dari makhluk kelas bawah. Benar - benar menyakiti wajahnya. Tidak menyangka hal yang memalukan seperti itu akan terjadi dalam hidupnya.
__ADS_1