
Pertarungan adu kecepatan berlangsung cukup sengit, hingga menyebabkan pepohonan yang dan tumbuhan yang ada di sekitarnya menjadi hancur. Tampak saat di atas keduanya saling mepelaslan pukulan terkuat mereka. Namun hasil dari petarungan tersebut, di menangkan oleh Xi yang memiliki kekuatan serangan lebih besar dari pada Gana.
Gana menghantam tanah dengan keras, hingga membuat dirinya mengalami luka yang parah. Mooria dan Bans yang kesal karena rekannya di lukai, mereka memusatkan serangan mereka kepada Xi. Sebuah bola air dengan kepadatan energi sihir, muncul di hadapan Bans. Dan sebuah sinar cahaya yang terang, muncul dari sebuah lingkaran sihir, yang berbentuk seperti keong. Saat Xi hampir menyentuh tanah, keduanya melepaskan sebuah serangan yang sangat kuat.
" Bola Air tekanan tinggi! " Teraik Mooria dengan keras, melepaskan serangan air nya.
" Telur keong penghancur! " Teriak Bans dengan keras, melepaskan serangannya. Kedua serangan tersebut dengan cepat melayang ke arah Xi.
Xi menjulurkan tangannya, dan dari sana muncul kegelapan yang melahap kedua serangan kuat tersebut. Dan hal itu, membuat semua orang terkejut.
Dalam hatinya, Xi bergumam " Mereka bukan hanya punya pertahanan kuat, namun juga punya serangan yang kuat. Kelompok mereka sungguh sempurna, namun... " Gumamnya dan tidak melanjutkan nya karena saat ia menginjakkan kakinya ke tanah. Ero muncul saat itu, mengibaskan ekornya dengan sangat kuat hingga membuat Xi terhembah beberapa meter dari tempatnya.
" Cih, keras juga kau ternyata! " Ucap Ero dengan wajah yang berkeringat. " Tapi ini akan menjadi akhirmu! " Teriak Ero saat itu. Dan sebuah akar tanaman muncul dan mengikat Xi dengan kuatnya hingga membuat Xi tidak dapat bergerak sesaat.
Suara tawa yang keras dan puas pun terdengar saat melihat Xi telah terikat oleh akar - akar tersebut. " Hahahaha, Akhirnya kau tertangkap juga. Sangat sulit untuk menangkapmu karena kau begitu cepat dan lincah. " Ucap Kirara yang mengakui kemampuan dari Xi dalam pertarungan yang ia hadapi saat ini. Sambil mengingat, setiap serangan yang ia lancarkan tidak satu pun ada yang mengenai Xi. " Wuahaha Kami akui kalau kami memang sial bertemu dengan musuh sehebat dirimu. Tapi, kau juga kena sial hari ini karena harus bertemu dengan party ku The Battle maniac. " Lanjutnya sambil tersenyum senang saat itu, karena ia sangat percaya diri dengan kemampuan yang di miliki oleh Tim nya.
" Aku yakin kau pasti sudah pernah mendengar nama party kami the battle maniac. " Ucap Kara sambil memegang pagoda birunya dengan seyum sinis nya. " Kami merupakan kelompok terhebat di dalam koloseum, yang menjadi juara satu berturut - turut. Kehebatan dan kekuatan kami sangat di takuti oleh kelompok lain, bahkan jika penguasa kota dan raja menemui kami, mereka harus menunjukkan rasa hormat mereka kepada kami. " Lanjutnya memamerkan kehebatan dari tim miliknya itu.
Namun, Xi yang di ikat dan tampak tenang itu, saat mendengar cerita dari Kara ia sangat bosan. Dan lagi pula dia tidak pernah mendengar nama party, The Battle Maniac. Bahkan ini kali pertamanya ia mendengar nama party seperti itu.
" Kau orang yang hebat dan kuat, dari pada mati di sini, bagaimana kalau kau bergabung dengan party kami? " Ajak Kara kepada Xi saat itu. Kara berpikir akan sangat di sayangkan kalau Xi mati di sini dan tidak membawanya ke dalam tim. " Kalau kau bergabung dengan kami, akan kami pastikan kalau kau akan mendapatkan banyak ke untungan. Dengan ada nya kau di party kami, kami yakin kalau party kami tidak dapat di kalahkan oleh party lainnya di masa depan nanti... " Lanjut kara, namun setelah ia selesai berbicara. Xi langsung berkata dengan tatapan sinis, serta mata merah menyalah nya.
" Bacot! " Ucap Xi dengan mata merah yang menyalah. Saat itu, akar - akar yang mengikat dirinya terbakar hingga ia dapat lepas dari genggaman Kirara saat itu. Dalam hatinya ia bergumam. " Kombinasi mereka sangat bagus, dan berbeda dengan tim lainnya. " Ucap Xi yang mengakui ke hebatan dari tim tersebut, dengan strategi yang mereka miliki.
__ADS_1
Mendengar itu dari Xi langsung, membuat mereka menjadi kesal. Segerah Kuga dengan kesalnya berteriak dan berkata " Kamj memberimu kesempatan untuk hidup dan kau membuangnya! Terimalah kematian mu sekarang! " Teraik Kuga dengan keras.
" B*jingan ini tidak tahu seberapa luasnya langit! Kita habisi dia! " Ucap Mooria dengan kesal.
" Sudah tidak ada negosiasi lagi. Kita habisi dia! " Ucap Kirara yang setuju dengan pendapat dari Kuga dan Mooria.
" Kita lakukan seperti biasa! " Ucap Ero dan Gana dengan serempak dan masuk dalam mode binatang buas mereka.
" Tembakan telur keong penghancur! " Ucap Bans dan melepaskan serangannya. Setelah Serangan Bans di lancarkan. Yang lainnya juga ikut menyerang dan mereka melesat ke arah Xi. Kuga, Gana, dan Ero menyerang Xi bersama, sedangkan Bans dan Mooria menjadi perisai untuk Kara dan Kirara.
Kirara melafalkan sihirnya, dan membuat rumput di sekitarnya menjadi lebat dan tinggi. Dan ia lesatkan itu untuk menyerang Xi. Tampak Kara yang ada di belakang mereka sedang menyiapkan sihirnya, dan saat sudah siap, Kara pun melepaskannya.
" Kekuatan penuh! Peningkatan seluruh statistik 20%! " Teraik Kara dengan keras dan memberikan Buff amukan kepada rekan - rekannya.
Setelah ia menghempaskan Ero dan juga Gana. Kini ia giliran menghadapi Kuga yang menyerangnya dengan sangat kuat. " Pukulan banteng! " Teriak Kuga dalam mode amukannya.
Serangan kuat dan cepat dari Kuga, dapat Xi hindari dengan mudahnya, hanya dengan menyampingkan dirinya, tanpa harus bergerak dari tempatnya berdiri. Xi melapisi tangannya dengan sihir, hingga sebuah kegelapan melapisi tangannya dan membentuk seperti cakar naga.
" Kau yang pertama! " Ucap Xi dengan dingin dan tenang. Menusukkan cakar naganya tepat di dada Kuga saat itu. Kuga Muntah darah saat cakar naga menembus dirinya, dan membuatnya langsung terjatuh.
Melihat Kuga yang terbunuh membuat mereka terkejut walau mereka dalam mode amukan. Di saat yang sama, saat Kuga yang telah terbunuh dan tubuhnya jatuh ke tanah, sebuah rantai kegelapan mengikat tubuh Kara dan membuatnya terjebak.
" Apa... Apa ini? " Ucap Kara dengan panik, saat menghadapi situasi nya saat ini.
__ADS_1
Mooria dan juga Bans bergegas membantu Kara saat itu. Namun, dari balik bayangan mereka, muncul dua satu sosok dari bayangan mereka masing - masing. Hal itu membuat mereka terkejut karena saat itu, kedua sosok hitam yang muncul langsung menyerang mereka. Segerah mereka menggunakan pertahanan kuat mereka.
" Peisai keong, pertanan Keong! " Ucap Bans. Ia menggunakan dua kemampuan pertahanan nya secara bersamaan untuk menahan palu besar yang menghantamnya.
" Perisai cangkang kura - kura! " Ucap Mooria sambil menahan sebuah pukulan kuat dari sosok hitam yang menyerangnya.
Tampak keduanya dalam kesulitan menahan serangan tersebut. Ero yang melihat kedua rekannya dalam kesulitan, ia bergegas berlari dan menolong keduanya. Namun, tiga anak panah, melayang ke arahnya, dan menancap di kedua kakinya, serta bahu kanan nya. Terlihat di atas sebuah pohon terdapat seorang wanita berjubah hitam dengan sebuah crossbow yang di pegangnya. Hal itu langsung membuat Ero tidak dapat berlari, karena racun yang terkandung di anak panah itu, langsung menyebar ke seluruh tubuhnya dengan cepat.
Ero pun menjadi pucat, wajahnya penuh dengan keringat. Ia bertariak dengan sangat keras karena rasa sakit dari racun yang menyerang tubuhnya. Perlahan tubuhnya mulai membiru karena efek dari racun tersebut, dan membuatnya mejadi kesulitan dalam hal bernafas. Dan itu pun membuat Ero harus kehilangan nyawanya, karena tidak dapat menahan racun yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya.
Kara, Kirara, Mooria, Bans, serta Gana terkejut melihat Ero yang terbunuh. Gana yang lengah, dan menurunkan penjagaan nya, di serang sesuatu hingga menembus tubuhnya saat itu. Sebuah cakar naga hitam yang terbuat dari kegelapan menghacurkan jantungnya.
" Gana!! " Teriak Kirara dengan histeris melihat rekan nya yang di bunuh. Ia dengan sangat marah, menyeranh Xi dengan sihirnya dengan jumlah skala yang besar. Dan membuat banyak akar tanaman besar mengarah kepada Xi.
Namun, tanpa dia sadari, kedua Tank ker yang melindungi nya telah terjatuh karena tidak sanggup menahan serangan dari Shadow Army. Ia terkejut, sakit terkejutnya, sampai ia tidak menyadari Xi berada di hadapannya dan menusuk dadanya dengan sebuah dagger yang tajam.
" Ka kau... Uhuk... Bagaimana bisa... " Ucapnya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya. Dan akhirnya pun Kirara mati di bawah tajamnya dagger milik Xi.
Saat itu, Kara yang melihat semua rekannya telah terbunuh, ia hanya bisa diam membeku dan ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetaran saat melihat kematian rekan - rekannya yang sangat mengerikan.
" Selamat tinggal. " Ucap dengan dingin dan mesukkan dagger tepat di jantung Kara saat itu. Dan seluruh tim the battle maniac telah terbunuh oleh Xi.
Darah mengalir dan membasahi tanah, bau amis darah menyebar dengan cepat, hingga menarik perhatian para monster yang ada di dekatnya. Banyak monster saat itu yang mendekat ke lokasi terjadinya pembantainya. Dan di sana hanya menyisakan Xi seorang.
__ADS_1
Xi menatapi semua monster itu dengan sinis, dan banyak Shadow Army yang muncul dari balik bayangannya. Di saat yang sama, ia melirik seluruh mayat The Battle Maniac dan bergumam saat itu. " Aku hanya bisa mensummon 150 Shadow Army, dan sekarang hanya tersisa 10 slot saja. Kalian beruntung karena terbunuh oleh ku, kemampuan dan kombinasi kalian sangat aku butuhkan. " Gumamnya saat itu sambil mengingat combinasi, serta strategi menyerang dan bertahan mereka. Satu kata ia ucapkan saat itu. " Bangkitlah! " Setelah kata itu jatuh, seluruh tim The Battle Maniac bangkit kembali menjadi Shadow Army nya, yang akan membantunya untuk menghadapi mara bahaya di sama depan, dan sekarang juga.